Didik Indradewa
Universitas Gadjah mada

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Fase Pertumbuhan Tanaman yang Tanggap terhadap Genangan dalam Parit di Lapangan Didik Indradewa; Soemartono Sastrowinoto; Supriyanto Notohadisuwarno; Fx. Agus Priyono
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2003): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.60070

Abstract

-
Fase Pertumbuhan Tanaman yang Tanggap terhadap Genangan dalam Parit di Lapangan Didik Indradewa; Soemartono Sastrowinoto; Supriyanto Notohadisuwarno; Fx. Agus Priyono
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2003): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.60070

Abstract

-
Hasil dan Sifat Perakaran Varietas Padi Gogo pada Beberapa Tingkat Salinitas Budiastuti Kurniasih; Didik Indradewa; Mela Sari
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2002): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.59419

Abstract

-
DROUGHT TOLERANT INDICES OF LOWLAND TOMATO CULTIVARS Amalia Tetrani Sakya; Endang Sulistyaningsih; Benito Heru Purwanto; Didik Indradewa
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 21, No 2 (2020): DECEMBER 2020
Publisher : Indonesian Agency for Agricultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ijas.v21n2.2020.p59-69

Abstract

The released lowland tomato cultivars are known for their resistance to plant diseases and high temperatures. The study aimed to identify the drought tolerance of lowland tomato cultivars based on the drought tolerant indices. The study was arranged in a split plot design, using seven lowland tomato cultivars (Zamrud, Permata F1, Ratna, Mirah, Tombatu F1, Tyrana F1, and Tymoti F1) as the main plot and watering (standard conditions and once every eight days as the drought conditions) as the subplot. Parameters observed were morpho physiological characters (plant height, leaf area, biomass, root length, root surface area, shoot root ratio, relative moisture content, membrane stability index, chlorophyll levels, and proline levels). The parameters observed in each character included the sensitivity stress index (SSI), stress tolerance index (STI), and yield stability index (YSI). Results showed that four cultivars (Tyrana F1, Tymoty F1, Mirah, and Tombatu F1) were drought tolerance, and three cultivars (Ratna, Permata F1, and Zamrud F1) were susceptible. The water stress decreased agronomic and physiological traits performance, but the drought-tolerant cultivars were less affected to the stress and produced higher fruit weight. The study implies that the drought-tolerant cultivars could be used as a promising source for drought tolerant genotypes.
Hasil dan Sifat Perakaran Varietas Padi Gogo pada Beberapa Tingkat Salinitas Budiastuti Kurniasih; Didik Indradewa; Mela Sari
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2002): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.59419

Abstract

-
Deteksi perakaran kelor (Moringa oleifera Lamk) dengan metode geolistrik resistivitas Catur Wasonowati; Endang Sulistyaningsih; Didik Indradewa; Budiastuti Kurniasih
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10064

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) sebagai tanaman multiguna dan mengandung zat nutrisi yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan bahan pangan alternatif. Tanaman dengan perakaran yang baik mampu tumbuh, berkembang dan berproduksi secara maksimal.  Pengambilan sampel akar kelor dengan cara destruktif membutuhkan waktu yang lama dan kurang efektif serta membutuhkan tenaga kerja. Salah satu metode non destruktif adalah menggunakan metode geolistrik resistivitas (tahanan jenis) untuk mendeteksi akar tanaman dan mempelajari hubungan tanah dan akar. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bluto dan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  2017. Penelitian untuk mengetahui bagaimana pola sebaran akar tanaman kelor. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sebaran akar primer, sekunder, dan tersier pada tanaman kelor dengan metode geolistrik. Sebaran akar kelor di Bluto dan Guluk-guluk bervariasi terdiri dari akar tersier, sekunder dan primer dapat dilihat hasil resistivitas secara horisontal dan vertikal. Nilai resistivitasnya  lokasi tanam kelor di Bluto lebih tinggi dibandingkan dengan di Guluk-guluk.
DISTRIBUSI ASIMILAT DAN ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG PUCUK KAKAO DENGAN KLON BATANG ATAS BERBEDA BERDASARKAN TIGA INTERVAL WAKTU SIRAM Fakhrusy Zakariyya; Didik Indradewa; Teguh Iman Santoso
AGRITROP Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i2.2568

Abstract

Manajemen input di dalam pembibitan kakao paling penting adalah penyiraman secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval waktu pemberian air dapat berpengaruh terhadap distribusi asimilat dan laju pertumbuhan bibit sambung pucuk dengan beberapa klon batang atas kakao. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia pada Bulan Januari – Desember 2017. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah klon batang atas, yakni ICS 60, Sulawesi 1, dan KW 641 yang masing-masing disambung dengan semaian biji klon Scavina 6. Faktor kedua adalah interval waktu siram, yakni 2 hari sekali, 5 hari sekali, dan 8 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan interval siram dari 2 menjadi 5 hari sekali menurunkan bobot kering semua klon. Peningkatan interval siram dapat menurunkan proporsi asimilat ke daun dan batang, namun meningkatkan proporsi asimilat ke akar dan nisbah akar tajuk pada bibit sambung. Peningkatan interval waktu siram dapat menurunkan laju pertumbuhan nisbi pada semua klon.