Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Kritik Terhadap Model Kipas; Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur Rezki Hariko; Ifdil Ifdil
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.87 KB) | DOI: 10.29210/120500

Abstract

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen integral dalam pendidikan yang eksistensinya dari waktu ke waktu semakin dibutuhkan. Sayangnya, pelaksanaan bimbingan dan konseling selama ini masih mengadopsi secara membabi-buta rumusan yang dibuat oleh para ahli yang berlandaskan pada falsafah Barat. Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur (KIPAS) yang dikreasikan oleh Andi Mappiare-AT muncul sebagai salah satu dari sedikit jenis bimbingan dan konseling yang berlandaskan pada budaya Nusantara. Fokus penulisan artikel ini mencakup deskripsi dan analisis kritis terhadap Model KIPAS; uraian tentang kontribusi Model KIPAS terhadap pengembangan diri dan penyelesaian masalah konseli, dan kontribusi terhadap citra konseling Indonesia. Basis budaya yang diusung oleh Model KIPAS menjadi keunggulan utama model ini, menjadikannya sangat efektif untuk diaplikasikan dalam pelayanan bimbingan dan konseling Indonesia. Disamping itu, terdapat beberapa kritikan terhadap Model KIPAS, khususnya terkait dengan masih minimnya kajian mendalam tentang karakteristik manusia Indonesia, dan “pemangkasan” tahapan konseling. Sebagai model yang berbasis pada budaya bangsa, Model KIPAS perlu mendapat dukungan dan upaya pengembangan lebih lanjut dari segenap praktisi dan akademisi bidang bimbingan dan konseling.
Landasan Filosofis Keterampilan Komunikasi Konseling Rezki Hariko
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.747 KB)

Abstract

Abstract: Counseling is a professional activity involving the relationship between a counselor with an individual or a group of individuals. Like an interpersonal relationship in general, in the process of counseling occurs the process of interaction and communication between individuals with other individuals (counselors-counselee). Mastery of communication skills is a basic prerequisite for counselors to be able to use various counseling skills effectively and efficiently. It should be understood that almost all of the counseling skills involve the counselor’s communication skills. A good understanding of communication skills should be based on an in-depth study and understanding of communication philosophy. Mastery of communication skills will facilitate the counselor in using various counseling skills that have been formulated by experts as assets to provide successful assistance services for the counselee.Abstrak: Konseling merupakan kegiatan profesional yang melibatkan hubungan antara seorang konselor dengan individu atau sekelompok individu. Layaknya suatu hubungan interpersonal, konseling tidak dapat dilepaskan dari berlangsungnya proses interaksi dan komunikasi pada pihak-pihak yang terlibat di dalam proses tersebut. Penguasaan keterampilan komunikasi merupakan prasyarat dasar bagi konselor untuk dapat menggunakan berbagai keterampilan konseling secara efektif dan efisien. Harus dipahami bahwa hampir keseluruhan keterampilan konseling melibatkan keterampilan komunikasi konselor. Pemahaman yang baik terhadap keterampilan komunikasi harus didasari oleh pengkajian dan pemahaman mendalam terhadap filsafat komunikasi. Penguasaan tersebut memudahkan konselor dalam menggunakan berbagai keterampilan konseling yang telah dirumuskan oleh para ahli sebagai modal untuk memberikan pelayanan bantuan yang berhasil-guna bagi konseli.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i22017p041
Students' motivation to attend group guidance based on gender and ethnic Rezki Hariko; Herman Nirwana; Rima Pratiwi Fadli; Ifdil Ifdil; Hastiani Hastiani; Rahmi Dwi Febriani
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 5, No 1 (2021): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00412za0002

Abstract

Although group guidance is believed to be an effective and efficient service to facilitate the development of positive aspects and prevention of negative aspects of students, the frequency of its use for students is not optimal. This study aims to analyze student motivation to follow group guidance and differences in their motivation based on gender and ethnicity. The study used a comparative descriptive method. A total of 690 samples were involved in write-paper-and-pencil questionnaires, namely the students' motivation scale to attend group guidance, which was designed based on the Likert Scale model. We analyzed data using descriptive statistics and different test analysis using independent samples t-test and Bayesian method by applying JASP software. Analysis results showed that most students have the prime motivation to follow group guidance and there are significant differences in student motivation to follow group guidance based on gender, but in terms of ethnicity did not show any significant differences. School counselor can implement the findings of this study in determining group members in group guidance services.
Factors Affecting Student’s Burnout In Online Learning Rahmi Dwi Febriani; Triyono Triyono; Rezki Hariko; Verlanda Yuca; Elrisfa Magistarina
Jurnal Neo Konseling Vol 3, No 3 (2021): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00567kons2021

Abstract

The Pandemic of Corona Virus Disease (Covid-19) has a significant impact on various sectors of life, including the education sector.The learning process, which was initially carried out in person or face-to-face, is now carried out online.This virtual learning implementation has a negative impact on students' psychology, one of which is the burnout study.Several research results show that many students have difficulty understanding the material provided online, the task demands are high, and cannot interact directly with friends and lecturers.Furthermore, this increases the burnout of the study in students and causes the lecture process to be not optimal.Burnout study is a condition in which an individual feels physically and emotionally exhausted, causing boredom in learning, indifference to academic assignments, lack of motivation, laziness, and decreased learning achievement.Current research uses literature review by looking for theoretical references that are relevant to the problems found.
Peran Konselor dalam Meningkatkan Disiplin Siswa: Tinjauan Berdasarkan Persepsi Siswa Lia Agustina; Daharnis Daharnis; Rezki Hariko
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 3 Nomor 1 Februari 2019
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v3i1.266

