Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MANAJEMEN MUTU TERPADU TERHADAP PROSES BISNIS INTERNAL DAN KEUNGGULAN BERSAING INDUSTRI MANUFAKTUR YANG MEMPEROLEH ISO 9000 DI JAWA TIMUR Hadiati, Sri
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship) Vol 9, No 2 (2007): SEPTEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.263 KB) | DOI: 10.9744/jmk.9.2.pp. 144-154

Abstract

The purpose of the study is to analyze and test the influence of leadership, employee involvement, information, and relation with suppliers on internal business process and competitive advantage of manufacturing industries in East Java. The study was carried out at 110 manufacturing companies in East Java that have received ISO 9000 certificate. Based on the study findings can be concluded as follows. Firstly, a. supporting the existing theory about the positive influence of leadership and information on internal business process as well as the positive influence of employee involvement, information, the relation with supplier, and internal business process on competitive advantage of manufacturing industries; and b. contributing to the development of theory by identifying internal business process as a significant factor affecting competitive advantage of manufacturing industries in East Java. Secondly, the result of the study showed that manufacturing industry policies can be formulated to increase competitive advantage by improving and increasing employee involvement, information, the relation with supplier, and internal business process. In order to increase internal business process, manufacturing industries should optimize employee involvement and the relation with supplier. Abstract in Bahasa Indonesia : Tujuan studi ini adalah untuk membuktikan dan menganalisis pengaruh faktor-faktor kepemimpinan, keterlibatan karyawan, informasi, dan hubungan dengan pemasok terhadap proses bisnis internal dan keunggulan bersaing perusahaan manufaktur di Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada 110 perusahaan manufaktur di Jawa Timur yang telah memperoleh sertifikat ISO 9000. Berdasarkan hasil studi, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, a) mendukung teori yang ada tentang pengaruh positif dari kepemimpinan dan informasi terhadap proses bisnis internal, serta pengaruh positif dari keterlibatan karyawan, informasi, hubungan pemasok, dan proses bisnis internal terhadap keunggulan bersaing perusahaan manufaktur, dan b) memberi kontribusi pada pengembangan teori dengan adanya temuan bahwa proses bisnis internal merupakan salah satu faktor yang signifikan pengaruhnya terhadap keunggulan bersaing perusahaan manufaktur di Jawa Timur. Kedua, hasil studi menunjukkan bahwa formulasi kebijakan perusahaan manufaktur untuk meningkatkan keunggulan bersaingnya dapat dilakukan dengan meningkatkan keterlibatan karyawan, informasi, hubungan pemasok, dan proses bisnis internal. Untuk meningkatkan proses bisnis internal, maka perusahaan manufaktur perlu meningkatkan atau mengoptimalkan keterlibatan karyawan dan hubungan dengan pemasok. Kata kunci: kepemimpinan, keterlibatan karyawan, informasi, pemasok, proses bisnis internal, keunggulan bersaing.
