Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERMISIFITAS DAN KELANGSUNGAN HIDUP (SURVIVAL) WANITA TUNA SUSILA (WTS) DI DUSUN PETAMANAN DESA BANYUPUTIH Sigit Prasetyo
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 2 No 1 (2017): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.126 KB) | DOI: 10.55686/ristek.v2i1.26

Abstract

Prostitusi adalah masalah sosial klasik pada suatu negara. Prostitusi di suatu tempatseringkali dibenci oleh masyarakat, apalagi jika prostitusi berada di tengah masyarakat. Haltersebut akan menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat (permisifitas) sehingga akanmemperngaruhi kelangsungan hidup (survival) dari WTS yang ada di tengah masyarakattersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadapkeberadaan WTS dan bagaimana pengaruh tanggapan masyarakat terhadap kelangsunganaktivitas WTS di Dusun Petamanan.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakandi Lokalisasi Petamanan yang berada di kawasan Pangkalan Truk Banyuputih. Metode yangdigunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa tanggapan masyarakat Dusun Petamanan lebihbersikap netral, acuh tak acuh, dan cenderung membiarkan (permisif) terkait keberadaanlokalisasi dan WTS tersebut. Terkait kelangsungan hidup dari WTS yang berada di lokalisasidan berdekatan dengan warga, sikap warga yang cenderung membiarkan (permisif) adanyalokalisasi dan WTS mengakibatkan WTS di lokalisasi sampai saat ini dapat melangsungkanhidupnya dengan baik tanpa ada penolakan yang cukup berarti (belum sampai tahaptindakan).Saran, perlu edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak prostitusi danproses penularan/penyebaran HIV/AIDS. Bagi WTS, perlu diberikan pelatihan keterampilanagar kembali hidup normal di masyarakat.
LATAR BELAKANG DAN KARAKTERISTIK PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI KABUPATEN BATANG Sigit Prasetyo; Renita Heni Supyana; Sumarni
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 1 No 1 (2016): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v1i1.8

Abstract

Pekerjaan adalah pintu gerbang untuk mendapatkan uang. Pekerjaan yang layak akanmemberikan kesejahteraan bagi manusia. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat dansempitnya lapangan pekerjaan kini menjadi masalah, sehingga timbul beberapa pilihan yangtidak layak seperti menjadi PSK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dankarakteristik PSK di Kabupaten Batang serta tanggapan masyarakat terhadap keberadaanPSK.Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan diLokalisasi Petamanan dan Penundan. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara,dan dokumentasi.Hasil penelitian diperoleh bahwa alasan atau faktor penyebab wanita menjadi PSK diKabupaten Batang mayoritas adalah faktor ekonomi, walaupun ada faktor lain seperti frustrasiditinggal suami, masalah keluarga, ditipu oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab, danhura-hura. Rata-rata usia PSK berkisar 27-36 tahun atau sebanyak 56,98%. Pendidikannyasebagian besar tamatan SD/sederajat dan SMP/sederajat. Warga asli Kabupaten Batang yangmenjadi PSK sebanyak 31 orang dari jumlah keseluruhan yaitu 87 orang, sedangkan 56 orangberasal dari luar Kabupaten Batang, atau 64,37% adalah pendatang, sedangkan 35,63% adalahwarga Kabupaten Batang. Tanggapan masyarakat Desa Banyuputih dan Desa Penundan lebihbersikap netral, acuh tak acuh, dan cenderung membiarkan (permisif), yang terpenting adalahmengikuti aturan yang diberikan oleh desa.Saran, penggalakan pendidikan, menciptakan bermacam kesibukan, perluasan lapangankerja, dan pendidikan seks. Selain itu juga dengan sosialisasi HIV/AIDS,penyempitan/penyatuan lokalisasi di Kabupaten Batang, pengadaan panti rehabilitasi diKabupaten Batang, penerimaan eks-PSK, dan pembersihan warung remang-remang.
LATAR BELAKANG DAN KARAKTERISTIK PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI KABUPATEN BATANG Sigit Prasetyo; Renita Heni Supyana; Sumarni
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 1 No 1 (2016): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.013 KB) | DOI: 10.55686/ristek.v1i1.8

