Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MARZIPANO TOOL UNTUK MEMBANGUN VIRTUAL TOUR DESTINASI WISATA DI KABUPATEN BATANG (STUDY KASUS: BANDAR ECOPARK) Eko Budi Susanto; Mohammad Reza Maulana; Sattriedi Wahyu Binabar
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 4 No 2 (2020): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v4i2.78

Abstract

Kabupaten Batang memiliki potensi wisata alam yang bagus jika dikembangkanatau dikelola dengan baik, namun dalam pengelolaannya masih memiliki beberapakendala, salah satu diantaranya adalah media untuk mengenalkan obyek wisata kepadamasyarakat. Pada penelitiannya sebelumnya telah dikembangkan media pengenalan obyekwisata di Kabupaten Batang berupa aplikasi virtual tour dengan menggunakan perangkatlunak Easypano Tourwever. Easypano Tourwever merupakan perangkat lunak panornama360 yang berlisensi atau berbayar, sehingga dalam penerapannya membutuhkan biaya yangcukup banyak. Tentunya hal ini akan menjadikan beban biaya bagi pengelolanya. Padapenelitian ini akan dikembangkan media alternatif berupa virtual tour untuk melakukanpromosi pariwisata dengan menggunakan marzipano tool yang bebas lisensi. Hasil daripengujian yang telah dilakukan yaitu: aplikasi dapat menghubungkan link atau navigasi,dapat menampilkan titik atau spot obyek yang dipilih. Selain itu, aplikasi dapat berjalan disemua platform, tampilan bersifat responsif dapat diakses melalui smartphone
PENGUJIAN BETA PADA APLIKASI VIRTUAL TOUR DESTINASI WISATA DI KABUPATEN BATANG (STUDY KASUS: BANDAR ECOPARK) Eko Budi Susanto; Mohammad Reza Maulana; Sattriedi Wahyu Binabar
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 5 No 1 (2020): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v5i1.91

Abstract

Tahap pengujian merupakan tahapan untuk memastikan aplikasi yang telah dibanguntelah sesuai dengan kebutuhan pengguna yang diharapkan. Pada penelitian sebelumnya telahdihasilkan aplikasi virtual tour destinasi wisata Bandar Ecopark Kabupaten Batang. Pengujianpada aplikasi tersebut masih menerapkan pengujian Alpha. Pengujian Alpha merupakanpengujian yang dilakukan oleh pengembang aplikasi, dengan tujuan untuk memastikan aplikasitidak terdapat kesalahan dari sisi program. Dengan demikian diperlukan pengujian dari sisipengguna, untuk melakukan pengujian dari sisi pengguna maka pada penelitian ini akanditerapkan pengujian closed beta pada aplikasi virtual tour tersebut. Pengujian beta dilakukanuntuk memastikan bahwa aplikasi telah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dari hasilpengujian closed beta yang telah dilakukan didapatkan bahwa sebanyak 76,67% responden ataupengguna menyatakan setuju. Hal ini berarti aplikasi telah sesuai dengan kebutuhan penggunadari sisi pengujian closed beta.
MARZIPANO TOOL UNTUK MEMBANGUN VIRTUAL TOUR DESTINASI WISATA DI KABUPATEN BATANG (STUDY KASUS: BANDAR ECOPARK) Eko Budi Susanto; Mohammad Reza Maulana; Sattriedi Wahyu Binabar
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 4 No 2 (2020): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.623 KB) | DOI: 10.55686/ristek.v4i2.78