Perilaku Wirausaha Industri Keramik Berskala Kecil untuk Meningkatkan Daya Saing Produk di Malang Hadiati, Sri
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship) Vol 10, No 2 (2008): SEPTEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.979 KB) | DOI: 10.9744/jmk.10.2.pp. 115-123

Abstract

The purposes of the study was to find out the explanation of ceramic entrepreneurs’ respond to the environment factors affecting competitiveness of small scale ceramic industries (SSCIs). The environment factors are internal and external then form a strategy. The research was carried out in Malang using a survey and case study. Data were collected using questionnaire and in-depth interview from 107 SSCIs that was chosen randomly chosen from 180 registered SSCIs. Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software was used to analyze data. The research results showed that environment factors were both directly and indirectly affecting SSCI’s competitiveness through strategy. In order to increase competitiveness then SSCIs need to empower the existing producers’ association in some aspects such as provision of raw material, pricing the products, and marketing. Training, education, and research need to be developed and improved by local government and higher education institutions. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan mencari penjelasan tentang perilaku wirausaha keramik terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi daya saing industri keramik berskala kecil di Malang. Secara spesifik penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap strategi dan daya saing serta pengaruh strategi terhadap daya saing industri keramik berskala kecil di Malang. Faktor-faktor lingkungan tersebut dapat dikelompokkan kedalam faktor internal dan eksternal perusahaan. Penelitian diambil dari 107 industri keramik berskala kecil yang dipilih secara acak sederhana dari 180 unit usaha yang ada di Malang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Variabel dalam penelitian dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, faktor lingkungan internal dan eksternal dari usaha kecil, strategi dan daya saing industri keramik berskala kecil. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dari paket software statistik AMOS. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan tersebut mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap strategi daya saing diindustri keramik berskala kecil. Untuk meningkatkan daya saing industri keramik berskala kecil dibutuhkan usaha dari asosiasi produsen atau industri tersebut dalam beberapa aspek seperti ketetapan bahan baku, menetapkan harga produk, dan pemasaran. Pelatihan, pendidikan, dan riset perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan oleh pemerintah lokal dan institusi pendidikan lebih tinggi. Kata kunci: Industri keramik berskala kecil, daya saing, internal, eksternal, strategi.
ANALISIS KINERJA KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA TELKOMSEL MALANG AREA Hadiati, Sri; Ruci, Sarwi
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship) Vol 1, No 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.087 KB) | DOI: 10.9744/jmk.1.1.pp. 56-64

Abstract

This research is to indentify the performance of service quality on customer satisfaction at Telkomsel Malang Area. The sample was choosen by using Simple Random Sampling Method. The population covers 1,125 customers, while the samples consist of 113 customers. The collected data were analyzed by using Cartesius Diagram. This diagram can be used to identity the service significance and customer satisfaction level on service quality of a company. The result of research shows that: customer service attitude (the first component) with ordinate (3.9115, 4.2124), the response towards customer complaint (the second component) with ordinate (3.7788, 4.2301) and additional facility (the fourth component) with ordinate (4.1062, 4.2389) are located at Quadrant I. It means that they are satisfying and considered important for the customers. Payment service (the fifth component) with ordinate (3.5664, 4.1062) is located at Quadrant III. It means that it is less satisfying and considered important to the customers. Ideally, the service time promptness should be shifted to Quadrant I, so that it can satisfy the customers. Hence, Grha Pari Sraya, Malang has to improve its service quality in terms of promptness time service. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini untuk mengidentifikasi kinerja mutu jasa pada kepuasan pelanggan di Telkomsel Wilayah Malang. Contoh dipilih dengan menggunakan Metode Simple Random Sampling. Jumlah populasi 1125 pelanggan, sedangkan contohnya terdiri dari 113 orang pelanggan. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan diagram cartesius. Diagram ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi jasa dan tingkat kepuasan pelanggan atas mutu layanan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : perilaku layanan pelanggan (komponen pertama) dengan ordinat (3.9115, 4.2124), tanggapan atas keluhan pelanggan (komponen kedua) dengan ordinat (3.7788, 4.2301) dan fasilitas tambahan (komponen keempat) dengan ordinat (4.1062, 4.2389) terletak pada kuadran I. Berarti mereka puas dan dipandang penting bagi pelanggan. Jasa pembayaran (komponen kelima) dengan ordinat (3.5664, 4.1062) terletak pada kuadran III. Berarti kurang memuaskan dan dipandang penting bagi pelanggan. Idealnya, ketepatan waktu pelayanan perlu dipindah ke kuadran I, sehingga mampu memuaskan pelanggan. Oleh sebab itu, Grha Pari Sraya, Malang harus menyempurnakan mutu jasa perihal ketepatan waktu palayanan. Kata kunci : signifikansi jasa, kepuasan pelanggan, mutu layanan perusahaan, ketepatan waktu layanan.
