Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Fungsi dan Kategori Frasa pada Artikel "Pipa PDAM Tersumbat Sampah" dalam Surat Kabar Radar Majalengka Edisi 8 Januari 2021 Deden Sutrisna; Lya Elyawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.512 KB)

Abstract

Permasalahan yang mendorong untuk melakukan penelitian ini. Diantaranya peneliti ingin melihat tingkat pemahaman masyarakat tentang fungsi dan kategori frasa dengan memperhatikan ketetapan dan kesesuaian  dengan kalimat pada wancana tulis di surat kabar harian Radar Majalengka. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan kategori frasa yang terdapat pada artikel “Pipa PDAM Tersumbat” Radar Majalengka, edisi 8 Januari 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak catat.Kata kunci : fungsi, kategori, frasaProblems prompted this research to be carried out. Among them, the researcher wants to see the level of public understanding of the function and category of phrases by paying attention to the provisions and suitability of sentences in written discourse in the daily newspaper Radar Majalengka. The purpose of this study aims to determine the function and category of phrases contained in the article "Pipa PDAM Tersumbok" Radar Majalengka, January 8, 2021 edition. The research method used in this study is the watch and note method.Keywords: function, category, phrase
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PERAGA KAMPANYE PARTAI POLITIK PEMILU GUBERNUR JAWA BARAT DAN BUPATI MAJALENGKA PERIODE 2018 – 2023 deden sutrisna; Yusi Nuraeni
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 1, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.693 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan penggunaan akronim yang terdapat dalam alat peraga kampanye. Untuk mengetahui kesalahan penggunaan akronim yang terdapat pada alat peraga kampanye tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan penggunaan akronim pada alat peraga kampanye. Kesalahan penggunaan akronim tersebut terdapat paga alat peraga kampanye pada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut-3, Pada Pasangan Calon gubernur dan wakil gubernur no urut-4, Pada Pasangan Calon gubernur dan wakil gubernur No Urut-2 dan pada pasangan calon bupati dan wakil bupati no urut-4. Kesalahan tersebut didominasi oleh kesalahan pemilihan kata yang terlalu memaksakan.Kata Kunci : Akronim, kesalahan, dan alat peraga kampanye.
Pengintegrasian Kecerdasan Lokal (Local Genius) Wilayah 3 Cirebon dalam Materi Ajar Sosiolinguistik Pipik Asteka; Risma Khairun Nisya; Deden Sutrisna
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.421 KB)

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini adalah perlunya materi ajar Sosiolinguistik terintegrasi kecerdasan lokal wilayah 3 Cirebon untuk meningkatkan kompetensi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) mata kuliah Sosiolinguistik, baik itu kompetensi sikap dan tata nilai, kompetensi pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus pada mahasiswa yang diintegrasikan ke dalam materi ajar Sosiolinguistik di Perguruan Tinggi. Tujuan penelitian ini adalah pengintegrasian kecerdasan lokal (local genius) wilayah 3 Cirebon  dalam materi ajar Sosiolinguistik, menemukan keefektifan materi ajar Sosiolinguistik terintegrasi kecerdasan lokal  wilayah 3 Cirebon , dan mendiseminasikan hasil penelitian di Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Artinya data terurai dalam bentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Seperti yang telah disebutkan Semi (2012) bahwa dalam penelitian yang bersifat deskriptif, penulis berupaya menemukan pandangan, membuat kesimpulan dan memberikan rumusan-rumusan yang diarahkan kepada pemerkayaan hasil kajian lewat kata-  kata. Jadi, penelitian jenis ini lebih mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji secara empiris.Kata kunci: pengintegrasian, materi ajar, kecerdasan lokal, sosiolinguistik, wilayah 3 Cirebon. The urgency in this research is the need for Sociolinguistic teaching materials that are integrated with local intelligence in Cirebon 3 area to improve the competency of Graduate Learning Outcomes (CPL) for Sociolinguistics courses, be it attitudes and values competence, knowledge competence, general skills and special skills in students who are integrated into Sociolinguistics teaching materials in Higher Education. The purpose of this research is to integrate local genius (local genius) in Cirebon region 3 in Sociolinguistics teaching materials, find the effectiveness of Sociolinguistics teaching materials integrated with local intelligence in Cirebon 3 area, and disseminate research results in universities. This research uses descriptive-analytical method. This means that the data is decomposed in the form of words, not in the form of numbers. As mentioned by Semi (2012) that in descriptive research, the author seeks to find views, draw conclusions and provide formulations that are directed at enriching the results of the study through words. So, this type of research prioritizes the depth of appreciation of the interactions between concepts that are being studied empirically.Keywords: integration, teaching materials, local genius, sociolinguistics, region 3 Cirebon.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING Deden Sutrisna; Aef Suhaeful
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.947 KB)

