Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan

METABOLISME OBAT PADA PENYAKIT KARDIOVASKULER Halia Wanadiatri
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.741 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.99

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, sekitar 30% menyebabkan kematian. Obat-obatan kardiovaskular menunjukkan prevalensi terbanyak dalam kategori farmakologi di polypharmacy cohort dan menduduki 20 besar obat-obatan yang sering diresepkan di US (antiplatelet, statin, β-blockes, dan renin-angiotensin system inhibitors). Polifarmasi dengan obat-obatan ini meningkatkan resiko interaksi obat dan efek samping obat. Faktanya, obat-obatan kardiovaskular sering menyebabkan efek samping pada pasien dengan usia lanjut. Farmakokinetik dan farmakodinamik obat-obatan kardiovaskular bisa berubah karena penyakit kardiovaskular itu sendiri. Perubahan fisiologis juga memegang peranan penting, terutama umur. Sebagai contoh, perubahan farmakokinetik yang tampak pada pasien orang tua: berkurangnya fungsi ginjal, metabolisme hati, berkurangnya ikatan protein, meningkatnya lemak tubuh, dan sedikitnya sel reseptor target yang bisa dikaitkan.
HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ANTIDIABETIK TERHADAP KADAR HBA1C PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2019 Lintang Usnaini; Musyarrafah Musyarrafah; Halia Wanadiatri; IGP Winangun
JURNAL KEDOKTERAN Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v5i2.224

Abstract

Prevalensi penyakit DM di NTB berada pada urutan ke-23 dari 35 provinsi yaitu sekitar 1,5%-2,0%. Kegagalan pengontrolan glukosa darah pasien DM tipe 2 karena ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan yang dilihat dari kesesuaian diri pasien terhadap anjuran medikasi yang telah diresepkan baik waktu, dosis, maupun frekuensi. Salah satu parameter yang digunakan dalam menilai pengendalian penyakit DM adalah kadar HbA1c. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi obat antidiabetik dengan kadar HbA1c pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 83 orang pasien DM tipe 2 yang diwawancara menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk menilai tingkat kepatuhan responden dalam mengonsumsi obat antidiabetik dan kadar HbA1c diperoleh dari rekam medik. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikasi (p) adalah p ≤ 0.05. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi (p) 0.000 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kepatuhan mengonsumsi obat antidiabetik dengan kadar HbA1c. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kepatuhan mengonsumsi obat antidiabetik dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Provinsi NTB Tahun 2019.
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KELAINAN LAMANYA PERDARAHAN MENSTRUASI PADA SISWI SMAN 2 MATARAM DI KECAMATAN SEKARBELA KOTA MATARAM Halia Wanadiatri; A. Rusdhy H. Hamid; Titi Pambudi K
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok remaja sebagai bagian terbesar penduduk Indonesia adalah kelompok yang paling strategis dimana posisinya pada siklus hidup sangat penting, namun kurang mendapat perhatian. Prevalensi anemia pada remaja cukup tinggi dan beragam sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan remaja secara umum. Khususnya remaja putri, selain anemia juga sering kali mengalami gangguan dalam masa reproduksinya. Beberapa gadis akan mencari penjelasan medis bila tiba-tiba mendapat siklus yang bervariasi meski sebenarnya masih dalam batas normal, sementara yang lainnya justru tidak waspada terhadap pola haidnya yang abormal yang bahkan sangat signifikan berhubungan dengan masalah kesehatan dan berbagai konsekuensi jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui angka kejadian anemia dengan kelainan lamanya perdarahan menstruasi pada siswi SMAN 2 Mataram di Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Penelitian ini adalah penelitian noneksperimental analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek penelitian adalah siswi SMAN 2 Mataram tahun ajaran 2008-2009 yang telah mengalami menstruasi. Sampel penelitian sebanyak 71 orang, diperoleh dengan cara Proportional Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan pengukuran kadar Hb dengan Cyanmethemoglobin. Angka kejadia anemia pada siswi SMAN 2 Mataram sebesar 33,8%. Dengan 16,9% memiliki lebih dari empat gejala anemia. Angka kejadian kelainan lamanya perdarahan menstruasi dengan kategori hipomenorea adalah 31% dan kategori hipermenorea adalah 22,5%. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara anemia dengan kelainan lamanya perdarahan mestruasi dengan p=0,032 (p>0,05, tingkat kepercayaan 95%). Angka kejadian anemia pada siswi SMAN 2 Mataram di Kecamatan Sekarbela Kota Mataram lebih tinggi dibandingkan angka kejadian anemia remaja putri di Indonesia pada umumnya, dan angka kejadian kelainan lamanya perdarahan mentruasi pada siswi SMAN 2 Mataram di Kecamatan Sekarbela Kota Mataram baik kategori hipomenorea maupun hipermenorea cukup tinggi dibandingkan di tempat lain. Pada penelitian ini terdapat hubungan antara anemia dengan kelainan lamanya perdarahan menstruasi pada siswi SMAN 2 Mataram di Kecamatan Sekarbela Kota Mataram