Ketut Gunawan
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Yogyakarta 55283 Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI IMPLEMENTASI FALSAFAH TRI HITA KARANA (STUDI KASUS DI KABUPATEN BULELENG BALI) Gunawan, Ketut
Media Komunikasi FPIPS Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1169

Abstract

Kabupaten Buleleng memiliki kepadatan penduduk yang tergolong tinggi. Tingginya kepadatan penduduk telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap produksi sampah. Setiap hari Kabupaten Buleleng menghasilkan sampah sebesar 185,4 m2 yang bersumber dari daerah pedesaan dan perkotaan. Masalah sampah ini telah menjadi masalah yang sangat serius yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak, karena sampah telah membuat lingkungan menjadi kumuh, bau busuk, jorok dan menjijikkan, menimbulkan penyakit serta sangat mengganggu keindahan dan kelestarian lingkungan. Adapun beberapa penyebab masalah Persampahan di kabupaten Buleleng adalah: (1) masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menciptakan kebersihan lingkungan. Hal ini terlihat dari kebiasaan membuang sampah yang tidak pada tempatnya dan (2) belum adanya solusi teknologi tepat guna untuk pengolahan sampah. Masyarakat Hindu yang memiliki dasar falsafah Tri Hita Karana perlu diimplementasikan untuk menuntun sikap dan perilaku dalam melestarikan lingkungan dalam bentuk membangun, memelihara dan mengamankan lingkungan melalui penanganan sampah. Langkah konkrit yang perlu diambil adalah dengan mengambil peran masyarakat dengan melibatkan komponen sekolah, kelurahan, pemerintah dan rumah tangga sebagai penghasil sampah untuk memisahkan sampah organic dan sampah non organik. Dengan pemisahan ini maka para pemulung akan mengambil sampah non organik yang akan diteruskan ke pengepul barang rongsokan. Sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Selain langkah di atas juga diusulkan teknologi EM (Effektive Micro Organism) untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik serta teknologi Incinerator untuk mengolah sampah menjadi pembangkit tenaga listrik. Kata-kata kunci: Sampah, Tri Hita Karana, Pemberdayaan
MANAJEMEN KREDIT KETAHANAN PANGAN (KKP) BAGI PETANI Gunawan, Ketut
dwijenAGRO Vol 2 No 1 (2011): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.837 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.2.1.266.%p

Abstract

Strategi pembangunan ekonomi pada sektor pertanian dan industri pertanian menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia. Pemerintah Indonesia menaruh perhatian yang sangat besar terhadap pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Untuk mengembangkan sektor pertanian telah ditetapkan program kredit untuk petani. Program kredit untuk petani telah beberapa kali mengalami perubahan mulai dari kredit Bimas/Inmas, Kredit Usaha tani (KUT) dan yang terakhir adalah Kredit Ketahanan pangan (KKP). Persyaratan perkreditan secara teoretis jauh berbeda dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Kredit Ketahanan Pangan (KKP) bagi petani. Hal ini disebabkan karena KKP lebih bertujuan sosial yaitu membantu para petani yang membutuhkan bantuan kredit. Kemudahan persyaratan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dapat mengundang resiko kemacetan kredit. Utuk mengatasi hal itu perlu ditetapkan strategi penanganan kredit macet. Penanganan kredit macet dapat dilakukan melalui : (1) Penjadwalan kembali (reschedulling) melalui : a. Memperpanjang jangka waktu kredit; b. Memperpanjangjangka waktu angsuran. (2) Persyaratan Kembali (reconditioning) yang meliputi : a. Kapitalisasi bunga; b. penundaan pembayaran bunga; c. penurunan suku bunga; d. Pembebasan bunga. (3) Penataan kembali (restructuring).Kata kunci : Manajemen Kredit Ketahanan pangan (KKP), Petani, Strategi Penanganan Kredit Macet.
PERAN FALSAFAH TRI HITA KARANA BAGI PERTUMBUHAN DAN KINERJA LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD) DI BALI Gunawan, Ketut
Jurnal Analisis Manajemen Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Analisis Manajemen
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2152.582 KB)

