Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Scenario Pengembangan Produk Asep Stroberi untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing Produk Kuliner Lokal di Kabupaten Garut Hilmi Aulawi; Wahyu Andreas Kurniawan; Kustian Arisandi Fajar
Jurnal Kalibrasi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.19-1.1058

Abstract

Astro merupakan perusahaan rumah makan yang memiliki rasa khas dan tema restoran yang unik. Setelah adanya pandemi covid-19 masuk ke Indonesia, Astro mengalami penurunan yang signifikan yaitu 50 persen sampai 70 persen dan Astro mengalami penutupan selama 2 bulan yaitu bulan Februari dan Maret. Tujuan penelitian ini yaitu merancang strategi untuk meningkatkan perusahaan Asep Stroberi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Adapun metode yang digunakan yaitu Scenario Planning, metode ini digunakan untuk mencari strategi-strategi yang cocok diterapkan dalam berbagai dinamika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat digunakan yaitu dengan melakukan pelatihan bagi pegawai untuk memulai bisnis online, menentukan hal intangible atau hal yang dapat memberikan nuasa restoran mempunyai perbedaan yang unik, menerapkan konsep makanan atau menu yang baru, dan upgradeting tempat rumah makan astro.
HUBUNGAN KNOWLEDGE SHARING BEHAVIOR DAN INDIVIDUAL INNOVATION CAPABILITY Aulawi, Hilmi; Govindaraju, Rajesri; Suryadi, Kadarsah; Sudirman, Iman
Jurnal Teknik Industri Vol 11, No 2 (2009): DECEMBER 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.282 KB) | DOI: 10.9744/jti.11.2.PP. 174 – 187

Abstract

This paper is based on an idea that employee’s capability to create innovation is a key factor which will determine company’s ability to survive a tough competition. Some researchers argue that employee’s capability to innovate can be enhanced by improving knowledge sharing activities. Through such activities, knowledge can be shared out, implemented, and developed. Additionally, it stimulates employees to think more critically and creatively so as to create advantageously new knowledge. Therefore, the objective of this paper is to analyze a relationship between employee’s behavioral knowledge sharing and individual innovation capability. This research uses a qualitative analysis and employs a case study of two telecommunication companies. Finally, this paper suggests that behavioral knowledge sharing encompasses an essential role in developing individual innovation capability. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu pandangan bahwa kemampuan karyawan untuk selalu menghasilkan inovasi, merupakan faktor kunci bagi suatu perusahaan untuk dapat bertahan dalam kondisi persaingan yang ketat. Beberapa peneliti berpandangan bahwa salah satu upaya yang dipandang efektif dalam meningkatkan kemampuan inovasi karyawan di perusahaan adalah melalui pengembangan aktivitas knowledge sharing (KS), karena melalui aktivitas tersebut, knowledge dapat disebarkan, diimplementasikan dan dikembangkan. Di sisi lain, KS dapat merangsang individu untuk mampu berfikir lebih kritis dan kreatif, sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan knowledge baru yang berguna bagi perusahaan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujun untuk menganalisis hubungan antara KS behavior karyawan dengan individual innovation capability. Penelitian menggunakan analisis kualitatif. Melalui case study di dua perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi di Indonesia, diperoleh gambaran bahwa KS behavior berperan dalam mendorong individual innovation capability. Kata kunci: knowledge sharing behavior dan individual innovation capability.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA PADA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT Taofik Slamet; Hilmi Aulawi
Jurnal Kalibrasi Vol 13 No 1 (2015): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.117 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.13-1.249

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa dan faktor-faktor yang perlu menjadi prioritas perbaikan dalam rangka meningkatkan  kepuasan mahasiswa pada Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan pendekatan statistik multivariat menggunakan teknik analisis data yaitu analisis faktor. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplorasi dengan pengumpulan data lapangan yang dilakukan melalui   observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada responden yaitu mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Garut sebanyak 100 orang sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 100 orang responden mengenai asumsi-asumsi terhadap indikator yang berhubungan dengan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa dan faktor-fakor yang perlu menjadi prioritas perbaikan dalam rangka meningkatkan kepuasan mahasiswa pada Sekolah Tinggi Teknologi Garut berada dalam satu kategori tingkat kepuasan yaitu dalam kategori cenderung puas. Hal ini berarti menunjukan bahwa adanya respon cenderung positif dari responden terhadap faktor-faktor yang diasumsikan mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa dan faktor-faktor yang perlu menjadi prioritas perbaikan dalam rangka meningkatkan kepuasan mahasiswa mempunyai tingkat kepuasan cenderung baik terhadap segala bentuk produk, pelayanan, dan desain jasa lembaga Sekolah Tinggi Teknologi Garut.
IDENTIFIKASI PENYEBAB KECACATAN PADA PROSES PEMBUATAN ALAS SANDAL DI. PT MANDALA LOGAM Abdu Syobir; Hilmi Aulawi
Jurnal Kalibrasi Vol 14 No 1 (2016): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.508 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.14-1.394

