Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usahatani Petani Kakao di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Pulau Sebatik Ahmad Mubarak; Anang Sulistyo; Nurlela Nurlela
Agriekonomika Vol 9, No 2: Oktober 2020
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v9i2.8036

Abstract

Pembangunan pertanian dengan pendekatan kewirausahaan menjadi solusi yang komprehenshif dan berkelanjutan bagi pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi sosial di wilayah perbatasan Indonesia.  Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) pengaruh modal sosial terhadap kompetensi kewirausahaan dan kinerja usahatani, 2) pengaruh karakteristik kewirausahaan terhadap kompetensi kewirausahaan dan kinerja usahatani, dan 3) pengaruh kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja usahatani. Populasi dalam penelitian ini adalah petani kakao dengan sampel 250 petani yang ditentukan melalui metode purposive sampling. Pengujian model analisis data yang dikembangkan menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial dan karakteristik kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi kewirausahaan dan kompetensi kewirausahaan berpengaruh  signifikan terhadap kinerja usahatani.
INTERNALISASI SOFT SKILL AGRIBISNIS PADA GENERASI MILENIAL DI SMAIT ULUL ALBAB TARAKAN Anang Sulistyo; Muhammad Arbain
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v5i2.2442

Abstract

Saat ini usaha pertanian di Indonesia menghadapi permasalahan yang cukup kompleks, salah satunya ialah kurangnya regenerasi petani. Jumlah petani usia muda terus menurun. Dalam jangka panjang, ketahanan pangan nasional akan semakin rentan jika produksi pangan lebih banyak dilakukan oleh petani berusia lanjut. Masalah penuaan petani ini patut menjadi perhatian semua pihak. Jika kegiatan produksi pangan hanya dilakukan oleh generasi tua, maka perlahan tapi pasti, jumlah petani akan berkurang dari tahun ke tahun. Akibatnya produksi padi juga menurun dan terjadi ketidak-seimbangan antara produksi dengan permintaan. Permintaan pangan terus naik seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, kemajuan ekonomi dan industri pengolahan makanan. Oleh karena itu, generasi muda perlu didorong untuk terjun di sektor pertanian dalam rangka meningkatkan produksi pertanian sehingga ketahanan pangan nasional dapat diwujudkan. Tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Ulul Albab Tarakan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang kewirausahaan bidang pertanian dan peluangnya mulai dari hulu sampai hilir dan Meningkatkan soft skill karakter kewirausahaan
ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHA SARANG BURUNG WALET (Collacalia Fuciphagus) DI KABUPATEN TANA TIDUNG Anang Sulistyo; Megawati Ayu Putri
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1922

Abstract

AbstrakMembangun usaha sarang burung walet rumahan bukanlah hal yang mudah, selain harus benar-benar memahami cara mendatangkan burung,merawat sarang sampai tahap panen. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) mengetahui sumber–sumber risiko produksi dan  dampaknya terhadap usaha sarang burung walet; 2) merumuskan strategi mengatasi risiko produksi usaha sarang burung walet di Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini dilakukan pada 30 peternak sarang walet di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis probabilitas, Z-score dan Value At Risk (VaR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber–sumber risiko produksi usaha sarang burung walet yang teridentifikasi yaitu perubahan cuaca dan kesalahan tenaga kerja. Sumber risiko terbesar adalah perubahan cuaca pada periode ke II dengan probabilitas sebesar 72% dan dampak yang paling sebesar pada periode ke III sebesar Rp. 2.630.704. Sedangkan sumber risiko kesalahan tenaga kerja pada periode II dengan probabilitas sebesar 68% dan dampak yang paling besar pada periode ke I sebesar Rp. 589.111. Strategi penanganan sumber risiko perubahan cuaca/iklim dengan strategi preventif yaitu membuat ventilasi udara dan menggunakan alat pengukur thermo hygrometer, selanjutnya strategi mitigasi yaitu pengisian air menggunakan wadah bak atau baskom. Sumber risiko kesalahan tenaga kerja menggunakan strategi preventif yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan melalui penyuluhan. Kata Kunci : Sarang Burung Walet, Sumber Risiko, Analisis Risiko, Penanganan Risiko AbstractBuilding a home swallow nest business is not easy, apart from having to really understand how to bring in birds, care for the nest until the harvest stage. This study aims to, 1) determine the sources of production risk and their impact on swallow's nest business; 2) formulating a strategy to overcome the risk of production in the swallow's nest business in Tana Tidung Regency. This research was conducted on 30 swallow nest breeders in Sesayap District, Tana Tidung Regency. The analysis used is descriptive analysis, probability analysis, Z-score and Value At Risk (VaR). The results showed that the identified sources of risk in the production of swallow's nest business were weather changes and labor errors. The biggest risk source is weather changes in the second period with a probability of 72% and the greatest impact in the third period of Rp. 2,630,704. While the source of the risk of labor error in period II with a probability of 68% and the greatest impact in the first period of Rp. 589,111. The strategy for handling the risk source of weather / climate change with a preventive strategy is to make air ventilation and use a thermo hygrometer measuring device, then the mitigation strategy is to fill water using a tub or basin container. The source of the risk of labor error using a preventive strategy, namely providing knowledge and skills through counseling.. Keywords: Swallow's Nest, Risk Sources, Risk Analysis, Risk Management
EFISIENSI PRODUKSI BUDIDAYA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN Nurlela Machmudin; Anang Sulistyo; Yeni Purwati
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1499

