Baharuddin Risyak
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN ALAM DENGAN KEMAMPUAN BEREKSPLORASI PADA ANAK USIA DINI Dian Kustiani; Sasmiati Sasmiati; Baharuddin Risyak
Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was children exploration ability aged 5 to 6 years old that has not optimally developed at TK Amarta Tani HKTI Bandar Lampung. The research objective was to determine the correlation between natural based learning activities with children exploration ability aged 5-6 years old. This research was non experimental quantitative research, with the correlation data analysis. Data were collected by interview, observation and documentation. The data were analyzed by using cross table technique and Spearman Rank Correlation. The result showed that there was strong correlation between natural based learning activities and children exploration ability by 0.67%. Therefor, it is recommended to involve more natural based active learning to develope children exploration ability aged 5-6 years old.Masalah yang diangkat pada penelitiaan ini adalah kemampuan berekplorasi yang belum berkembang secara optimal pada anak usia 5-6 Tahun di TK Amarta Tani HKTI Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas pembelajaran berbasis lingkungan alam dengan kemampuan berekplorasi pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang bersifat non eksperimental dengan analisis data korelasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel silang dan analisis Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara aktivitas pembelajaran berbasis lingkungan alam dengan kemampuan bereksplorasi pada anak usia dini sebesar 0,67 persen. Oleh sebab itu perlu lebih ditingkatkan aktivitas pembelajaran berbasis lingkungan untuk mengembangkan kemampuan bereksplorasi anak usia dini.Kata kunci : kemampuan bereksplorasi, aktivitas pembelajaran berbasis lingkungan alam, anak usia dini.
HUBUNGAN ANTARA LATIHAN SENAM IRAMA DENGAN KEMAMPUAN GERAKAN TERKOORDINASI ANAK USIA DINI Anisa Ayu Lestari; Baharuddin Risyak; Sasmiati Sasmiati
Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this study was children low ability to perform coordinated movements aged 5-6 years old in Melati Puspa Tanjung Senang kindergarten Bandar lampung. This study aimed to examine the relationship between rhythmic gymnastics exercises toward children coordinated movement ability. The research used correlations study. Data were analyzed by using test table and statistical test method with Spearman Rank test. Data were collected by using observation and documentation. The results showed that there was a positive relationship between rhythmic gymnastics exercises with children coordinated movement ability aged 5-6 years in Melati Puspa kingdergarten Tanjung Senang Bandar Lampung 2015.Penelitian ini berlatar belakang dari rendahnya kemampuan melakukan gerakan yang terkoordinasi anak usia 5-6 tahun di TK Melati Puspa Tanjung Senang Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan yang positif antara latihan senam irama dengan kemampuan melakukan gerakan terkoordinasi Anak. Penelitian yang digunakan adalah penelitian Korelasional dengan teknik analisis data menggunakan uji analisis tabel dan uji statistik dengan rumus korelasi Tata Jenjang (Spearman Rank). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang positif antara latihan senam irama dengan kemampuan melakukan gerakan yang terkoordinasi pada Anak Usia 5-6 tahun di TK Melati Puspa Tanjung Senang Bandar lampung Tahun 2015.Kata Kunci: gerakan terkoordinasi, latihan senam irama, anak usia dini.
PERSEPSI GURU DALAM MENGELOLA RUANG KELAS PAUD Dewi Isti Qoma; Baharuddin Risyak; Maman Surahman
Jurnal PG-PAUD Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research purpose was to describe the perception of preschools teacher in classroom management. The research was used descriptive method. Sample in this research were 42 preschools teacher with syistematic sampling technique. Data were collected by using questionnaire and documentation. Data was analyzed by using descriptive quantitative percentage. Result showed that preschools teacher perception was suitable by 62%. It is suggested that teacher should be able to manage the classroom which suitable with the needs and characteristics of early childhood. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru PAUD dalam mengelola ruang kelas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2-9 Maret tahun 2016. Sampel penelitian ini berjumlah 42 guru PAUD dengan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan systematic sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi guru PAUD dalam mengelola ruang kelas cukup baik yaitu sebesar 62%. Oleh sebab itu, diharapkan guru mampu mengelola ruang kelas yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak usia dini.Kata Kunci: persepsi guru, pengelolaan kelas, pendidikan anak usia dini.
