Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN MENYIMPANG PADA MAHASISWA KESEHATAN DI GORONTALO Goi, Misrawatie; Anasiru, M.Anas; Tumenggung, Imran
Jurnal Health and Sport VOL 6, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.93 KB)

Abstract

Tiga kategori perilaku makan menyimpang yaitu Anorexia Nervosa, Bulimia Nervosa, dan EDNOS memberikan dampak yang lebih lanjut antara lain keabnormalan kelenjar endokrin, kurang optimalnya pertumbuhan selama masa remaja, osteoporosis, anemia, hipotermia, sinus bradycardia, kegagalan jantung, dehidrasi, karies gigi, renal calculi, metabolisme asam dan pendarahan esophagus (McIntire & Lacy, 2007). Studi pendahuluan penelitian dilakukan di Gorontalo pada bulan Maret 2012 menemukan adanya kasus kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswa sebanyak 43.3% (n=30) dengan spesifikasi 7.7% cenderung pada anorexia nervosa (AN). 23.1% pada bulimia nervosa (BN). 15.38% pada binge eating (BE) dan 53.85% pada EDNOS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku makan menyimpang serta faktor individu dan faktor lingkungan sebagai determinannya. Desain penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan metode potong lintang. Variabel penelitian diidentifikasi melalui pengisian kuesioner. Nilai IMT diidentifikasi melalui pengukuran antropometri. Hubungan faktor individu dan faktor lingkungan dengan perilaku makan menyimpang mahasiswa dihitung berdasarkan uji regresi logistik. Hasil analisa data menunjukkan bahwa 56,4% mahasiswa menderita perilaku makan menyimpang. Faktor individu yang berhubungan dengan perilaku makan menyimpang pada mahasiswa kesehatan di Gorontalo adalah perilaku diet. Faktor lingkungan yang berhubungan dengan perilaku makan menyimpang pada mahasiswa kesehatan di Gorontalo adalah frekuensi kritik orang tua.
KORELASI ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, ZAT GIZI MIKRO dan AKTIFITAS FISIK dengan OBESITAS pada MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES GORONTALO GOI, MISRAWATIE
Jurnal Health and Sport VOL 5, NO 1, 2012
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.313 KB)

Abstract

The results showed that energy intake variables are the dominant variables associated with obesity after controlled by the Cr intake, fiber intake and physical activity. Energy intake derived from the accumulation of macro-nutrient intake (carbohydrates, fats and proteins intake). Any reduction in 1 g Cr Intake, the Body Mass Index (BMI) value will rise by 0.01 kg/m2 after controlled by energy intake and physical activity variables. Any decline in physical activity score of 1 point, the BMI value will rise by 1.25 kg/m2 after controlled by the energy intake and Cr intake variables. Recommendations resulting from this research is obese people should pay attention to the balance of nutrient intake and physical activity. Needed to do research to determine the content of micronutrient chromium in food in Indonesia and determine the recommended dietary allowance rate of micronutrient chromium intake per age group.
Asupan Suplemen Zat Gizi Besi (Fe) Ibu Hamil Dan Status Gizi Bayi Baru Lahir GOI, MISRAWATIE
Jurnal Health and Sport VOL 5, NO 3, 2012
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.052 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi asupan suplemen besi ibu hamil dan status gizi bayi yang dilahirkannya. Sampel penelitian merupakan bayi yang lahir di wilayah kerja Puskesmas Tamalate dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang asupan suplemen zat gizi besinya cukup, melahirkan bayi dengan rerata berat badan (BB) dan panjang badan (PB) lahir lebih tinggi dibanding responden yang asupan suplemen zat gizi besinya kurang selama kehamilannya. Selain itu juga diperoleh bahwa nilai Z-Score untuk indeks antropometri berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) bayi yang dilahirkan oleh ibu yang cukup asupan suplemen zat gizi besi, lebih tinggi dibanding yang kurang.
GIZI BAYI GOI, MISRAWATIE
Jurnal Health and Sport VOL 7, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.215 KB)

