Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

JASA DAN ETIKA LINGKUNGAN UNTUK PENGENDALIAN AIR DAN BANJIR SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN DAS SERANG Setyawan, Agung; Gunawan, Totok; Dibyosaputro, Suprapto; Giyarsih, Sri Rum
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.59 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v14i4.21096

Abstract

Penelitian ini merupakan kasus di DAS Serang Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta. Bertujuan untuk menilai sebaran spasial jasa lingkungan untuk pengaturan tata air dan banjir sebagai dasar untuk Pengelolaan kelestarian sumberdaya air DAS di DAS Serang, Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta. dengan metode dengan pendekatan jasa lingkungan menggunakan dua variable penaksir yaitu penggunaan lahan dan ecoregion. Masing-masing variable dinilai jasa lingkungannya terhadap pengaturan tata air dan banjir, yang kemudian disintesis menggunakan metode AHP menghasilkan nilai koefisien jasa lingkungan pengaturan tata air dan banjir. Dari nilai koefisien tersebut diolah dan dianalisis dengan teknis GIS menghasilkan sebaran spasial nilai jasa lingkungan pengaturan tata air dan banjir yang kemudian dilakukan pembagian kelas menjadi 5 kelas jasa lingkungan pengaturan tata air dan banjir yaitu kelas sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: untuk DAS Serang Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta pada daerah hulu berpontensi sebagai jasa pengaturan tata air dan banjir. Terutama di Kecamatan Kokap dengan persentase luasan jasa lingkungan pengaturan tata air dengan kelas sangat tinggi sebesar 85% dari luas Kecamatan Kokap. Sedangkan untuk etika lingkungan DAS serang Kab Kulonprogo D.I. Yogyakarta terdapat tiga kelas etika lingkungan di wilayah DAS yaitu untuk wialayah Hulu mempunya kelas Etika Lingkungan Rendah, Wilayah tengah kelas etika lingkungan sedang dan wilayah hilir kelas etika lingkungan.
The Effect of Regional Development on The Sustainability of Local Irrigation System (A Case of Subak System in Badung Regency, Bali Province) Sriartha, I Putu; Suratman, Suratman; Giyarsih, Sri Rum
Forum Geografi Vol 29, No 1 (2015): Forum Geografi
Publisher : Forum Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed at investigating the sustainability of subaks in the dynamics of regional development in the metropolitan area of Badung Regency, Bali Province. The data on subak sustainability were collected by using survey method in 69 subaks as the units of analysis, and the secondary data on the factors of regional development were collected by using document recording method. The data were analyzed by using quantitative decriptive technique, Analytical Hierarchy Process (AHP), and multiple linear regression. The results showed that the spatial distribution of subak sustainability levels forms cluster pattern with different dominations in short-, trantitional- and long- distance zones from the  tourism center. The components/elements of Tri Hita Karana (THK) that constitute the first priority in subak sustainability protection are wet land conversion control and guarantee for irrigation water adequacy. It was found that five factors ot regional development have a strong influence on subak sustainability with 87.8% contribution, and the rest (12.2%) is acounted by other factors outside the scope of this study.
