Claim Missing Document
Check
Articles

USULAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE AUTOMATED LAYOUT DESIGN PROGRAM (ALDEP) DI CV. KAWANI TEKNO NUSANTARA Andryzio, Andryzio; Mustofa, Fifi Herni; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.057 KB)

Abstract

CV. Kawani Tekno Nusantara merupakan salah satu industri yang bergerak dibidang pemesinan dan memproduksi barang-barang manufaktur. Selama ini CV. Kawani belum menggunakan konsep tata letak fasilitas yang baik. Masih terdapat jarak yang jauh antar mesin yang memiliki keterkaitan kerja akan menyebabkan bertambahnya jarak pemindahan sehingga ongkos material handling akan ikut membesar. Oleh karena itu diperlukan evaluasi mengenai tata letak fasilitas untuk membantu perusahaan dalam kelancaran kegiatan pada lantai produksi. Evaluasi dilakukan dengan  menghitung ongkos material handling dari existing layout dan usulan dengan metode yang digunakan untuk merancang ulang tata letak fasilitas adalah algoritma Automated Layout Design Program (ALDEP) dengan kriteria minimasi ongkos material handling. Kata Kunci: Tata Letak Fasilitas, ALDEP, Ongkos Material Handling   ABSTRACT CV. Kawani Tekno Nusantara is manufacturing company which produced machining and manufacturing product. Until this period CV. Kawani has not take into the good concept of make of layout system. there is still a great distance between the machines are interconnected and will lead to increased displacement distance so that the material handling costs will increased also. Therefore, company need evaluation of the plant layout to reach good operation of the production. The evaluation is calculating the material handling costs of existing and proposed layout using the algorithm Automated Layout Design Program (ALDEP) with minimization material handling costs criteria. Keywords: Facility Layout, ALDEP, Material Handling Cost
RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SANDAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE SINGLE ITEM SINGLE SUPPLIER DAN MULTI ITEM SINGLE SUPPLIER (STUDI KASUS DI PT CAT STYLE) Rusli, Eflin Oktavia; Prassetiyo, Hendro; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.993 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas sistem pengendalian persediaan bahan baku sandal dengan metode Single Item Single Supplier dan Multi Item Single Supplier. Metode Single Item Single Supplier digunakan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku, frekuensi pemesanan, interval pemesanan, dan total biaya persediaan untuk satu bahan baku dari satu supplier. Metode Multi Item Single Supplier digunakan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku, frekuensi pemesanan, interval pemesanan dan total biaya persediaan untuk beberapa bahan baku dari satu supplier. Kedua metode ini digunakan untuk meminimumkan total biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat menurunkan total biaya persediaan sebesar 0,003% hingga 0,96% dibandingkan dengan total biaya persediaan sebelumnya. Kata kunci: Persediaan, Single Item Single Supplier, Multi Item Single Supplier   ABSTRACT This research is examining about inventory controlling system for sandal raw material with Single Item Single Supplier and Multiple Items Single Supplier methods. Single Item Single Supplier method is being used to get the data about raw material order, order frequencies, order interval, and inventory total cost for one raw material from one supplier. Multiple Item Single Supplier method is being used to get the data about raw material order, order frequencies, order interval, and inventory total cost for some raw materials from one supplier. Both of this methods could be used to minimize the inventory total cost that the company usually spends. This research shows that the company can decrease the inventory total cost from 0,003% to 0,96% compared to the inventory total cost before. Keywords: Inventory, Single Item Single Supplier, Multi Item Single Supplier
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELANGGAN SPEEDY DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DI PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK. PLASA BANDUNG Madya, Malki Ahmad; Fitria, Lisye; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.144 KB)

Abstract

Pelanggan speedy menurun sebanyak 2.227 pada Bulan Agustus 2014 sampai Bulan Januari 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan speedy dari segi pelayanan maupun teknis dengan menggunakan service  quality. Hasil penelitian menunjukan terdapat keluhan pelanggan speedy berasal dari atribut pelayanan speedy. Atribut yang masih dirasakan kurang adalah kecepatan akses internet stabil dan tidak mudah putus, kecepatan internet sesuai yang dijanjikan, kecepatan dan ketepatan dalam menangani pengaduan gangguan pelanggan, keragaman paket internet speedy. Usulan peningkatan diberikan kepada manajemen dan pelayanan speedy. Kata kunci: Pelanggan Speedy, Kualitas Pelayanan, Service Quality.   ABSTRACT Speedy customers decreased by 2,227 in August 2014 through January 2015 Month. This study aims to measure the quality of service speedy service and technical terms by using the service quality. The results showed there were speedy customer complaints come from speedy service attributes. Attributes which is still less is speed internet access is stable and not easily broken, speed internet as promised, speed and accuracy in handling customer complaints disturbance, diversity speedy internet package. Proposed increase given to the management and speedy service. Keywords: Speedy Customer, Quality Service, Service Quality.
MODEL SIMULASI UNTUK PERGERAKAN MANUSIA DI RUANG DUA DIMENSIKONTINU DENGAN PEMODELAN BERBASIS AGEN DAN BERORIENTASI OBJEK Sumantri, Cyndi Odilia; Nugraha, Cahyadi; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.634 KB)

