Papia J. C. Franklin
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GRAHA KOMUNITAS LANSIA (Pembaharuan Konsep Perilaku Lansia) Sajangbati, Pingkan L.; Franklin, Papia J. C.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Penuaan tidak dapat dihindari setiap manusia .Dewasa ini tahun ke tahun harapan hidup manusia mulai meningkat, oleh karenanya perhatian untuk lanjut usia harus semakin diperhatikan karena meningkatnya jumlah lanjut usia yang hampir menyamai angka kelahiran setiap tahunnya kedepannya itu dapat berpengaruh dalam bidang dunia politik,ekonomi dan kesehatan suatu negara. Oleh karenanya perhatian khusus untuk warga lansia harus di tingkatkan dengan memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan lansia. Penyediaan wadah untuk komunitas lansia sangat dibutuhkan agar meningkatkan kualitas hidup lansia yang pada saat ini paradigma masyarakat bahwa lansia adalah beban .  Graha Komunitas Lansia adalah wadah yang di sediakan untuk menjawab kebutuhan lansia.  agar dapat mewadahi setiap kegiatan dengan fasilitas yang menunjang untuk membangun kemandirian dan meningkatan keproduktifisian  lansia sesuai dengan usia mereka yang cenderung ingin berkumpul dengan komunitasnya karena sebagian besar lansia terkadang merasa sendiri karena kesibukan orang-orang disekitarnya . mempelajari perilaku lansia sangat diperlukan agar setiap kebutuhan lansia dalam bangunan dapat terjawab. Karena kebutuhan lansia dalam bangunan berbeda dengan yang lain .cenderung lansia lebih sensitif seperti bentuk bangunan , warna, dapat berpengaruh dalam psikologis lansia oleh karenanya standart yang sesuai untuk lansia harus diaplikasiakan dalam Graha Komunitas Lansia. Kata Kunci : Graha , Komunitas , Lansia
WALE MUSIK DI TOMOHON Akustika Musik dalam Ekspresi Bentuk dan Ruang Arsitektural Pelealu, Merlyn C.; Makainas, Indradjaja; Franklin, Papia J. C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wale Musik di Tomohon merupakan gedung pengembangan musik yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat seseorang dalam bermusik. Wale Musik dirancang untuk kegiatan belajar dan memahami musik yang didalamnya tersedia sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan – kegiatan dalam bermusik. “Akustika Musik dalam Ekspresi Bentuk dan Ruang Arsitektural” adalah tema desain yang digunakan sebagai dasar perancangan Wale Musik ini yang kemudian dapat menghadirkan objek rancangan yang sesuai tujuan dan sasarannya. Untuk dapat menghadirkan Wale Musik yang dapat mewadahi seluruh kegiatan bermusik maka proses menganalisa digunakan dalam setiap aspek perancangan ini kemudian ditransformasikan dalam suatu bentukan massa. Laporan ini kiranya dapat berguna umumnya bagi mahasiswa Fakultas Teknik dalam hal perancangan arsitektural dan dapat mendukung perkembangan musik di Kota Tomohon. Kata Kunci           : Wale, Musik, Akustiktikal.
EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BAGIAN INFRASTRUKTUR UNTUK MENDUKUNG KOTA TIDORE KEPULAUAN SEBAGAI KOTA JASA BERBASIS AGROMARINE Mustafa, Anjas Fahmi; Franklin, Papia J. C.; Wuisang, Cynthia E.V.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persiapan pembangunan dari segi fisik infrastruktur prioritas dapat melalui identifikasi potensi dan serta perencanaan induk dalam mendukung pengembangan Kota Tidore Kepulauan sebagai kota jasa berbasis agromarine. Dengan basis Agromarine yang merupakan percepatan dan mengoptimalkan pembangunan dan percepatan pemanfaatan sumber daya potensial dan unggulan di darat maupun di laut yang meliputi sektor perikanan, pariwisata, pertanian untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur menjadi faktor utama untuk mendukung terwujudnya Kota Tidore Kepulauan sebagai kota jasa berbasi agromarine, karena pola agromarine di tekankan harus didukung dengan pembangunan infrasktruktur yang memawadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kota Tidore Kepulauan menjadi kota jasa berbasis agromarine dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi 5 bidang pendukung di program infrastruktur.Penelitian ini mengunakan metode analisis Deskrpitif Kualitatif dan evaluatif dengan mengidentifikasi data yang sudah ada di 5 bidang pada program infrastrukutur, dan mengevaluasi menggunakan parameter yang telah di tentukan.Hasil rangkaian analisis yang di lakukan, di peroleh bahwa 5 bidang khususnya program infrastruktur tahun 2016-2018 dari 5 bidang belum semua mencapai target (100%) di antaranya di bidang Petanian 2016, 33% 2017, 33%, 2018, 66%, di bidang perikanan 2016, 50%. 2017, 50%, 2018 50%, di bidang kelauatan 2016, 50%, 2017, 50%, 2018, 50%, di bidang pariwisata 2016, 66%, 2017, 33%, 2018, 66%, di bidang pekerjaan umum 2016, 42%, 2017, 50%, 2018, 65%. 5 bidang pada pogram Infrastruktur banyak yang belum sesuai dengan kebijakan yang di buat oleh pemerintah.Kata Kunci: Agromarine, Program, Infrastruktur, Kota Tidore Kepulauan.