Abstract

Pekerjaan adalah pintu gerbang untuk mendapatkan uang. Pekerjaan yang layak akanmemberikan kesejahteraan bagi manusia. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat dansempitnya lapangan pekerjaan kini menjadi masalah, sehingga timbul beberapa pilihan yangtidak layak seperti menjadi PSK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dankarakteristik PSK di Kabupaten Batang serta tanggapan masyarakat terhadap keberadaanPSK.Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan diLokalisasi Petamanan dan Penundan. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara,dan dokumentasi.Hasil penelitian diperoleh bahwa alasan atau faktor penyebab wanita menjadi PSK diKabupaten Batang mayoritas adalah faktor ekonomi, walaupun ada faktor lain seperti frustrasiditinggal suami, masalah keluarga, ditipu oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab, danhura-hura. Rata-rata usia PSK berkisar 27-36 tahun atau sebanyak 56,98%. Pendidikannyasebagian besar tamatan SD/sederajat dan SMP/sederajat. Warga asli Kabupaten Batang yangmenjadi PSK sebanyak 31 orang dari jumlah keseluruhan yaitu 87 orang, sedangkan 56 orangberasal dari luar Kabupaten Batang, atau 64,37% adalah pendatang, sedangkan 35,63% adalahwarga Kabupaten Batang. Tanggapan masyarakat Desa Banyuputih dan Desa Penundan lebihbersikap netral, acuh tak acuh, dan cenderung membiarkan (permisif), yang terpenting adalahmengikuti aturan yang diberikan oleh desa.Saran, penggalakan pendidikan, menciptakan bermacam kesibukan, perluasan lapangankerja, dan pendidikan seks. Selain itu juga dengan sosialisasi HIV/AIDS,penyempitan/penyatuan lokalisasi di Kabupaten Batang, pengadaan panti rehabilitasi diKabupaten Batang, penerimaan eks-PSK, dan pembersihan warung remang-remang.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB LULUSAN SMP TIDAK MELANJUTKAN KE JENJANG SMA/ SEDERAJAT DI DESA KUMESU KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG TAHUN 2015 Riyatmoko Aji; Moch. Arifien; Sigit Prasetyo
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 3 No 1 (2018): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.761 KB) | DOI: 10.55686/ristek.v3i1.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan faktor-faktor penyebab lulusan SMP tidakmelanjutkan ke jenjang SMA/sederajat di Desa Kumesu, Reban, Kabupaten Batang.Populasi penelitian ini adalah seluruh anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjangSMA/sederajat tahun 2015. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah27 responden. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisisdeskriptif persentase.Hasil penelitian: (1) kondisi sosial mayoritas tingkat pendidikan ayah sebesar 92% dan ibusebesar 78% sampai tingkat sekolah dasar, rata-rata pendapatan bersih orang tuaRp.646.000/Bulan tidak menjadi faktor penyebab anak tidak melanjutkan sekolah. (2)aksesbilitas tidak menjadi faktor penyebab anak tidak melanjutkan sekolah, mayoritasresponden sebesar 85% dapat menggunakan minibus, secara keseluruhan fasilitas jalanberaspal dan mayoritas jarak tempuh dari rumah ke sekolah <7km sebesar 100%. (3) motivasiinternal dan eksternal anak sebagai faktor penyebab anak tidak melanjutkan sekolah, sebesar67% termasuk dalam kriteria rendah, sebesar 78% memiliki motivasi eksternal yang termasukdalam kriteria sedang.Orang tua hendaknya selalu memberi motivasi dan bimbingan kepada anak untukbersekolah. Pemerintah melalui dinas terkait hendaknya melakukan sosialisasi tentangpentingya pendidikan demi meningkatkan kecerdasan dan taraf hidup masyarakat DesaKumesu Kecamatan Reban Kabupaten Batang. Anak lulusan SMP yang tidak melanjutkanpendidikan ke jenjang sekolah menengah dapat mengikuti ketrampilan khusus sebagai dasaruntuk berwira usaha.
PERMISIFITAS DAN KELANGSUNGAN HIDUP (SURVIVAL) WANITA TUNA SUSILA (WTS) DI DUSUN PETAMANAN DESA BANYUPUTIH Sigit Prasetyo
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 2 No 1 (2017): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v2i1.26

Abstract

Prostitusi adalah masalah sosial klasik pada suatu negara. Prostitusi di suatu tempatseringkali dibenci oleh masyarakat, apalagi jika prostitusi berada di tengah masyarakat. Haltersebut akan menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat (permisifitas) sehingga akanmemperngaruhi kelangsungan hidup (survival) dari WTS yang ada di tengah masyarakattersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadapkeberadaan WTS dan bagaimana pengaruh tanggapan masyarakat terhadap kelangsunganaktivitas WTS di Dusun Petamanan.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakandi Lokalisasi Petamanan yang berada di kawasan Pangkalan Truk Banyuputih. Metode yangdigunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa tanggapan masyarakat Dusun Petamanan lebihbersikap netral, acuh tak acuh, dan cenderung membiarkan (permisif) terkait keberadaanlokalisasi dan WTS tersebut. Terkait kelangsungan hidup dari WTS yang berada di lokalisasidan berdekatan dengan warga, sikap warga yang cenderung membiarkan (permisif) adanyalokalisasi dan WTS mengakibatkan WTS di lokalisasi sampai saat ini dapat melangsungkanhidupnya dengan baik tanpa ada penolakan yang cukup berarti (belum sampai tahaptindakan).Saran, perlu edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak prostitusi danproses penularan/penyebaran HIV/AIDS. Bagi WTS, perlu diberikan pelatihan keterampilanagar kembali hidup normal di masyarakat.
PERAN LOKALISASI DALAM MEMINIMALISIR PENULARAN HIV/AIDS DI KABUPATEN BATANG Renita Heni Supyana; Sigit Prasetyo
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 1 No 2 (2017): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v1i2.16