Abstract

AbstractChanges in milkfish production from year to year that occur in Tarakan City are influenced by several factors in agriculture, one of which is the use of production factors by fish farmers. In 2017, aquaculture productivity in Tarakan City averaged 1.2 tons / ha / year, lower than the national productivity of 2 tons / ha / year. High and low production is influenced by the use of factors of production. Farmers must pay attention to the use of factors of production so that there are no advantages and disadvantages and also factors in farmers as managers so that efficient conditions are achieved. This study aims to 1) analyze the factors that affect milkfish production in Tarakan City; 2) analyzing the efficiency of milkfish production in Tarakan City. The sample in this study were farmers who cultivated milk fish in pond areas. The number of samples is 40 people selected using the simple random sampling method. Data analysis uses the Cobb Douglas stochastic frontier Production Function which is processed using the frontier 4.1 application. The results showed that the significant production factors on milkfish production were land area (X1) and labor (X5). Large areas are able to produce large quantities of production through reducing the death rate of the stocked seeds, increasing the space for fish, so that the metabolism runs optimally which has a positive impact on the "feeding habits" of higher fish. The most intensive use of labor in the control of pond land management and water control at the pond gate. The average efficiency value of 0.92 is greater than 0.7 (0.92 0.7). So it can be concluded that the efficiency of milkfish production in pond farmers in Tarakan City is efficient. Key words: Milkfish, Production, Stochastic FrontierAbstrakPerubahan produksi ikan bandeng dari tahun ke tahun yang terjadi di Kota Tarakan, dipengaruhi oleh beberapa hal  dalam bidang  pertanian,  satu  diantaranya  adalah  penggunaan  faktor-faktor  produksi  yang dilakukan oleh petani tambak. Produktivitas budidaya tambak di Kota Tarakan hingga tahun 2017 rata-rata sebesar 1,2 ton/ha/tahun, masih lebih rendah dibandingkan produktivitas secara nasional mencapai 2 ton/ha/tahun. Tinggi rendahnya produksi suatu barang, tak terkecuali produksi ikan bandeng sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang harus dilakukan sebaik-baiknya dan petani harus memperhatikan penggunaan faktor-faktor produksi agar tidak terjadi kelebihan dan kekurangan dan juga faktor dalam diri petani sebagai manager sehingga tercapai kondisi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk  1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ikan bandeng di Kota Tarakan; 2) menganalisis efisiensi produksi budidaya ikan bandeng di Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang membudidayakan ikan bandeng di daerah tambak. Jumlah sampel yaitu 40 orang dan dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Fungsi Produksi Cobb Douglas stochastic frontier yang diolah dengan menggunakan aplikasi frontier 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata dan signifikan terhadap  faktor produksi luas lahan (X1) dan tenaga kerja (X5) . Lahan yang lebih luas mampu menghasilkan jumlah produksi yang besar melalui pengurangan tingkat kematian benih yang ditebar, meningkatkan ruang gerak ikan, sehingga metabolisme berjalan secara optimal yang berdampak positif terhadap “feeding habit” ikan yang makin tinggi. Penggunaan tenaga kerja paling intensif pada kegiatan pengontrolan pengolahan lahan tambak dan pengontrolan air di pintu tambak. Rata-rata nilai efisiensi sebesar 0.92 lebih besar dari 0.7 (0.92 0.7) sehingga dapat disimpulkaan bahwa efisiensi produksi ikan bandeng pada petani tambak di Kota Tarakan rata-rata sudah efisien.Kata kunci: Ikan Bandeng, Produksi, Stochastic Frontier
ANALISIS PERBANDINGAN KEUNTUNGAN DAN RISIKO AGRIBISNIS RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BUDIDAYA DAN ALAT PUKAT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Anang Sulistyo; Titin Wahyuni
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i2.1623

