Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penampilan Beberapa Genotip Kedelai Hasil Seleksi pada Lingkungan Ternaungi di Bawah Tegakan Karet Alia, Yulia; Soverda, Nerty; Lestari, Ardiyaningsih Puji; Fitriani, Miranti Sari
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.653 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v2i1.18

Abstract

Research was aimed to evaluate performance of new genotypes of soybean selected in shaded environment under rubber stands and compare it with superior soybean varieties. Field experiment was arranged in a simple Randomized Block Design. Treatments comprised five levels namely four soybean genotypes selected in artificial shade and one shade tolerant superior soybean variety as a check. Each treatment was replicated 5 times. Experimental unit was a plot with size 3 m x 2 m with 100 plant population. Ten plants were used as samples. Observations were made on growth and yield variables. Such variables were plant height, number of branches, and stem diameter, while the observed yield variables included number of pod per plant, 100 seed weight, and seed weight of 10 plants. Observed data were analyzed by Analysis of Variance and continued by Duncan Multiple Range Test at α 5% level to compare the tested genotypes. Results showed that all the tested soybean genotypes gave the same performance with superior varieties of Anjasmoro in terms of stem diameter, number of branches, number of pods per plant, weight of 100 seeds, and seed weight of 10 stems of the plant. The difference was seen in of plant height where the selection genotypes were significantly shorter than Anjasmoro Variety.
IbM Dasa Wisma Budidaya Stroberi Lokal di Kampung Tengah Miranti Sari Fitriani; Jasminarni Jasminarni; Evita Evita; Trias Novita
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.777 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i2.6083

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok dasa wisma lembayung dan kelompok dasa wisma sedap malam di Desa Kampung Tengah melalui pendampingan, penyuluhan dan demontrasi tentang tehnik pembuatan kompos limbah pabrik teh dan perbanyakan stroberi. Tanaman stroberi didaerah ini merupakan tanaman yang tumbuh liar tanpa memperhatikan aspek budidaya yang baik terutama dalam pemeliharaan dan pengendalian hama dan penyakit. Tanaman Stoberi mempunyai potensi ekonomi yang tinggi karena harga jual buah yang dihasilkan cukup mahal, bentuk dan rasa buahnya sangat disukai dan tergolong buah-buahan langka untuk daerah-daerah di sumatera. Buah stroberi ini dapat dikosumsi segar ataupun diolah untuk berbagai industri seperti pembuatan jelly, sirup atau juice dan penambah aroma bahan makanan lainnya. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan, salah satunya adalah limbah pabrik teh, yang saat ini kurang dimanfaatkan. Limbah padat industri teh ternyata dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik. Ampas teh yang akan dijadikan pupuk tanaman, diproses melalui pengolahan secara termofil. Caranya, ampas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bak atau tempat khusus yang telah disediakan, kemudian dan didinginkan selama satu hari. Mikroorganisme ditambahkan untuk mempercepat proses penguraian dan dilanjutkan dengan proses pembalikan dalam seminggu sekali. Kompos siap digunakan setelah proses fermentasi berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Secara umum target luaran yang akan dicapai akan memberi dampak terhadap Masyarakat umumnya dan kelompok dasa wisma lembayung serta dasa wisma sedap malam khususnya serta masyarakat disekitarnya. Dampak positif yang diharapkan tercapai melalui kegiatan ini dimana tim pengabdiaan akan melakukan pelatihan, demontrasi dan demplot untuk dasa wisma lembayung dan dasa wisma sedap malam dalam hal mengolahan limbah pabrik teh menjadi kompos yang akan dimanfaatkan sebagai media pada perbanyakan stroberi lokal. Dengan cara ini dapat menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan , karena untuk pembelian pupuk sudah dapat ditekan dengan pemakaian kompos yang di hasilkan sendiri serta dapat menghindari pencemaran lingkungan dari pemakaian pupuk kimia. Target luaran yang dapat diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan kelompok dasa wisma akan pemanfaatan limbah pabrik teh dan pembudidayaan tanaman stroberi lokal sehingga akan di hasilkan kompos limbah teh dan stroberi lokal organik.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Penerapan Teknologi Porasi Padat Berbasis Mol Nasi Basi dalam Budidaya Kacang Hijau di Pekarangan Gusniwati Gusniwati; Neliyati Neliyati; Buhaira Buhaira; Made Deviani Duadja; Miranti Sari Fitriani
Pelita Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Pelita Masyarakat, Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v3i2.6009

Abstract

This service aims to provide guidance, counseling and assistance on the application of MOL Nasi stale, as a local microbe for biodecomposers in processing household waste into solid organic fertilizer (porasi) and as liquid organic fertilizer used for mung bean plants. Methods The implementation of the activity is counseling to all members of the Women Farmers Group followed by a demonstration at the village office and continued with field practice at the women's group home and demonstration of land cultivation plots and planting green beans. The implementation stage is divided into 3 stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. The preparation stage includes the preparation of tools and materials and leaflets for extension participants and the manufacture of tubs or culverts for the manufacture of Porasi and land preparation for planting green beans in people's yards. The results of the activity show that community participation in the percentage of attendance at the time of counseling is classified as moderate, participating in technological counseling is high, applying technology is classified as moderate, land processing for planting is low to moderate because it is assisted by the family.
Penampilan Beberapa Genotip Kedelai Hasil Seleksi pada Lingkungan Ternaungi di Bawah Tegakan Karet Yulia Alia; Nerty Soverda; Ardiyaningsih Puji Lestari; Miranti Sari Fitriani
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v2i1.18

