Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemanfaatan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Plus (KOTAKPLUS) terhadap Produksi Kedelai (Glycine max L.) pada Tanah Ultisol A Haitami; Wahyudi Wahyudi
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.8 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penggunaan pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit plus (KOTAKPLUS) pada produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilakukan di BBI Sungai Rumbio Desa Koto Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 3 kelompok sehingga terdapat 18 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah: A = Tanpa masukan apapun (kontrol). B = KOTAKPLUS 10 ton/ha + 100% pupuk anorganik, C = KOTAKPLUS 20 ton/ha + 100% pupuk anorganik, D = KOTAKPLUS 30 ton/ha + 100% pupuk anorganik, E = Kompos tandan kosong kelapa sawit saja 20 ton/ha + 100 % pupuk anorganik, F = 100% pupuk anorganik. Hasil pengamatan pada masing-masing perlakuan dianalisis secara statistic dengan analisis sidik ragam (ANSIRA), kemudian dilanjutkan dengan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 %. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa perlakuan D merupakan perlakuan terbaik terhadap parameter tinggi tanaman umur 14, 28, 42 HST, (cm), Jumlah Polong pertanaman (buah), Berat Biji pertanaman (gram), dan Berat 100 Biji (gram).
PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PLUS (KOTAKPLUS) DALAM MEMPERBAIKI SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL A. HAITAMI; WAHYUDI WAHYUDI
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 16 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v16i1.2351

Abstract

Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit plus (KOTAKPLUS). Kemudian untuk mengetahui berapa dosis pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit plus (KOTAKPLUS) yang terbaik dalam memperbaiki sifat kimia tanah pada tanah ultisol. Adapun penelitian ini telah dilaksanakan di BBU Sungai Rumbio Kecamatan Koto Kari Kabupaten Kuantan Singingi yang telah dilakukan selama tujuh bulan yaitu dimulai pada fase pertama pada bulan Februari 2018 yaitu pembuatan pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit plus (KOTAKPLUS) dan pupuk kompos TKKS saja. Kemudian pada fase Kedua dimulai pada bulan April 2018 yaitu lama inkubasi kompos. Pada penelitian ini menggunakan metode Random Sampling, data yang diambil adalah data yang didapatkan dari beberapa taraf perlakuan yang dilakukan dilapangan, untuk berikutnya dilakukan analisa sehingga didapatkan data kuantitatif. Lama inkubasi pupuk kompos KOTAKPLUS terdiri dari lima taraf perlakuan dan tiga ulangan, yaitu : A =Tanpa Perlakuan (Kontrol), B =KOTAKPLUS 10 ton/ha, C =KOTAKPLUS 20 ton/ha, D =KOTAKPLUS 30 ton/ha, dan E = Kompos TKKS saja. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dari laboratorium yang sudah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa kompos KOTAKPLUS memiliki nilai pH yaitu 10,1, C-Organik 21,06 %, N sebesar 0,94 %, P sebesar 2,19 %, K sebesar 2,94 %, Ca sebesar 6,24 %, Mg sebesar 2,19 %, C/N Ratio sebesar 22,40 %, dan Kadar Air sebesar 132,42 %. Kompos KOTAKPLUS dapat memperbaiki sifat kimia tanah ultisol dengan dosis perlakuan yang terbaik adalah pada perlakuan D (KOTAKPLUS 30 ton/ha) dengan peningkatan nilai pH 0,70, C-Organik sebesar 2,14 %, P sebesar 99,13 ppm, Ca sebesar 0,99 me/100 g tanah, dan Al-dd mengalami penurunan sampai tidak terukur.
UJI BERBAGAI EC (ELECTRO CONDUCTIVITY) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TANAMAN PAKCHOY (BRASSICA RAPA L.) DENGAN HIDROPONIK SISTEM NFT Elka Delpi; A. Haitami; Haris Susanto
Jurnal Agro Indragiri Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v8i2.1844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai EC (Electro ­­­­­­Condetivity) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakchoy (Brassica rapa L.) dengan hidroponik system NFT. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yaitu berbagai EC dengan 6 taraf perlakuan, yaitu : A (EC 1,0 µS/cm), B (EC 1,2 µS/cm), C (EC 1,4 µS/cm), D (1,6 µS/cm) E (EC 1,8 µS/cm), F (EC 2,0 µS/cm). Hasil pengamatan pada masing-masing perlakuan dianalisis secara statistik dengan analisis sidik ragam (ANSIRA), apabila F Hitung diperoleh lebih besar dari F Tabel 5% maka dilanjutkan dengan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai konsentrasi EC memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pengamatan tanaman pakchoy. Perlakuan terbaik F (EC 2,0 µS/cm) dengan tinggi tanaman 18,75 cm jumlah daun 13,48 helai diameter batang 1,13 cm berat basah tanaman 259,58 gram dan berat konsumsi 237,75 gram
QUALITY ANALYSIS OF "KOSMOS" TKKS COMPOSE USING SELULOTIC MICROORGANISM Angga Pramana; Anthony Hamzah; Ahmad Haitami; Deno Okalia
AGROINTEK Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v15i3.10149