Pengelompokan dan Jarak Genetik Plasma Nutfah Nenas Berdasarkan Karakter Morfologi Hadiati, Sri; Yuianti, Sri; Sukartini, -
Jurnal Hortikultura Vol 19, No 3 (2009): September 2009
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman nenas merupakan tanaman yang dapat diperbanyak secara vegetatif. Secara genetik tanamannenas mempunyai keragaman yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengelompokan dan jarak genetikantar-aksesi nenas berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika,Solok mulai bulan Januari 2005 sampai Desember 2006. Karakterisasi dilakukan terhadap 5 tanaman contoh darisetiap aksesi nenas menggunakan pedoman karakterisasi descriptor list of pineapple (IBPGR 1991). Data hasilkarakterisasi dianalisis dengan program biodiversity profesional version 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwadari 83 aksesi dapat dikelompokkan menjadi 12 kelompok pada kemiripan genetik 75%. Untuk meningkatkan efisiensidan mempermudah pemeliharaan koleksi plasma nutfah, maka aksesi-aksesi yang mempunyai kemiripan genetik93,33% atau jarak genetik 0,07 dapat dipilih salah satu di antaranya untuk mewakili kelompoknya. Di samping itu,hasil penelitian juga bermanfaat untuk perakitan nenas tahan terhadap penyakit. Ananas bracteatus, A. bracteatusvariegata, dan A. lucidus dapat disilangkan dengan A. comosus.ABSTRACT. Hadiati, S., S. Yulianti, and Sukartini. 2009. Clustering and Genetic Distance of Some PineapplesGermplasm Collection Based on Morphological Characters. Pineapple is vegetatively propagated crop. However,the crop has high genetical variability. The objective of the study was clustering and determine the genetic distanceof inter-accessions of pineapples based on morphological characters. The research was conducted at the Aripan FieldStation of Indonesian Tropical Fruits Research Institute from January 2005 until December 2006. Five plants of eachpineapple accession were selected as samples for characterization using descriptor list of pineapple characterizationguidelines (IBPGR 1991). The data obtained from characterization were analyzed using profesional biodiversityprogram version 2.0. The results showed that from 83 accessions tested, 12 clusters were obtained at 75% of geneticsimilarity. For easy and efficient maintenance of germplasm collection, one of the accessions with genetic similarityof 93.33% or genetic distance of 0.07 can be choosen as a representative among the group. In addition, these resultsare useful also for pathogen resistance breeding, such as A. bracteatus, A. bracteatus variegata, and A. lucidus canbe crossed with A. comosus.
Evaluasi Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Kandidat Varietas Nenas Rendah Oksalat dan Manis Tanpa Duri Hadiati, Sri; Yuliati, Sri; Jumjumidang, -
Jurnal Hortikultura Vol 21, No 4 (2011): DESEMBER 2011
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan Ca-oksalat yang tinggi pada buah nenas kurang baik bagi kesehatan, sedangkan tanaman nenas yang daunnya tidak berduri memudahkan petani dalam pemeliharaannya. