Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sosialisasi dan Pelatihan Penerapan Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Petani Cengkeh di Bone dan Bulukumba Sulawesi Selatan Nova Triani
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v5i1.484

Abstract

Praktik budidaya cengkeh yang dilakukan oleh petani di Bone dan Bulukumba, Sulawesi Selatan telah dilakukan secara turun-temurun, sehingga kurang memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Petani cengkeh biasanya tidak memakai alat pelindung diri saat bekerja. Jika praktek kerja tersebut dilakukan secara terus menerus dan turun temurun maka akan terjadi peningkatan angka kematian dan sakit akibat bekerja di perkebunan cengkeh. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang bahaya, resiko dan cara pencegahan penyakit dan kecelakaan kerja di perkebunan cengkeh. Sehingga petani cengkeh dapat mempraktekan budidaya cengkeh dengan aman dan sehat serta terhindar dari resiko sakit dan kecelakaan kerja. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang bahaya dan resiko bekerja di perkebunan cengkeh serta cara pencegahannya. Para petani yang hadir mempraktekkan secara langsung cara menggunakan alat pelindung diri, sehingga pemahaman petani meningkat.
Biotechnology for Beginner Student Elly Syafriani; Medina Uli Alba Somala; Nova Triani
Nusantara Science and Technology Proceedings 5th International Seminar of Research Month 2020
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2021.0903

Abstract

The research aims to produce a textbook for undergraduate students, especially the students of the Agrotechnology Study Program in Agricultural Faculty of UPN “Veteran” Jawa Timur. Since beginner students quite hard to understand the theory and practice of biotechnology in the agricultural field, thus a textbook was needed to help them improved their understanding of all the general and basic knowledge of biotechnology. This research was conducted by collecting any information from some literature due to biotechnology, then write it into a good textbook. Moreover, some of the research results were also reported in it. This textbook was included eight chapters, respectively: 1) definition, history, and the role of biotechnology; 2) genetic materials; 3) gene structure and expression; 4) molecular technique; 5) biotechnology application; 6) molecular marker and biomarker; 7) bioinformatic; and 8) security, management and intellectual property rights of the genetically modified organism. This book was also written completely with some questions as a task for the students in each chapter. As a result, a textbook with the specificity is 205 pages in HVS (A4) size, written in Bahasa, and the title of this book is “Bioteknologi Umum Untuk Mahasiswa Pemula (Teori dan Aplikasi Bioteknologi di Segala Bidang)”. Although this book was aiming at agricultural students, the theory in it was also enriched with biotechnology information in some aspects, such as medical, environmental, and food technology.
Penyuluhan Pertanian Sehat Budi Daya Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) di Desa Jabung Kabupaten Ponorogo Nova Triani; Elly Syafriani; Medina Uli Alba Somala
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1.5515

Abstract

Para petani di Desa Jabung, Kabupaten Ponorogo belum membudidayakan sayuran, terutama bayam merah. Sedangkan di pasaran Ponorogo, bayam merah belum ada atau jarang ditemui di pasaran. Padahal bayam merah memiliki khasiat berupa kandungan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Hal ini menjadikan peluang bagi para petani untuk membudidayakan sayuran bayam merah, terutama dengan teknik budi daya daya secara sehat atau pertanian sehat. Penggunaan pupuk dan pestisida sintesis ditiadakan dan diganti dengan penggunaan pupuk organik serta pestisida nabati, sehingga hasil sayuran merupakan sayuran yang sehat dan bergizi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang pertanian sehat atau teknik budi daya secara sehat mengenai sayuran bayam merah. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, paparan, pemutaran video dan diskusi interaktif. Dari hasil penyuluhan dan responsi yang dilakukan, didapatkan data bahwa 60% pemahaman petani meningkat mengenai seluk beluk sayuran bayam merah, serta 100% pemahaman petani meningkat tentang pertanian sehat atau teknik budi daya bayam merah secara sehat. Petani organik peserta penyuluhan 100% bersedia membudidayakan bayam merah secara sehat.
PENYULUHAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DI DESA JABUNG KABUPATEN PONOROGO Nova Triani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5: Oktober 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pestisida kimia dapat mengakibatkan bahaya kesehatan dan lingkungan. Tetapi penggunaan pestisida diperlukan pada teknik budidaya tanaman. Pestisida nabati dapat dibuat dari bahan tumbuhan, diantaranya yaitu mimba dan brotowali. Para petani di Desa Jabung Kabupaten Ponorogo belum memanfaatkan tumbuhan untuk pembuatan pestisida nabati. Penyuluhan tentang pembuatan pestisida nabati bertujuan untuk pemanfaatan tumbuhan dalam pembuatan pestisida nabati. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan berupa penyuluhan dengan cara pemaparan materi, pemutaran video dan diskusi. Setelah itu para peserta diberi kuisioner untuk mengetahui tingkat pemahaman. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah persentase kenaikan tingkat pengetahuan peserta tentang pembuatan pestisida nabati antara sebelum dilakukan pengabdian masyarakat dengan setelah dilakukan pengabdian masyarakat meningkat rata-rata sebesar 37,5%. Terdapat 5 peserta yang meningkat pengetahuannya tentang pembuatan pestisida nabati sebesar 75%, 1 peserta yang tidak mengalami tingkat pengetahuan dan 4 peserta yang tetap besaran nilai tingkat pengetahuannya antara sebelum dilakukan pengabdian dengan setelah dilakukan pengabdian masyarakat.
PENGARUH MACAM PUPUK NPK DAN CARA PEMBERIAN PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Damayanti Prasetyaningsih; Widi Wurjani; Nova Triani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6329

