Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Darussalam Martapura Kabupaten Banjar Sy, Syarifuddin; Hairunnisa, Hairunnisa; Rahmawati, Laila
Jurnal Tashwir Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Tashwir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This field study is a descriptive qualitative study. It is found that the planning of moral creed learning has been performed well in which the prota form of promissory learning plan is made periodically, learning plan of each sub-chapter and syllabus development. Learning implementation: preliminary activities cover preparing the students psychic and physical, giving motivation and apperception. The core activities: exploratory process, elaboration and confirmation. The closing activities summarize the lessons. Evaluation tools: true-false items, objective tests, essays and attitude observation are all performed well. Influencing factors: teachers, students, facilities and environment.   Keywords: learning, faith and ethics, equipment. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Hasilnya: perencanaan pembelajaran Akidah Akhlak terlaksana dengan baik di mana perencanaan pembelajaran berbentuk prota promes dibuat secara berkala, RPP setiap sub bab dan pengembangan silabus.  Pelaksanaan pembelajaran: kegiatan pendahuluan meliputi menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik, memberikan motivasi dan apersepsi. Kegiatan inti: proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Kegiatan penutup merangkum pelajaran. Alat evaluasi: soal benar salah, objektif, isian dan pengamatan sikap terlaksana dengan baik. Faktor yang mempengaruhi: faktor guru, siswa, fasilitas dan lingkungan. Kata kunci: Pembelajaran, akidah akhlak, perangkat.
Analisis Zat Gizi Makro Dari Tepung Kombinasi Kakao (Theobroma Cacao L) dan Ubi Kayu (Manihot Utilissima) Sebagai Bahan Dasar Biskuit Hairunnisa, Hairunnisa; Suherman, Suherman; Supriadi, Supriadi
Jurnal Akademika Kimia Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.441 KB)

Abstract

This study aims to determine the moisture content, ash, carbohydrate, protein and fat from a combination of flour cocoa and cassava as a raw material manufacture of biscuits, as well as knowing the favorite test (favorite level) of the biscuits that have been made with several variations of flour cocoa and cassava. The method used is the gravimetric method, combustion method, phenol method, Kjeldahl method, and soxhlet method.The results showed that the combination of cocoa powder and cassava with some variation of that, variation A (25%:75%) had a moisture level of 18.0%, 2.2% ash, 2.7 mg/100gcarbohydrates, 1.7% protein, and 7.2% fat. Variation B (50%: 50%) had a moisture level of 4.0%, 3.4% ash, 63.9 mg/100 g carbohydrates, 4.8% protein, and 19.2% fat. Variation C (75%:25%) had a moisture level of 2.0%, 9.4% ash, 127.9 mg/100gcarbohydrates, 6.7% protein, and 27.4% fat. These results indicated that the levels of nutrients in the combination of cocoa and cassava flour increased with increasing variations, especially for ash, carbohydrates, protein, and fat levels with the addition of cocoa flour by 75% but the moisture level decreased, and the biscuit trials have shown that the best treatment was the Variation B (50%: 50%).
GAMBARAN 8 FUNGSI KELUARGA PADA PERNIKAHAN REMAJA PUTRI USIA 15-19 TAHUN DI KECAMATAN SINGKAWANG UTARA Suwarni, Linda; Mardjan, Mardjan; Hairunnisa, Hairunnisa
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 3, No 2 (2016): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.456 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v3i2.370

Abstract

Pernikahan dini dapat diartikan sebagai pernikahan yang dilakukan oleh anak yang masih di bawah umur ideal untuk menikah atau yang biasa disebut masih dalam fase remaja. di Kecamatan Singkawang Utara, kasus ini meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 dari 215 pasangan yang menikah terdapat 33 pasangan atau 15% yang menikah dini, tahun 2012 ada 233 pasangan yang menikah terdapat 42 pasangan atau 18% kasus menikah dini, dan pada tahun 2013 ada 245 pasangan yang menikah terdapat 49 pasangan atau 20% yang melakukan pernikahan dini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran 8 fungsi keluarga pada pernikahan remaja usia 15-19 tahun di Kecamatan Singkawang Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional bersifat deskriftif. Sampel penelitian sebanyak 40 orang, 20 orang kasus dan 20 orang kontrol yang diambil dengan teknik purposive sampling.Hasil distribusi frekuensi baik menikah dini maupun tidak menikah dini menunjukkan berdasarkan fungsi agama baik sebesar 75%, fungsi sosial budaya baik sebesar 50%, fungsi cinta kasih sebesar baik 50%, fungsi perlindungan baik sebesar 62,5%, fungsi reproduksi baik sebesar 62,5%, fungsi sosialisasi dan pendidikan kurang baik sebesar 57,5%, fungsi ekonomi baik sebesar 57,5% dan fungsi lingkungan baik sebesar 60%.Disarankan agar masyarakat dapat meningkatkan fungsi sosialisasi dan pendidikan.Kata Kunci : 8 fungsi keluarga, pernikahan dini, pendidikan dan pekerjaan.
Studi fenomenologi : Persepsi Ibu Post Partum Terhadap Pijat Oksitosin Untuk Kelancaran ASI di RSAL Dr. Mintohardjo jakarta Hairunnisa, Hairunnisa; Nugroho, Natsir; Hodikoh, Atik
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 13, No 1 (2018): March
Publisher : STIKES Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.231 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v13i1.16

