Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN RUSUNAWA PUTRI CEMPO DENGAN KONSEP BANGUNAN HEMAT ENERGI DI SURAKARTA YohanesEudes AbitabiraMahardika Putra; dody irnawan; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.516

Abstract

Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia yang sangat tinggi memicu meningkatnya kebutuhan pemukiman yang mampu menyediakan tempat tinggal. Akibatnya berimbas pada Kota Surakarta yang banyak dijumpai disfungsi lahan. Berdasarkan fenomena kepadatan pemukiman yang terjadi, maka pembangunan rusunawa dianggap dapat menjawab permasalahan tersebut. Selain itu kegiatan pembangunan di Indonesia mengarah kepada industrialisasi sehingga energi menjadi isu utama dan penting dalam kerangka menunjang model pembangunan.Penelitian dengan judul “Perancangan Rusunawa Putri Cempo Dengan Konsep Bangunan Hemat Energi di Surakarta” bertujuan mengetahui dan memperkaya pengetahuan tentang rusunawa dengan konsep hemat energi di Surakarta. Sedangkan metode yang digunakan adalah melalui pengumpulan sumber data, diantaranya studi literatur, wawancara, survey lapangan dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dan diolah sehingga diperoleh hasil penelitian.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa rusunawa ini menenerapkan arsitektur hemat energi, yang pada prosesnya memiliki sistem hemat energi listrik dengan menerapkan pencahayaan dan penghawaan alami yang baik, pengelolaan air dengan memanfaatkan sisa pemakaian dan pemanenan air hujan dan sistem pengolahan sampah menjadi bahan bermanfaat.
REVITALISASI BENTENG VASTENBURG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MONUMENTAL DI SURAKARTA Mega Ayu Pangestiningrum; Dwi Ely Wardani; Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i2.878

Abstract

Revitalisasi merupakan upaya untuk meningkatkan nilai lahan atau kawasan melalui pembangunan kembalidalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya.Benteng Vastenburg merupakan satu dari sekian banyak benteng yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda. Benteng Vastenburgmerupakan benteng pertahanan yang terkait dengan posisi keraton Surakarta dan rumah Gubernur Belanda. Revitalisasi Benteng Vastenburg sebagai aset peninggalan masa lalu yang bertujuan untuk menghidupkankembali citra Benteng Vastenburg dengan pendekatan Arsitektur Monumental, dimana bangunan atau aset akan dipertahankan sebagai identitas kota dan memberi aktivitas hidup yang bermanfaat bagi masyarakat  sehinggadiperoleh nilai ekonomi yang menjamin bangunan terpelihara dan manfaat penggunaan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Beberapa faktor-faktor dasar arsitektur yang dirumuskan dalam Revitalisasi BentengVastenburg ini dimulai dari mempertimbangkan lokasi, orientasi sinar matahari, arah angin, mereduksi kebisingan, adanya pencahayaan dan penghawaan alami, vegetasi serta mitigasi bencana. Dan pada hasilrancangan bangunan dapat terpenuhi fungsi bangunan yang maksimal, sistem struktur dan estetika desain bentuk bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan alam sekitarnya
PERANCANGAN WATERPARK DENGAN PENDEKATAN KONSEP ARSITEKTUR RAMAH ANAK DI KECAMATAN GONDANGREJO KARANGANYAR Anas Maulana Insyani; Dwi Ely Wardani; Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID Vol 4, No 1 (2022): Juni
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v4i1.914

Abstract

Selaras dengan adanya rencana pemerintah Kabupaten Karanganyar terhadap program dorongan pemulihanekonomi nasional dibidang pariwisata daerah, maka pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar berencana membangun sektor wisata disetiap kecamatan yang salah satunya adalah Kecamatan Gondangrejo. Sektor wisatayang akan dikembangkan tersebut berupa wisata alami dan wisata buatan yaitu waterpark. Tujuan pembangunan waterpark bukan hanya sebagai sarana wisata dan arena bermain, tetapi juga sarana edukasi sejak dini padamasyarakat terhadap kelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan konservasi air, mengingat Karanganyarmemiliki bentang lahan pegunungan dengan curah hujan yang tinggi. Konsep Arsitektur ramah anak dalam perancangan waterpark bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap individu dan keluargapengunjung anak-anak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Diharapkan waterpark dengan konsep rancangan Arsitektur Ramah Anak akan mampu mendongkrak ekonomi kawasan serta memberikan edukasisesuai tumbuh kembang anak.