Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MODEL KEPEMIMPINAN POSDAYA PADA KELOMPOK POSDAYA MEKARSARI DESA POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO Gama, Betty; Widodo, Yoto; Niken Tari, Agustin Intan
Scriptura Vol 4, No 1 (2014): JULY 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.851 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.4.1.38-46

Abstract

Penelitian ini merupakan tahun kedua dari rencana dua tahun yaitu melakukan uji coba Model Kepemimpinan Posdaya pada kelompok Posdaya Mekarsari di Desa Polokarto Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil penelitian tahun pertama yang menghasilkan Model Kepemimpinan Posdaya tersebut efektif atau tidak efektif diterapkan pada kelompok Posdaya Mekarsari yang terdiri dari Posdaya Mekarsari, Posdaya Rukun Mulyo dan Posdaya Melati Makmur. Karakteristik Model Kepemimpinan Posdaya terdiri dari pemimpin lokal, gaya pemimpin, pembangun, kepribadian baik dan mampu melakukan komunikasi dua arah. Metode penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jumlah responden sebanyak 14 orang dari masing-masing posdaya. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode interaktif maupun non interaktif, indepth interview, observasi, content analisys, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual Model Kepemimpinan Posdaya dapat diterapkan pada kelompok Posdaya Mekarsari karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepemimpinan Ketua Posdaya Mekarsari dan Ketua Posdaya Rukun Mulyo menunjukkan nilai sedang dalam usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat, sedangkan kepemimpinan Ketua Posdaya Melati Makmur menunjukkan nilai tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat.
JURNALISME BENCANA DAN RANGSANGAN EMOSIONAL STUDI HUBUNGAN JURNALISME BENCANA BANJIR SURAT KABAR SOLOPOS DENGAN RANGSANGAN EMOSIONAL MAHASISWA UNIVET BANTARA SUKOHARJO Gama, Betty
Scriptura Vol 3, No 1 (2009): JANUARI 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.98 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.3.1.8-18

Abstract

Disaster journalism is aimed as how the media tells the disaster itself. Based on the data analysis toward the five (5) research variables, only the proximity variable that doesn’t have relation to the university students emotional stimulus, with the significance score of 0.864 > 0,005. Timeliness variable to the learners emotional stimulus with the significance score of 0.026 < 0.005. Consequence variable toward the leaners emotional stimulus with significance score of 0.000 < 0.005, human interest variable towards the learners emotional stimulus with significance score of 0.000 < 0.005 and magnitude variable toward learners emotional stimulus with significance score of 0.000 < 0.005. Testing data is using correlation Tata Jenjang Spearmens (rs) / Spearmans Phase Order with 5 % of trutworthiness. The sample of the research is the students at even semester of Veteran Bangun Nusantara University of Sukoharjo at academic year of 2007/2008 covering 98 students. Sampling technique which use is Proposional Simple Random Sampling.
HUBUNGAN ANTARA KAMPANYE KANDIDAT KEPALA DAERAH DAN PERILAKU PEMILIH PARTISIPASI POLITIK WANITA (Studi pada Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam PelaksanaanPemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Sukoharjo) Gama, Betty; Widarwati, Nunun Tri
Scriptura Vol 2, No 1 (2008): JANUARY 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.63 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.2.1.63-80

Abstract

How does the candidate have to campaign her/his self to be recognized by its citizens? Not all regions have mass media publication, such as newspaper and television. They only have RSPD and private radio station. Therefore, It’s necessarily to carry on the election for the candidate directly in order to be recognized by its citizens. It’s very difficult for the candidate to be recognized by its citizens without campaigning to get maximum result without knowing the voter character. In the marketing field, the product, which has capability to compete and to win the competition, is they, which have capability to fulfill the need, market want, and market expectation. The research uses survey method. The Women political participation is the housewife involvement in voting, while the voter behavior could be observed based on the candidate campaign activity. The data test has been used in this research is Spearmans correlation with the trust level 5%. The Research samples are the housewife in Sukoharjo Regency and living in Sukoharjo district, Bendosari and Polokarto. The sampling technique has been used in this research is multi stage cluster sampling. In this research, campaign is directly the important media for influencing people. Farther, it is necessarily for the candidate to be recognized by citizen their real figure. By the existing support given to district, the society would be tend to behave responsively on the candidate.
Makna Simbolik Komunikasi Antarbudaya pada Perayaan Grebeg Sudiro di Kota Solo Gama, Betty; Kusumawati, Henny Sri
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v1i1.3

