Lamsike Pateda
IAIN Sultan Amai Gorontalo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAYA KEPENGARANGAN TERE LIYE DALAM NOVEL ‘MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH’ TINJAUAN RETORIKA-STILISTIKA Lamsike Pateda
Al-Lisan: Jurnal Bahasa Vol 1 No 1 (2016): Al-Lisan: Jurnal Bahasa
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.863 KB)

Abstract

Penggunaan gaya bahasa yang diulas dalam retorika dan stilistia semakin menambah khasanah kajian bidang bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan untuk mengekspresikan pikiran dan gagasan penulis melalui karya-karyanya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Tere Liye dalam novel “Moga Bunda Disayang Allah”, sehingga menjadikan novelnya sebagai novel yang terbaik. Kajian pada gaya pengamatan difokuskan pada tiga bagian yaitu (1) pilihan kata. Pada pilihan kata dibagi lagi atas: (a) kata konkret, (b) kata khusus, (c) kata abstrak dan (d) kata umum. (2) pola kalimat dan bentuk sintaksis. Pola kalimat terdiri atas unsur-unsur kalimat, sedangkan bentuk sintaksis terdapat bentuk pengulangan (Paralelisme), bentuk pembalikan, dan bentuk penghilangan. (3) bentuk semantik, pengkajiannya lebih pada majas dan macam-macamnya. Hampir semua jenis majas digunakan oleh pengarang dalam novel ini. Penggunaan majas tersebut telah memperkuat makna pesan yang disampaikan pengarang. Hal ini terbukti dengan masuknya novel “Moga Bunda Disayang Allah” sebagai novel best seller. The use of the language style reviewed in rhetoric and stilistic adds to growing language field. This suggests that the language used to express the thoughts and ideas of the author through his works. It is as done by Tere Liye in his novel “Moga Bunda Disayang Allah”, making the novel as his best novel ever made. Study on the style of observation focused on three parts namely (1) the words choice, this is divided into: (a) concrete word, (b) specific words, (c) abstract word, and (d) common word. (2) sentence patterns and forms of syntax. Sentence patterns composed of elements of sentence syntactic form, whereas there is a form of repetition (Parallelism), form reversal, and the form of omission. (3) the form of semantics, was more on the Majo and types. Almost all types of Majo is used by the author in the novel. The use of the Majo has reinforced the meaning of the message author. This is evident with the introduction of the novel “Moga Bunda Disayang Allah” as a novel best seller.
GAYA KEPENGARANGAN TERE LIYE DALAM NOVEL ‘MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH’ TINJAUAN RETORIKA-STILISTIKA Lamsike Pateda
Al-Lisan: Jurnal Bahasa Vol 1 No 1 (2016): Al-Lisan: Jurnal Bahasa
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.863 KB)

Abstract

Penggunaan gaya bahasa yang diulas dalam retorika dan stilistia semakin menambah khasanah kajian bidang bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan untuk mengekspresikan pikiran dan gagasan penulis melalui karya-karyanya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Tere Liye dalam novel “Moga Bunda Disayang Allah”, sehingga menjadikan novelnya sebagai novel yang terbaik. Kajian pada gaya pengamatan difokuskan pada tiga bagian yaitu (1) pilihan kata. Pada pilihan kata dibagi lagi atas: (a) kata konkret, (b) kata khusus, (c) kata abstrak dan (d) kata umum. (2) pola kalimat dan bentuk sintaksis. Pola kalimat terdiri atas unsur-unsur kalimat, sedangkan bentuk sintaksis terdapat bentuk pengulangan (Paralelisme), bentuk pembalikan, dan bentuk penghilangan. (3) bentuk semantik, pengkajiannya lebih pada majas dan macam-macamnya. Hampir semua jenis majas digunakan oleh pengarang dalam novel ini. Penggunaan majas tersebut telah memperkuat makna pesan yang disampaikan pengarang. Hal ini terbukti dengan masuknya novel “Moga Bunda Disayang Allah” sebagai novel best seller. The use of the language style reviewed in rhetoric and stilistic adds to growing language field. This suggests that the language used to express the thoughts and ideas of the author through his works. It is as done by Tere Liye in his novel “Moga Bunda Disayang Allah”, making the novel as his best novel ever made. Study on the style of observation focused on three parts namely (1) the words choice, this is divided into: (a) concrete word, (b) specific words, (c) abstract word, and (d) common word. (2) sentence patterns and forms of syntax. Sentence patterns composed of elements of sentence syntactic form, whereas there is a form of repetition (Parallelism), form reversal, and the form of omission. (3) the form of semantics, was more on the Majo and types. Almost all types of Majo is used by the author in the novel. The use of the Majo has reinforced the meaning of the message author. This is evident with the introduction of the novel “Moga Bunda Disayang Allah” as a novel best seller.
PENGGUNAAN MEDIA RITATOON UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL HURUF KELOMPOK B DI TK INDRA 2 KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Merlin Nasim; Lamsike Pateda
Early Childhood Islamic Education Journal Vol. 1 No. 2 (2020): Early Childhood Islamic Education Journal, Volume 01, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54045/ecie.v1i2.225

Abstract

Masalah dalam penelitian yaitu “Bagaimanakah penggunaan media Ritatoon untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal huruf”. Dengan tujuan peneliti yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal huruf dan nantinya berguna bagi guru Pendidikan anak usia dini untuk mengembangkan metode dan strategi mengajar khusunya melalui media ritatoon Kelompok B TK Indra 2 Limboto Kabupaten Gorontalo.Penggunan media Ritatoon untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf ini merupakan praktek tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan bimbingan dari pihak orang tua atau peneliti dalam kesadaran untuk bisa di biasakan atau dapat membawah bekal untuk masuk dalam jenjang pendidikan sekolah dasar.Peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas, subjek dari penelitian ini adalah kelompok B berusia 5 sampai 6 tahun yang berjumlah 8 orang yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Pada tehnik pengumpulan data adalah dari observasi an dokumentasi. Peningkatan pengenalan huruf menggunakan media ritatoon apat di lihat dari jumlah-jumlah presentasenya dari observasi awal sebelum peneliti melakukan tindakan hanya ada 12% , dan pada saat peneliti melakukan tindakan pada siklus I sudah meningkat menjadi 37 % dan pada Siklus II lebih meningkat lagi sampai 75% sesuai target peneliti. Dari hasil penelitian ini kiranya dalam proses kegiatan pembelajaran kiranya guru dapat menyiapkan stategi atau media untuk pembelajaran agar dapat membuat anak tertarik untuk proses pembelajaran.