Abstract

Teks laporan hasil observasi merupakan teks yang berbentuk hasil laporan atau pengamatan yang sudah dilakukan pengamatan berdasarkan langkah-langkah, ciri, dan struktur yang dimiliki. Teks laporan hasil observasi adalah teks yang pertama muncul dalam pelajaran bahasa Indonesia kelas X Kurikulum 2013, masih banyak peserta didik yang kurang paham mengenai konsep teks laporan hasil observasi. Pengetahuan peserta didik tentang unsur-unsur dan langkah-langkah dalam menulis teks laporan hasil observasi pun masih sangat rendah. Jika pengetahuan peserta didik masih rendah mengenai teks laporan hasil observasi, kemungkinan untuk menghasilkan teks laporan hasil observasi yang baik akan sulit dicapai. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan peserta didik dalam menulis teks laporan hasil observasi adalah pengajaran yang dilakukan dengan kreatif. Guru berperan memberikan pelayanan untuk memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Agar dapat menjadi fasilitator yang baik seorang guru harus memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik. Peran guru sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar sangat dibutuhkan untuk keberhasilan belajar peserta didik. Guru harus menggunakan model pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar, terutama dalam pelajaran menulis. Hal ini diperlukan agar peserta didik menjadi aktif dalam kegiatan belajar sehingga diperoleh hasil belajar yang baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif adalah dengan melakukan inovasi. Inovasi tersebut berupa pengunaan dan pengembangan model pembelajaran. Adapun model pembelajaran yang akan digunakan peneliti yaitu model pembelajaran Experiential learning.Kata Kunci:  experiential learning, keterampilan menulis, teks laporan hasil observasi   The text of the observation report is text in the form of reports or observations that have been made based on the steps, characteristics, and structures that are owned. The text of the observation report is the first text to appear in Indonesian class X curriculum 2013, there are still many students who do not understand the concept of the observation report text. The students' knowledge about the elements and steps in writing the observation report text was still very low. If students' knowledge is still low about the observation result report text, the possibility of producing a good observation report text will be difficult to achieve. One way that can be done to overcome the low ability of students in writing observation report text is teaching that is done creatively. The teacher has a role in providing services to facilitate students in the learning process. In order to be a good facilitator, a teacher must have good skills in communicating and interacting with students. The role of the teacher as a facilitator in the teaching and learning process is needed for the success of learning of students. Teachers must use appropriate learning models in the teaching and learning process, especially in writing lessons. This is necessary so that students become active in learning activities so that good learning outcomes are obtained. One of the ways that can be done to create an active learning atmosphere is by making innovations. This innovation is in the form of using and developing learning models. The learning model that researchers will use is the Experiential learning model.Keywords: experiential learning, writing skills, the text of the observation report
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGI BAHASA INDONESIA DALAM SURAT KABAR RADAR MAJALENGKA EDISI 16 DAN 25 APRIL 2016 Deden Sutrisna
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.784 KB)