Abstract

Antrean merupakan hal yang sering terjadi pada suatu fasilitas dalam sistem. Ketidaksesuain perancangan fasilitas seperti dimensi area, desain pintu, dapat mempengaruhi performansi antrean.Antrean dapat terjadi akibat adanya fasilitas yang berhubungan langsung dengan pergerakan manusia.Kompleksitas dari sebuah sistem yang melibatkan pergerakan manusia mengisyaratkan dibutuhkannya model simulasi. Model Simulasi yang digunakan adalah dengan berbasis agen dan berorientasi objek. Berbasis agen digunakan karena terdapat agen dalam sistem dan aktivitasnya mempengaruhi sistem. Berorientasi objek digunakan agar simulasi ini memiliki sistematika program yang lebih baik. Makalah ini mempresentasikan suatu alat simulasi untuk mewujudkan model simulasi mengenai pergerakan manusia di ruang dua dimensi kontinu.   Kata kunci: model simulasi, pergerakan manusia, berbasis agen, berorientasi objek. ABSTRACT The queue is a common thing at a facility in the system.Incompatibility of designing facilities such as dimension of area, door design, can effect to performance of the queue. The queue can happened because of facility which interact with humans movement.The complexity of the problems in modelling humans movement need fora simulation models. Simulation models that used is the agent-based and object-oriented modelling. Agent-based is used because there are agents in the system and its activities affect the system. Object-oriented simulation is used in order to make this simulation tool has a better systematic program. This paper presents a simulation tool to create a simulation model of the humans movement in a continuous two-dimensional space. Keywords: simulation model, humans movement, agent-based modeling, object-oriented.
ANALISIS KELAYAKAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI KOTA X Afandi, Irfan; Fitria, Lisye; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.159 KB)

Abstract

Kota x memiliki zona hijau yang sangat luas. Sehingga biaya retribusi sampah organik yang dihasilkan dari landscape menjadi meningkat, Selain meningkatnya biaya retribusi biaya pembelian pupuk juga meningkat karena luasnya lahan hijau. Untuk mengurangi biaya retribusi dan biaya pembelian pupuk maka dipilihlah pengolahan sampah dengan menggunakan pengkomposan, karena diperkirakan akan memberikan benefit yang besar apabila pengolahan sampah ini didirikan. Untuk  membuktikan pendirian pengelolaan sampah organik lebih baik dibandingkan dengan membayar retribusi maka digunakan metode analisis kelayakan dengan mengunakan lima aspek, aspek yang digunakan adalah aspek pasar, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek MSDM, dan aspek finansial. Berdasarkan hasil perhitungan dari kelima aspek tersebut didapat bahwa analisis kelayakan pendirian pengelolaan sampah organik di Kota x dinyatakan layak.   Kata kunci: Meningkatnya Biaya Retribusi dan Pembelian Pupuk, Pengelolaan Sampah Organik City x have a green zone that is really broad. So the cost of organic waste levy fees that produce from a landscape will increase. In addition to the rising cost of levy fees also increased the cost of purchasing fertilizer, so the chosen processing waste is using composting. Because it is expected to provide great benefit if this waste is established. To prove the establishment of organic waste management is better than paying levy fees, so the feasibility analysis method using the five aspects, aspects that are used are market aspects, technical aspects, legal aspect and environmental aspects, Human Resource Management aspects, and financial aspects. Based on the calculation of the five aspects that analysis of the feasibility of establishing obtained organic waste management in the City x declared eligible.   Keywords: Increased Cost Levy and Purchasing Fertilizers, Organic Waste Management
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENYEWAAN SOUND SYSTEM DI KOTA BANDUNG Prayudi, Ferdian; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.805 KB)

