Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Program Penyuluhan Pra Nikah untuk Meningkatkan Pengetahuan mengenai Pernikahan Islami Karimulloh Karimulloh; Ratih Arruum Listiyandini; Chandradewi Kusristanti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2893

Abstract

Islam mengatur cara memilih pasangan yang ideal dan menjelaskan hak dah kewajiban yang akan dilaksanakan setelah mereka berumah tangga. Namun meningkatnya perceraian di Indonesia adalah sebuah pertanda mengenai ketidaksiapan pasangan suami istri terhadap hak dan kewajiban mereka dalam melaksanakan tugasnya. Penyuluhan persiapan pranikah perpektif Islam ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah sehingga dapat mempersiapkan mereka dalam memilih pasangan hidup dan mengemban tanggung jawab dalam pernikahan. Penyuluhan ini memberikan tema-tema menarik seperti konsep memilih pasangan hidup, proses ta’aruf dan Khitbah, hak dan kewajiban suami istri, serta mempersiapkan keturunan yang sholih dari sisi Islam dan psikologi. Partisipan penyuluhan adalah remaja akhir dan dewasa muda yang belum menikah baik laki-laki maupun perempuan. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan partisipan mengenai persipan pranikah perspektif IslamKata kunci: pra-nikah; pernikahan; islam; penyuluhan Islamic Perspective Pre-Marriage Extension Program to Increase Knowledge of Islamic MarriageABSTRACT Islam regulates how to choose the ideal partner and explains the rights and obligations that will be carried out after they are married. However, the increasing rate of divorce in Indonesia is a sign of the unpreparedness of married couples towards their rights and obligations in carrying out their duties. Education of Islamic perspective premarital preparations has been done done to increase the knowledge of the late adolescents regarding the concept of sakinah, mawaddah, wa rahmah and also to prepare their readiness to choose partner based on Islamic criteria and for being more thoughtful about responsibility in marriage life. This program provides interesting themes such as the concept of choosing a spouse, the process of ta'aruf and khitbah, the rights and obligations of husband and wife, and offspring issues from the side of Islam and psychology. Participants are single late teenagers and young adult, both men and women. Outreach results indicate an increase in participants' knowledge regarding the concept of marriage in Islamic perspective.Key words: pre-marital; marriage; islam; education
Gambaran Kondisi Psikologis Wanita Penyintas Kekerasan Chandradewi Kusristanti; Arif Triman; Andi Khairunnisa Putri
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol 5, No 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.171 KB)

Abstract

Abstrak. Pengetahuan mengenai kondisi psikologis wanita yang menjadi korban kekerasan menjadi penting untuk dimiliki, terutama bagi para praktisi kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiater. Terlebih lagi di Indonesia, di mana belum ada banyak penelitian yang berfokus pada penyintas kekerasan. Studi ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi psikologis wanita penyintas kekerasan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tiga kuesioner, yaitu kuesioner riwayat kekerasan, DASS-21, dan Trauma Resilience Scale. Penelitian ini menemukan bahwa kecemasan yang dilaporkan partisipan (n = 134) merupakan salah satu kondisi psikologis yang paling perlu dijadikan perhatian bersama dengan resiliensi trauma yang sebagian besar berada di bawah rata-rata. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu referensi dalam menentukan intervensi yang tepat bagi wanita penyintas kekerasan.Kata Kunci: kecemasan, resiliensi, trauma, penyintas kekerasan, DASS-21,Trauma Resilience ScaleAbstract. Knowledge about the psychological condition of women who experienced violence is important, especially for mental health practitioners such as psychologists and psychiatrists. Moreover, in Indonesia, there are not many studies which focused on violence survivors. This study is aimed to describe the psychological condition of women who experienced violence. This study used 3 questionnaires: experience of violence questionnaire, DASS-21, and Trauma Resilience Scale. This study found that anxiety which reported by participants (n = 134) is one psychological condition that needs most attention, along with trauma resilience which mostly were reported to be below average. Result of this study can be used to be one of the references in determining suitable intervention for women who experienced violence.Keywords: anxiety, resilience, trauma, violence survivor, DASS-21, Trauma Resilience Scale
Gambaran Kondisi Psikologis Wanita Penyintas Kekerasan Chandradewi Kusristanti; Arif Triman; Andi Khairunnisa Putri
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pengetahuan mengenai kondisi psikologis wanita yang menjadi korban kekerasan menjadi penting untuk dimiliki, terutama bagi para praktisi kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiater. Terlebih lagi di Indonesia, di mana belum ada banyak penelitian yang berfokus pada penyintas kekerasan. Studi ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi psikologis wanita penyintas kekerasan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tiga kuesioner, yaitu kuesioner riwayat kekerasan, DASS-21, dan Trauma Resilience Scale. Penelitian ini menemukan bahwa kecemasan yang dilaporkan partisipan (n = 134) merupakan salah satu kondisi psikologis yang paling perlu dijadikan perhatian bersama dengan resiliensi trauma yang sebagian besar berada di bawah rata-rata. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu referensi dalam menentukan intervensi yang tepat bagi wanita penyintas kekerasan.Kata Kunci: kecemasan, resiliensi, trauma, penyintas kekerasan, DASS-21,Trauma Resilience ScaleAbstract. Knowledge about the psychological condition of women who experienced violence is important, especially for mental health practitioners such as psychologists and psychiatrists. Moreover, in Indonesia, there are not many studies which focused on violence survivors. This study is aimed to describe the psychological condition of women who experienced violence. This study used 3 questionnaires: experience of violence questionnaire, DASS-21, and Trauma Resilience Scale. This study found that anxiety which reported by participants (n = 134) is one psychological condition that needs most attention, along with trauma resilience which mostly were reported to be below average. Result of this study can be used to be one of the references in determining suitable intervention for women who experienced violence.Keywords: anxiety, resilience, trauma, violence survivor, DASS-21, Trauma Resilience Scale
Psikoedukasi Kemampuan Adaptasi Karyawan melalui Webinar bagi Karyawan yang Menerapkan Sistem Work from Office (WFO) Selama Masa Pandemi Covid-19 Chandradewi Kusristanti; Dewinta Arum
Info Abdi Cendekia Vol 5 No 2: Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/iac.v5i2.82

Abstract

Wabah virus corona atau yang juga dikenal sebagai COVID-19 resmi ditetapkan sebagai pandemi global karena tingkat penyebarannya yang sangat pesat. Adanya wabah COVID-19 tersebut mengharuskan berbagai negara untuk menerapkan protokol kesehatan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PBB) ataupun lockdown. Sebagai upaya dalam menghentikan penyebaran virus COVID-19, beberapa perusahan di Indonesia mulai menerapkan sistem Work from Home (WFH) dan Work from Office (WFO). Penerapan sistem kerja tersebut mengharuskan para pekerja untuk bisa beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan kesulitan yang terjadi di masa pandemi. Dalam hal ini, penulis merancang sebuah psikoedukasi dalam bentuk webinar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan dan tantangan di tempat kerja selama pandemi COVID-19.