Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)

FAKTORKEHAMILAN DINI, ANTENATAL CARE, ASI EKSKLUSIF DAN PENGETAHUAN GIZI TERHADAP STUNTING PADA BALITA RESIKO STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN BONE Malka, St.; Musni, Musni; Fatimah, Sitti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3364

Abstract

ABSTRACT EARLY PREGNANCY, ANTENATAL CARE, ESCLUSIVE BREASTFEEDING AND NUTRITIONAL KNOWLEDGE TO STUNTING IN CHIDREN UNDER FIVE Background: stuntingis a major nutritional problem that will have an impact on social and economic life in society. Stunting is a problem because it is associated with an increased risk of illness and death, suboptimal brain development, resulting in delayed motor development and stunted mental growth. Bone is one of the district in south Sulawesi high prevalence of stunting compared with province and national.Purpose  To determine risk factors early pregnancy, antenatal care, esclusive breastfeeding and nutritional knowledge on stunting among children 12-59 months old.Mathods:The study used is quantitative witch a designed  case-control study. It was conducted in Kading health centre, Bajoe health centre, and Usa health centre.  with the research time May-Juli 2020. The subjects were children between 12-59 month. The sample in this study were 120 consisting of 40 stunted and 80 normal with gender matching. Subject were chosen by purposive sampling methode. The risk factor were early pregnancy, antenatal care, esclusive breastfeeding, and nutritional knowledge. Data were analyzed by univariate, bivariate with chis-quare test and odds ratio with 95% confidence interval   Results: The results showed that factors associated with stunting were early pregnancy (P = 0.003) and antenatal care with (P = 0.033), while exclusive breastfeeding (P = 0.892) and maternal nutritional knowledge (P = 0.404) were not associated with stunting in under-five. . Early pregnancy variable is the dominant variable in the occurrence of stunting in children under five. Early childhood pregnancy has a 5.00 times higher risk of stunting in children under five compared to mothers who are pregnant at adulthood, and mothers not antenatal care during pregnancy have 2.68 times the risk of stunting compared to mothers antenatal care visit during pregnancy.Conclusion: The risk factors for stunting  were early pregnancy and antenatal careSuggestion It is hoped that the government will be even more stringent on the implementation of early marriage, so that there will be no more early marriages and can prevent stunting in toddlers. Keywords: stunting, early pregnancy,  antenatal care ABSTRAK Latar belakang :Stunting adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.  Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan menungkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motoric terlambat  dan terhambatnya pertumbuhan Kabupaten Bone meruapakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan dengan angka stunting yang cukup signifikan melebihi prevalensi stunting provinsi dan nasional.Tujuan: untuk menganalisis factor risiko kehamilan usia dini, antenatal care, ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu terhadap stunting pada balita usia 12 – 59 bulanMetode : Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Case Control Study. Penelitian dilakukan di tiga puskesmas yaitu Puskesmas Kading, Puskesmas Bajoe dan Puskesmas Usa. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juli 2020. dengan subjek adalah anak umur 12 – 59 bulan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 balita yang terdiri dari 40 kasus (balita stunting) dan 80 kontrol (balita normal/tidak stunting) dengan Matching jenis kelamin. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Factor risiko yang diukur adalah kehamilan usia dini, antenatal care (ANC), ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu. Data dianalisis dengan chi square dan Odds Ratio (OR) 95% CI.Hasil :  Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan stunting adalah kehamilan usia dini (P=0,003) dan antenatal care dengan (P=0.033), sedangkan ASI eksklusif  (P=0,892) dan pengetahuan gizi ibu (P=0,404) tidak berhubungan dengan stunting pada balita. Variabel kehamilan usia dini merupakan variable dominan terjadinya stunting pada balita. Kehamilan usia dini memiliki risiko 5,00 kali lebih tiinggi untuk mengalami stunting pada balita dibandingkan ibu yang hamil pada usia dewasa, ibu yang tidak melakukan antenatal care memiliki risiko 2,68 kali mengalami stunting dibanding ibu yang melakukan pemeriksaan antenatal care. Kesimpulan: kehamilan usia dini dan antenatal care merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balitaSaran Diharapkan pemeritah lebih ketat lagi terhadap pelaksanaan pernikahan usia dini, agar tidak ada lagi pernikahan usia dini dan bisa mencegah terjadinya stunting pada balita Kata kunci : stunting, kehamilan Dini, antenatal care  
ANALISIS FAKTOR YANG BEHUBUNGAN DENGAN JENIS PERSALINAN PADA IBU HAMIL Fatimah, Sitti; Fatmasaanti, Ulfa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2714