Abstract

ABSTRACT The seaweed business in the Pantai Amal Village was carried out using two techniques, namely cultivation and trawler techniques. Each technique had different risks and contributions to the profits of farmers because the production inputs used were also different. This study aimed to: (I) analyze and compare the costs, revenues, and profits of seaweed farming by cultivation and trawler techniques; (2) analyze and compare the risks of the two seaweed farming techniques. Number of respondents was determined using the Slovin method and selection of respondents was done using a purposive sampling method. The amount of costs, revenues, and profits were analyzed using profit analysis and level of business risk was measured using a coefiicient of variation (CV) analysis tool. The results showed that the costs, receipts, and profits of seaweed farming using trawl techniques were greater than that of seaweed farming with cultivation techniques, with the costs Rp 20,834,936, and Rp l1,445,627 respectively, the receipts Rp41,996,212 and Rp15,018,181 respectively, and the profits Rp21,152,276  and Rp3,572,555 respectively. Trawl seaweed business had lower cost and profit risks than cultivation seaweed business, with a variation coefficient value (CV) respectively 0.02 and 0.03. The risk of seaweed farming using trawl and cultivation techniques was the same, namely 0.05. The profit risk of using cultivation techniques was higher than using trawling techniques, namely 0.15 and 0.09, respectively.  Keywords: Profit, Business Risk, Seaweed BusinessABSTRAKUsaha rumput laut di Kelurahan Pantai Amal terdiri dari dua teknik yaitu teknik budidaya dan alat pukat. Masing-masing teknik memiliki  risiko dan kontribusi yang berbeda dalam keuntungan petani dikarenakan input produksi yang digunakan juga berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Menganalisis dan membandingan biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat 2) Menganalisis dan membandingan risiko usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat. Penentuan jumlah responden menggunakan metode Slovin dan pemilihan responden dengan metode purposive sampling. Besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan di analisis dengan analisis keuntungan sedangkan untuk mengukur tingkat risiko usaha menggunakan alat analisis koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya, penerimaan, dan keuntungan usahatani rumput laut teknik alat pukat lebih besar dibandingkan dengan usahatani rumput laut teknik budidaya dengan biaya masing-masing sebesar Rp 20.834.936 dan Rp 11.445.627 penerimaan masing-masing sebesar Rp 41.996.212 dan Rp 15.018.181, sedangkan keuntungan masing-masing sebesar Rp 21.152.276 dan Rp 3.572.555. Usaha rumput laut teknik pukat memiliki risiko biaya dan risiko keuntungan lebih rendah dibandingkan dengan usaha rumput laut teknik budidaya  dengan besar nilai koefisien variasi (CV) masing-masing sebesar 0,02 dan 0,03, risiko penerimaan usahatani rumput laut teknik pukat dan teknik budidaya sama yaitu 0,05, untuk  risiko keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya  lebih tinggi dari pada teknik pukat yaitu masing-masing 0,15 dan 0,09. Kata Kunci : Keuntungan, Risiko Usaha, Usaha Rumput Laut
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN RENTABILITAS USAHA SELADA HIDROPONIK DI AZZAHRA HIDROPONIK KOTA TARAKAN Anang Sulistyo; Ana Marsela
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1963