PEMAHAMAN GURU PAUD TENTANG APE DALAM PROSES PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Cindy Giti; Sasmiati Sasmiati; Baharuddin Risyak
Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in responsed to the fact that there were a lot of preschool teachers who have not applied the educational learning tools or Alat Permainan Edukatif (APE) in learning process. The research objective was to describe the understanding of preschool teachers about the educational learning tools for preschool in West Tanjung Karang subdistrict. This research was descriptive research method. The study population were 110 preschool teachers. The sampling technique used was propotional random sampling with 36 of preschool teacher. The data were collected through conducting a test and interview. The data was analyzed by using quantitative descriptive analysis. The result showed that not all of preschool teachers have deep understanding about the educational learning tools. Generally, teachers have only basic knowledge about APE in several aspects like types, benefits, materials, process, and how to use it. Whereas, the concept and evaluation of APE have not been developed.Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya guru yang belum menggunakan APE dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru PAUD tentang alat permainan edukatif dalam proses pembelajaran anak usia dini di Kecamatan Tanjungkarang Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini berjumlah 110 guru, dengan sampel 36 guru. Sementara teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional ramdom sampling. Teknik penggumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa belum semua guru memahami tentang APE dalam proses pembelajaran. Pada umumnya guru hanya memahami ciri-ciri APE, jenis APE, manfaat APE, jenis bahan pembuat APE, kriteria pembuatan APE,dan kegunaan APE dalam proses pembelajaran. Sedangkan pada konsep APE dan evaluasi penggunaan APE belum dipahami. Kata Kunci: pemahaman guru, alat permainan edukatif , APE, proses pembelajaran, anak usia dini
KOMPETENSI GURU PAUD DALAM MENDESAIN PEMBELAJARAN DI KECAMATAN KEMILING Dwi Puji Rahayu; sasimati sasmiati; Baharuddin Risyak
Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the competence of early childhood teachers in the district Kemiling in designing learning. This research used descriptive method. The population of this research was all early childhood teachers in the district Kemiling totaling 75 people. In this study, it used saturated sampling techniques. Data collection techniques were using documentation studies and interviews. The collected data were then being analyzed, using a mix of data analysis of quantitative-qualitative. The results of research and analysis of the study showed that not all early childhood teachers in the District Kemiling have equal competence in designing learning.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi guru PAUD di Kecamatan Kemiling dalam mendesain pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru PAUD di Kecamatan Kemiling yang berjumlah 75 orang. Dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengambilan data menggunakan studi dokumentasi dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis, menggunakan analisis data campuran kuantitatif-kualitatif. Hasil penelitian dan analisis penelitian menunjukkan bahwa belum semua guru PAUD di Kecamatan Kemiling memiliki kompetensi yang setara dalam mendesain pembelajaran.Kata Kunci: kompetensi, mendesain pembelajaran, guru PAUD.
IMPLEMENTASI BERMAIN BALOK UNIT DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA DINI Anita Anita; Baharuddin Risyak; Maman Surahman
Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research was the low visual spatial intelligence development of children aged 5-6 years old at Citra Melatis kindergarten Bandar Lampung. This research aimed to determine the relationship of unit blocks playing with visual spatial intelligence development. The method used was correlational method. Data were collected by using observation and documentation, and analyzed by using Spearman Rank test analysis. The result showed that there was correlation between unit blocks playing with children visual spatial intelligence development. It was proved from the calculation of the Spearman Rank correlation as much as 0,918 ( P0.05).Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya perkembangan kecerdasan visual spasial anak usia 5-6 tahun di TK Citra Melati Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bermain balok unit dengan perkembangan kecerdasan visual spasial anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah metode Korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara bermain balok unit dengan perkembangan kecerdasan visual spasial. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan korelasi spearman rank sebesar 0,918 (P0.05 ). Kata kunci: anak usia dini, kecerdasan, bermain, visual spasial.