Abstract

Kabupaten Batang memiliki potensi wisata alam yang bagus jika dikembangkanatau dikelola dengan baik, namun dalam pengelolaannya masih memiliki beberapakendala, salah satu diantaranya adalah media untuk mengenalkan obyek wisata kepadamasyarakat. Pada penelitiannya sebelumnya telah dikembangkan media pengenalan obyekwisata di Kabupaten Batang berupa aplikasi virtual tour dengan menggunakan perangkatlunak Easypano Tourwever. Easypano Tourwever merupakan perangkat lunak panornama360 yang berlisensi atau berbayar, sehingga dalam penerapannya membutuhkan biaya yangcukup banyak. Tentunya hal ini akan menjadikan beban biaya bagi pengelolanya. Padapenelitian ini akan dikembangkan media alternatif berupa virtual tour untuk melakukanpromosi pariwisata dengan menggunakan marzipano tool yang bebas lisensi. Hasil daripengujian yang telah dilakukan yaitu: aplikasi dapat menghubungkan link atau navigasi,dapat menampilkan titik atau spot obyek yang dipilih. Selain itu, aplikasi dapat berjalan disemua platform, tampilan bersifat responsif dapat diakses melalui smartphone
PENGUJIAN BETA PADA APLIKASI VIRTUAL TOUR DESTINASI WISATA DI KABUPATEN BATANG (STUDY KASUS: BANDAR ECOPARK) Eko Budi Susanto; Mohammad Reza Maulana; Sattriedi Wahyu Binabar
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 5 No 1 (2020): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.431 KB) | DOI: 10.55686/ristek.v5i1.91

Abstract

Tahap pengujian merupakan tahapan untuk memastikan aplikasi yang telah dibanguntelah sesuai dengan kebutuhan pengguna yang diharapkan. Pada penelitian sebelumnya telahdihasilkan aplikasi virtual tour destinasi wisata Bandar Ecopark Kabupaten Batang. Pengujianpada aplikasi tersebut masih menerapkan pengujian Alpha. Pengujian Alpha merupakanpengujian yang dilakukan oleh pengembang aplikasi, dengan tujuan untuk memastikan aplikasitidak terdapat kesalahan dari sisi program. Dengan demikian diperlukan pengujian dari sisipengguna, untuk melakukan pengujian dari sisi pengguna maka pada penelitian ini akanditerapkan pengujian closed beta pada aplikasi virtual tour tersebut. Pengujian beta dilakukanuntuk memastikan bahwa aplikasi telah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dari hasilpengujian closed beta yang telah dilakukan didapatkan bahwa sebanyak 76,67% responden ataupengguna menyatakan setuju. Hal ini berarti aplikasi telah sesuai dengan kebutuhan penggunadari sisi pengujian closed beta.
KAMPUNG BATIK DIGITAL BERBASIS VIRTUAL TOUR SEBAGAI WADAH PROMOSI BATIK KOTA PEKALONGAN DI ERA INDUSTRI 4.0 (Studi Kasus: Kampung Batik Banyurip) Eko Budi Susanto; Rizqi Wijonarko; Edi Purwanto; Sattriedi Wahyu Binabar
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 17 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v17i0.108

Abstract

The promotion of batik products in the Pekalongan batik city needs to be carried out so that it can be better known to the community, but is constrained by the limited working hours available. On the other hand President Joko Widodo stressed that the need to create a virtual trade exhibition, so that buyers can interact without the need to wait for an exhibition or are constrained by time. To respond to the appeal of Mr. Joko Widodo, through the development of virtual reality tenology which has also given birth to virtual tour innovations, a virtual tour village based on virtual tour will be built, so that batik artisans will have more time to promote their products, as well as visitors / consumers who have not had time to come to the batik village, will still be able to see the atmosphere of the existing batik village by accessing the digital batik village application of Pekalongan batik city based on virtual tour, and keep interacting with Pekalongan batik craftsmen, whenever and wherever. The application of this research will have a positive impact on several parties, namely: 1) batik artisans, 2) visitors / consumers, and 3) Pekalongan city government. The existence of digital batik villages based on virtual tours will be a new breakthrough / new paradigm in creating and managing batik villages so that they can be visited from anywhere and anytime. Keywords: Batik Village, Digital, Virtual Tour
ADOPSI INOVASI MEDIA KOMUNIKASI-INFORMASI-EDUKASI (KIE) UNTUK MENGUATKAN INDUSTRI KREATIF KOTA PEKALONGAN DI ERA INDUSTRI 4.0 Mohammad Reza Maulana; Bambang Ismanto; Hari Agung Budijanto; Sattriedi Wahyu Binabar
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 17 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v17i0.111