Abstract

Background Maternal and child health efforts are efforts in the health sector related to the service and maintenance of pregnant women, childbirth, breastfeeding, infants, and toddlers and preschoolers. The mode of delivery is a number of methods chosen by the mother who delivered and by the health worker who handled it. Mochtar divides the type of labor according to the way labor is divided into two categories, normal (spontaneous) labor, which is the birth of the baby behind the head with the mother's own power and abnormal delivery, namely labor with the help of a tool or through the abdominal wall by caesarean surgery. Purpose to find out the factors of labor in pregnant women. Methods This type of research is analytic observational cross-sectional study of women giving birth at the Sibulue puskesmas in the period from December 2019 to February 2020 with a large sample of 67 women giving birth. Data obtained from medical records The results of this study indicate abnormal labor with actions related to the incidence of severe asphyxia (p = 0,000; CI: 1.19-2.06) and Low Birth Weight (p = 0,000; CI: 1.28-2.05). Number of Antenatal Care Examination <4 times associated with the abnormal labor process Action (p = 0.046; CI: 1.04-1.46) Conclusion in this study is the relationship between the delivery process with Antenatal Care examination on the outcome of labor with the incidence of severe asphyxia and Low Birth Weight. Abnormal deliveries with complications occur in women with Antenatal examination <4 times. Suggestions for health care workers to further increase the early detection of risk factors in pregnant women by actively monitoring women during pregnancy.  Keywords: antenatal examination, type of labor, maternal mother  ABSTRAK  Latar Belakang Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya bidang kesehatan terkait pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, bersalin, menyusui, bayi, dan anak balita serta anak prasekolah. Cara persalinan adalah beberapa metode yang dipilih oleh ibu yang melakukan persalinan maupun oleh tenaga kesehatan yang menanganinya. Mochtar membagi jenis persalinan menurut cara persalinan berdasarkan dua kategori, persalinan normal (spontan) yaitu proses lahirnya bayi letak belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri dan persalinan abnormal, yaitu persalinan dengan bantuan alat atau melalui dinding perut dengan cara operasi caesarea.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu factor proses persalinan pada Ibu hamil.  Metode Jenis penelitian ini analitik observatif cross-sectional terhadap wanita yang melahirkan di puskesmas Sibulue pada periode bulan desember 2019 hingga Februari 2020 dengan besar sampel 67 wanita yang melahirkan. Data diperoleh dari catatan medis.  Hasil penelitian ini menunjukan persalinan abnormal dengan tindakan berhubungan dengan kejadian Asfiksia Berat (p=0,000; CI: 1.19-2.06) dan Berat  badan Lahir Rendah (p=0,000; CI: 1.28-2.05). Jumlah Pemeriksaan Antenatal care <4 Kali berhubungan dengan proses persalinan abnormal Tindakan (p=0,046; CI: 1.04-1.46).  Kesimpulan pada penelitian ini adanya hubungaan proses persalinan dengan pemeriksaan Antenatal Care pada hasil persalinan dengan kejadian asfiksia berat dan Berat Badan Lahir Rendah . Persalinan abnormal dengan komplikasi terjadi pada ibu dengan pemeriksaan Antenatal <4 kali. Saran bagi petugas pelayanan kesehatan agar lebih meningkatkan deteksi dini faktor risiko pada ibu hamil dengan pemantauan secara aktif pada ibu semasa hamil.  Kata Kunci : Pemeriksaan antenatal, jenis persalinan, ibu hamil