Pemetaan Kelembagaan dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis DAS Bengawan Solo Hulu Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 2 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta empiris memberikan pembuktian terhadap pentingnya pengembangan kelembagaan dalam rangkamencapai keberhasilan suatu program pembangunan, bahkan seringkali program pembangunan yangmengabaikan pengembangan kelembagaan berakhir dengan kegagalan. Pengembangan kelembagaantelah menjadi bagian dari strategi pembangunan tak terkecuali dalam Kajian Lingkungan HidupStrategis di DAS Bengawan Solo Hulu. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan pengembangankelembagaan adalah tumbuhnya kelembagaan yang tangguh, dinamis, dan berdaya saing serta mandiridalam melakukan pengelolaan lingkungan. Untuk mencapai hal ini maka perlu dilakukan pemetaankelembagaan di DAS tersebut. Dari pemetaan kelembagaan yang ada di wilayah ini terdapat tigalembaga yang dapat melakukan kegiatan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) yaituBKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah), BP DAS (Badan Pengelolaan Daerah AliranSungai)/Forum DAS, dan TKPSDA WS Bengawan Solo (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya AirWilayah Sungai Bengawan Solo). Di antara ketiga lembaga tersebut maka TKPSDA adalah lembagayang dipercaya untuk melakukan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) dalampengelolaan lingkungan DAS Bengawan Solo Hulu.Kata kunci: DAS, pemetaan kelembagaan, lingkungan hidup
PENGENTASAN KEMISKINAN YANG KOMPREHENSIF DI BAGIAN WILAYAH TERLUAR INDONESIA - KASUS KABUPATEN NUNUKAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Kabupaten Nunukan terletak di Provinsi Kalimantan Utara yang merupakan salah satu kabupaten terluar di Indonesia. Kondisi pemilikan aset sumberdaya yang bervariasi antar kecamatan di Kabupaten Nunukan menyebabkan variasi kondisi kemiskinan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kondisi kemiskinan di Kabupaten Nunukan dan merumuskan program pengentasan kemiskinan yang komprehensif di Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan di Kabupaten Nunukan bervariasi antar kecamatan. Kondisi ini disebabkan oleh bervariasinya pemilikan aset sumberdaya antar kecamatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat dua pola pengentasan kemiskinan yang komprehensif di Kabupaten Nunukan. Pola pengentasan kemiskinan yang dimaksud adalah pola pengentasan kemskinan untuk kelompok anak-anak berupa pendidikan ekstra kurikuler ekonomi kreatif produktif dan pola pengentasan kemiskinan untuk kelompok dewasa adalah program pelatihan, bantuan modal, pendampingan, monitoring, dan pemasaran hasil melalui wadah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
PERAN REMITAN TKI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN DI DESA JANGKARAN KECAMATAN TEMON KABUPATEN KULONPROGO Astuti, Endah Dwi; Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Motif utama para TKI bekerja di luar negeri adalah untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik dari pada di daerah asal. Penghasilan yang diperoleh ini tidak dihabiskan di daerah tujuan tetapi sebagian besar dikirimkan sebagai remitan ke daerah asal. Pemanfaatan remitan di daerah asal sangat beraneka ragam. Penelitian ini dilakukan di Desa Jangkaran yang merupakan desa yang paling banyak mengirimkan TKI ke luar negeri di Kabupaten Kulonprogo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran remitan terhadap peningkatan kualitas permukiman. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur terhadap 72 KK yang memiliki anggota rumah tangga bekerja sebagai TKI di luar negeri serta wawancara mendalam kepada beberapa informan. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitas permukiman pada rumah tangga sebelum menjadi TKI dan setelah menjadi TKI. Penelitian ini juga menemukan adanya peningkatan jumlah rumah tangga yang mempunyai kualitas permukiman tinggi yaitu dari 31,94% sebelum menjadi TKI menjadi 55,56% setelah menjadi TKI. Peningkatan kualitas permukiman tidak lepas dari peran remitan yang dikirimkan oleh TKI. Pemanfaatan remitan yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas permukiman ini sangat tinggi yaitu mencapai 81,9% dari total remitan yang ada.
Pola Spasial Transformasi Wilayah di Koridor Yogyakarta-Surakarta Giyarsih, Sri Rum
Forum Geografi Vol 24, No 1 (2010): July 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v24i1.5013

