Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Citraan Psikopat pada Tokoh Utama dalam Naskah Drama “Cermin” Karya Nano Riantiarno Mohammad Khikam Zahidi; Hidayah Budi Qur’ani
Deiksis Vol 13, No 2 (2021): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.803 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v13i2.6463

Abstract

Tingkat kriminalitas di Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang begitu memprihatinkan, serta pada beberapa kasus dikaitkan dengan gangguan gejala psikopat. Psikopat ialah bentuk kekalutan mental yang ditandai dengan tidak adanya pengorganisasian dan pengintegrasian pribadi, tidak bisa bertanggung jawab secara moral, selalu konflik dengan norma sosial dan hukum yang diciptakkan oleh angan-angannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena perilaku psikopat pada naskah drama “CERMIN” karya Nano Riantiarno dengan pendekatan psikologi sastra, khususnya menggunakan teori gangguan kepribadian psikopat Sigmund Freud. Pada dasarnya psikologi sastra memberikan perhatian pada masalah kejiwaan para tokoh fiksional yang terkandung dalam karya sastra. Sasaran dalam penelitian ini adalah fenomena perilaku psikopat yang dialami oleh tokoh dengan mengkaji bentuk perilaku, dan faktor penyebabnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) bentuk perilaku psikopat tokoh dalam naskah drama “CERMIN” karya Nano Riantiarno diketahui berdasarkan ciri perilaku khusus pada psikopat yaitu berperilaku antisoasial, suka memanipulasi, berperilaku sadistis, sehingga dapat ditentukan bentuk perilaku psikopa yang dialami. (2) Faktor yang menyebabkan tokoh dalam naskah drama “CERMIN” karya Nano Riantiarno berperilaku psikopat yaitu faktor biologis dan faktor lingkungan. Kata Kunci: Psikopat, Psikopat Fenomena Perilaku, Psikologi Sastra.
Pengembangan Pembelajaran Kontekstual Guru SMP Muhammadiyah 2 Kota Batu Berbasis Ekologi Sosial Purwati Anggraini; Hidayah Budi Qur’ani
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202053.583

Abstract

DEVELOPMENT OF CONTEXTUAL LEARNING IN TEACHERS OF SMP MUHAMMADIYAH 2 BATU CITY BASED ON SOCIAL ECOLOGY. The problem faced by Batu Muhammadiyah Middle School students is that students have not been able to fully understand learning. They have not been able to understand and apply the learning material in real life. This is because the teacher is oriented to the completion of the material and the values ​​that must be achieved by students, both academic grades and values ​​related to character. The series of activities carried out are (1) input from program participants, (2) activities carried out in the form of training in making contextual learning media based on social ecology, and (3) the results achieved are the soft skills of teachers in developing contextual learning. In addition to soft skills, the teachers of Junior High School Muhammadiyah 2 Batu also have an awareness that fun learning can give students a complete understanding, so this increases student grades. Students also become more skilled in applying the knowledge they obtain to their daily lives.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL ANTARES KARYA RWEINDA Hidayah Budi Qur’ani; Purwati Anggraini; Joko Widodo
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6935