Abstract

One of the institutions of micro economy in Bali is Lembaga Perkreditan Desa (LPD) which is owned by the village. LPD in Bali has the anually average of assets development about 24,55%, the average of fund development in a form of saving and deposit about 25,11%, and credits about 23,84%, credits problem volume about 1,98 % and Capital Adequati Ratio about 25 %. Its means LPD has a Good Performance and Growth. Hindus in Bali follow the value of balance which based on the theory of Tri Hita Karana which consists of : Parahyangan, Pawongan, and Palemahan. By writing this paper, the writer wants to explain the theory of Tri Hita Karana and the performance and Growth of LPD in Bali. The purposes are : first, to understand the general background of LPD in Bali; second, to understand the values which exist in the theory of Tri Hita Karana; third, to know the role of the theory of Tri Hita Karana for the Performance and Growth of LPD in Bali. The result of this study shows that : first, LPD as the important place of many sacred values in Bali has excellent of Performance and Growth; second, there are many sacred and high values exist in the theory of Tri Hita Karana, they are : always stay in Gods path, honesty, hardworking, excellent time management, harmonious cooperation, faith in words, efficiency, full of creativeness and spirit to grow more, keeping the safety. Third, the values of Tri Hita Karana can form the good mentality of the stakeholders of LPD which has been playing the important role to developing and Performance the LPD in Bali.
Pembuatan Trainer AC Split Sebagai Media Praktikum Pada Laboratorium Teknik Pendingin Undiksha Trihartanto, Arif; Gunawan, Ketut
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i1.42863

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan media praktikum berupa trainer AC split untuk memenuhi kegiatan praktikum teknik pendingin di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Undiksha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media praktikum yang memiliki kualitas baik dan layak digunakan. Kegiatan diawali dengan perancangan trainer AC yang kemudian diimplementasikan pada mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian research and development (R&D) model pembelajaran Lee & Owens. Sampel penelitian ini menggunakan kelompok kecil dengan jumlah mahasiswa sebanyak 6 orang konsentrasi teknik pendingin. Penilaian media praktikum trainer AC split dilakukan oleh ahli materi, ahli media, serta mahasiswa. Dari validasi dua ahli materi memperoleh skor rata-rata 52,5 atau 87,5%. Validasi ahli dua ahli media memperoleh skor rata-rata 53 atau 88,33%, dan ujicoba mahasiswa memperoleh skor rata-rata 296 atau 89,70% dengan kategori semua skor tersebut adalah sangat layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media praktikum trainer AC split ini dapat diterima oleh mahasiswa dengan kriteria sangat layak untuk digunakan.  Kata kunci: media praktikum; trainer AC split This research is the development of practicum media in the form of a split AC trainer to fulfill refrigeration engineering practicum activities in the Undiksha Mechanical Engineering Education Study Program. The purpose of this research is to produce practicum media that have good quality and are suitable for use. The activity begins with the design of an AC trainer which is then implemented on students. The type of research used is research and development (R&D) Lee & Owens learning model. The sample of this study used a small group with a total of 6 students concentrating on cooling techniques. The assessment of the AC split trainer practicum media was carried out by material experts, media experts, and students. From the validation of two material experts obtained an average score of 52.5 or 87.5%. Expert validation of two media experts obtained an average score of 53 or 88.33%, and student trials obtained an average score of 296 or 89.70% with the category of all scores being very feasible. So it can be concluded that the AC split trainer practicum media can be accepted by students with very feasible criteria for use.Keywords : practicum media; split AC trainerAkbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.Akbar, Taufiq Nuril. (2016). Pengembangan Multimedia Interaktif IPA Berorientasi Guided Inquiry Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas V SDN Kebonsari 3 Malang. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 1 No. 6 Halaman: 1120 – 1126.Al Idrus, S. W., Purwoko, A. A., Hadisaputra, S., & Junaidi, E. (2020). Pengembangan Modul Praktikum Kimia Lingkungan Berbasis Green Chemistry Pada Mata Kuliah Kimia Lngkungan. Jurnal Pijar Mipa, 15(5), 541–547. https://doi.org/10.29303/jpm.v15i5.2171Bengi, N. I. (2021). Tahapan-Tahapan Dalam Proses Pengembangan Koleksi. Jurnal Adabiya, 23(1), 1–19.Diks, M E. (2002). Pengetahuan Praktis Teknik Pendingin Dan Reparasinya. Jakarta: PT Bumi AksaraElisa, Edi., dkk. (2021). Pengembangan Laboratorium Virtual Kimia Teknik untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Proses Sains Mahasiswa. Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry, 12(2), 55-61. https://doi.org/10.22437/jisic.v12i2.11243Mustabsyirah. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Praktikum Biologi Berbasis Video Pada Materi Sistem Pencernaan Di Kelas XI IPA MAN 2 Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. [Skripsi]. Makasar: Universitas Islam Negeri Alauddin.Nursusanto, Usman. (2016). Pengembangan AC Trainer Sebagai Media Pembelajaran Sistem Instalasi Tata Udara Siswa Kelas XI SMK N 1 Magelang. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.Primayudi, I.B.K.K. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Materi Sistem Kemudi Dan Power Steering Menggunakan Autoplay Media Studio. [Skripsi]. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.Sadiman, Arif S., dkk. (2005). Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatan) : Jakarta: PT Jakarta GravindoSetyawan, Totok. (2020). Pengembangan Alat Peraga Lemari Pendingin Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Kuliah Perancangan Sistem Refrigerasi. [Skripsi]. Singaraja: Universitas Pendidikan GaneshaSatria, A., & Yuhendri, M. (2021). Analisis Kelengkapan Peralatan Praktek Dasar Listrik Elektronika di SMK. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 02(01), 32–36. http://jpte.ppj.unp.ac.id/index.php/JPTE/article/view/66Simatupang, A. C., & Sitompul, A. F. (2018). Analisis Sarana Dan Prasarana Laboratorium Biologi Dan Pelaksanaan Kegiatan Praktikum Biologi Dalam Mendukung Pembelajaran Biologi Kelas Xi. Jurnal Pelita Pendidikan, 6(2), 109–115. https://doi.org/10.24114/jpp.v6i2.1014Wibawa, I. G. P., Ratnaya, I. G., & Santiyadnya, N. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Air Conditioner ( Ac ) Split Pada Mata Kuliah Teknik Pendingin. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Undiksha, 9(1), 1–9. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23887/jjpte.v9i1.23652
Optimalisasi Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium Manufaktur Gunawan, Ketut
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i1.44104