Abstract

This study aimed to determine the comparison of the chemical composition of oil oil palm empty friut bunches (TKKS) compost using cellulolytic microorganisms and TKKS compost. This research is a descriptive study that describes the chemical composition of compost with cellulolytic microorganisms. The treatments used in this study were the differences in the ratio of TKKS and cow dung KM1 (100: 0), KM2 (90:10), KM3 (80:20), KM4 (70:30), KM5 (60:40) and KM6 ( 50:50). This study's results were the selected treatment, namely KM5 with an N content of 0.73%, C-Organic 9.28%, C / N ratio 12.29%, P 0.42%, K 3.99%, while the TKKS content only. N 6.28%, C-Organic 14.19%, C / N ratio 2.26%, P 1.88%, K 2.51% and Mg 1.61%.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) MELALUI PUPUK BIOBOOST CHAIRIL EZWARD; A. HAITAMI; ELFI INDRAWANIS
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 16 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v16i1.2344

Abstract

Research aims to understand the influence of fertilizer bioboost sorghum to productivity. Design used in this research was a random group ( shelf ) non factorials, The treatment of the volume of fertilizer biobost consisting of : A = Without treatment, B = The provision of fertilizer biobost 120 ml / plant, C = The provision of fertilizer biobost 240 ml / plant, D = The provision of fertilizer biobost 360 ml / plant, E = The provision of fertilizer biobost 480 ml / plant. Research various volume fertilizer biobost consisting of 5 treatment 3 times repeated. Thus this research consisting of 15 units of experiment / a plot, every unit experiment consisting of 16 plants and 12 are as sample. The quantity of a crop whole 240 plant. The results of the observation of treatment analyzed each statistically, and when markedly dissimilar will be continued by test further different real honest ( bnj ) 1 percent the first. Based on the research that has been carried out it can be concluded that treatment volume fertilizer Bioobost had have real impact on all parameter observation, where treatment is the best treatment E = The provision of fertilizer biobost 480 ml / plant, with tall plant 188,33 cm, appearing flowers age 68,22 hst, age harvest 103,44 hst, and a weight of dry 113,61 gram/tanaman setara dengan 6,05 ton ha-1.
KARAKTER TINGGI TANAMAN, UMUR PANEN, JUMLAH ANAKAN DAN BOBOT PANEN PADA 14 GENOTIPE PADI LOKAL Nopia Yulina; Chairil Ezward; A. Haitami
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.6.1.15-24

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter agronomi seperti tinggi tanaman, umur panen, jumlah anakan dan bobot panen 14 genotipe padi lokal (Oryza sativa. L). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, pada bulan November 2019 hingga Maret 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 14 perlakuan yang berasal dari genotipe padi lokal. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh genotip yang nyata terhadap tinggi tanaman, umur panen, dan jumlah anakan. Hasil tinggi tanaman terbaik adalah PL04 (148,42 cm), umur panen PL07 (99 Hari Setelah Tanam) dan jumlah anakan PL07 (9,26 batang). Sedangkan rendemen tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kegunaan penelitian ini sebagai informasi awal untuk mengetahui karakter agronomi padi lokal. Sehingga nantinya dapat dipertimbangkan atau digunakan untuk pengembangan benih padi. ABSTRACTThis research aimed to evaluate agronomical characterssuch as plant height, harvest age, number of tillers and harvest weight of 14 genotypes of local rice (Oryza sativa. L). This research was conducted in Petapahan Village, Gunung Toar District, Kuantan Singingi Regency, from November 2019 to March 2020. The design used was a randomized completely block design (RCBD) with 14 treatments in from of local rice genotypes. The result showed a significant effect of genotipy on plant height, harvest age, and number of tillers. The best result of plant height was PL04 (148.42 cm), harvesting age was PL07 (99 Days After Planting) and the number of tillers was PL07 (9.26 stems). Meanwhile the yield showed no significant effect. The use of this research is as initial information to determine the agronomic character of local rice. So that later it can be considered or used for the development of rice seeds.
APLIKASI BIOBOOST TERHADAP HASIL SORGUM DAN KACANG HIJAU DENGANTEHNIK TUMPANGSARI Chairil Ezward; A Haitami; Elfi Indrawanis; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Sains Agro Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.98 KB) | DOI: 10.36355/jsa.v5i1.320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak aplikasi bioboost dan tehnik tumpangsari terhadap hasil sorgum dan kacang hijau. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial, yaitu perlakuan Berbagai volume Pupuk Biobost terdiri dari : A = Tanpa perlakuan, B = Pemberian Pupuk Biobost 240 ml tanaman-1, C = Pemberian Pupuk Biobost 360 ml tanaman-1, D = Pemberian Pupuk Biobost 480 ml tanaman-1, E = Pemberian Pupuk Biobost 600 ml tanaman-1. Kemudian data-data yang diperoleh di analisis secara statistik, dan di UJi Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ), pada taraf 1 %. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan volume pupuk Bioobost pada tehnik tumpangsari dengan kacang hijau berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan, dimana perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan E = Pemberian Pupuk Biobost 600 ml tanaman-1 dengan tinggi tanaman Sorgum 211,78 cm, umur panen Sorgum 110,67 hst, berat biji kering Sorgum 107,90 gram tanaman-1 setara dengan 5,75 ton ha-1, dan berat biji kering kacang hijau 17,60 gram tanaman-1 setara dengan 1,87 ton ha-1. Kata kunci : Sorgum, Kacang hijau, Bioboost, Tumpangsari
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobrama cacao L) PADA UKURAN WADAH TANAM POLYBAG YANG BERBEDA Wahyudi; Chairil Ezward; A. Haitami
Jurnal Agro Indragiri Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v9i1.1845