Abstract

ASI makanan tunggal bayi sampai berusia 6 bulan. Peraturan Pemerinta No 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif menjelaskan bahwa ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain selain obat. Kendala–kendala pada ibu postpartum yaitu ASI tidak keluar pasca persalinan, ASItidak lancar, payudara ibu bengkak dan mastitis. Pijat oksitosin adalah untuk mengatasi ASI yang tidak keluar. Pemijatan dilakukan pada tulang belakang costae ke 5 – 6 sampai ke scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis merangsang hipofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk diperolehnya informasi yang mendalam tentang persepsi ibu post partum terhadap pijat oksitosin untuk kelancaran ASI di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta. penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Wawancara mendalam terhadap delapan partisipan mendapatkan lima tema yaitu (1) perasaan menyenangkan saat menyusui, (2) hambatan dalam menyusui, (3) manfaat air susuibu (ASI), (3) dukungan keluarga untuk kelancaran pengeluaran ASI, (5) persepsi ibu terhadap pijat oksitosin. menunjukkan pentingnya perawat untuk memberikan edukasi dan konseling secara komprehensif mengenai pijat oksitosin untuk kelancaran ASI.Keyword: Ibu Post Partum, Pijat Oksitosin, Pengeluaran Air Susu Ibu (ASI)
ANALISIS KIM DALAM MEWUJUDKAN INFORMASI PUBLIK DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN ANGGANA KUKAR Hairunnisa Hairunnisa; Muhammad Noor
Jurnal Riset Komunikasi Vol 1 No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/jurkom.v1i1.14

Abstract

The purpose of the study was to describe, and to analyze the Community Information Group in Achieving Public Information in Sidomulyo Village, Anggana, Kutai Kartanegara. Data collection was done by Snowball Sampling method by determining Key Informant using purposive sampling method toward respondent in Sidomulyo Village. Primary data obtained from direct interviews with respondents based on interview guidelines, while secondary data obtained from the book. The results showed that in the absorption of community aspirations and information distribution by KIM is still running well However, there are weaknesses in human resources in internal KIM members busy each - each with a profession so that the performance of KIM less than the maximum. The Community Information Group (KIM) to accommodate the aspirations is already running but does not increase significantly. The form of application in the dissemination of information through blogs, Websites, and Social Media. This is good only to improve communication between the village apparatus and the Kutai Kartanegara Regional Government. The role of coach is expected by KIM Sidomulyo Village because for facilities and services if it can be fulfilled by village apparatus.
DUTIES AND FUNCTIONS ANALYSIS ABOUT COMMUNITY EMPOWERMENT INSTITUTION IN BONTANG CITY Hairunnisa, Hairunnisa
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Volume 10, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v10i2.896

Abstract

 Institute for Community Empowerment (Lembaga Pemberdayan Masyarakat – LPM) has been established in Bontang City area since 2001 and strengthened by Regional Regulation No. 12 of 2003 on the Institute for Community Empowerment and RT in Bontang City area. This paper aimed to describe the presence of LPM in bringing progress to the Bontang city development. There are four sectors that receive equal attention from the LPM, which includes the religious, infrastructure development, human resources and economics. To develop those four sectors LPM has several functions, consist of: fertilizing sense of unity and cohesion function, coordination plan and perform function, coordination and plan of social institutions function, and utilization of public funds for rural development function. The first three functions had been implemented well, while the last function was implemented quite well. However there were concerns about the process of development planning where participatory approach was not all active. Having this results, it can be conclude that the presence of LPM has positively influence the development in Bontang City. Keywords : Community Empowerment Institution.
KO-KRISTAL: NIKOTINAMID SEBAGAI KOFORMER Hairunnisa, Hairunnisa; Sopyan, Iyan; Gozali, Dolih
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.216 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v10i2.652