Abstract

Abstrak:Novel populermerupakan salah satu jenis karya sastra yang sangat digemari remaja. Hal itu disebabkankarenacerita yang diangkat oleh pengarangsangatdekatdengankehidupanremaja. Pendidikan karaktermemangtidakbolehdipisahkandalamkehidupansehari-hariterutama pada saatremaja. Mulai darikehidupankeluarga, sekolah, hinggapergaulan. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikannilai-nilai Pendidikan karakter dan kreativitaspengarangdalammenciptakankaraktertokoh yang terdapat pada novel Antares karyaRweinda. Sumber data pada penelitianiniadalah novel yang berjudulAntares karyaRweindaditerbitkan oleh Lovable tahun 2020. Data penelitianberupasatuan kata dan kalimat yang menggambarkannilai-nilaikarakter pada tokoh novel. Hasil daripenelitianiniadalahterdapat lima bentuknilaipendidikan yang digambarkandalam novel Antares karyaRweindadiantaranyatoleransi, tanggungjawab, kejujuran, solidaritas, dan berani. Kelimanilaipendidikankaraktertersebutsangatpatutuntukdicontohbagiremaja sat ini. Sehingga, novel inidapatdigunakansebagaialternatifdalampembelajarankarakter.Penggambarannilaipendidikankarakterdalam novel Antares karyaRweinda yang ditunjukkanmelaluikaraktertokohtidakterlepasdarikreativitaspengarang. Rweindasebagaipengarang novel inimampumenciptakantokohdenganberbagaikaraktertidakterlepasdarilingkungantempattinggalnya. Rweinda yang masihremajamampumenciptakantokohremajadengankarakter dan problem yang dialamisesuaidengankehidupanremaja. Abstract:Popular novels are one type of literary work that is very popular with teenagers. This is because the story that the author uses is very close to the lives of teenagers. Character education should not be separated in everyday life, especially during adolescence. Starting from family life, school, to social life. This study aims to describe the values of character education and the creativity of the author in creating the characters found in the novel Antares by Rweinda. The data source in this study is a novel entitled Antares by Rweinda published by Lovable in 2020. The research data is in the form of units of words and sentences that describe the character values of the novel characters. The results of this study are that there are five forms of educational values described in the novel Antares by Rweinda including tolerance, responsibility, honesty, solidarity, and courage. The five values of character education are very exemplary for today's youth. Thus, this novel can be used as an alternative in character learning. The depiction of the value of character education in the novel Antares by Rweinda which is shown through the characters cannot be separated from the creativity of the author. Rweinda as the author of this novel can create characters with various characters that cannot be separated from the environment in which they live. Rweinda who is still a teenager can create teenage characters with characters and problems experienced by the lives of teenagers. 
DIKSI DAN MAJAS DALAM PUISI CARA LAIN MEMBACA SAJAK CINTA KARYA AAN MANSYUR Sherli Karunia Fitri; Hidayah Budi Qur’ani
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi merupakan ragam sastra yang terikat oleh unsur-unsurnya, seperti irama, mantra,rima, baris, dan bait. Puisi juga dapat dikatakan sebagai ungkapan emosi, imajinasi, ide, pemikiran,irama, nada, susunan kata, kata-kata kiasan, kesan pancaindra, dan perasaan. Puisi adalah ungkapanyang memperhitungkan aspek-aspek bunyi di dalamnya, serta berupa pengalaman imajinatif,emosional, dan intelektual penyair dari kehidupan individu dan sosialnya. Puisi diungkapkandengan teknik tertentu sehingga dapat membangkitkan pengalaman tertentu dalam diri pembacaatau pendengarnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan diksi danfungsinya pada dalam puisi cara lain membaca sajak cinta karya M. Aan Mansyur, (2)mendeskripsikan penggunaan majas dan fungsi nya pada puiswi cara lain membaca sajak cintakarya M. Aan Mansyur.
Kajian Stilistika Pada Puisi “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah Meyvani Chintyandini; Hidayah Budi Qur’ani
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v21i2.7234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang analisis Gaya Kebahasaan (Majas), mendeskripsikan diksi dan pesan yang ingin disampaikan melalui puisi “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah. Sumber data  pada penelitian ini adalah puisi Amir Hamzah yang berjudul “Padamu Jua, yang terbit perdana pada November 1937”. Jenis Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan bentuk penelitian Kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori Stilistika dengan pendekatan Stilistika. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis dokumen (content analysis) dan Teknik pengumpulan data dokumentasi. Objek penelitian ini berfokus pada Gaya Kebahasaan (Majas), diksi, serta menemukan makna yang terkandung dalam puisi “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa, Gaya kebahasaan yang digunakan di dalam puisi ini menggunakan Majas Alegori dan menggunakan diksi Sinonimi. Puisi ini juga memberikan makna religiuitas. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah penggunaan bentuk kata pada puisi “Padamu Jua” karya Amir Hamzah yang menarik untuk diteliti.
KAJIAN SEMIOTIK PUISI “DALAM DOAKU” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Aulia Zahra Fadhila; Hidayah Budi Qur’ani
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2021): JURNAL LITERASI OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v5i2.5740