Abstract

Penelitian ini mengambil dua sampel judul Artikel: Organda Tunggu SK dari Pemda Edisi 25 April 2016 dan Masa Tanam Kedua Lebih Awal dalam Surat Kabar Radar Majalengka Edisi 16 April 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui letak kesalahan berbahasa dari segi kata, bentuk kata, dan bagaimana pembetulannya. Ada dua tahapan yang dipakai pengumpulan data pada penelitian ini. Tahap pertama adalah pengambilan data dari sumberdata dengan cara disimak dan  dicatat. Tahap kedua penganalisisan data dan dan upaya pembetulannya. Teknik yang digunakan oleh penulis dalam menganalisis data yaitu dengan teknik simak dan catat, maksudnya adalah setiap data yang didapat disimak baik-baik kemudian dicatat kesalahan berbahasa dalam bidang morfologi dan dicatat pula pembetulannya. Dalam sebuah surat kabar terdiri dari beberapa artikel yang tentunya dalam satu artikel dapat ditemukan kesalahan berbahasa terutama dari segi kata dan bentuk kata, seperti pada artikel Organda Tunggu SK dari Pemda yang ditemukan kesalahan pada paragraf ke-2, ke-3, ke-5 dan ke-7. Demikian pula terdapat kesalahan yang ditemukan pada artikel Masa Tanam Kedua Lebih Awal, yaitu pada paragraf ke-1, ke-2, ke-4, ke -7.Kata kunci: kesalahan morfologi, surat kabar, bentuk kata, teknik simak, teknik catat
MISREPRESENTASI AKTOR PEREMPUAN PADA SURAT KABAR JAWA POS Deden Sutrisna
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1838.612 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ketidakbenaran penggambaran aktor perempuan yang ada pada wacana media Jawa Pos. Sumber data menggunakan dua wacana sebagai bahan perbandingan dalam merepresentasikan aktor perempuan, yang pertama yaitu surat kabar dari redaksi Jawa Pos berjudul Marahi Suami Mabuk, Perempuan Dituntut 1 Tahun Penjara, Ini Kata Pakar sebagi pihak yang memojokkan aktor perempuan. Kedua yaitu surat kabar dari redaksi Detik berujudul Minta Keadilan, Valencya: Masih Layakkah Saya Dijadikan Narapidana sebagai pihak yang membela aktor perempuan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif yaitu metode yang biasa digunakan untuk memahami pesan simbolik dari suatu wacana atau teks, dalam hal ini ialah teks-teks berita. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis yang berfokus pada teori Teun van Dijk, yang menggambarkan tiga aspek yaitu struktur makro, super struktur dan struktur mikro. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, diantaranya (a) mencari dua sumber data berupa wacana media yang pro dan kontra terhadap aktor perempuan, (b) membaca dan memahami dua sumber data yang diperoleh, (c) melakukan analisis teks berdasarkan teori Teun van Dijk pada dua wacana media yang bersumber dari surat kabar rekadsi Jawa Pos dan surat kabar redaksi Detik, dan (d) pemaparan misrepresentasi atau ketidakbenaran penggambaran aktor perempuan yang ada pada wacana media Jawa Pos. Hasil penelitian ini adalah ditemukan bahwa redaksi Jawa Pos dalam memberitakan kasus ini cenderung melakukan supremasi hukum—upaya menegakkan dan memosisikan hukum pada tingkatan tertinggi—pada wacana beritanya dengan cara melakukan misrepresentasi terhadap aktor perempuan.Kata kunci: analisis wacana kritis, wacana media, Jawa Pos.  This study aims to explain the untruth of the depiction of female actors in the Jawa Pos media discourse. The data source uses two discourses as comparison material in representing female actors, the first is a newspaper from the Jawa Pos editorial team entitled Marahi Husband Drunk, Woman Sueded for 1 Year in Prison, This is the Expert's Word as a party that corners female actors. The second is a newspaper from Detik's editor with the title Request for Justice, Valencya: Is it still worthy of me to be made a prisoner as a party defending female actors. This study uses a qualitative content analysis method, which is a method commonly used to understand the symbolic message of a discourse or text, in this case news texts. By using a critical discourse analysis approach that focuses on Teun van Dijk's theory, which describes three aspects, namely macro structure, super structure and micro structure. The stages carried out in this research include (a) looking for two sources of data in the form of media discourses that are pro and contra towards female actors, (b) reading and understanding the two sources of data obtained, (c) conducting text analysis based on the theory of Teun van Dijk on two media discourses sourced from the Jawa Pos newspaper and the Detik editorial newspaper, and (d) the presentation of misrepresentations or untruths in the depiction of women actors in the Jawa Pos media discourse. The results of this study were found that the Jawa Pos editor in reporting this case tended to carry out the rule of law—an effort to enforce and position the law at the highest level—in its news discourse by misrepresenting women actors. Keywords: critical discourse analysis, media discourse, Jawa Pos.
PENERAPAN MODEL TONGKAT BERBICARA BERORIENTASI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BERDEBAT Deden Sutrisna
Jurnal Semantik Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.407 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v2i1.p12 - 29

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Model Tongkat Berbicara Berorientasi Karakter dalam Pembelajaran Debat (Eksperimen terhadap Siswa Kelas X SMANegeri 1 Palimanan Kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2013/2014). Latar belakangpenelitian ini adalah minimnya kompetensi siswa dalam berbicara terutamakemampuan berdebat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif modelpembelajaran berdebat yang meningkatkan kemampuan berdebat sekaligusmenanamkan karakter positif kepada peserta didik. Hipotesis penelitian ini yaitu terdapat perbedaan peningkatan kemampuanberdebat siswa yang menggunakan model tongkat berbicara berorientasi karakterdibandingkan dengan peningkatan kemampuan berdebat siswa yang menggunakanmodel terlangsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeeksperimen dengan rancangan The Randomized Pretest-Postest Control GroupDesign. yang diujicobakan kepada popualsi penelitian. Dalam penelitian ini,kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan model tongkatberbicara berorientasi karakter sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan modelterlangsung. Berdasarkan hasil perhitungan statistik diperoleh data bahwa t hitung > ttabel = 4,476 > 2,021, sehingga hipotesis yang diajukan penulis dapat diterima. Jadi,dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berdebat siswa yangmenggunakan model tongkat berbicara berorientasi karakter dibandingkan dengansiswa yang menggunakan model terlangsung.Kata kunci: Model Tongkat Berbicara, Pendidikan Karakter, Pembelajaran Berdebat
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM Deden Sutrisna
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v13i2.1544