TINGKAT ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA GUNUNG API LOKON DI KOTA TOMOHON Sanger, Arwinsky S; Waani, Judy O.; Franklin, Papia J. C.
MEDIA MATRASAIN Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facts prove that the magnitude of the potential for volcanic vulnerability in Indonesia can be identified from the location of the area and geographical position, where its existence is in the path of the meeting of tectonic plates with active volcanic lines or known as the ring of fire. North Sulawesi itself has ± 7 active volcanoes, one of them is Mount Lokon in Tomohon City. One of the most devastating eruptions that brought huge losses due to the eruption of Mount Lokon occurred decades ago, precisely in 1991, Mount Lokon erupted on a large scale. Therefore, this research is needed to determine the adaptation capacity and level of adaptation of the community to face the threat of danger from the Lokon volcano. The purpose of this study was to identify existing conditions, analyze the adaptation capacities, and analyze the level of adaptation of the community in North Tomohon District. This research uses descriptive quantitative research methods with Geographic Information Systems (GIS) analysis methods and uses the scoring method. The results showed that the adaptation capacity for physical, social, and economic aspects got a high score, this indicated that the community was able to adapt, while for the adaptation level, based on the classification score the score was 2 in the adaptation level theory, which showed that the intermediate level of excitability was the right level that could maximized behavior.
ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN TERHADAP RTRW KABUPATEN SIAU TAGULANDANG BIARO 2014-2034 (STUDI KASUS : PULAU TAGULANDANG) Gunena, Cheintya; Franklin, Papia J. C.; Tilaar, Sonny
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan lahan adalah penilaian tanah secara sistematik dan pengelompokannya kedalam beberapa kategori berdasarkan sifat-sifat yang merupakan potensi dan penghambat dalam penggunaan secara lestari. Oleh karena itu dianggap penting untuk setiap perencanaan Tata Ruang Wilayah melakukan kajian kemampuan lahan. Terkait dengan hal tersebut, maka peneliti melakukan tinjauan terhadap RTRW Kabupaten SITARO 2014 – 2034 apakah arahan Tata Ruang yang telah dibuat memenuhi kriteria kemampuan lahan.  Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasi penggunaan lahan di Pulau Tagulandang serta menganalisis dan memetakan kelas kemampuan lahan di Pulau Tagulandang menurut rencana pola ruang RTRW 2014-2034 Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kemampuan lahan berdasarkan arahan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20 /PRT/m/2007 yang dilakukan menggunakan overlay pada aplikasi sisstem informasi geografis (GIS). Dari hasil analisis didapatkan bahwa sebagian besar wilayah di Pulau Tagulandang adalah perkebunan dengan luas 4.731 Ha dan persentase 90,42% sedangkan yang paling kecil adalah 51 Ha yang merupakan hutan bakau dengan persentase hanya 0,98%. Untuk permukiman sendiri memiliki luas 336 Ha dengan persentase 6,42%. Selanjutnya kemampuan lahan Pulau Tagulandang menurut rencana pola ruang RTRW 2014-2034 Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, kawasan permukiman berada pada lahan dengan kemampuan sangat tinggi, agak tinggi dan sedang. Kawasan pariwisata terdapat pada lahan dengan kemampuan agak tinggi dan rendah. Lahan pada Pulau Tagulandang lebih khusus Kecamatan Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara didominasi  tingkat pengembangan rendah.
PERPUSTAKAAN DI MANADO. MIMESIS DALAM ARSITEKTUR Ceryn V. Turyanto; Papia J. C. Franklin; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17087