Abstract

ABSTRAKSetiap usaha bertujuan untuk memperoleh keuntungan, namun seringkali pemilik usaha tidak mengetahui seberapa besar keuntungan dan rentabilitas dari modal yang dikeluarkan. Tujuan   penelitian   ini   adalah   untuk   menganalisis   keuntungan   dan rentabilitas usaha selada hidroponik di Azzahra Hidroponik Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di Azzahra Hidroponik. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dalam hal ini adalah pemilik usaha. Analisis yang digunakan yaitu analisis keuntungan dan analisis rentabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha dilakukan pada lahan screenhouse seluas 2x5 meter dengan siklus produksi selada hidroponik dilakukan selama 45 hari dan memperoleh keuntungan sebesar Rp 360.152 dalam satu kali produksi. Rentabilitas keuntungan yang didapatkan oleh Azzahra Hidroponik dalam satu kali produksi yaitu sebesar 69,95% yang artinya setiap modal yang dikeluarkan sebesar Rp. 514.848 akan menghasilkan keuntungan sebesar 69,95%. Hal ini dapat dikatakan bahwa Azzahra Hidroponik telah mampu memanfaatkan modal sendiri secara efisien. Kata Kunci: Hidroponik, Keuntungan, Rentabilitas ABSTRACTEvery business aims to make a profit, but often the business owner does not know how much profit and profitability from the issued capital. The purpose of this study was to analyze the profit and profitability of hydroponic lettuce business in Azzahra Hidroponik Juata Laut Village, Tarakan City. This research was conducted at Azzahra Hidroponik. Sampling was done by purposive sampling method, in this case the business owner. The analysis used is profit analysis and profitability analysis. The results showed that the business was carried out on a screenhouse area of 2x5 meters with a hydroponic lettuce production cycle carried out for 45 days and earned a profit of Rp. 360.152 in one production. Profitability obtained by Azzahra Hidroponik in one time production amounted to 69.95%, which means that each capital issued is Rp. 514.848 will result in a 69.95% profit. It can be said that Azzahra Hydroponics has been able to utilize its own capital efficiently. Keyword: Hydroponic, Benefits, Profitability
TINGKAT MOTIVASI PETANI DAN KUALITAS PELAYANAN PENYULUHAN PERTANIAN di KAWASAN PERBATASAN (STUDI KASUS di KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN) Sekar Inten Mulyani; Anang Sulistyo; Rayhana Jafar
Jurnal Borneo Saintek Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v2i1.629

Abstract

Krayan merupakan salahsatu Kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsungdengan Malaysia. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani, sehingga perlumengoptimalkan kegiatan penyuluhan pertanian agar dapat meningkatkan pengetahuan,sikap danketerampilan petani dalam berusahatani. Tujuan penelitian ini adalah :1) Mengetahui tingkat motivasipetani mengikuti penyuluhan pertanian di Kecamatan Krayan ;2) Mengetahui kualitas Pelayananpenyuluhan pertanian di Kecamatan Krayan dan 3) Menganalisis hubungan antara motivasi petani dankualitas pelayanan penyuluhan di Kecamatan Krayan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan KrayanKabupaten Nunukan pada Bulan Agustus sampai dengan November 2018. Tujuan pertama dan keduadianalisis menggunakan metode deskritif kuantitatif yaitu menggunakan bantuan kuesioner kemudiandata diolah dengan metode skoring berdasarkan skala likert dan dari hasil tabulasi data akandideskripsikan mengenai tingkat motivasi petani dan kualitas pelayanan penyuluhan pertanian diKecamatan Krayan.Tujuan ketiga menggunakan analisis korelasi Spearman Rank (ρ) dengan bantuanSPSS untuk menganalisis hubungan antara motivasi petani dan kualitas pelayanan penyuluhan diKecamatan Krayan. Responden yang diambil sebanyak 40 petani dengan metode quota sampling.Tingkat motivasi dengan indikator motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Tingkat kualitas pelayananpenyuluhan dilihat dari lima dimensi yaitu aspek fisik (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap(responsiviness), jaminan (assurance) dan empati (emphaty). Hasil penelitian menunjukkan tingkatmotivasi petani 60% dalam kategori tinggi dan 40% sangat tinggi. Persepsi petani mengenai tingkatkualitas pelayanan penyuluhan adalah 5% menyatakan cukup, 42,5% baik dan 52,5% sangata baik.Hubungan antara tingkat motivasi dan tingkat kualitas pelayanan penyuluhan sebesar 0,566 (korelasisedang) dengan signifikansi 0,000 (signifikan).
PENGARUH KARAKTERISTIK BERAS TERHADAP HARGA BERAS DI KOTA TARAKAN Anang Sulistyo; Fendik Ardiansyah
Jurnal Borneo Saintek Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v4i1.1905