IMPLEMENTASI KEGIATAN BERMAIN PEMBANGUNAN DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK DI TK NEGERI PEMBINA Bodro Arum Kusworo; Sasmiati Sasmiati; Baharuddin Risyak
Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research background of this study was the children creativity age 4-5 years old that were undeveloped in group A1 Negeri Pembina kindergarten Simbarwaringin. The purpose of this research was to determine the correlation between construction game implementation for children age 4-5 years old toward creativity development. The research used correlation study. The sample were all of student in group A1 Negeri Pembina kindergarten Simbarwaringin. The samples used saturated sampling. Data were collected by using observation and documentation. The data were analyzed by using spearman rank test. The results showed that there was a positive relationship between construction game for children age 4-5 years old toward creativity development with coefficient correlation (r) at 0,67.Penelitian ini berlatar belakang dari belum berkembangnya kreativitas anak usia 4-5 tahun pada kelompok TK A1 Negeri Pembina Simbarwaringin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara implementasi kegiatan bermain pembangunan dalam pengembangan kreativitas anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Sampel penelitian ini adalah semua siswa kelompok A1 TK Negeri Pembina Simbarwaringin, mengingat semua anggota populasi dijadikan sampel maka pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian di analisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara implementasi kegiatan bermain pembangunan dalam pengembangan kreativitas anak usia 4-5 tahun dengan koefisien korelasi r sebesar 0,67.Kata kunci: kreativitas, kegiatan bermain pembangunan, anak usia dini
PENGARUH METODE MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA DINI Wahyuni Anggraini; Baharuddin Risyak; Lilik Sabdaningtyas
Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children basic counting ability in Asiatic Persada Bajubang kindergarten was undeveloped. Based on the showed empirical data research, the early match learning activities was low. Therefore, this research aimed to the influence of make a match method toward children basic counting ability aged 5-6 years old at Asiatic Persada Bajubang kindergarten. The research was correlational method. Data were analyzed by simple linier regression technique. The result showed that there was an effect of make a match method toward children basic counting ability. This can be showed by the increases of 47 levels.Kemampuan berhitung permulaan anak di TK Asiatic Persada Bajubang masih belum berkembang secara optimal, berdasarkan hasil data empirik penelitian hal ini dikarenakan kegiatan pembelajaran tentang berhitung masih kurang, sehingga masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan berhitung permulaan anak masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode make a match terhadap kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Asiatic Persada Bajubang. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh penerapan metode make a match terhadap kemampuan berhitung permulaan pada anak kelompok B, hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar 47 tingkatan.Kata Kunci : anak usia dini, kemampuan berhitung permulaan, make a match.
PEMAHAMAN GURU DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK ANAK USIA DINI Atika Sari; Baharuddin Risyak; Sasmiati Sasmiati
Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focused the comprehension of early childhood teachers in thematic learning in the village of Jati Datar District of Bandar Mataram Lampung Tengah. The purpose of this study was to describe the understanding of early childhood teachers in thematic learning. This study was conducted in five kindergarten in the village of Jati Datar District of Bandar Mataram Lampung Tengah consisting of TK Pertiwi, TK ABA, TK Tunas Bangsa, TK 17 Agustus and TK Madina Azzahro. This study used data analysis techniques a mix of quantitative-qualitative. These results indicated that teachers' comprehension of the thematic learning which includes the concept, planning, implementation and evaluation of thematic learning is still low. Data showed that teachers have not applied the thematic learning in school looks at the lesson plans are made not in accordance with the learning activities carried out by the teacher.Penelitian ini berfokus pada pemahaman guru PAUD dalam pembelajaran tematik di Desa Jati Datar Kecamatan Bandar Mataram Lampung Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman guru PAUD dalam pembelajaran tematik. Penelitian ini dilaksanakan di lima Taman Kanak-Kanak di Desa Jati Datar Kecamatan Bandar Mataram Lampung Tengah yang terdiri dari TK Pertiwi, TK ABA, TK Tunas Bangsa, TK 17 Agustus, dan TK Madinah Azzahro. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data campuran kuantitatif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman guru mengenai pembelajaran tematik yang meliputi konsep, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari pembelajaran tematik masih rendah. Data menunjukan bahwa guru belum menerapkan pembelajaran tematik di sekolah terlihat pada rencana pembelajaran yang dibuat tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru.Kata Kunci : guru PAUD, pemahaman guru, pembelajaran tematik.
PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI Adzani Novita Amalia Rani; Baharuddin Risyak; Sasmiati Sasmiati
Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the relationship between the use of picture cards of serial story media with the ability to speak in early childhood. This research was a quantitative non- experimental, correlational method. The population in this study were children in group B Podomoro Tunas Bangsa District of Pringsewu. The determination of this sample was using saturation sampling technique. Data collection techniques in this study were using observation and documentation. The results showed that there was a strong association between the use of positive and valuable picture card media stories with the ability to speak in early childhood by 54.76%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media kartu gambar cerita berseri dengan kemampuan berbicara anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat non eksperimental dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelompok B PAUD Tunas Bangsa Podomoro Kecamatan Pringsewu. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat dan bernilai positif antara penggunaan media kartu gambar cerita berseri dengan kemampuan berbicara anak usia dini sebesar 54,76%.Kata Kunci: kemampuan berbicara anak usia dini, media, kartu gambar cerita berseri.