Abstract

Kota Bandung memiliki peluang usaha penyewaan sound system yang cukup besar. Untuk melihat peluang usaha penyewaan sound system perlu dilakukan analisis kelayakan usaha. Analisis kelayakan usaha ditinjau dari aspek pasar, teknis, manajemen sumber daya manusia, legal, dan finansial. Usaha penyewaan sound system dinyatakan layak berdasarkan 5 aspek. Berdasarkan analisis aspek finansial didapatkan nilai payback period selama 3 tahun 9 bulan, nilai NPV sebesar Rp. 1.968.068.308 dan nilai IRR sebesar 28,88% lebih besar dari MARR sebesar 12,88% untuk kapasitas layanan pesta sebanyak 4 acara dan ramai 12 acara. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas usaha penyewaan sound system masih layak jika tidak terjadi penurunan jumlah permintaan dan harga sewa lebih dari 17,16%, dan kenaikan investasi lebih dari 28,1%. Kata Kunci: Sound System, Analisis kelayakan, Investasi Abstract Bandung has great opportunities is sound system rental business. Feasibility analysis is needed to be done to know the opportunities of this rental business. Analysis of the feasibility is reviewed from the aspects of the market, technical, human resources management, legal, and financial. Sound system rental businessis declared eligible based on five aspects. According to the analysis of the financial aspect, this business obtains payback period for 3 years and 9 months, its NPV (Nett Percent Value) is Rp. 1.968.068.308 and its IRR (Internal Rate of Return) (28,88%) which is more than MARR (12,88%) for party service capacity of 4 events and a bustling 12 events. Based on the result of the sensitivity analysis of sound system rental business is still feasible if the demand of sound system decrease and the rents is more than 17,16% and the investment increase more than 28,1%.   Keywords: Sound System, Feasibility Analysis, Investment
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK SEPATU MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI CV CANERA MULYA LESTARI CIBADUYUT Malik, Reza Maulana; Harsono, Ambar; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.22 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi jumlah cacat yang terjadi di perusahaan sepatu CV. Canera Mulya Lestari. Metode Six Sigma dipakai untuk mencari solusi dan memperbaiki kualitas proses produk agar  jumlah  produk yang cacat  dapat dikurangi. Berdasarkan perhitungan terhadap data produk cacat, diketahui bahwa  cacat lem terlihat pada bagian sepatu dan penyemprotan tidak rapih  merupakan jenis cacat dengan  jumlah tertinggi. Process Decision Program Chart (PDPC) digunakan sebagai alat analisa untuk melakukan identifikasi penyebab cacat dan usulan perbaikan. Berdasarkan analisa, ada 9 tindakan perbaikan yang diusulkan, namun hanya 3 usulan yang dapat diterapkan perusahaan. Setelah dilakukan implementasi, diperoleh kenaikan nilai sigma menjadi 3,474 σ, dari sebelum implementasi sebesar 3,227 σ. Kata kunci: Perbaikan Kualitas, SIX SIGMA, DMAIC , PDPC   ABSTRACT This study aims to reduce the number of defects that occur in the shoe company CV. Canera Mulya Lestari. Six Sigma method is used to find solutions and improve the quality of the product so that the number of defective products can be reduced. Based on the calculation of the defective product data, it is known that the glue visible defects on the part of the shoe and spraying is not neat is a type of defect with the highest number. Process Decision Program Chart (PDPC) is used as an analytical tool for identifying the causes of disability and the proposed improvements. Based on the analysis, there are 9 of the proposed corrective actions, but only three proposals that can be applied to the company. The value of sigma before implementation is 3.227 σ and after implementation is 3.474 σ. Keywords: Quality Improvement, SIX SIGMA, DMAIC, PDPC
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PABRIK ROTI BARITON Anugrah, Ninda Restu; Fitria, Lisye; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.022 KB)