Abstract

Bayi (usia 0-11 bulan) merupakan periode emas sekaligus periode kritis karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang mencapai puncaknya pada usia 24 bulan. Tujuan pemberian gizi yang baik adalah tumbuh kembang anak yang adekuat. Rekomendasi WHO dalam rangka pencapaian tumbuh kembang optimal yaitu memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih. Selain diare dan infeksi pernafasan, ASI juga ditengarai dapat menurunkan insiden infeksi telinga (otitis media) dan berbagai penyakit lainnya. Selain itu, ASI dan kegiatan menyusu memiliki pengaruh terhadap kemampuan motorik dan bahasa anak, serta kemungkinan memiliki pengaruh terhadap inteligensia. Pemberian ASI tidak hanya memberikan menfaat bagi bayi dan anak saja. Manfaat lainnya juga bagi kesehatan ibu. Sebuah penelitian yang melibatkan 14.000 responden menyatakan bahwa bila wanita memiliki anak menyusui selama 4-12 bulan, maka risiko kanker payudara pada wanita pre-menopausal tersebut dapat dikurangi sampai 11%.
PENGELUARAN ROKOK DALAM RUMAH TANGGA KELUARGA BALITA BERSTATUS GIZI PENDEK DAN NORMAL DI DESA TABUMELA KECAMATAN TILANGO KABUPATEN GORONTALO Goi, Misrawatie
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 1 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.785 KB)

Abstract

Status gizi pendek dan sangat pendek yang terjadi pada masa anak merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah serta fungsi-fungsi tubuh yang tidak seimbang. Perilaku perokok kepala rumah tangga berhubungan secara bermakna dengan keadaan gangguan gizi pada anak balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengeluaran rumah tangga untuk rokok pada keluarga balita berstatus gizi pendek dan normal. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang untuk mengukur pengeluaran rokok rumah tangga dan status gizi balita. Sampel sebanyak 116 balita di Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Analisis data menggunakan uji t dua sampel bebas untuk melihat perbedaan pengeluaran rumah tangga untuk rokok pada balita berstatus gizi pendek dan normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pengeluaran rokok per hari pada keluarga balita berstatus gizi normal dan berstatus gizi pendek. Pengeluaran rokok pada keluarga balita berstatus gizi pendek lebih tinggi dibanding balita berstatus gizi normal. Rekomendasi yang diberikan yaitu kepada keluarga yang memiliki balita hendaknya memprioritaskan belanja keluarga pada bahan makanan bergizi dibandingkan untuk membeli rokok atau hendaklah berhenti mengonsumsi rokok. Rekomendasi lainnya hendaknya petugas kesehatan lebih intensif mengkampanyekan program hidup sehat tanpa asap rokok.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN MINYAK GORENG OLEH PEDAGANG PISANG GORENG DI KECAMATAN KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Goi, Misrawatie; Yasin, Yade Kurnia; Mohamad, Zul Ilyas
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 1 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.248 KB)

Abstract

ABSTRACT The usual cooking in the household has a very little effect on the fat content, but long-term heating like frying for several times can cause negative impact.The essential fatty acids will be damaged and toxic polymerase products are formed.The purpose of this study is to determine the type of cooking oil used and the frequency of frying in Kota Tengah, Gorontalo. The research methodology is descriptive research type with Cluster Sampling. The respondents were 7 respondents. The results showed that from 7 respondents a total of 5 respondents (71.4%) use a type of branded and 2 (28,6%) are unbranded. Meanwhile, 6 respondents (85,7%) used cooking oil which does not meet the health requirements (>2 times used). Only 1 respondent (14,3%) used healthy cooking oil. Conclusion: most of respondents used branded cooking oil but do not meet the health requirements. Keywords: type, usage, cooking oil ABSTRAK Pemasakan yang biasa dilakukan pada rumah tangga sedikit sekali berpengaruh terhadap kandungan lemak, tetapi pemanasan dalam waktu lama seperti penggorengan untuk beberapa kali, maka asam lemak esensial akan rusak dan terbentuk produk polymerase yang beracun. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis minyak goreng yang digunakan dan frekuensi penggunaan minyak goring setiap penggantian minyak gorengdi Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Metodologi penelitian menggunakan jenis penelitian Deskriptif dan cara pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling. Responden penelitian sebanyak 7 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 7 responden sejumlah 5 responden (71,4%) menggunakan jenis minyak goring bermerek dan yang tidak bermerek sejumlah 2 responden (28,6%). Sedangkan responden yang menggunakan minyak goreng yang tidak memenuhi syarat kesehatan (>2 kali penggoreng) sejumlah 6 orang (85,7%)dan yang memenuhi syarat sejumlah 1 responden (14,3%). Kesimpulan ialah sebagian besar responden menggunakan jenis minyak goreng yang bermerek yaitu sebesar 71,4% dan sebagian besar responden menggunakan minyak yang tidak memenuhi syarat kesehatan yaitu sebesar 85,7%. Kata Kunci: Jenis Minyak Goreng, Aktivitas Penggunaan, Minyak Goreng
PENANGANAN GIZI PADA CELIAC DISEASE Goi, Misrawatie
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 2 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.177 KB)

