p-Index From 2017 - 2022
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Ilmiah Impas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Curahan Tenaga Kerja Wanita Tani Pada Usahatani Bawang Merah Tuk-Tuk Di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu Naomi Indriani Magang; Maximiliam M. J. Kapa; Leta Rafael Levis
Buletin Ilmiah Impas Vol 20 No 3 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v20i03.1861

Abstract

This research was conducted to know: 1) the amount of farmer women labor alocation on Tuk-Tuk shallot farming 2) the revenues of Tuk-Tuk shallot farming and 3) the contribution of farmer women revenues on Tuk-Tuk shallot farming toward farmer household revenues at Fatuketi Village, KakulukMesakSub-District,Belu Regency. Fatuketi Village was selected as research location using purposive sampling technique. Data collection was conducted in February 2019 and data analysis was performed using descriptive analysis.The variables measured were the alocation of women labor (MD), the revenues from tuk-tuk shallot farming (Rp), and the contribution of farmer women revenues on tuk-tuk shallot farming toward farmer household revenues(%). The results showed that (1) the average alocation of females farmer's work time on Tuk-Tuk shallot farming was 17.1 MDcomprised land preparation and processing 1.7 MD, nursery 3,1 MD, planting 1,1 MD, Fertilizing 0.9 MD, maintenance 8,4 MD, harvesting 0.9 MD, and post-harvest 0.9 MD. (2) the total revenues obtained from tuk-tuk shallot farming was Rp. 10.897.500, - (3) the revenues of farmer women on tuk-tuk shallot farming wasRp. 3.149.973, and (4) contribution of farmer women revenues to thefarmer household revenueswas 28,90%.This value indicated that the farmer women revenues contribution was small Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) besarnya curahan tenaga kerja wanita pada usahatani bawang merah tuk-tuk, 2) penerimaan usahatani bawang merah tuk-tuk dan 3) kontribusi penerimaanwanitatanipadausahatanibawang merah tuk-tuk terhadap penerimaanrumahtanggapetanidi Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Desa Fatuketi dipilih sebagai lokasi penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan februari 2019 dan analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Variabel yang diukur adalah besar curahan tenaga kerja wanita (HKO), penerimaan usahatani bawang merah tuk-tuk (Rp), dan Kontribusi penerimaan wanita pada usahatani bawang merah tuk-tuk terhadap pendapatan rumah tangga (%). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) rerata curahan waktu kerja wanita tani pada usahatani bawang merah tuk-tuk sebesar 17,1 HKO dengan rincian pengolahan lahan 1,7 HKO, persemaian 3,1 HKO, penanaman 1,1 HKO, Pemupukan 0,9 HKO, perawatan 8,4 HKO, pemanenan 0,9 HKO, dan pasca panen 0,9 HKO.(2) penerimaan usahatani bawang merah tuk-tuk sebesar Rp. 10.897.500, (3) penerimaan wanita tani dalam usahatani bawang merah tuk-tuk adalah sebesar Rp. 3.149.973, dan (4) kontribusi penerimaan wanita tani terhadap penerimaan usahatani adalah sebesar 28,90%. Nilai tersebut menunjukan kontribusi penerimaan wanita tani tergolong kecil.
Analisis Ekonomi Usahatani Bawang Merah Varietas Tuk-Tuk Di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu Diana E. P. Amaral; Damianus Adar; Maximiliam M. J. Kapa
Buletin Ilmiah Impas Vol 20 No 3 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v20i03.1864