Abstract

Kegiatan praktikum dan penelitian yang dilakukan mahasiswa di laboratorium manufaktur sering mengabaikan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Hal ini bisa diamati dari kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) ketika beraktifitas di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang menyebabkan rendahnya kesadaran mahasiswa untuk menerapkan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja (K3) ketika melakukan praktikum maupun ketika melakukan penelitian di laboratorium. Tujuan selanjutnya adalah memberikan solusi yang terbaik untuk dapat meningkatkan pemahaman dan mengoptimalkan pelaksanaan K3 sehingga dapat memperkecil resiko kecelakaan kerja ketika berada di laboratorium.Penelitian ini dilakukan dengan metode pengamatan langsung di lapangan disertai dokumentasi, dan wawancara melalui pengisian kuesioner online sehingga diperoleh informasi yang obyektif tentang keadaan yang sebenarnya.Dari hasil pengamatan langsung dan wawancara diketahui bahwa mahasiswa sering melakukan pelanggaran sikap dan perilaku ketika beraktifitas di laboratorium, kurangnya petunjuk mengenai K3 dan juga mahasiswa malas menggunakan APD. Setelah mengetahui hasil – hasil temuan di lapangan kemudian dilakukan langkah – langkah penyusunan solusinya yaitu melalui pembuatan poster K3, pembuatan standar operasional prosedur (SOP) dan penyediaan APD yang memadai. Dengan solusi yang dilakukan tersebut diharapkan mampu mengubah perilaku mahasiswa ketika beraktifitas di laboratorium yaitu selalu menerapkan prinsip – prinsip K3 ketika sedang praktikum maupun melakukan penelitian di laboratorium. Kata kunci: Alat Pelindung Diri (APD), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3),  Laboratorium manufaktur , Standar Operasional Prosedur (SOP)