Abstract

Idealnya lokalisasi menyediakan pelayanan kesehatan bagi warganya. Seiringperkembangannya, lokalisasi terkadang datang tidak sebagai solusi, hanya sebagai tempatdimana pelakunya seperti dilegalkan. Akibatnya, kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDSakan membawanya pada tertular HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranlokalisasi dan mengetahui langkah pemerintah dalam menanggulangi penularan HIV/AIDS.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di 7lokalisasi. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian diperoleh bahwa peran lokalisasi di antaranya petugas kesehatan lebihmudah untuk memberikan pelayanan kesehatan, mempermudah pendampingan ODHA, danmeminimalisir penularan HIV/AIDS dalam artian kasus HIV terdeteksi dini agar tidak sampaipada tahap AIDS. Langkah pemerintah daerah dalam menanggulangi penularan HIV/AIDSdengan cara pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, di antaranya cek kesehatan IMSdan HIV/AIDS, edukasi dan sosialisasi, penjangkauan dan pendampingan pada populasikunci, pemberian obat gratis, rehabilitasi, dan pendampingan ODHA.Saran, langkah pentahapan dengan mempersempit ruang gerak mulai dari pembersihanwarung remang-remang yang terindikasi untuk prostitusi, penyatuan/penyempitan lokalisasi,pemberdayaan ekonomi bagi WTS dan warga sekitar lokalisasi, serta deportasi bagi pendudukyang berasal dari luar daerah Kabupaten Batang.
PERAN LOKALISASI DALAM MEMINIMALISIR PENULARAN HIV/AIDS DI KABUPATEN BATANG Renita Heni Supyana; Sigit Prasetyo
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 1 No 2 (2017): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.638 KB) | DOI: 10.55686/ristek.v1i2.16

Abstract

Idealnya lokalisasi menyediakan pelayanan kesehatan bagi warganya. Seiringperkembangannya, lokalisasi terkadang datang tidak sebagai solusi, hanya sebagai tempatdimana pelakunya seperti dilegalkan. Akibatnya, kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDSakan membawanya pada tertular HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranlokalisasi dan mengetahui langkah pemerintah dalam menanggulangi penularan HIV/AIDS.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di 7lokalisasi. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian diperoleh bahwa peran lokalisasi di antaranya petugas kesehatan lebihmudah untuk memberikan pelayanan kesehatan, mempermudah pendampingan ODHA, danmeminimalisir penularan HIV/AIDS dalam artian kasus HIV terdeteksi dini agar tidak sampaipada tahap AIDS. Langkah pemerintah daerah dalam menanggulangi penularan HIV/AIDSdengan cara pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, di antaranya cek kesehatan IMSdan HIV/AIDS, edukasi dan sosialisasi, penjangkauan dan pendampingan pada populasikunci, pemberian obat gratis, rehabilitasi, dan pendampingan ODHA.Saran, langkah pentahapan dengan mempersempit ruang gerak mulai dari pembersihanwarung remang-remang yang terindikasi untuk prostitusi, penyatuan/penyempitan lokalisasi,pemberdayaan ekonomi bagi WTS dan warga sekitar lokalisasi, serta deportasi bagi pendudukyang berasal dari luar daerah Kabupaten Batang.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB LULUSAN SMP TIDAK MELANJUTKAN KE JENJANG SMA/ SEDERAJAT DI DESA KUMESU KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG TAHUN 2015 Riyatmoko Aji; Moch. Arifien; Sigit Prasetyo
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 3 No 1 (2018): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v3i1.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan faktor-faktor penyebab lulusan SMP tidakmelanjutkan ke jenjang SMA/sederajat di Desa Kumesu, Reban, Kabupaten Batang.Populasi penelitian ini adalah seluruh anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjangSMA/sederajat tahun 2015. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah27 responden. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisisdeskriptif persentase.Hasil penelitian: (1) kondisi sosial mayoritas tingkat pendidikan ayah sebesar 92% dan ibusebesar 78% sampai tingkat sekolah dasar, rata-rata pendapatan bersih orang tuaRp.646.000/Bulan tidak menjadi faktor penyebab anak tidak melanjutkan sekolah. (2)aksesbilitas tidak menjadi faktor penyebab anak tidak melanjutkan sekolah, mayoritasresponden sebesar 85% dapat menggunakan minibus, secara keseluruhan fasilitas jalanberaspal dan mayoritas jarak tempuh dari rumah ke sekolah <7km sebesar 100%. (3) motivasiinternal dan eksternal anak sebagai faktor penyebab anak tidak melanjutkan sekolah, sebesar67% termasuk dalam kriteria rendah, sebesar 78% memiliki motivasi eksternal yang termasukdalam kriteria sedang.Orang tua hendaknya selalu memberi motivasi dan bimbingan kepada anak untukbersekolah. Pemerintah melalui dinas terkait hendaknya melakukan sosialisasi tentangpentingya pendidikan demi meningkatkan kecerdasan dan taraf hidup masyarakat DesaKumesu Kecamatan Reban Kabupaten Batang. Anak lulusan SMP yang tidak melanjutkanpendidikan ke jenjang sekolah menengah dapat mengikuti ketrampilan khusus sebagai dasaruntuk berwira usaha.