Abstract

This research has been conducted at Fatuketi Village Kakuluk Mesak Subdistrict Belu District. The purpose of this research weretoknow (1) the amount revenue and income of red onion variety Tuk-Tuk, (2) the relative profit, (3) the break event point (BEP), and (4) the primary data was collected by interviewing respondent using questionnaires. Data collected was analysis descriptively, followed by revenue analysis, income, R/C ratio, BEP and capital efficiency analysis The results of research showed that the average income per hectare of Tuk-Tuk variety onion at research location was Rp.415.542.737with an average revenue per hectare wasRp.454.062.500 and average was cost per hectare wasRp.38.518.763. The break event point of productionwas 6.136,49 kgperhectare andthe break event point ofprice was Rp.1.473, while theR/C ratio value was 9,60and from the capital efficiency analysis result (85%) it was found thad the onion farming was capital intensive Penelitian ini dilakukan di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)besarnya penerimaan dan pendapatan,(2)keuntungan relatif , (3)besar break event point (BEP) dan (4)efisiensi penggunaan modal usahatani bawang merah varietas tuk-tuk. Data primer dikumpulkan melalui wawancara didapat dari responden menggunakan kuisioner, data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif diikuti oleh analisis penerimaan, pendapatan, R/C rasio, BEP dan analisis efisiensi modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan perhektar usahatani bawang merah varietas tuk-tuk di lokasi penelitian sebesar Rp.415.542.737 dengan rata-rata penerimaan perhektar sebesar Rp.454.062.500 dan rata-rata biaya perhektar Rp.38.518.763.Break event point produksi sebanyak 6.136,49 kilogram perhektar dan break event point harga sebesar Rp.1.473, sedangkan untuk nilai R/C ratio sebesar 9,60 perhektar dan penggunaan modal produksi usahatani adalah sebesar 85% yang artinya bahwa penggunaan modal pada usahatani bawang merah tuk-tuk di lokasi penelitian bersifatCapital intensive.
Keuntungan Relatif Usaha Pupuk Bokashi_ Anprino K. R. Andung; Maximiliam M. J. Kapa; Charles Kapioru
Buletin Ilmiah Impas Vol 20 No 3 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v20i03.1877

Abstract

Organic fertilizers are fertilizers made from organic materials that can improve soil properties and chemical properties of the soil by helping the process of weathering mineral materials, maintaining soil fertility and improving the original conditions. This research was conducted in the Mitra Organik business group in East Baumata Village, Taebenu Sub District, Kupang Regency in April 2019. The purposes of this study are 1) to know the size of the income of the bocation fertilizer business and 2) to knowing the relative profits of the bokashi fertilizer business. The method used in this study is a case study method. Data analysis was carried out using the R/C ratio analysis to assess relative profits and BEP analysis to determine the break-even point. The results showed that the production capacity of bokashi fertilizer each year from 2016-2018 was 5,000 kg in 5 production times per year. The total production costs used in 2016 were Rp. 4,173,083, the total revenue was Rp. 6,500,000 and the income earned was Rp. 2,326,917. In 2017, the total cost used is Rp.4,535,583, the total revenue is Rp.7,500,000 and the total income earned is Rp 2,964,417, and in 2018 the total costs used were Rp. 4,735,583, the total revenue was Rp 7,500,000 and the total income earned was Rp 2,764,417. Analysis of the relative profit R / C ratio in 2016 is equal to 1, 55, in 2017 which is equal to 1.65 and in 2018 which is equal to 1, 58, while the BEP analysis in 2016 was obtained by BEP production of 3,210 kg and BEP at a price of Rp 834.61, in 2017 BEP production was obtained at 3,023 kg and BEP for prices of Rp 870, 71, and in 2018 BEP was produced amounting to 3,157 and BEP prices of Rp 947.11, So the Mitra Organik bokashi fertilizer business is worth developing. Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik yang dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan sifat kimia tanah yaitu dengan membantu proses pelapukan bahan mineral serta menjaga kesuburan tanah dan mengembalikan pada kondisi semula. Penelitiana ini dilakukan di kelompok usaha Mitra Organik di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang pada bulan April 2019. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui besarnya pendapatan usaha pupuk bokasi dan 2) mengetahui keuntungan relatif usaha pupuk bokashi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis R/C ratio untuk menilai keuntungan relatif dan analisis BEP untuk mengetahui titik impas. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas produksi pupuk bokashi masing-masing tahun dari tahun 2016-2018 adalah 5.000 kg dalam 5 kali produksi pertahun. Total biaya produksi yang digunakan pada tahun 2016 yaitu Rp 4.173.083, total penerimaan sebesar Rp 6.500.000 dan pendapatan yang di peroleh sebesar Rp 2.326.917. Pada tahun 2017, total biaya yang digunakan yaitu sebesar Rp 4.535.583, total penerimaan sebesar Rp 7.500.000 dan total pendapatan yang di peroleh sebesar Rp 2.964.417, dan pada tahun 2018 total biaya yang digunakan yaitu sebesar Rp 4.735.583, total penerimaan sebesar Rp 7.500.000 dan total pendapatan yang di peroleh yaitu sebesar Rp 2.764.417. Analisis keuntungan relatif R/C ratio pada tahun 2016 yaitu sebesar 1, 55, pada tahun 2017 yaitu sebesar 1,65 dan pada tahun 2018 yaitu sebesar 1, 58, sedangkan analisis BEP pada tahun 2016 yaitu di peroleh BEP produksi sebesar 3.210 kg dan BEP harga sebesar Rp 834,61, pada tahun 2017 di peroleh BEP produksi sebesar 3.023 kg dan BEP harga sebesar Rp 870,71, dan pada tahun 2018 di peroleh BEP produksi sebesar 3.157 dan BEP harga sebesar Rp 947,11, Maka usaha pupuk bokashi Mitra Organik layak di kembangkan.
Rentabilitas Usahatani Jagung di Desa Oenenu Kecamatan Bikomi Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Ona G. Almet; Maximiliam M. J. Kapa; Ignatius Sinu
Buletin Ilmiah Impas Vol 20 No 2 (2019): Edisi Agusus 2019
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v20i02.1850

