Sostenis Nggebu
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemuridan Model Epafras Sebagai Upaya Pendewasaan Iman Bagi Warga Gereja Sostenis Nggebu
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v3i1.63

Abstract

Tinjauan artikel ini membahas pemuridan sebagai implementasi dari Amanat Agung untuk mendewasakan warga gereja menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Untuk maksud itu penulis membahas konsep pemuridan yang dikerjakan oleh Epafras bagi jemaat Kolose. Dalam teks Kolose 1:3-11, Epafras memuridkan orang-orang Kristen Kolose agar memiliki karakter Kristus sekaligus memperlengkapi mereka ambil bagian sebagai pekerja Kristus (Kol. 1:28, 29). Dengan menggunakan metode deskriptif analitik, penulis berusaha menjelaskan pemuridan yang digunakan oleh Epafras. Dari studi ini tampak bahwa Epafras memuridkan orang-orang Kristen Kolose supaya mereka memiliki kedewasaan rohani dalam Kristus; memperlengkapi mereka untuk melanjutkan tugas pemuridan tersebut; juga mereka memiliki pemahaman yang benar tentang kehidupan dalam Kristus untuk menangkal ajaran-ajaran palsu yang merebak di tengah jemaat. Dengan demikian, maka umat Kristen Kolose dapat berdiri teguh dalam iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus.
Permasalahan Baptisan antara Coolen dan Indische Kerk di Abad 19 Sostenis Nggebu
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v4i1.88

Abstract

Artikel ini membahas masalah perbedaan pemahaman tentang sakramen baptisan antara Coolen dengan Indische Kerk di Surabaya pada pertengahan abad ke-19. Diskusi ini menggunakan metode histografi. Hasilnya menunjukkan bahwa Coolen tidak mengajarkan sakramen baptisan kepada jemaahnya yang bersifat ngelmu Kristen karena dia menganggap konsep baptisan yang dipraktikkan oleh para misionaris pada masa itu, berkonotasi budaya Barat terkait dengan proses asimilasi. Ketegangan ini menimbulkan campur tangan penguasa. Mereka mengambil alih pelayanan Coolen dan dihisapkan ke dalam Gereja Indische Kerk. Tindakan ini jelas sekali sebagai perlakuan yang tidak adil terhadap Coolen. Pelayanannya yang dirintis secara mandiri terpaksa dilepaskan untuk dikuasai oleh para misionaris.
KESETIAAN NABI YESAYA DAN RELEVANSINYA BAGI PENGABDIAN HAMBA TUHAN MASA KINI Sostenis Nggebu; Viceta Pomida Agustina
Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 5 No. 2 (2022): Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/phr.v5i2.293

Abstract

The problem studied in this article is to answer the importance of God's servants remaining faithful in serving the work of God entrusted to them. Loyalty in serving God's work is a servant character that is required from God from the start of serving until reaching the finish line. The method used in this article is a literature study method. The result shows that the faithfulness of a servant of God reflects his personal character. He is a man who holds strong commitments before God as shown by the prophet Isaiah. Despite rejection from the leaders and people of Judah, Isaiah remained faithful in prophesying until the end of his life. This model of a servant of God is needed in today's ecclesiastical ministry to serve the congregation so that they remain faithful in their faith even though they are faced with current turmoil and challenges.
RELEVANSI FAKTOR PENENTU PERLUASAN MISI GEREJA MULA-MULA BAGI MISI SEDUNIA Sostenis Nggebu
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2022): Vol, 6 No.2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v6i2.97

Abstract

ABSTRACT: The problem of this article examines the challenging and decisive factors for the expansion of the mission of the Early Church in Asia Minor, from Jerusalem to Rome. These determining factors allow the expansion of the Church's mission to be used as a benchmark for the church throughout the centuries in mission. The study of this article uses a descriptive method. The results show that the early Christians carried out the Great Commission for the expansion of the church's mission because it was supported by the obedience of their leaders and members of the congregation, the motivation to establish new congregations, diverse outreach strategies, and geo-political conditions that were conducive to reaching nations outside of the world. Jews with the Gospel of Jesus Christ. Therefore, the yellowing harvest fields in Asia Minor became the target of their ministry to establish a church. The uniqueness of the Early Church can inspire church members in Indonesia to take advantage of conducive geo-political factors in order to reach open ethnic groups and are ready to be harvested.ABSTRAK: Problem artikel ini membahas faktor yang menantang dan yang menentukan bagi perluasan misi Gereja Mula-mula di Asia Kecil, mulai dari Yerusalem sampai ke Roma. Faktor-faktor penentu itu memungkinkan perluasan misi Gereja dapat ini dapat dijadikan patokan bagi gereja sepanjang abad dalam bermisi. Kajian artikel ini menggunakan metode deskriptif. Hasilnya, menunjukkan orang Kristen mula-mula melaksanakan Amanat Agung demi perluasan misi gereja karena didukung oleh ketaatan para pemimpin dan warga jemaatnya, motivasi untuk mendirikan jemaat baru, strategi penjangkauan yang beragam, dan kondisi geo-politik yang kondusif untuk mencapai bangsa-bangsa di luar Yahudi dengan Injil Yesus Kristus. Oleh karena itu, ladang tuaian yang menguning di Asia Kecil menjadi terget pelayanan mereka untuk mendirikan jemaat. Keunikan Gereja Mula-mula ini dapat menginspirasi warga gereja di Indonesia agar memanfaatkan faktor geo-politik kondusif guna mencapai suku-suku bangsa yang terbuka dan siap dituai.Kata kunci: Gereja mula-mula, Perluasan Injil, faktor penentu, teladan pemimpin
Konsep Kenosis Yesus Kristus dalam Filipi 2:1-11 sebagai Norma Dasar Spiritualitas Kristen Sostenis Nggebu
Integritas: Jurnal Teologi Vol 5 No 1 (2023): Integritas: Jurnal Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jaffray Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47628/ijt.v5i1.132