Abstract

Kegagalan produksi di perusahaan diakibatkan oleh faktor manusia, mesin, dan lingkungan. Beberapa kegagalan produksi disebabkan oleh cacat produk yaitu cacat bantat, cacat gosong, cacat bentuk, dan cacat ketebalan. Kegagalan yang terjadi dapat mengakibatkan penurunan kualitas produk roti Bariton. Metode pengendalian kualitas yang dapat digunakan untuk mengetahui permasalahan peningkatan kualitas adalah Fault Tree Analysis (FTA)  dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode tersebut dapat membantu untuk mengidentifikasi dan mendeteksi bentuk kegagalan yang dapat menyebabkan produk menjadi cacat. Hasil dari metode FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN). Nilai RPN yang didapat akan menjadi acuan prioritas pengambilan tindakan perbaikan. Hasil dari usulan perbaikan untuk penyebab kegagalan tertinggi, didapatkan nilai RPN baru adalah 42, 36, 54, 72, 30, 14, 18, 24, dan 24. Kata kunci: cacat, FTA, FMEA   ABSTRACT Production failure at the company caused by human factors, machine, and environment. Some failures are caused by defective production of the product that is defective sodden, charred defects, deformed shape, and thickness defects. Failures can result in loss of quality bakery products Bariton. Quality control methods can be used to determine the quality improvement issues are Fault Tree Analysis (FTA) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). This method could identify and detect potential failure mode that cause product defect. Results of method FMEA generate value Risk Priority Number (RPN). RPN value obtained will be the reference priority of taking remedial action. Results of the proposed improvement to the highest causes of failure, the new RPN values obtained are 42, 36, 54, 72, 30, 14, 18, 24, and 24. Keywords: Defect, FTA, FMEA
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PASS 17 EVENT ORGANIZER BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY Taryana, Farisa Azhari; Yuniar, Yuniar; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.293 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di jasa event organizer PASS 17 Bandung untuk meningkatkan kualtas jasa dengan menggunakan Service quality (SERVQUAL). Data yang digunakan didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner yang terdiri dari 20 atribut kualitas pelayanan yang diturunkan berdasarkan 5 dimensi pokok kualitas jasa (Zeithaml, et al, 1990). Hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat 7 atribut pelayanan jasa bernilai negatif pada Gap 5, artinya terdapat kesenjangan antara persepsi konsumen dengan ekspektasi konsumen. Terdapat 3 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 1 yang menunjukkan manajemen belum memahami beberapa atribut yang menjadi keinginan dari konsumen. Dari 4 atribut yang bernilai positif pada Gap 1,  terdapat masing-masing 2 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 2 dan Gap 3, yang merupakan penyebab terjadinya Gap 5 bernilai negatif. Selain itu, dari 3 atribut yang telah dijanjikan dan dikomunikasikan secara eksternal oleh perusahaan, semuanya bernilai negatif pada perhitungan Gap 4. Kata kunci: perusahaan event organizer, kualitas pelayanan, SERVQUAL, gap   ABSTRACT This research was being done in an event organizer company “PASS 17” Bandung to increase the quality of the service using a method “service quality” (SERVQUAL). The data used in this research are based from the results of the questionnaire consisting of 20 service quality attributes which were decreased based on 5 service quality fundamental dimension (Zeithaml, et al, 1990). The calculated result shows that there are 7 service quality attributes with negative values on Gap 5, which mean that there are gaps between the consumer perceptions with consumer expectations. There are 3 negative valued attributes on Gap 1 showing that the management not yet truly understand some attributes consumer needs. From 4 attributes, there are 2 attributes with negative values on Gap 2 and 3, which caused the negative value on Gap 5. Beside, from 3 attributes that have been promised and communicated externally by the company, all have negative values on Gap 4 based on calculation. Keywords: event organizer Company, Service Quality, SERVQUAL, Gap
RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK BAJU DAN CELANA MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN Q PROBABILISTIK DENGAN KENDALA LUAS GUDANG Wibisono, Ari Bagus; Prassetiyo, Hendro; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.108 KB)

Abstract

PT. Cipta Gemilang Sentosa adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang garmen, yang memproduksi baju dan celana yang dikhususkan untuk olah raga. Perusahaan memesan bahan baku kepada beberapa supplier berdasarkan intuisi berdasarkan data masa lalu. Kadang-kadang jumlah bahan baku melebihi  kapasitas gudang, sehingga kelebihan bahan baku disimpan di area kantor dan produksi. Model persediaan yang diusulkan dalam permasalahan ini adalah Model persediaan Q dengan kendala luas gudang. Model Q dengan kendala luas gudang lebih baik dari sistem perusahaan saat ini karena tidak ada bahan baku yang melebihi kapasitas gudang ataupun kekurangan persediaan dan total ongkos persediaannya lebih murah, sehingga terjadi penurunan total biaya persediaan. Kata Kunci: persediaan bahan baku, kendala luas gudang, Model Q ABSTRACT PT Cipta Gemilang Sentosa is a company engaged in garment, which manufactures shirts and pants that are devoted to sports. The company ordering raw materials to some of the supplier based on the intuition is still in the company's estimates. Sometimes the number of raw materials beyond capacity warehouse, so excess raw material deposited in area the office and production. The inventory model used in this research is a Q Model supplies by constraint broad warehouse. Q Model supplies by constraint broad warehouse better than enterprise systems nowadays because there are no raw materials that exceed the capacity of the warehouse or a shortage of supplies and the total fare of the build-up is cheaper, so decline in total inventory cost. Keywords: inventory of raw materials, constraint broad warehouse, Q Model