Abstract

Ketersediaan beras sebagai komoditas pangan yang cukup baik secara kuantitas maupun kualitas, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau merupakan persyaratan penting dalam terwujudnya ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mengetahui mutu karakteristik beras di Kota Tarakan; 2) Mengetahui pengaruh karakteristik beras terhadap harga beras di Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Guser Kota Tarakan. Responden berjumlah 90 yang ditentukan dengan metode Accident Sampling.nMetode analisis yang digunakan adalah kualitatif (deskriptif) dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan karakteristik kualitas beras yang meliputi butir menir, butir patah, butir merah, butir rusak, butir mengapur, benda asing dan butir kepala. Sedangkan analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi yang digunakan melihat pengaruh karakteristik beras terhadap harga jual beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butir menir, butir merah dan butir rusak rata-rata memenuhi standar mutu SNI, sedangkan benda asing, butir patah, butir mengapur dan butir kepala rata-rata dibawah standar mutu SNI. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel butir menir, butr merah, butir rusak, butir patah, butir mengapur dan butir kepala berpengaruh signifikan terhadap harga beras, sedangkan butir patah dan benda asing tidak berpengaruh signifikan terhadap harga beras.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PANGAN POTENSIAL SEBAGAI IMUN BOOSTER DAN PELUANG USAHA DI MASA PANDEMI COVID-19 Elly Jumiati; Anang Sulistyo; Adi Sutrisno; Etty Wahyuni; Rayhana Jafar; Muhammad Wahyu; Hendris Hendris; Khaerunnisa Khaerunnisa
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.766 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i1.3401

Abstract

Ancaman virus Corona jenis baru (SARS-CoV 2) penyebab Coronavirus Disease (Covid-19) masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Cara lain yang dapat dilakukan menghadapi pandemi ini dengan mengkonsumsi jamu atau simplisia nabati dengan maksud agar daya tahan dan imunitas tubuh meningkat. Namun demikian terbatasnya informasi khususnya dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, maka diperlukan sosialisasi pada masyarakat akan pentingnya imunitas tubuh di masa pandemi ini, salah satunya dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen, misalnya vitamin C yang terdapat pada buah dan mengkonsumsi bahan pangan fungsional, yaitu makanan/minuman yang tidak hanya sekedar mencukupi kebutuhan akan nutrisi saja namun juga dapat memberikan efek terhadap Kesehatan tubuh. Kegiatan ini bertujuan memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan tentang Bahan Pangan Potensial Sebagai Imun Booster dan cara mengolahnya sebagai Peluang Usaha di Masa Pandemi Covid-19 yaitu kepada institusi mitra anggota Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Marhamah Kota Tarakan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan. Adapun hasil dari kegiatan ini berdasarkan kuisioner yang dibagikan kepada peserta pelatihan adalah: 1) Peserta pelatihan memiliki persepsi yang positif terhadap pelatihan yang diberikan; 2) Peserta mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru tentang Bahan Pangan Potensial Sebagai Imun Booster dan cara pengolahannya; 3).Peserta mendapatkan ketrampilan dan pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, hal ini terbukti dengan respon positif peserta yang tertarik untuk membuka peluang usaha dengan mengolah bahan pangan potensial menjadi jamu/minuman serbuk jahe instan.