Abstract

Puisi merupakan cara yang digunakan pengarang untuk menyampaikan sesuatu yang sedang ia rasakan melalui pemilihan kata-kata yang apik. Puisi “Dalam Doaku” karya Sapardi Djoko Damono merupakan puisi yang ditulis pada tahun 1989 lalu diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama Aggota IKAPI, Jakarta, pada tahun 2013. Sapardi memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan makna tersirat yang terkandung pada puisi”Dalam Doaku” tersebut. Pentingnya melakukan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bacaan hermeneutik dengan mengunakan kajian semiotik yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce pada puisi “Dalam Doaku” karya Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah puisi “Dalam Doaku” karya Sapardi Djoko Damono. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya; (1) 7 ikon yang terdapat dalam puisi adalah kata memejamkan mata, menerima ketika, senantiasa, hinggap, menyusup dan mengusut; (2) 9 indeks yang terdapat dalam puisi adalah kata menjelma, meluas bening, melengkung hening, bersitahan, rahasia, bernyanyi, mencintaimu, dan keselamatanmu; serta (3) 9 simbol yang terdapat dalam puisi adalah kata subuh, cahaya pertama, muskil, mendesau, magrib, nun bersijingkat, doa, dan malamku.Kata Kunci: Puisi, Semiotik, Ikon, Indeks, Simbol
REPRESENTASI GANGGUAN PSIKOLOGIS TOKOH ORANG PERTAMA DAN ORANG KEDUA DALAM NASKAH DRAMA “ ALJABAR” KARYA ZAK SORGA : TELAAH PSIKOLOGI SASTRA Ika NurDayana; Hidayah Budi Qur’ani
Pena Literasi Vol 2, No 2 (2019): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.2.2.93-104

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk gangguan psikologis yang dialami tokoh pelukis orang pertma dan orang kedua, serta drama menganalisis  konteks awala gangguan psikologis yang diderita oleh tokoh orang pertama dan orang kedua  dalam naskah drama “ALJABAR”. Adapun relevansi yang terdapat pada  naskah drama “ALJABAR” yang ada pada kehidupan sehari-hari pada kehidupan nyata pada masa ini. Masalah pada penelitian adalah adanya gangguan psikologis yang mempengaruhi kepribadian tokoh orang pertama dan tokoh  orang kedua dalam naskah drama “ALJABAR” yang dilatarbelakangi oleh pengalaman dimasalalunya yang berpanguruh pada keberlangsungan kehidupanya. Untuk mengupas hal tersebut digunakan teori psikoanalisis  dan dinamika kepribadian Sigmund Freud. Teori psikoanalisis digunakan sebagai pembedah ganguan psikologis yang terjadi.Dinamika kepribadian digunakan untuk membedah struktur kepribadian tokoh orang pertaa dan orang kdua.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah nasakah “ALJABAR” karya Zak Sorga, sedangkan data yang digunakan dialog antar tokoh yang terdapat pada naskah drama “ALJABAR”. Hasil dari penelitian ini adadalah bentuk ganguan psikologis dan faktor yang melatrbelakanginya  anatara lain: (1)  Emosi , (2) Agresi ,  (3) Seks ,  (4)  Kecemasan , (5) Faktor Masalalu. Kata Kunci: Dinamika Kepribadian , Gangguan Psikologis , Sigmund Freud. 
Insting Tokoh Utama dalam Novel Fatihah Cinta Karya Amie El-Faraby: Perspektif Behaviorisme William Mc Dougal Mohammad Khikam Zahidi; Hidayah Budi Qur’ani
Kode : Jurnal Bahasa Vol 10, No 4 (2021): Kode: Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.724 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v10i4.30727

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai insting tokoh pada novel karya Amie el- Fatihah Cinta Faraby. Insting adalah gambaran dari naluri seseorang dalam merespon suatu rangsangan untuk memenuhi kepuasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan insting tokoh yang terdapat dalam novel Fatihah Cinta karya Amie el-Faraby. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah dialog antar tokoh. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data pada penelitian ini adalah novel yang berjudul Fatihah Cinta karya Amie el-Faraby. Teknik dalam pengumpulan data yang yang digunakan untuk penelitian ini yaitu studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data, deskripsi hasil klasifikasi, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu. 1) insting hidup (Life Instinct), 2) insting mati (Death Instinct) sebagai bentuk pemahaman kritis bahwa setelah stimulus diberikan ada dua kemungkinan yaitu merespon sesuai tujuan atau yang bertolak belakang dengan tujuan yang diberikan oleh stimulus. Perspektif Wiliam Mc Dougelbagi untuk para pembaca mendeskripsikan dan memberikan gambaran insting berdasarkan tokoh utama dalam Fatihah Cinta karya Amie el-Faraby.