Abstract

Research was aimed to evaluate performance of new genotypes of soybean selected in shaded environment under rubber stands and compare it with superior soybean varieties. Field experiment was arranged in a simple Randomized Block Design. Treatments comprised five levels namely four soybean genotypes selected in artificial shade and one shade tolerant superior soybean variety as a check. Each treatment was replicated 5 times. Experimental unit was a plot with size 3 m x 2 m with 100 plant population. Ten plants were used as samples. Observations were made on growth and yield variables. Such variables were plant height, number of branches, and stem diameter, while the observed yield variables included number of pod per plant, 100 seed weight, and seed weight of 10 plants. Observed data were analyzed by Analysis of Variance and continued by Duncan Multiple Range Test at α 5% level to compare the tested genotypes. Results showed that all the tested soybean genotypes gave the same performance with superior varieties of Anjasmoro in terms of stem diameter, number of branches, number of pods per plant, weight of 100 seeds, and seed weight of 10 stems of the plant. The difference was seen in of plant height where the selection genotypes were significantly shorter than Anjasmoro Variety.
PENGARUH PEMANGKASAN DAUN PADA POSISI SPESIFIK TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG: Effect of Leave Pruning on Specific Position on The Corn Yield Mapegau Mapegau; Miranti Sari Fitriani; Islah Hayati; Puput Rumita Sari
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): July 2022 (Ongoing)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.19623

Abstract

Pemangkasan daun pada posisi tertentu pada batang, merupakan salah satu teknik yang dapa dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan posisi pemangkasan daun pada batang yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2020 di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan. Perlakuan pemangkasan yang cobakan berdasrkan posisi daun pada batang adalah: Tanpa pemangkasan (kontrol/p0), pemangkasan 3 helai daun pada possis dekat permukaan tanah (p1), pemangkasan 3 helai daun pada posisi di bawah tongkol (p2), pemangkasan 3 helai daun pada posisi sekitar tongkol (p3), dan pemangkasan 3 daun pada posisi diatas tongkol (p4). Jagung ditanam dengan jarak tanam 80 cm x 20 cm pada petakan berukuran 4 m x 2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun berpengaruh nyata pada berat tongkol kering berkelobot, berat 100 butir biji kering, dan hasil biji kering, tetapi tidak berpengaruh terhadap berat tongkol kering tanpa kelobot. Pemangkasan 3 helai daun pada posisi di bawah tongkol dapat meningkatkan berat tongkol kering berkelobotsebesar 14,91%, berat 100 butir biji kering sebesar16,27%, dan hasil biji kering sebesar 35,07% dibandingkan tanpa pemangkasan. Pemangkasan 3 helai daun pada posisi sekitar tongkol dapat meningkatkan berat tongkol kering berkelobot sebesar 28,00%, berat 100 butir biji kering sebesar 19,19%, dan hasil biji kering 27,96% dibandingkan tanpa pemangkasan.
PENGARUH PEMANGKASAN DAUN PADA POSISI SPESIFIK TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG: Effect of leave pruning on specific position on the corn yield Mapegau Mapegau; Miranti Sari Fitriani; Islah Hayati; Puput Rumita Sari
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.19962

Abstract

Pemangkasan daun pada posisi tertentu pada batang, merupakan salah satu teknik yang dapa dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan posisi pemangkasan daun pada batang yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2020 di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan. Perlakuan pemangkasan yang cobakan berdasrkan posisi daun pada batang adalah: Tanpa pemangkasan (kontrol/p0), pemangkasan 3 helai daun pada possis dekat permukaan tanah (p1), pemangkasan 3 helai daun pada posisi di bawah tongkol (p2), pemangkasan 3 helai daun pada posisi sekitar tongkol (p3), dan pemangkasan 3 daun pada posisi diatas tongkol (p4). Jagung ditanam dengan jarak tanam 80 cm x 20 cm pada petakan berukuran 4 m x 2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun berpengaruh nyata pada berat tongkol kering berkelobot, berat 100 butir biji kering, dan hasil biji kering, tetapi tidak berpengaruh terhadap berat tongkol kering tanpa kelobot. Pemangkasan 3 helai daun pada posisi di bawah tongkol dapat meningkatkan berat tongkol kering berkelobotsebesar 14,91%, berat 100 butir biji kering sebesar16,27%, dan hasil biji kering sebesar 35,07% dibandingkan tanpa pemangkasan. Pemangkasan 3 helai daun pada posisi sekitar tongkol dapat meningkatkan berat tongkol kering berkelobot sebesar 28,00%, berat 100 butir biji kering sebesar 19,19%, dan hasil biji kering 27,96% dibandingkan tanpa pemangkasan