Abstract

Kokristal merupakan cara alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan melarut obat yang sukar larut dalam air dan meningkatkan bioavailabilitas obat yang buruk. Ada berbagai teknik yang dapat dilakukan dalam pembuatan kokristal seperti Hot Melt Extrusion, solvent evaporation, solvent drop grinding, slurry. Nikotinamid telah banyak digunakan sebagai koformer dalam pembentukan ko-kristal. Berdasarkan struktur kimianya, nikotinamid memiliki peluang besar untuk membentuk ko-kristal dengan berbagai macam bahan aktif farmasi. Modifikasi kokristal bahan aktif farmasi juga dapat maningkatkan laju disolusi dari bahan aktif farmasi itu sendiri dibandingkan kecepatan disolusi bahan aktif farmasi murninya Kata kunci: kokristal, nikotinamid, disolusi
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SIRUP AIR PERASAN BUAH JERUK NIPIS (CITRUS AURENTIFOLIA) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AEREUS SECARA IN VITRO Puspita, Weni; Hairunnisa, Hairunnisa; Awaliah, Putri Dwi
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.757 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v11i1.681

Abstract

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandung beberapa senyawa aktif yaitu alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, saponin, tanin dan fenolik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antibakteri air perasan buah jeruk nipis dalam sediaan sirup terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Pengujian efektivitas antibakteri sirup buah jeruk nipis diujikan pada bakteri Staphylococcus aureus dengan 3 konsentrasi yaitu 25%, 50%, dan 75% serta air perasan buah jeruk nipis dengan konsentrasi 100% sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup air perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus secara in vitro. Air perasan buah jeruk nipis yang diformulasikan menjadi sediaan sirup dapat meningkatkan kemampuan jeruk nipis sebagai antibakteri, dimana semakin tinggi konsentrasi sirup buah jeruk nipis dan semakin lama kontak dengan bakteri Staphylococcus aureus maka daya hambatnya semakin baik. Rata-rata zona hambat konsentrasi sirup buah jeruk nipis yang efektif untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 13,5 mm dengan kategori kuat dan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05) dibandingkan air perasan buah jeruk nipis konsentrasi 100% dengan zona hambat 14,167 mm. Kata Kunci : Citrus aurantifolia, Staphylococcus aureus, sirup
REVIEW MODIFIKASI KELARUTAN PIROKSIKAM Islami, Ayudyah; Sopyan, Iyan; Gozali, Dolih; Hairunnisa, Hairunnisa
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.087 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v11i1.697

Abstract

Piroksikam, merupakan golongan NSAID, digunakan pada rheumatoid arthritis dan osteoarthritis untuk mengurangi rasa sakit. Waktu paruh piroksikam adalah 24 hingga 48 jam. Berdasarkan Biopharmaceutical Classification System (BCS), piroksikam termasuk dalam kelas II yang memiliki kelarutan air rendah, titik lelehnya 190-200oC, nilai log P 3,06, nilai pKa 6,3, dan Vd 0,14 L / kg. Kelarutan piroksikam ditentukan oleh tingkat ionisasi. Ketika pH diperoleh melalui pKa, terjadi peningkatan kelarutan dan disolusi. Oleh karena itu, modifikasi piroksikam dengan dispersi padat dan teknik kristristalisasi diharapkan dapat meningkatkan kelarutan piroksikam dan memfasilitasi formulasi piroksikam menjadi bentuk sediaan yang efektif. Namun, setiap modifikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat dipertimbangkan ketika merancang piroksikam menjadi bentuk sediaan. Kata kunci: kokristal, dispersi padat, piroksikam, kelarutan, disolusi
STRUKTUR DAN FUNGSI SOSIAL KEPERCAYAAN RAKYAT UNGKAPAN LARANGAN MENGENAI MATA PENCAHARIAN DAN HUBUNGAN SOSIAL KELURAHAN BUNGUS TIMUR KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Hairunnisa, Hairunnisa; Nurizzati, Nurizzati; Nst, Muhammad Ismail; Nst., Muhammad Ismail
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2018): SERI C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/895990

Abstract

The purposes of this study to describe the value contained in the trust of the people expression prohibition on the village Bungus eastern sub district Bungus Teluk Kabung Padang city. Confidence in the prohibition of prohibition is divided into two categories namely, the expression of the prohibition on livelihood and social relations. This type of research is qualitative research with descriptive method. Research that is first, the structure of prohibited expression about livelihood and social relation of society vilage Bungus Teluk Kabung Padang city. The structure of the prohibed expression is devided into two parts a structure and three parts a structure. Bacakak laki bini ndak buliah, beko habis padi jo ciliang. Quarell husband and wife should not be a result of pigs being consumed by rice. It is seen that the cause bacakak laki bini ndak buliah and that is the result , beko habih padi jo ciliang. A function taht is found in this research, which is to reinforce the religious emotions, and the beliefs of imaginary, educational, and prohibited projection systems. Makan barimah ndak buliah, beko habih padi wak dek mancik. Eat scattered should not, later rice out by rice. The structure of this expression is inculed in the educational function. Eating scattered is not allowed because it does not reflect cleanliness.Keywords : The prohibition expression, livelihood,  and relation social