Abstract

ABSTRACT Celiac disease occurs in 1% of the child and adult population. In adulthood, there are 2-3 times more women than men. The disease is not only known in Europe but also in the Middle East, Asia, America, and Africa. Although many people are exposed to this disease and the incidence rate is increasing, there is still a lot of underdiagnoses, although even in one country in Europe it is reported that there is 1 sufferer to 77 people. In Indonesia until now, the exact number of cases is still not known, but allegedly the number is not far from 1 compared to 100 people. The authors conducted a study on patients with difficulty eating in children who seek treatment at Picky Eaters Clinic Jakarta (Clinic Special Difficulty Eating In Children). Allegedly, about 34% of the population, who is difficult to eat, is children with Celiac disease. The assumption is based on the benefits of gluten-free in those children diet. Celiac disease, is often called gluten intolerance, celiac sprue, non-tropical sprue, endemic sprue, gluten enteropathy or gluten-sensitive enteropathy. Those refer to a disease in which gluten intolerance (a protein) occurs, leading to changes in the small intestine resulting in impaired nutrient absorption and various disorders in the function of the human body. Celiac disease is a long-term and permanent hereditary disease. Keywords: celiac disease, gluten ABSTRAK Celiac disease terjadi pada 1% di antara populasi anak dan dewasa. Pada usia dewasa terdapat 2-3 kali lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Penyakit ini tidak hanya dikenal di Eropa tetapi juga di Timur Tengah, Asia, Amerika dan Afrika. Meskipun banyak manusia terkena penyakit ini dan angka kejadian semakin meningkat, tetapi masih banyak terjadi underdiagnosis, meskipun bahkan di salah satu negara di Eropa dilaporkan terjadi 1 penderita pada 77 orang. Di Indonesia sampai sekarang masih belum diketahui pasti angka kejadiannya, tetapi diduga angkanya tidak jauh dari 1 dibandingkan 100 orang. Penulis mengadakan penelitian pada penderita kesulitan makan pada anak yang berobat di Picky Eaters Clinic Jakarta (Klinik Khusus Kesulitan Makan Pada Anak) diduga sekitar 34% dari populasi anak sulit makan tersebut adalah penderita penyakit seliak, karena saat dilakukan penghindaran terhadap diet gluten terdapat perbaikan klinis yang bermakna. Celiac disease atau sering juga disebut gluten intolerance, celiac sprue, nontropical sprue, endemic sprue, gluten enteropathy atau gluten-sensitive enteropathy merupakan suatu penyakit dimana terjadi intoleransi terhadap gluten (sejenis protein), yang menyebabkan perubahan dalam usus halus sehingga terjadi gangguan penyerapan nutrisi yang masuk ke tubuh sehingga menyebabkan berbagai gangguan pada fungsi tubuh manusia. Celiac disease merupakan penyakit keturunan dan permanen yang bersifat jangka panjang. Kata Kunci: celiac disease, gluten
STATUS GIZI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX UNGGULAN DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI GORONTALO Lukman, Salman; Goi, Misrawatie
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 1 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.625 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: nutritional status is one of most influencing factors at Human Resource quality related to intelligence, productivity and creativity. Goal of education can be achieved through learning process to advance knowledge and skill. Evaluation of learning achievement can provide description on students? learning achievement. Research objective: to investigate correlation of nutritional status with students? learning achievement at class IX of MTs Negeri Gorontalo. Research methodology: this is an analytical survey research with cross sectional study. Research instrument is questionnaire. Data are analyzed through bivariate way with SPSS program. Research finding: for nutritional status; mostly students have good nutritional status namely 71 students (89,9%) and 8 students (10,1%) have less nutritional status. For learning achievement; 39 students (49,4%) have good category of learning achievement while 40 students (50,6%) have sufficient category. Conclusion: there is not meaningful correlation between nutritional status with students? learning achievement at class IX of Unggulan at MTs Negeri Gorontalo (p > 0,05). Keywords: nutritional status, learning achievement, excellent students ABSTRAK Latar belakang : Status gizi merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas SDM terutama yang terkait dengan kecerdasan, produktivitas dan kreativitas. Tujuan pendidikan dapat tercapai melalui proses pembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Evaluasi hasil belajar dapat memberikan gambaran tentang prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan prestasi belajar siswa kelas IX Unggulan MTs Negeri Gorontalo. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan survey analitik dengan rancangan studi potong lintang. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan program SPSS. Hasil penelitian : Untuk status gizi; sebagian besar siswa dengan ststus gizi baik yaitu 71 orang (89,9%) dan sebanyak 8 orang (10,1%) dengan status gizi kurang. Untuk prestasi belajar; hampir sama jumlah dan persentasenya antara kategori prestasi belajar baik dan cukup, yang mana kategori prestasi belajar baik 39 orang (49,4%) dan kategori prestasi belajar cukup 40 orang (50,6%). Kesimpulan : Tidak terdapat hubngan yang bermakna antara status gizi dengan prestasi belajar pada siswa kelas IX unggulan MTs Negeri Gorontalo (p > 0,05). Kata Kunci: status gizi, prestasi belajar, siswa unggulan
KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND IMPLEMENTATION OF COLD CHAIN MANAGEMENT IN BOALEMO DISTRICT, GORONTALO, INDONESIA Pangalo, Paulus; Sapiun, Zulfiayu; Ischak, Wenny Inno; Goi, Misrawatie; Hartati, Hartati
Journal of Health Policy and Management Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.15 KB)