Abstract

Penelitian iniadalah gagasan ilmiah yang berupaya mencari pemecahan masalah literasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Majalengka. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menumbuhkan semangat literasi sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui kegiatan menulis. Fokus utama kegiatan literasi yang dituju dalam penelitian ini adalah literasi daring atau pemanfaatan sumber-sumber bahan bacaan baik itu buku, jurnal, prosiding, dan sumber bacaan lainnya yang tersedia melalui daring dengan menggunakan aplikasi google classroom. Google classroom merupakan aplikasi pembelajaran virtual yang dikeluarkan oleh Google. Kemudahan yang ditawarkan aplikasi ini menjadi dasar pemikiran penulis untuk mengembangkan kegiatan literasi pada mahasiswa menggunakan aplikasi ini. Beberapa keunggulan aplikasi ini diantaranya sebagai berikut. Pertama, kemudahan untuk mengakses aplikasi, yaitu melalui gawai atau telepon pintar yang dimiliki mahasiswa. Kedua, aplikasi ini memungkinkan dosen untuk mengirim tugas baca atau bahan literasi kepada seluruh mahasiswa secara cepat dalam satu kali klik. Ketiga, dosen dapat memanfaatkan aplikasi ini sebagai ruang diskusi literasi dengan mahasiswa secara bersamaan sehingga dosen dapat memantau aktivitas literasi mahasiswa. Keempat, melalui google classroom dosen dapat menginstruksikan, menetapkan, dan membicarakan dengan mahasiswa secara daring diwaktu yang sama secara bersamaan (kelas virtual).Kata Kunci: google classroom, kemampuan literasi, daring, kelas virtual
Research Based Learning Model in Syntactic Subjects Deden Sutrisna; Risma Khairun Nisya
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.133 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.040102

Abstract

The purpose of this study is to know the effectivenerss of research based learning when it applied to Syntax couse. Introduction data were obtained through interviews. The invention of this step is (1) learning achievement of syntac course are not yet reaching the target, it is because the learning activites are still lecturers theoretical centered; (2) Group discussion method cannot accommodate to distributing the group tasks, so the discussion activites are centered on a small number of students. Based on these problems, the research will take on third semester students. Statistical test result show the mean pretest and post test 21.000 with a standard deviation 4.381 and sig (2-tailed) 0,000 less than 0.05. It means there are some significant differences between before and after using this research based learning. Keywords: model, research based learning, syntax Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui efektivitas model pembelajaran berbasis riset saat diterapkan pada mata kuliah Sintaksis. Data penelitian pendahuluan diperoleh melalui wawancara. Temuan pada tahap ini diantaranya (1) capaian pembelajaran mata kuliah sintaksis belum mencapai target karena kegiatan pembelajaran masih bersifat teoretis yang berpusat pada dosen; (2) metode diskusi kelompok yang diterapkan belum bisa mengakomodasi pembagian tugas pada anggota kelompok sehingga kegiatan diskusi berpusat pada sebagian kecil mahasiswa saja. Berdasarkan permasalahan tersebut, diujicobakanlah model pembelajaran berbasis riset pada mahasiswa semester tiga. Hasil uji statistik menunjukkan nilai mean prates dan pascates 21.000 dengan standar deviasi 4.381 dan sig (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai signifikan baik sebelum maupun sesudah penggunaan model pembelajaran berbasis riset. Kata kunci: model, pembelajaran, riset, sintaksis
Analisis Morfologi Bahasa Indonesia Dalam Kumpulan Puisi Karya Sutardzi Calzoum Bachri Deden Sutrisna; Dewi Robiatul Adawiyah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur pembangun puisi dalam kumpulan puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri meliputi unsur bunyi, kata, larik atau baris, bait dan tipografi, mendeskripsikan proses morfologi yang terdapat pada puisi-puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri, dan mengklasifikasi kata yang terdapat pada puisi-puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri serta penempatannya. Subjek penelitian ini adalah puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri berjudul Ah, Dapatkau, Colonnes Sans Fin, Pot, Herman, O, Solitude, Kakekkakek & Bocahbocah, Denyut, dan Tik yang terdapat dalam buku O Amuk Kapak. Objek penelitian ini adalah kata-kata yang tidak sesuai dengan kaidah morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, karena prosedur penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari objek yang diamati. Cara kerja penelitian kualitatif menekankan pada aspek pendalaman data demi mendapatkan kualitas dari hasil penelitian. Untuk menemukan dan mengklasifikasikan penyimpangan morfologi digunakan teknik baca dan catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument). Hasil penelitian analisis morfologi dalam puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri terdapat 4 penyimpangan yaitu: 1) penggabungan dua kata atau lebih, 2) penghilangan imbuhan, 3) pemutusan kata, dan 4) pembentukan jenis kata.