Abstract

Penelitian ini ditunjukan untuk menganalisis cacat dikarenakan karena proses pembuatan Alas Sandal Karet Eiger, Pendekatan masalah yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan Alat Yang digunakan menggunakan Gugus Kendali Mutu (GKM) / QCC (Quality Control Circle) yang menggunakan seven tools (diagram pareto dan diagram sebab akibat (Fishbone Diagram). Dimana diagram pareto digunakan untuk mengetahui grafik jumlah cacat, serta diagram sebab akibat digunakan untuk menjabarkan faktor-faktor terjadinya cacat sehingga memudahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Sistem Informasi Potensi Investasi Terintegrasi Menggunakan Scrum Agile Aulia Malik; Hilmi Aulawi; Ridwan Setiawan
Jurnal Algoritma Vol 16 No 2 (2019): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.325 KB) | DOI: 10.33364/algoritma/v.16-2.108

Abstract

Kabupaten Garut mempunyai Visi Pembangunan Tahun 2019-2024 yang terdapat padadokumen RPJMD Kabupaten Garut Tahun 2019-2024 yaitu "Garut yang Bertaqwa, Maju danSejahtera”. Berdasarkan Peraturan Daerah No 1 Tahun 2019 tentang Rencana PembangunanJangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2019-2024 tanggal 22 Juli 2019 bahwa KabupatenGarut dihadapkan pada permasalahan daerah yaitu Masih rendahnya realisasi investasi daerah(PMA dan PMDN). Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi berbasis webyang dapat memberikan informasi kepada calon investor yang ingin melakukan investasi dikabupaten garut mengenai potensi-potensi investasi yang ada di kabupaten garut. Penelitian inimenggunakan metodologi agile dengan pendekatan scrum dan sistem yang dibangunmenggunakan platform web dengan memanfaatkan Conten Management System (CMS) dalampembangunannya. Hasil dari penelitian ini berupa sistem informasi potensi investasi yangterintegrasi dengan sistem dinas penanaman modal dan perizinan terpadu (DPMPT) KabupatenGarut, dengan informasi yang disajikan bersumber dari dinas-dinas di Kabupaten Garut yangrelevan sesuai informasi potensi yang disajikan. Penelitian ini berfokus kepada penyelesaianpermasalahan yang teridentifikasi dari tiga permasalahan utama, dengan fokus data yang diambildari dua dinas yaitu dinas pariwisata dan DPMPT. Dari sistem yang dibuat, para calon investordapat memperoleh informasi berupa daftar potensi investasi yang ada di Kabupaten Garut lengkapdengan kebutuhan anggarannya dan dokumen pendukung berupa hasil kajian yang telahdilakukan.
Studi Kelayakan Pendirian Usaha Budidaya Jamur Tiram di Kabupaten Garut Hatta Jayawardhana; Hilmi Aulawi
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.077 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-2.520

Abstract

Budidaya jamur tiram merupakan usaha kehutanan yang tidak terlalu sulit dilakukan.Pemanfaatan lahan atau bangunan yang belum difungsikan dapat dijadikan sebagai alternatif lokasimelakukan budidaya jamur tiram. Studi Kelayakan Bisnis (SKB) dilakukan untuk menganalisisseberapa besar keuntungan atau kerugian yang diperoleh dalam berwirausaha budidaya jamur tiram.Studi kelayakan pada budidaya jamur tiram memperhatikan beberapa aspek yang dijadikan sebagaiparameter mengevaluasi usaha. Aspek – aspek yang diperhatikan meliputi: aspek pasar, aspek teknis& operasional, aspek manajemen, aspek finansial, dan aspek lingkungan. Berdasarkan aspek pasarKabupaten Garut masih memiliki sekitar 60% peluang pasar untuk mendirikan usaha budidaya jamurtiram. Berdasarkan aspek teknis operasional budidaya jamur dapat dilakukan dengan memanfaatkanruangan di sekitar rumah. Berdasarkan aspek manajemen, pengelolaan budidaya jamur dapatdilakukan dengan tidak melibatkan banyak pihak. Berdasarkan aspek finansial, budidaya jamur tiramdapat menhasilkan keuntungan hingga 23% dari modal yang dikeluarkan. Berdasarkan aspeklingkungan,budidaya jamur tiram berdampak baik bagi lingkungan sekitar.
Perancangan Kemasan Kerupuk Ranginang di PD. DANIAH Yusep Senjani; Hilmi Aulawi
Jurnal Kalibrasi Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.214 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.16-1.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempertahankan dan mengembangkan sebuah PD.Daniah yang bergerak di bidang produksi kerupuk ranginang dalam menyaingiperusahaan-perusahan yang sejenis, terdapat sembilan pesaing yang menjadi bahan acuan oleh PD.Daniah untuk mempertahankan perusahaan dan mengembangkan produknya sehingga konsumen menjadi puas. Analisis yang dilakukan yaitu merancang desain kemasan PD.Daniah agar lebih menarik terhadap produk yang di hasilkan dan konsumen menjadi puas yang pada dasarnya PD.Daniah masih menggunakan kemasan sederhana . Model analisis yang dilakukan yaitu menggunakan model Quality Function Deployment yaitu dengan cara melakukan bainstrongming, pembobotan, pengembangan alternatif, evaluasi alternatif dan perancangan desain. Pengumpulan data yang dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan langsung ke 100 responden (pelanggan tetap) untuk mengetahui kebutuhan dan kepuasan konsumen terhadap kemasan yang akan dirancang, pengumpulan data ini diolah mengunakan uji statistik dimulai dari kecukupan data responden, pengujian validitas data terhadap kuesioner yang telah dilakukan, pengujian reabilitas dan normalitas kuesioner. Hasil penelitian ini untuk melihat penilaian konsumen terhadap kemasan yang ada di PD.Daniah dan merancang kemasan baru berdasarkan keinginan konsumen untuk meningkatkan nilai jual suatu produk yang mengutamakan kepuasan pelanggan dari segi kemasan.
Analisa Keputusan Pemilihan Jasa Ekspedisi dengan Metode AHP dan Borda Hilmi Aulawi; Rina Kurniawati; Vizay Vicky Pratama
Jurnal Kalibrasi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.18-1.724