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan hasil beberapa kandidat varietas nenas rendah oksalat dan nenas manis tanpa duri. Penelitian dilakukan mulai bulan Juni 2009 sampai dengan Desember 2010 di Kebun Percobaan Subang. Rancangan percobaan yang digunakan ialah acak kelompok dengan lima perlakuan yaitu dua kandidat varietas nenas rendah oksalat (Q dan EE), satu kandidat varietas nenas manis tanpa duri (P), dan dua varietas pembanding (Simadu dan Ponggok) dengan empat ulangan. Setiap unit percobaan terdiri atas 52 tanaman dan jumlah sampel yang diamati ialah 10 tanaman yang diambil secara acak. Tanaman nenas ditanam dengan sistem dua baris, jarak antarbaris 90 cm dan jarak tanam dalam baris (50 x 50) cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akhir pertumbuhan vegetatif (umur 11 bulan setelah tanam) rerata tinggi tanaman pada aksesi yang diuji  berbeda nyata, sedangkan varietas Ponggok mempunyai tinggi tanaman tertinggi (88,94 cm), jumlah daun antaraksesi tidak berbeda nyata, yaitu berkisar 41-51 helai. Persentase tanaman berbuah terbanyak ialah varietas Ponggok (94,86%),  sebaliknya  varietas Simadu  paling sedikit (5,6%). Aksesi P, Q, dan EE mempunyai kualitas buah yang kurang baik dibandingkan varietas pembanding  Simadu, tetapi aksesi EE mempunyai kualitas buah (bobot buah 910,00 g, vitamin C 24,53 mg/100 g, dan kadar oksalat 486,85 ppm) yang lebih baik dibandingkan dengan varietas pembanding Ponggok. Aksesi EE berpeluang untuk dijadikan varietas unggul baru.The high Ca-oxalate content in pineapple fruit is not good for health. Meanwhile pineapple plants with spineless leaves make farmers easy in their maintainance. The aim of this research was to evaluate growth and yield of several pineapple candidates  with low oxalate, sweet taste, and spineless leaves.  The research was conducted from June 2009 to December 2010 at Subang Research Station. A randomized block design with five treatments (two candidates of pineapple varieties with low oxalate content (Q and EE), one candidate of pineapple variety with spineless leaves (P), and two popular varieties as comparison (Simadu and Ponggok) with four replications was used in this study.  Each unit experiment consisted of 52 plants and 10 plants of sampled randomly were observed. Pineapple plants were planted in two rows with plant distance 50x50 cm. The results showed that at the end of vegetative growth (11 months after planting) the average plant height of accessions tested were significantly different, Ponggok variety had the highest of plant height (88.94 cm) but the number of leaves ranging from 41-51was not significantly different. Ponggok variety had the highest percentage of fruiting plants (94.86%), and conversely Simadu variety was the least one (5.6%). Accessions of P, Q, and EE produced lower fruit quality than Simadu, but accession of EE had better fruit quality in fruit weight 910.00 g, vitamin C 24.53 mg/100 g, and oxalate content 486.25 ppm than Ponggok variety. The EE was a promising accession that can be realeased as a new superior variety.
Karakterisasi dan Evaluasi Beberapa Aksesi Nanas Hadiati, Sri; Purnomo, Sudarmani; Sukmayadi, Iwan; -, Kartono
Jurnal Hortikultura Vol 13, No 2 (2003): Juni 2003
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dan mengevaluasi karakter-karakter penting beberapa aksesi nanas dalam upaya mendapatkan tetua untuk perakitan varietas unggul. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Buah, Solok  mulai bulan Januari  2001 sampai Februari 2002. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 24 perlakuan (24 nomor aksesi) dan diulang dua kali. Setiap perlakuan terdiri dari empat tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter antaraksesi nanas berbeda, kecuali jumlah dan lebar daun. Aksesi dengan tepi daun tidak berduri ditampilkan oleh aksesi nomor 4C, 5C, 8C, 20C, 26C, 27C, dan 34C. Aksesi yang mempunyai karakter unggul pada komponen buah, yaitu mempunyai mahkota tunggal ditampilkan oleh semua nomor aksesi, kecuali nomor 30H dan 32H; tangkai buah pendek oleh nomor 2Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 26C, 27C, dan 34C; bobot buah >1.000 g  oleh nomor 26C, 30H, 32H, dan 34C; mata dangkal oleh nomor 2Q, 16Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 27C, dan 34C; serta aksesi yang mempunyai diameter buah >9,5 cm ditampilkan oleh nomor 3H, 30H, 32H, 4C, 8C, 26C, 27C, dan 34C. Aksesi yang mempunyai karakter unggul pada kualitas buah, yaitu kandungan TSS ³16° Brix adalah nomor 2Q, 16Q, 18Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 27C, dan 34C; vitamin C tinggi aksesi nomor 1MP, 45MP, 3H, 30H, 32H, 10M, 33M, dan 4C; kadar serat rendah ditampilkan oleh semua nomor aksesi, kecuali nomor 1MP dan 45MP; rasio daging/hati yang besar oleh nomor 3H, 30H, 32H, 10M, dan 33M. Aksesi yang mempunyai jumlah karakter unggul terbanyak, yaitu tepi daun tidak berduri, mahkota tunggal, tangkai buah pendek, mata dangkal, diameter buah > 9,5 cm, TSS ³ 16° Brix, kadar serat rendah ditampilkan oleh nomor 4C, 8C, 27C, dan 34C. Bobot buah ditentukan oleh karakter diameter dan panjang buah. Pada jarak taksonomi 1,95 terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok A (klon merah, hijau, queen, dan  cayenne) dan  kelompok  B  (klon  merah  pagar).  Informasi  karakter  ini  dapat digunakan  sebagai pertimbangan untuk pemilihan tetua dalam program perakitan varietas unggul. Kata kunci: ,Ananas comosus; Karakterisasi; Evaluasi;  Pertumbuhan dan hasil; Mutu buah. ABSTRACT. The aim of the research was to characterize and evaluate the important characters of some pineapple accessions to obtain the parents for establish the superior variety. This research was conducted at In- donesian Fruit Research Institute from January 2001 to February 2002. The experiment was arranged in a completely randomized block design with 24 accessions as treatments and two replications. Each experimental unit consisted of four plants. The results showed that all characters were significantly different among accessions, except the number and width of leaves. The leaves margin whithout spine were showed by accessions number of 4C, 5C, 8C, 20C, 26C, 27C, and 34C; superior characters of fruit component, i.e single crown were showed by all accessions, except acces- sion number 30H and 32H; short peduncle showed by 2Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 26C, 27C, and 34C; fruit weight > 1000 g showed by 30H, 32H, 26C, and 34C; flat eyes showed by 2Q, 16Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 27C, and 34C of accessions number. Superior characters of fruit quality, i.e. TSS level ³ 16 °Brix were showed by accessions number of 2Q, 16Q, 18Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 27C, and 34; high vitamin C content showed by 1MP, 45MP, 3H, 30H, 32H, 10M, 33M, and 4C; low fibre content showed by all accessions, except accessions number 1MP and 45MP; high flesh/core thickness ratio showed by 3H, 30H, 32H, 10M, and 33M. It’s looked that accessions number 4C, 8C, 27C, and 34C had more superior characters than the others, i..e leave margin whithout spine, single crown, short peduncle, fruit diameter > 9.5 cm, TSS level ³ 16 °Brix, and low fibre content. Fruit weight was determined by diameter and length of fruit characters. There were two clone groups at 1.95 taxonomic distance, i.e group A consisted of merah, hijau, queen, and cayanne clones, and group B consisted of merah pagar clone. The information about the characters observed could be used to obtain the  parents for establish  the superior variety.