Abstract

Disiplin didefinisikan sebagai sikap mental yang menggambarkan ketaatan, kerelaan, kesadaran dan tanggung jawab individu maupun kelompok untuk melakukan tugas dan kewajiban berdasarkan aturan-aturan yang telah disepakati. Sebagai aspek penting yang mesti dimiliki oleh setiap siswa, peran konselor sangat diperlukan bagi pengembangan dan/atau peningkatan disiplin siswa. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa tentang peran konselor dalam meningkatkan disiplin siswa. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh setelah 246 siswa SMAN 1 Lintau, Sumatera Barat, menyelesaikan skala pengukuran persepsi siswa tentang peran konselor untuk meningkatkan disiplin siswa yang disusun berdasarkan model skala Likert. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Kesimpulan dari penelitian adalah siswa berpersepsi bahwa konselor belum berperan secara optimal dalam meningkatkan disiplin siswa.
Identification of saprahan values as formers of gifted students empathy in high school students in pontianak Hastiani Hastiani; Rezki Hariko
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 3, No 1 (2019): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.202 KB) | DOI: 10.24036/0058za0002

Abstract

Gifted students tend to have too perfectionistic social skills, want others to be in accordance with the desired logic, comfortable interacting with students with homogeneous characteristics. This tendency can be modified by school counselors through the integration of the values of Saprahan local wisdom into guidance and counseling services. The values contained in Saprahan are used as the formation of students' empathy skills. Thus, gifted students have concern for other colleagues, can interact well with students of various characters, accept the shortcomings of other friends, embrace and help other friends, be polite in communicating, and not demean other friends.
Kajian self adjustment pada mahasiswa kelas internasional Puji Gusri Handayani; Verlanda Yuca; Hafiz Hidayat; Rezki Hariko; Rahmi Dwi Febriani
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02021876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  self adjustment pada mahasiswa dan menguji perbedaan self adjustment mahasiswa kelas internasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 212 mahasiswa kelas internasional Universitas Negeri Padang, dengan menggunakan total sampling yaitu menggunakan seluruh mahasiswa kelas internasional. Metode penelitian menggunakan deskriptif komparatif. Instrumen yang digunakan adalah “Inventory Self Adjustment Puji and Verlanda” (ISAPUVE) dengan reliabilitas 0,80. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan self adjustment mahasiswa laki-laki dan perempuan pada kelas internasional di Universitas Negeri Padang. Diharapkan UPBK (Unit Layanan Bimbingan dan Konseling) Universitas Negeri Padang memfasilitasi mahasiswa untuk dapat menekan self adjustment yang rendah melalui layanan yang tersedia di UPBK.
KONSELING HUMANISTIK: SEBUAH TINJAUAN FILOSOFI Zulfikar Zulfikar; Rezki Hariko; Muwakhidah Muwakhidah; Nikon Aritonang
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v3i1.1655

Abstract

It self counseling humanistic philosophy emphasizing musings about what it means to be human. Humans have the ability to think consciously and rationally in controlling biological desires, as well as in achieving their maximum potential. humans are responsible for their own life and actions and have the freedom and ability to change their own attitudes and behavior. Humanistic approach to counseling techniques do not have a strictly defined. In the existential-humanistic counseling main concern is to do with the client. The counseling process with the humanistic approach very concerned of the therapeutic relationship by seeing the counselor and client as a human being. The process and results of the intervention counseling humanistic aspects are very related and complementary. The goal of counseling is to make the client aware of its existence in an authentic manner. Broadening the client's self-awareness in order to take a free choice and responsibility. Helping clients to be able to deal with anxiety in connection with the decision of his choice and accept the fact that he is more than just victims of forces influence from outside himself. The point is how a counselor could humanize by exploiting all the potential that is in him.
MENCIPTAKAN KONSELING YANG KONDUSIF MELALUI TEKNIK-TEKNIK DASAR KONSELING (ATTENDING, LISTENING DAN STRUCTURING) Ifrah Hifsy; Rezki Hariko; Yeni Karneli
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Juli-Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2022.v7i2.143-149

Abstract

Konseling adalah pelayanan bantuan oleh tenaga profesional kepada seorang atau sekelompok individu untuk pengembangan KES dan penanganan KES-T dengan fokus pribadi mandiri yang mampu mengendalikan diri melalui penyelenggaraan berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung dalam proses pembelajaran. Kemudian, konseling yang kondusif adalah pelayanan yang diberikan oleh konselor kepada klien untuk pengembangan KES dan penanganan KES-T dengan tenang atau tertib. Nah, pada proses konseling yang terjadi saat ini banyak yang tidak kondusif. Karena dalam proses nya tidak kondusif. Maksudnya adalah dalam proses konseling, teknik-teknik konseling seperti attending, listening dan structuring tidak di implementasikan dengan efektif oleh konselor. Untuk itu, diperlukan konseling yang kondusif melalui pengimplementasian teknik-teknik dasar konseling konseling (Attending, Listening dan Structuring). Metode yang digunakan pada jurnal ini ialah Literature Review.