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu menghasilkan kriteria-kriteria jasa ekspedisi dan urutan jasa ekspedisi yang terbaik dalam pengiriman produk. Masalah yang sering terjadi keterlambatan produk yang dikirim melalui jasa ekspedisi ataupun keluhan dari konsumen produk yang diterima cacat. Penelitian ini menggunakan metode AHP dalam menentukan kriteria kemudian dibuatkan sebuah hirarki keputusan. Sedangkan metode Borda digunakan untuk menentukan urutan alternatif jasa eskpedisi. Hasil yang didapat bahwa kriteria Responsivitas memiliki bobot yang tinggi kemudian dengan metode Borda menghasilkan urutan alternatif jasa ekspedisi yang akan dipilih. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa alternatif C menjadi rekomendasi jasa ekpedisi yang terbaik untuk dipilih.
Pengaruh Knowledge Sharing Pada Organisasi Kemahasiswaan Dalam Meningkatkan Kemampuan Menyerap Pengetahuan Mahasiswa Dini Riska Anggraeni; Hilmi Aulawi
Jurnal Kalibrasi Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.515 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.16-1.525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh dari aktifitas knowledge sharing yang dilakukan pada organisasi kemahasiswaan dalam meningkatkan kemampuan menyerap pengetahuan para anggotanya di Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mix methods concurrent embedded dan menggunakan alat statistika metode regresi linier untuk mengetahui tingkat hubungan diantara kedua variabel. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa aktifitas knowledge sharing yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswaanya atau anggotanya dalam meningkatkan kemampuan menyerap pengetahuanya yaitu dengan adanya berbagi pengalaman dan hasil pengujian menggunakan regresi linier menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara knowledge sharing dalam meningkatkan kemampuan menyerap pengetahuan dengan tingkat hubungan yang kuat.
Analisis Beban Kerja Untuk Menetukan Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja Divisi Administrasi Umum di PT.Indonesia Power Unit PLTP Darajat Yogi Teguh Herdiansyah; Hilmi Aulawi
Jurnal Kalibrasi Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.552 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.16-2.528

Abstract

Analisis beban kerja merupakan suatu proses yang begitu penting dalam menentukan jumlah kebutuhan tenaga kerja. Berdasarkan hal tersebut maka jumlah tenaga kerja tentunya perlu sesuai dengan beban kerja yang dimiliki oleh suatu divisi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan beban kerja yang dimiliki oleh divisi administrasi umum PT.Indonesia Power Unit PLTP Darajat. Penelitian dilakukan menggunakan metode work sampling untuk mengetahui pola kegiatan pemakaian waktu kerja, selanjutnya menggunakan metode WISN (Worload Indicator Staff Need) untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan beban kerja. Penelitian dilakukan pada karyawan divisi administrasi umum PT.IndonesiaPower Unit PLTP Darajat selama 5 hari kerja dengan interval waktu pengamatan 1 menit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dengan cara observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian berdasarkan work sampling menujukkan bahwa pemakaian waktu kerja untuk produktivitas tetinggi terjadi pada pengamatan hari kerja kedua dan ketiga senilai 92,7%. Rata-rata presentase waktu produkif tersebut adalah 92,4%, yang berarti jika kisaran pekerja kantoran 20% maka karyawan divisi tersebut telah bekerja dengan baik karena sudah memanfaatkan waktu aktivitas produktifnya diatas 80%. Hasil perhitunganberdasarkan WISN (Workload Indicator Staff Need) diketahui jumlah kebutuhan tenaga kerja divisi tersebut adalah 1 orang, jumlah tersebut sama dengan jumlah karyawan yang ada saat ini, hal tersebut berarti jumlah tenaga kerja saat ini telah sesuai dengan beban kerja yang dimiliki divisi tersebut.