Abstract

Problem dari penelitian ini untuk menjelaskan pentingnya orang percaya memahami norma dasar spiritulitas Kristen bagi dirinya. Tujuan artikel ini menjelaskan bahwa orang Kristen membutuhkan karakter Yesus Kristus dalam Filipi 2:1-11 sebagai norma dasar bagi pembangunan spiritualitasnya. Tinjauan pembahasan artikel ini menggunakan tekstual-bibliografis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa konsep kenosis Yesus Kristus dalam Filipi 2:1-11 merupakan prinsip utama bagi spiritualitas Kristen. Tuhan Yesus Kristus telah menghadirkan diri-Nya setara dengan umat-Nya untuk taat pada mandat Bapa demi menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Kerendahan hati dan ketaatan-Nya pada Bapa patut menjadi tolok ukur bagi warga gereja dalam mengekspresikan hidupnya di tengah dunia ini. Orang percaya dituntut untuk menjadi serupa dengan Kristus sebagai norma dasar dalam membangun spiritualitas Kristen bagi dirinya.
Supremasi Ketuhanan Kristus dalam Amanat Agung Sostenis Nggebu
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v5i2.171

Abstract

Problem dari artikel ini menekankan tentang penting mengedepankan konsep Ke-Tuhan-an Yesus dalam misi Amanat Agung. Tujuannya agar orang yang percaya kepada Yesus mengakui otoritas Tuhan Yesus Kristus atas kehidupan mereka dan menyembah-Nya. Studi ini menggunakan metode studi pustaka. Hasilnya, menunjukkan bahwa Ke-Tuhan-an Kristus merupakan pokok utama dalam Amanat Agung. Para rasul Yesus giat memberitakan Yesus adalah Tuhan yang telah bangkit dari antara orang mati. Berita tentang kebangkitan Kristus bukanlah dongeng atau mitos tetapi sebagai fakta otentik bagi iman Kristen. Pemberitaan tentang Kristus yang bangkit dan berdaulat atas hidup manusia mendominasi karya misi mereka yang berdampak luas hingga masa kini.
BENARKAH DOSA MENJADI PENYEBAB KESENGSARAAN AYUB? Sostenis Nggebu
APOSTOLOS Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v1i1.5

Abstract

ABSTRAK The purpose of this article is to explain that Job's suffering was not the result of personal sin. Thus the accusations of Job's colleagues about the source of Job's suffering were refuted. The writer takes the descriptive method to discuss this topic in more depth. From this study, the author obtained the fact that the accusations of Job's colleagues about the cause of Job's suffering were based solely on their assumptions, not according to facts. At the end of Job's suffering, God Himself came to Job and reached out to restore Job. Through Job's suffering, God has proven that Satan is a liar because all his tactics to bring Job down were not permitted by God. It seems very clear that the final mouth of his suffering was meant for God to be exalted in Job's life.
Studi Reflektif Belas Kasihan Yesus Terhadap Perempuan Berdosa Dalam Teks Lukas 7:36-50 Sostenis Nggebu; Victor Kansil; Jackson Magal; Doules Palmarya Nggebu
APOSTOLOS Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v3i2.224

Abstract

Problem artikel ini membahas pentingnya belas kasih Yesus terhadap orang berdosa. Belas kasihan itu diwujudkan-Nya dengan mengampuni para pendosa agar mereka diperdamaikan kembali dengan Allah, sebagaimana yang dialami oleh perempuan berdosa dalam Lukas 7:36-50. Kehadiran Yesus yang melimpah dengan belas kasih Allah terhadap orang berdosa guna memulihkan citra diri mereka. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi teks. Hasilnya, menunjukkan bahwa Yesus digerakkan oleh belas kasihan Allah dalam mengampuni perempuan berdosa. Maka statusnya telah diubahkan; memiliki damai dalam hatinya dan memperolah harga diri yang baru sebagai anak-anak-Nya yang mewarisi Kerajaan Allah. Kesimpulannya, atas anugerah dan belas kasihan-Nya, Yesus berkenan mengampuni orang berdosa yang beriman kepada-Nya. .