Abstract

Grebeg Sudiro merupakan salah satu perayaan budaya di Indonesia yang menunjukkan keharmonisan antara suku Jawa dan masyarakat Tionghoa yang bertempat tinggal di wilayah Solo khususnya di Kampung Sudiroprajan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik perayaan Grebeg dan Sudiro  pada Tahun Baru Imlek di Solo, proses terbentuknya Grebeg Sudiro sebagai salah satu bentuk komunikasi antarbudaya antara penduduk pribumi dengan etnis Tionghoa, dan implikasi Grebeg Sudiro terhadap perkembangan kebudayaan Tionghoa serta perkembangan pariwisata di kota Solo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan trianggulasi data dan metode. Hasil penelitian menunjukkan Grebeg Sudiro merupakan rangkaian acara kegiatan di Kampung Sudiroprajan untuk menyelaraskan keberagaman dalam menciptakan harmonisasi antara warga Jawa dan Tionghoa. Kolaburasi perayaan Grebeg Sudiro dan Tahun Baru Imlek merupakan pertunjukan yang layak ditonton. Lampu-lampu lampion di kawasan Pasar Gede bagi masyarakat Solo dianggap hanya sebagai hiburan untuk dinikmati
Pelatihan Jurnalistik di SMA Negeri Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Gama, Betty; Kusumawati, Henny Sri
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i1.9975

Abstract

SMA Negeri Gondangrejo Karanganyar saat ini belum memiliki media komunikasi dan informasi antara guru, siswa dan orang tua dalam bentuk majalah sekolah. Hal ini mengakibatkan pelajaran ilmu jurnalistik belum atau tidak diajarkan kepada siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diadakan pelatihan jurnalistik kepada siswa SMA Negeri Gondangrejo. Pelatihan jurnalistik sangat membantu siswa dalam mengasah kreatifitas dan bakat seseorang. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan. Secara teoritis, peserta pelatihan diharap dapat mengetahui bagaimana proses membuat berita mulai dari pencarian data di lapangan, mengemas dan menyusun berita hingga berita tersebut layak dipublikasikan atau terbit. Metode yang digunakan adalah berupa penjelasan mengenai ilmu jurnalistik. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh tingkat pemahaman peserta terhadap pelatihan yang diberikan maka dilakukan pre test dan post test terlebih dahulu. Target khusus pelatihan ini antara lain menumbuhkan minat dan motivasi siswa akan pentingnya media untuk menampung kreativitas dan aktivitas siswa dalam menyalurkan bakat dan potensi diri yang dimiliki. Berdasarkan pre test dan post test dapat diketahui seberapa jauh progres atau peningkatan pengetahuan seluruh peserta. Sebanyak 4 siswa termasuk kategori tinggi (20%) dalam memahami ilmu jurnalistik dan sisanya 2 siswa termasuk kategori sedang (10%) dan 14 siswa termasuk kategori rendah (70%). Tetapi secara personal setiap peserta mengalami peningkatan dari nilai pre test ke nilai post test.
Construction of Self-Identity: “Blusukan” as the Strategy of Campaigning for Surakarta City Mayor Election Gama, Betty; Sudardi, Bani; Abdullah, Wakit; Wijaya, Mahendra
Politika: Jurnal Ilmu Politik Politika: Jurnal Ilmu Politik, Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Program Magister Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.12.2.2021.222-235

Abstract

In political communication, “blusukan” (impromptu visit) is called door to door campaign, in which candidates conduct face-to-face communication by visiting the people directly. This situation creates personal intimacy in the sense of there is no physical distance and formal protocolary distance. People can see the personality of their candidate leaders closely. This face-to-face communication meeting can be interpreted that the candidates "nguwongke" (humanizing), putting the people not onto the context of profit-loss-based rational relation (between the electorate and the elected), but putting them as partners inseparable from the successful candidate leader. This study is based on fieldwork in Surakarta during the mayor election, applied in-depth interviews with politicians. While in ancient times the leader conducted "blusukan" to know his people’s condition, “blusukan” during the campaign for Mayor Election is conducted to socialize or to introduce the couples to the people. Having known the candidates, people are expected to think of whether or not they will elect them.