Abstract

One of the real sectors that currently gets priority from the government is the creative economy, this can be seen by the formation of a special body that is responsible for promoting creative economic growth in Indonesia, through Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 6 Year 2015 concerning the Creative Economy Agency, the Creative Economy Agency ( Bekraf), but based on the submission of the Governor of Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo at the exhibition of BI assisted MSMEs at Balai Kartini, Jakarta, Friday (8/26/2016), there could be 3, three Indonesians, namely: limited access to credit, creative industries too do not have broad access to international markets, limited human resources and skills. This research aims to realize a communicationinformation-education media that synergizes government institutions, financial institutions, research institutions and creative industries, so as to facilitate the creative industry players to obtain various things needed for development, can help, and improve their positivity, thus increasing the industry creative to be more competitive in the industrial era 4.0. Keywords: Creative industries, Communication-information-education media, Synergizing.
Pemetaan Lahan Parkir dengan Metode Polygon untuk Pendapatan Asli Daerah Kota Pekalongan Tri Agus Setiawan; Agus Ilyas; Sattriedi Wahyu Binabar
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 19 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v21i1.160

Abstract

Parking is a potential regional revenue which is quite high because it is realized that the number from year to year has increased. Based on data from the Pekalongan City Transportation Service, in 2019 it has reached Rp. 1,205 billion or 75 percent of the target set, which is Rp. 1.6 billion. The parking area managed by the Pekalongan City Government so far has managed 424 points, the types of fees managed are divided into parking fees on the edge of public roads and off-street parking with a composition of 30 percent of PAD and 70 percent for parking attendants. The existence of this considerable potential poses a challenge for local governments to manage it. In the implementation of roadside retribution policies, there have been problems in managing parking lots, including the existence of strategic parking areas but not registered with the local government, the distribution and area of ??managed parking lots so that potential parking levy tax revenues can be known. In the research conducted using quantitative, qualitative, and R&D research methods with mapping with the polygon method so that the parking area managed by the Pekalongan City Government and the potential income from parking retribution taxes as a Pekalongan City Original Revenue Source (PAD) can be found.. Keywords: GIS, polygon, retribution, PAD
Data Attribute Selection with Information Gain to Improve Credit Approval Classification Performance using K-Nearest Neighbor Algorithm Ivandari Ivandari; Tria Titiani Chasanah; Sattriedi Wahyu Binabar; M. Adib Al Karomi
International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC) IJIBEC VOLUME 1 NO. 1 JUNE 2017
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/ijibec.v1i1.882

Abstract

Credit is one of the modern economic behaviors. In practice, credit can be either borrowing a certain amount of money or purchasing goods with a gradual payment process and within an agreed timeframe. Economic conditions that are less supportive and high community needs make people choose to buy goods with this credit process. Unfortunately the high needs sometimes are not in line with the ability to make payments in accordance with the initial agreement. Such condition causes the payment process to be disrupted or also called the term “bad credit”. This research uses public data of credit card dataset from UCI repository and private data that is dataset of credit approval from local banking. The information gain algorithm is used to calculate the weights of each of the attributes. From the calculation results note that all attributes have different weights. This study resulted in the conclusion that not all data attributes influence the classification result. Suppose attribute A1 to UCI dataset as well as loan type attribute on local dataset that has information gain weight 0 (zero). The result of classification using K-Nearest Neighbors algorithm shows that there is an increase of 7.53% for UCI dataset and 3.26% for local dataset after feature selection on both datasets.