Pendugaan Jarak Genetik dan Hubungan Kekerabatan Nanas Berdasarkan Analisis Isozim Hadiati, Sri
Jurnal Hortikultura Vol 13, No 2 (2003): Juni 2003
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jarak genetik dan hubungan kekerabatan 30 aksesi nanas berdasarkan analisis isozim. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Buah-Solok mulai bulan  September  sampai dengan November 2001. Analisis isozim menggunakan elektroforesis model vertikal dengan gel poliakrilamid dengan lima sistem  enzim (peroksidase,  fosfoglukomutase,  alkohol  dehidrogenase,  malat  dehidrogenase,  dan  sikimat dehidrogenase). Untuk menentukan kemiripan genetik antaraksesi-aksesi nanas digunakan rumus koefisien kemiripan Dice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat kemiripan genetik paling kecil (0,23) atau jarak genetik terjauh (0,77) terdapat antara aksesi no. 16, 18, 24, 28, 31, 22, 2 (klon queen) dengan aksesi no. 10, 33, 35, 44 (klon merah) dan aksesi no. 3, 30, 32, 46 (klon hijau). Derajat kemiripan genetik terbesar (1,00) atau jarak genetik terdekat (0,00) terjadi antaranggota dalam klon merah, hijau, merah pagar, queen (kecuali no. 11, 17, 7), dan cayenne (kecuali no. 4, 37, 38). Hubungan kekerabatan 30 nomor aksesi terdiri atas empat kelompok pada kemiripan genetik 0,63, yaitu klon merah dan hijau, klon merah pagar, klon queen, dan klon cayenne. Tetua yang berjarak genetik jauh memiliki variabilitas genetik yang luas dan efek heterosis yang tinggi, sehingga peluang mendapatkan varietas unggul dalam persilangan semakin besar. Kata kunci : Ananas comosus, Aksesi; Jarak genetik: Hubungan kekerabatan;Isozim ABSTRACT. The objectives of this research were to determine genetic distance and genetic relationships among the pineapple accessions based on isozyme banding patterns.This research was conducted at Indonesian Fuit Research Institute from September to November 2001. Isozyme was analyzed using polyacrylamide gel electrophoresis with five enzymes (peroksidase, phosphoglucomutase, alcohol dehydrogenase, malate dehydrogenase, and shikimate dehydrogenase). The similarity based on Dice formula was used to determine genetic distance of 30 pineapple accessions. The results showed that the nearest genetic similarity (0.23) or the farthest genetic distance (0.77) was among accessions number of 16, 18, 24, 28, 31, 22, 2 (queen clones) accessions number of 10, 33, 35, 44 (red clones) and accessions of 3, 30, 32, 46 (green clones). The biggest genetic similarity (1.00) or the nearest genetis distance (0.00) was occured on the clones red, green, merah pagar, queen except for 11, 17, 7, and cayenne clone except for no. 4, 37, 38. The 30 pineapple accessions relationship was grouped into four genetic similarity 0.65, of red clone, merah pagar clone, queen clone, and cayenne clone. Parents having for genetic distance indicated wide genetic variability and high heterosis effect so that the hybridization give the big chance for getting superior quality.
Karakterisasi dan Evaluasi Beberapa Aksesi Nanas Hadiati, Sri; Purnomo, Sudarmadi; Meldia, Y; Sukmayadi, I; -, Kartono
Jurnal Hortikultura Vol 13, No 3 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi dan mengevaluasi karakter-karakter penting beberapa aksesi nanas dalam upaya mendapatkan tetua untuk perakitan varietas unggul. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Buah, Solok mulai bulan  Januari 2001 sampai Februari  2002. Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan 24 nomor aksesi sebagai perlakuan dan diulang dua kali. Setiap perlakuan terdiri dari empat tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter antaraksesi nanas berbeda, kecuali jumlah dan lebar daun. Aksesi dengan tepi daun tidak berduri ditampilkan oleh aksesi nomor 4C, 5C, 8C, 20C, 26C, 27C, dan 34C. Aksesi yang mempunyai karakter unggul pada komponen buah, yaitu mempunyai mahkota tunggal ditampilkan oleh semua nomor aksesi, kecuali nomor 30H dan 32H; tangkai buah pendek oleh nomor 2Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 26C, 27C, dan 34C; bobot buah>1.000 g oleh nomor 26C, 30H, 32H, dan 34C; mata dangkal oleh nomor 2Q, 16Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 27C, dan 34C; serta aksesi yang mempunyai diameter buah >9,5 cm ditampilkan oleh nomor 3H, 30H, 32H, 4C, 8C, 26C, 27C, dan 34C. Aksesi yang mempunyai