Abstract

Background: Children's health is a priority in health development with the goal of reducing child mortality. So far, high immunization coverage does not guarantee the emergence of diseases that can be prevented by immunization (PD3I). Cold Chain Management is a system used to store vaccines in good condition which refers to the vaccine supply chain for the immunization procurement chain. The purpose of this study was to examine the relation­ship of knowledge, attitude, and implementation of cold chain management.Subjects and Method: This was a cross sec­tional study conducted at 11 health centers in Boa­­lemo District, Gorontalo, Indonesia, in Sep­tem­ber 2018. A sample of 34 health officers was selected purposively. The dependent variable was cold chain management. The independent variables were knowledge and attitude. The data were collected by questionnaire and observation sheets. The data were analyzed by Chi square.Results: High knowledge increased positive atti­tude toward implementation of cold chain mana­ge­ment (OR= 5.87; p= 0.061). High knowledge (OR= 2.17; p= 0.448) and positive attitude (OR= 2.69; p= 0.405) increased implementation of cold chain management, but they were statistically non-significant.Conclusion: High knowledge and positive atti­tude increase implementation of cold chain managementKeywords: cold chain management, vaccine, knowledge, attitudeCorrespondence: Zulfiayu Sapiun. Department of Pharmacy, Health Polytechnics, Ministry of Health Gorontalo.Jl. Taman Pendidikan 36, Gorontalo 96123, Indonesia. Email: zulfiayu@poltekkesorontalo.ac.id. Mobile: 081244521639Journal of Health Policy and Management (2020), 05(02): 139-145https://doi.org/10.26911/thejhpm.2020.05.02.06
PENGELUARAN ROKOK DALAM RUMAH TANGGA KELUARGA BALITA BERSTATUS GIZI PENDEK DAN NORMAL DI DESA TABUMELA KECAMATAN TILANGO KABUPATEN GORONTALO Misrawatie Goi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 1 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v1i1.3

Abstract

Status gizi pendek dan sangat pendek yang terjadi pada masa anak merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah serta fungsi-fungsi tubuh yang tidak seimbang. Perilaku perokok kepala rumah tangga berhubungan secara bermakna dengan keadaan gangguan gizi pada anak balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengeluaran rumah tangga untuk rokok pada keluarga balita berstatus gizi pendek dan normal. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang untuk mengukur pengeluaran rokok rumah tangga dan status gizi balita. Sampel sebanyak 116 balita di Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Analisis data menggunakan uji t dua sampel bebas untuk melihat perbedaan pengeluaran rumah tangga untuk rokok pada balita berstatus gizi pendek dan normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pengeluaran rokok per hari pada keluarga balita berstatus gizi normal dan berstatus gizi pendek. Pengeluaran rokok pada keluarga balita berstatus gizi pendek lebih tinggi dibanding balita berstatus gizi normal. Rekomendasi yang diberikan yaitu kepada keluarga yang memiliki balita hendaknya memprioritaskan belanja keluarga pada bahan makanan bergizi dibandingkan untuk membeli rokok atau hendaklah berhenti mengonsumsi rokok. Rekomendasi lainnya hendaknya petugas kesehatan lebih intensif mengkampanyekan program hidup sehat tanpa asap rokok.