Abstract

Perpustakaan merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Gedung perpustakaan saat ini tersingkir akibat hadirnya teknologi semakin canggih yang berdampak pada menurunnya animo masyarakat keperpustakaan. Oleh sebab itu, di Indonesia, khususnya di Kota Manado, perancangan diperlukan inovasi suatu sarana baca yang tidak hanya bersifat edukatif dan informatif, tetapi juga bersifat rekreatif. Perancangan Perpustakaan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif. Dari data yang telah terkumpul, dilakukan identifikasi dan analisa untuk memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai kondisi yang ada, sehingga dapat tersusun suatu landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur bangunan perpustakaan. Perancangan perpustakaan ini terletak di Kota Manado, ibukota dari provinsi Sulawesi Utara, dimana masyarakatnya mudah tertarik terhadap suatu hal yang baru dan menarik. Untuk memaksimalkan, maka diterapkan ruang akan keperpustakaan dalam tema mimesis dalam arsitektur. Mimesis merupakan salah satu wacana yang ditinggalkan plato dan Aristoteles sejak masa keemasan filsafat Yunani Kuno, hingga pada akhirnya Abrams memasukannya menjadi salah satu pendekatan utama menganalisa seni selain pendekatan ekspresif, pragmatic, dan objektif. Penerapan Arsitektur Mimesis dituntut bukan hanya sekedar meniru saja melainkan merupakan suatu proses pemikiran peniruan yang membutuhkan imajinasi dan fantasi seseorang, namun juga memerhatikan perancangan arsitektur yang dapat beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Kata Kunci : Arsitektur, Mimesis, Perpustakaan
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 DI MANADO. Teori Gestalt dalam Arsitektur Januar Kolondam; Papia J. C. Franklin; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17261

Abstract

Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila membuka pemikiran- pemikiran baru mengenai fungsi pembinaan yang tidak lagi sekedar penjaraan tetapi juga merupakan suatu usaha rehabilitasi dan reintegrasi sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Beberapa fenomena yang menjadi kendala bagi sistem pembinaan dan pembimbingan di lembaga pemasyarakatan sampai saat ini belum mendapat titik penyelesaian, sehingga penilaian masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan tidak ada bedanya dengan penjara membuat mantan narapidana sulit diterima oleh masyarakat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau dalam bahasa masyarakat awam disebut penjara,merupakan tempa/kediaman bagi orang-orang yang bermasalah dngan hukum.Penerapan teori gestalt terhadap bangunan dapat menghasilkan konsep baru bagi desain lapasLuas site yang akan di bangun 38.417 m2,BCR bangunan 26,443.9m2  dalam kawasan terdapat 11 masa bangunan,terdiri dari masa perkantoran ,rg.kunjungan,dapur,poliklinik,workshop,aula,hunian umum,narkoba dan tipikor.Dengan ketinggian lantai berfariasi tergantung kebutuhan.Untuk mencapai bangunan tujuan bangunan lapas yang dapat memanusiakan manusia di terapkan 2 hukum gestalt yaitu hukum similarity atau kelarasan pada fasade bangunan dan hukum ketertutupan pada konsep layout.Kata kunci : Lembaga Pemasyarakatan, Gestalt 
MALL OTOMOTIF DI MANADO. Arsitektur Metafora Kevin Lontoh; Papia J. C. Franklin; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19214

Abstract

Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, merupakan sebuah ibu kota di bagian Indonesia Timur yang sedang dalam tahap perkembangan dalam berbagai bidang termasuk juga dalam bidang otomotif, yang dapat di lihat dari jumlah kepemilikan dan presentase peningkatan jumlah kendaraan di Kota Manado. Namun dengan peningkatan jumlah pengguna kendaraan bermotor di Kota Manado, belum tersedianya suatu wadah yang memfasilitasi segala keperluan dalam bidang otomotif dalam satu wadah atau terkonsentrasi dalam satu gedung. Telah banyak hadir bengkel, retail/toko, dan dealer otomotif di Manado, namun letaknya tersebar di pusat maupun di pinggiran kota yang membuat kesulitan bagi para masyarakat pengguna kendaraan bermotor untuk memenuhi keperluan nya dalam bidang otomotif, dimana jarak yang terlalu jauh antar toko-toko ataupun lokasi yang agak sulit untuk di temukan. Mall Otomotif adalah solusi untuk mengatasi keperluan masyarakat dalam bidang otomotif, dengan menyatukan dan mengkonsentrasikan segala keperluan otomotif dalam satu lokasi atau satu gedung. Penerapan Arsitektur Metafora dengan dalam bangunan Mall Otomotif merupakan sebuah cara untuk mengekspresikan suatu objek bangunan yang dapat menghasilkan suat rancangan yang memiliki wujud yang unik untuk menraik minat masyarakat dan menjadi identitas yang unik untuk mewakili fungsi Mall Otomotif di Manado.Kata kunci: Otomotif, Arsitektur Metafora
KAWASAN GEDUNG GEREJA GMIM SENTRUM DI RATAHAN. Manifestasi Christian Symbolism dalam Arsitektur Carlos W. Antou; Herry Kapugu; Papia J. C. Franklin
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19303