karakter unggul pada kualitas buah, yaitu kandungan TSS ³16° Brix adalah nomor 2Q, 16Q, 18Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 27C, dan 34C; vitamin C tinggi aksesi nomor 1MP, 45MP, 3H, 30H, 32H, 10M, 33M, dan 4C; kadar serat rendah ditampilkan oleh semua nomor aksesi kecuali nomor 1MP dan 45MP; rasio daging/hati yang besar oleh nomor 3H, 30H, 32H, 10M, dan 33M. Aksesi yang mempunyai jumlah karakter unggul terbanyak, yaitu tepi daun tidak berduri, mahkota tunggal, tangkai buah pendek, mata dangkal, diameter buah >9,5 cm, TSS ³16° Brix, kadar serat rendah ditampilkan oleh nomor 4C, 8C, 27C, dan 34C. Bobot buah ditentukan oleh karakter diameter dan panjang buah. Pada jarak taksonomi 1,95 terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok A (klon merah, hijau, queen, dan cayenne) dan kelompok B (klon merah pagar). Informasi karakter ini dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk pemilihan tetua dalam program perakitan varietas unggul. Kata kunci: Ananas comosus; Aksesi; Karakterisasi; Evaluasi;  Pertumbuhan dan hasil; Mutu buah. ABSTRACT. The aim of the research was to characterize and evaluate the important characters of some pineapple accessions to obtain the parents for establishing the superior variety. This research was conducted at Indonesian Fruit Research Institute from January 2001 to February 2002. The experiment was arranged in a com- pletely randomized block design with 24 accessions as treatments and two replications. Each experimental unit con- sisted of four plants. The results showed that all characters were significantly different among accessions, except the number and width of leaves. The leaves margin whithout  spine were showed by accessions number of 4C, 5C, 8C, 20C, 26C, 27C, and 34C; superior characters of fruit component, i.e single crown were showed by all accessions, ex- cept accession number 30H and 32H; short peduncle showed by 2Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 26C, 27C, and 34C; fruit weight >1000 g showed by 30H, 32H, 26C, and 34C; flat eyes showed by 2Q, 16Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 27C, and 34C of accessions number. Superior characters of fruit quality, i.e. TSS ³16°Brix were showed by accessions number of 2Q, 16Q, 18Q, 4C, 5C, 8C, 20C, 27C, and 34; high vitamin C content showed by 1MP, 45MP, 3H, 30H, 32H, 10M, 33M, and 4C; low fibre content showed by all accessions except accessions number 1MP and 45MP; high flesh/core thickness ratio showed by 3H, 30H, 32H, 10M, and 33M. It’s looked that accessions number 4C, 8C, 27C, and 34C had more su- perior characters than the others, i..e leave margin whithout spine, single crown, short peduncle, fruit diameter >9.5 cm, TSS ³16 °Brix, and low fibre content. Fruit weight was determined by diameter and length of fruit characters. There were two clone groups at 1.95 taxonomic distance, i.e group A consisted of merah, hijau, queen, and cayenne clones, and group B consisted of merah pagar clone. The information about the characters observed could be used to obtain the parents for establishing the superior variety.
KOMITMEN DAN PEMBERIAN REWARD TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BINTARA MAHASISWA POLTEKAD DENGAN MEDIASI MOTIVASI BELAJAR Triyono, Joko; Hadiyati, Ernani; Hadiati, Sri
Arthavidya Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol 23 No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/a.v23i1.184

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effect ofcommitment and rewards on the effectiveness of learning mediatedby learning motivation at the NCO Students of Army Polytechnic.Based on the data analysis by path analysis, the independentvariable that has the strongest influence on Learning Effectiveness(Y) is Commitment (X1) which is equal to 0.293. Towards LearningEffectiveness through Learning Motivation (Z), Commitment (X1) alsohas a stronger influence than the Reward (X2) of 0.2211. So that theCommitment variable (X1) is the variable that most influences theLearning Effectiveness (Y) both directly and through intermediariesLearning Motivation (Z). While the variable Rewarding (X2) has asmaller effect on Learning Effectiveness (Y) both directly and throughthe intermediaries of Learning Motivation (Z).Keywords: Commitment, Giving Reward, Learning Motivation,Learning Effectiveness