Abstract

This research is conducted in Yogyakarta-Surakarta Corridor which become an intercity corridor that has been experiencing regional transformation. The aim of this research is to analyze the pattern of regional transformation using secondary data. The research covers all of villages along Yogyakarta-Surakarta Corridor (206 villages). The data processing employs SPSS program to apply quantitative and qualitative analysis method. The result show that the higher the physical accessibility, the higher is the degree of regional transformation. This research also reveals that high regional transformation patterns which are drawn by five variables, scattered in the villages which have high physical accessibility degrees and that the villages which have low physical accessibility degrees confirm the reverse level.
ANALISIS SEBARAN SPASIAL PENGEMIS DI KAWASAN SANGLAH DENPASAR Giyarsih, Sri Rum; Listyaningsih, Umi; Shara, Aprilia Riszi Indah Dewi
Media Komunikasi Geografi Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.20971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial pengemis di Kawasan Sanglah. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang berbasis pada analisis data primer. Teknik yang dipergunakan adalah plotting menggunakan GPS pada lokasi yang menjadi objek mengemis. Pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan keruangan.Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa klaster di Kawasan Sanglah yang dijadikan sebagai lokasi mengemis. Klaster-klaster tersebut berupa kawasan permukiman, pertokoan, perdagangan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sarana ibadah. Pada beberapa pola, beberapa pengemis memiliki cakupan wilayah yang berbeda antara satu pengemis dengan pengemis lainnya. Berdasarkan pola sebarannya, terdapat tiga bentuk pola sebaran yang diabstraksikan dalam bentuk rute perjalanan pengemis di kawasan tersebut. Masing-masing rute memiliki pusat, yaitu Pertokoan Gajah Mada, Pertokoan Diponegoro, dan Pertokoan Teuku Umar.Kata Kunci: Sebaran Spasial; Pengemis; Kawasan Sanglah
Subak Endurance in Facing External Development in South Bali, Indonesia Sriartha, I Putu; Giyarsih, Sri Rum
International Research Journal of Management, IT & Social Sciences Vol 4 No 4: July 2017
Publisher : International Journal of College and University (IJCU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21744/irjmis.v4i4.494

Abstract

Traditional Balinese irrigation system is managed by the traditional institution called subak. UNESCO has established subak as world cultural heritage that must be protected. The facts on the field showed the existence of subak is increasing threatened along with its external environment development...
The Effect of Regional Development on The Sustainability of Local Irrigation System (A Case of Subak System in Badung Regency, Bali Province) Suratman, Suratman; Giyarsih, Sri Rum; Sriartha, I Putu
Forum Geografi Vol 29, No 1 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v29i1.789

Abstract

This study was aimed at investigating the sustainability of subaks in the dynamics of regional development in the metropolitan area of Badung Regency, Bali Province. The data on subak sustainability were collected by using survey method in 69 subaks as the units of analysis, and the secondary data on the factors of regional development were collected by using document recording method. The data were analyzed by using quantitative decriptive technique, Analytical Hierarchy Process (AHP), and multiple linear regression. The results showed that the spatial distribution of subak sustainability levels forms cluster pattern with different dominations in short-, trantitional- and long- distance zones from the  tourism center. The components/elements of Tri Hita Karana (THK) that constitute the first priority in subak sustainability protection are wet land conversion control and guarantee for irrigation water adequacy. It was found that five factors ot regional development have a strong influence on subak sustainability with 87.8% contribution, and the rest (12.2%) is acounted by other factors outside the scope of this study.
Dampak Transformasi Wilayah terhadap Kondisi Kultural Penduduk (Tinjauan Perspektif Geografis) Giyarsih, Sri Rum
Forum Geografi Vol 26, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v26i2.5066

Abstract

This research was conducted in Yogyakarta-Surakarta Corridor aiming at analyzing the impacts of regional transformation on the cultural life of the citizens. Method applied in this research is based on the survey technique, with 120 household has been taken as the sample. Sampling technique based on stratified random sampling has been implemented in 4 villages that represent different degrees of accessibility, namely: Maguwoharjo Village-Sleman Regency (very high accessibility), Sumopuro Village-Klaten Regency (high accessibility), Danguran Village-Klaten Regency (medium accessibility), and Jatirejo Village-Boyolali Regency (low accessibility). Analysis technique is taken based on the descriptive quantitative analysis. The findings of this study show us that regional transformation has impacts on citizens cultural condition in the forms of some changes in traditional practices of dealing with pregnancy, birth, transition from childhood to adult life, marriage, and death, from complex practices to simpler ones. In the geographical perspective, this research also reveal the spatial variation (based on the 4 type of the village that represent different degrees of accessibility) from the impact of regional transformation on the cultural life of the citizens.