Abstract

Salah satu kebutuhan dasar setiap individu adalah kebutuhan spiritual. Kebutuhan spiritual menjadi suatu kebutuhan yang tingkat pemenuhannya merupakan sesuatu yang individu lainnya tidak dapat ukur dengan suatu skala besaran. Karena kebutuhan ini hanya bisa dirasakan, diperlukan, dicari, dan dapat diukur oleh individu itu sendiri. Minahasa Tenggara merupakan sebuah daerah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang masih tergolong muda, karena belum lama dimekarkan. Sehingga sarana prasarana di Minahasa Tenggara belum semuanya bisa tersedia. Perkembangan masyarakat didaerah ini yang sudah berkembang dengan pesat, juga turut mempengaruhi perkembangan jumlah penganut agama Kristen didaerah ini. Ratahan sebagai ibukota Kabupaten Minahasa Tenggara menjadi pusat pemerintahan dan juga pusat pelayanan GMIM di Minahasa Tenggara. Sehingga secara tidak langsung juga berdampak pada tingkat kebutuhan suatu wadah peribadatan pusat khususnya untuk masyarakat dengan denominasi GMIM, kebutuhan akan sebuah wadah peribadatan pusat ini sangatlah penting, karena pada nantinya daerah kabupaten yang beribukota di Ratahan ini pastinya akan terus berkembang secara khusus dalam jumlah penganut agama Kristen.            Perancangan Kawasan Gedung Gereja GMIM Sentrum diRatahan ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk pemenuhan akan fasilitas peribadatan. Dalam penulisan ini, kajian diawali dengan mempelajari tentang Kawasan Gedung Gereja tersebut, standart-standart perancangan bangunan Gereja, kajian tema Manifestasi “Christian Symbolism” dalam Arsitektur. Dilakukan juga kajian tentang Kabupaten Minahasa Tenggara Kata kunci: Kawasan, Gedung Gereja GMIM, Christian Symbolism
WISMA ANGIN LAUT DI UNIVERSITAS SAM RATULANGI. Architecture Metabolism Nataniel A. Setiawan; Papia J. C. Franklin; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20826

Abstract

Universitas Sam Ratulangi menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang menerapkan sistem pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yaitu berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat. Namun saat ini Universitas Sam Ratulangi hanya bisa memberikan beberapa pelayanan jasa melalui Rumah Sakit, auditorium dan laboratoirum yang dikomersialkan sebagai sumber pendapatan. Laporan tugas akhir dengan judul “Wisma Angin Laut di Universitas Sam Ratulangi” memiliki rumusan masalah yaitu bagaimana merancang suatu bangunan komersial yang dapat menjadi salah satu sumber pendapatan Universitas Sam Ratulangi sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Tujuan untuk menghadirkan sebuah bangunan komersial yang dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Universitas Sam Ratulangi sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Perancangan objek pada tugas akhir ini menggunakan pendekatan tema “Architecture Metabolism”, yaitu suatu pendekatan arsitektural yang menganalogikan sistem metabolisme hewan, tumbuhan, organisme hidup dan lingkungan alami mereka, siklus dari perubahan, pembaharuan dan perusakan dari jaringan organik yang terjadi tanpa henti. Architecture Metabolism melepaskan analogi mekanik dengan bentuk geometris yang monoton dan terkesan kaku menjadi analogi biologis dengan bentukan yang lebih beragam.Kata Kunci: Universitas Sam Ratulangi, Badan Layanan Umum, Architecture Metabolism