Abstract

Permasalahan yang muncul akhir-akhir ini yaitu beralihnya minat petani dalam memilih pupuk NPK 15-15-15 biasa  menjadi pupuk NPK (15-15-15) plus dalam meningkatan hasil tanaman tomat. Petani dalam meningkatkan kualitas tanaman tomat sering kali tidak memikirkan seberapa banyak biaya yang dikeluarkan dan sebarapa besar manfaat produk yang digunakan dalam kegiatan budidaya seperti dalam pemilihan pupuk, cara pemberian pupuk pun berpengaruh dalam penyerapan hara oleh tanaman. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk NPK dan cara pemberian pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian di laksanakkan di Dusun. Klinter, Desa. Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - April 2020. Penelitian disusun menggunakan (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu Macam pupuk NPK (M) terdiri atas 3 level M1 = Pupuk NPK Phonska, M2 = Pupuk NPK Phonska plus, M3 = Pupuk NPK Mutiara dan Cara pemberian pupuk (P) terdiri 2 level P1 = Cara tugal , P2 = Cara kocor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara macam pupuk NPK dan cara pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Perlakuan kocor berpengaruh nyata pada hasil panen minggu ke 3 dan panen ke 4 tanaman tomat
ISOLASI DNA TANAMAN JERUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CTAB (CETYL TRIMETHYL AMMONIUM BROMIDE) Nova Triani
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 3 No 2 (2020): G-Tech, Vol. 3, No. 2, April 2020
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.334 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v3i2.419

Abstract

Tanaman jeruk termasuk tanaman buah terpenting di dunia. Buah jeruk menjadi peringkat pertama dalam pasar buah internasional. Indonesia termasuk negara pengimpor jeruk terbesar kedua di ASEAN. Jeruk merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berfungsi sebagai sumber gizi, sumber pendapatan, dan sumber devisa negara. Kompetisi global peningkatan penjualan jeruk dan ketahanan industri jeruk bergantung pada ketersediaan kultivar yang baik secara genetik. Pemuliaan tanaman jeruk dapat dilakukan dengan cara persilangan dan teknik hibridisasi somatik. Identifikasi tanaman hasil pemuliaan tanaman jeruk dapat dilakukan berdasarkan karakter morfologi, anatomi, sitogenetika dan molekuler. Analisis secara molekuler lebih akurat karena dilakukan pada level DNA. Hal pertama yang dilakukan untuk identifikasi tanaman jeruk secara molekuler ialah isolasi DNA. Isolasi DNA tanaman jeruk dapat dilakukan dengan menggunakan metode CTAB (Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide). Setelah DNA diperoleh, maka DNA diuji secara kuantitas dan kualitas untuk mengetahui tingkat konsentrasi dan kemurnian. Metode CTAB dapat digunakan untuk mengisolasi DNA tanaman jeruk.
PENGARUH PENYIMPANAN BENIH TERHADAP DAYA BERKECAMBAH BENIH LECI (Litchi chinensis, Sonn.) Nova Triani
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 5 No 1 (2021): G-Tech, Vol. 5, No. 1, Oktober 2021
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.821 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v5i1.681