Abstract

Tanaman kakao (Theobrama cacao L) merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional. Tingkat produksi tanaman kakao sangat ditentukan oleh baiknya perlakuan yang diberikan selama pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kakao pada ukuran wadah tanam polybag yang berbeda. Penelitian ini berbentuk percobaan lapangan yang dilakukan di Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian dilaksanakan selama 7 bulan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial. Yaitu berbagai ukuran polybag terdiri 6 taraf perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kelompok sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah: Polybag 8 x 12 cm, Polybag 10 x 15 cm, Polybag 14 x 22 cm, Polybag 18 x 25 cm, Polybag 20 x 25 cm dan Polybag 25 x 40 cm. Hasil penelitian ini diuji secara statistik dengan uji F, kemudian bila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm) dan bobot segar tanaman (gram). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan wadah tanam Polybag 25 x 40 cm, tinggi tanaman 174,67 cm, diameter batang 2,00 mm, bobot segar tanaman 445,33 gram.
Pemberdayaan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan keluarga sebagai materi video edukasi di masa pandemi Covid-19 Arifudin Arifudin; Khairul Anwar; Nita Rimayanti; Angga Pramana; Yogi Riyantama; M Sahal; Ahmad Haitami
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 2 (2020): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.2.58-65

Abstract

Household’s Food security during the Covid 19 pandemic, through the use of yards, can be conducted by the community independently such as hydroponic. However, people's understanding of hydroponic, especially in Pekanbaru, is still limited. Therefore, training for the community is needed as a community empowerment. These activities can be expanded through interesting educational videos. This community empowerment activity aims to increase community knowledge and skills regarding hydroponic technology during the pandemic, and is expected to become a post-pandemic household-scale economic enterprise. This community service activity is carried out by means of training and mentoring, as well as making a video to be widely disseminated through social media. The results of the community service activities show an increase in community knowledge and skills of hydroponic. After the training, the community independently has been aplicating hydroponic technology and biulding hydroponic group. This process is documented as educational video which is useful for the wider community in Pekanbaru City.
Penyuluhan Budidaya Kacang Tanah Di Desa Kinali Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Chairil Ezward; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Seprido Seprido; Wahyudi Wahyudi; Haitami Haitami; Desta Andriani; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 1 No 1 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat), Juni 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.595 KB) | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i1.1163

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah diharapkan Kelompok Wanita Tani (KWT) mampu melakukan budidaya tanaman yang dapat menghasilkan produksi tinggi namun ramah lingkungan, seperti : melakukan pengolahan tanah maksimum telage, menggunakan Varietas Unggul, menggunakan tehnik budidaya yang bervariasi seperti rotasi tanaman dan tumpangsari, melakukan pemeliharaan yang intensif seperti penyiangan dan pemupukan yang tepat, menggunakan pupuk dalam budidaya sesuai dengan tepat jenis, dosis, wakyu, tempat dan tepat cara, melakukan panen tepat waktu serta melakukan pengelolaan limbah yang tepat (dapat diolah menjadi pupuk kompos atau pakan ternak). Tahapan kegiatan yaitu Pra kegiatan PKM, meninjau pengetahuan dan keterampilan dari kelompok tani dalam melakukan budidaya tanaman kacang tanah dengan prinsip pertanian berkelanjutan dengan cara mewawancara penyuluh dan anggota kelompok wanita tani purnama. Informasi ini sangat penting untuk mengambil langkah kegiatan berikutnya. Kegiatan PKM, melakukan penyuluhan dan diskusi kepada anggota kelompok wanita tani purnama untuk pengetahuan dan keterampilan dari kelompok tani dalam melakukan budidaya tanaman kacang tanah dengan prinsip pertanian berkelanjutan. Hasil dari kegiatan PKM bertambahnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Purnama bertambah dan langsung mengaplikasikan.