Abstract

A Research on the Rentability of Maize Farming in Oenenu Village, Central Bikomi Subdistrict, North Central Timor Regency was carried out from November to December 2018. This study aims to (1) determine the benefits and (2) know the profitability of maize farming in Oenenu Village. The number of samples in this study were 68 respondents. The method of data collection was the survey method. Primary data was obtained from maize farmers through interviews method while secondary data is obtained from agencies related to this study. The collected data was tabulated and analyzed to answer the objectives of the study. Profit analysis was obtained from the difference between the amount of revenue and production costs. While the profitability of own capital was obtained from the comparison between the net income and own capital. The results of the study showeel (1). The average income from maize farming was Rp 3,178,970.59 with the average of production cost was Rp 480,145.05 so that the average profit earned by farmers was Rp 2,698,823.53 and (2) thes Rentability for own capital in the study was 55.60% per planting season. This means that using own capital will provide a profit of 55.60%. Thus, maize farming in Oenenu Village is efficient and feasible. Penelitian tentang Rentabilitas Usahatani Jagung di Desa Oenenu Kecamatan Bikomi Tengah Kabupaten Timor Tengah Utaratelahdilaksanakansejakbulan November sampai dengan Desember 2018. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keuntungan dan (2) rentabilitas usahatani jagung di Desa Oenenu. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 responden. Metode pengumpulan data adalah metode survei. Data primer diperoleh dari petani jagung melalui wawancara sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait dengan penelitian ini. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis untuk menjawab tujuan dari penelitian. Analisis keuntungan diperoleh dari selisih antara jumlah penerima dan biaya produksi. Sedangkan rentabilitas modal sendiri diperoleh dari perbandingan antara laba bersih dengan modal sendiri. Hasil penelitian menunjukkan (1). Rerata penerimaan dari usahatani jagung adalahRp 3.178.970,59 dengan rerata biaya produksi sebesar Rp 480.147,05 sehingga rerata keuntungan yang diperoleh petani adalah sebesar Rp 2.698.823,53. (2) Rentabilitas atas modal sendiri dalam penelitian adalah 55,60% per musim tanam. Artinya bahwa dengan menggunakan modal sendiri akan memberikan keuntungan sebesar 55,60 %. Dengan demikian usahatani jagung di Desa Oenenu adalah efisien dan layak untuk diusahakan.