Abstract

ABSTRAK Benih leci tergolong benih rekalsitran sehingga memerlukan teknik penyimpanan khusus. Benih rekalsitran tidak dapat disimpan lama karena memiliki kandungan kadar air yang tinggi. Penyimpanan benih leci bertujuan untuk penyediaan bahan tanam atau pelestarian bahan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya berkecambah dan hari pertama berkecambah benih leci yang telah diberi perlakuan penyimpanan benih. Perlakuan benih yang diberikan yaitu perlakuan tanpa penyimpanan atau langsung tabur, perlakuan penyimpanan benih pada suhu 160C selama 3 hari dan perlakuan penyimpanan benih pada suhu 160C selama 6 hari. Perlakuan penyimpanan benih leci menggunakan wadah terbuka. Hasil yang diperoleh yaitu perlakuan benih leci dalam penyimpanan selama 3 hari pada suhu 160C memiliki daya berkecambah yang sama pada perlakuan benih leci tanpa penyimpanan benih atau yang langsung ditabur, yaitu sebesar 75%. Sedangkan hari pertama berkecambah pada perlakuan penyimpanan benih leci pada suhu 160C selama 6 hari memberikan hasil yaitu kemunduran hari pertama berkecambah selama 4 hari dibandingkan perlakuan penyimpanan benih leci pada suhu 160C selama 3 hari dan yang tidak disimpan. Sehingga dari hasil penelitian, benih leci dapat disimpan pada penyimpanan 160C selama 3 hari dengan wadah terbuka.
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Nova Triani; Vivin Putri Permatasari; Guniarti Guniarti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.899 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.575

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayur yang digemari masyarakat dan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi yakni dengan penambahan konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilakukan di UPT Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan pada bulan Januari – April 2020. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi giberelin (K) yang terdiri dari K0 = tanpa konsentrasi giberelin; K1 = 100 ppm; K2 = 200 ppm; K3 = 300 ppm dan frekuensi pemberian giberelin (P) yang terdiri dari P1 = 2 kali aplikasi; P2 = 3 kali aplikasi ; P3 = 4 kali aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara konsentrasi pemberian giberelin 200 ppm dan frekuensi pemberian giberelin 2 kali aplikasi, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (28 hst-56 hst), jumlah daun (35 hst-49 hst), umur berbunga, jumlah bunga total, jumlah buah total, dan berat buah per tanaman.
PENYULUHAN OLAHAN SEHAT DARI BAYAM MERAH DI DESA JABUNG KABUPATEN PONOROGO Nova Triani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahan dari bayam merah belum banyak dikenal masyarakat. Padahal bayam merah merupakan sumber serat dan bermanfaat bagi kesehatan. Rasa dan tekstur bayam merah yang belum banyak dikenal, dapat dijadikan olahan sehingga akan disukai. Para peserta pengabdian masyarakat di Desa Jabung Kabupaten Ponorogo belum memanfaatkan bayam merah menjadi olahan. Penyuluhan pembuatan olahan sehat berbahan dasar bayam merah bertujuan untuk pemanfaatan bayam merah menjadi olahan pangan sehat. Metode pengabdian yaitu penyuluhan dengan cara pemaparan materi, pemutaran video serta diskusi. Setelah itu, peserta diberi kuisioner untuk mengukur tingkat pemahaman. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat persentase kenaikan pengetahuan peserta mengenai pembuatan olahan sehat berbahan dasar bayam merah antara sebelum dilaksanakan pengabdian dengan setelah dilaksanakan pengabdian, yaitu terdapat peningkatan rata-rata sebesar 70%. Terdapat 8 peserta yang mengalami peningkatan pengetahuan tentang pembuatan olahan sehat berbahan dasar bayam merah sebesar 75%, 1 peserta yang tidak mengalami kenaikan tingkat pengetahuan dan 1 peserta yang meningkat pengetahuannya sebesar 100%.
Study of Paclobutrazol Dosage and Seed Size on Growth and Yield of Porang (Amorphophallus onchophyllus P.) Sefti Nurul Hidayah; Ramdan Hidayat; Nova Triani
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 11, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v11i4.574-588

Abstract

The konjac plant (Amorphophallus oncophyllus Prain.) contains high glucomannan with many benefits.  This experiment aimed to study effect of paclobutrazol dose and seedling size on the growth and yield of konjac plants.  The research was arranged factorially based on a Completely Randomized Design with two factor.  The first factor (paclobutrazol dose) consisted of P0: 0.0 g/plant, P1: 0.05 g/plant, P2: 0.10 g/plant, P3: 0.15 g/plant, P4: 0.20 g/plant.  The second factor (seed size) consisted of U1: 20-50 g/seed, U2: 100-150 g/seed, U3: 200-250 g/seed. Observation parameters included plant height, canopy diameter, stem diameter, stem sturdiness, number of buds, weight and diameter of tubers.  Results showed that paclobutrazol dose of 0.20 g/plant had a significant effect on stem sturdiness, weight and diameter of the tubers. The maximum of tuber weight obtained by paclobutrazol application of 0.2 g/plant was estimated to be 1,533 g with tuber diameter of 167 mm.  Small size seed (20-50 g) produced the largest number of buds and did not differ markedly from those of medium size seed (100-150 g).  Large size seed (200-250 g) produced the best konjac plants in term of canopy diameter, stem sturdiness, weight and diameter of tubers. Keywords : Dosage, Konjac, Paclobutrazol, Seed Size, Tuber Size