Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Nilai Pendidikan Karakter Pada Upacara Panggih Temanten Pada Masyarakat Jawa Silaut Rifa Saputra; Erda Fitriani
Jurnal Perspektif Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v2i1.61

Abstract

Penelitian ini membahas tentang nilai pendidikan karakter pada upacara panggih temanten pada masyarakat Jawa Silaut. Penelitian ini di analisi menggunakan teori interpretivisme simbolik yang dikemukakan oleh Clifford Geertz. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 19 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta validitas data dilakukan dengan triangulasi data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis interpretatif dengan langkah-langkah hermeneutik data, menginterpretasikan data, interpretatif dipresentasikan. Hasil penelitian dari nilai pendidikan karakter pada upacara panggih temanten ditemukan bahwa nilai yang terkandung dalam prosesi-prosesi antra lain: 1) nilai menghormati; 2) nilai tangung jawab; 3) nilai kejujuran; 4) nilai kerja keras; 5) nilai kepatuhan; 6) nilai keberanian 7) nilai keberanian; 8) nilai kebaktian 9) nilai kebersamaan 10) nilai kesabaran.
Keterlibatan Mahasiswa Dalam Aksi Bela Islam 212 di Jakarta Leni Liberti; Erda Fitriani; Eka Vidya Putra
Jurnal Perspektif Vol 1 No 4 (2018): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v1i4.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan keterlibatan mahasiswa dalam gerakan aksi bela Islam 212 di Jakarta. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori framing dalam study gerakan sosial yang dikemukakan oleh Snow dan Benford. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan secara snowball sampling dengan jumlah informan 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta validitas data dilakukan dengan triangulasi data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis interaktif seperti yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi, penyajian dan kesimpulan. Hasil penelitian dari keterlibatan mahasiswa dalam aksi bela Islam 212 adalah; 1) bela Al – Qur’an, 2) bela Ulama , 3) kepemipinan, 4) diskriminasi hukum.
Fungsi Labai dalam Upacara Kematian di Nagari Sungai Durian Diah Saputri; Erda Fitriani
Jurnal Perspektif Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v2i1.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menjelaskan fungsi labai dalam upacara kematian di Nagari Sungai Durian. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teoriStruktural Fungsional Radcliffe-Brown. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi aktif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa labai berfungsi dalam upacara kematian bagi masyarakat Sungai Durian. Fungsi tersebut bertujuan untuk menjaga/membina struktur atau kesesuaian antara kegiatan dan kebutuhan dari struktur sosial masyarakat Sungai Durian. Fungsi labai dalam upacara kematian di Sungai Durian yaitu a) labai nagari; memimpin proses mancabiak kain kafan, memimpin proses pemandian jenazah, mambuang aie sambilan, mengafani jenazah, memandu pemakaman jenazah. b) labai suku; menyampaiakan pesan duka kepada labai nagari, menyambut labai, membantu labai nagari mancabiak kain kafan, memberi kata pembuka tahlie, memandu proses pemakaman, manalakin manimpo, Manalakin tujuah hari, memberi kata pembuka dalam maniigo hari, manujuah hari, maampek puluah hari dan manyaratuih hari.
Relasi Simbol Pakaian “Anak Nagari” dalam Batarewai di Nagari Koto Gadang Magfirah Ramadhani; Erda Fitriani
Jurnal Perspektif Vol 1 No 4 (2018): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v1i4.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan relasi simbol pakaian anak nagari dalam batarewai di Nagari Kotogadang. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori interpretivisme simbolik yang dikemukakan oleh Clifford Geertz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 27 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta validitas data dilakukan dengan triangulasi data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis interpretatif dengan langkah-langkah hermeneutik data, menginterpretasikan data, interpretatif dipresentasikan. Hasil penelitian dari relasi simbol pakaian anak nagari dalam batarewai adalah; 1) pakaian anak nagari yang belum menikah, 2) pakaian anak nagari yang baru menikah, 3) pakaian anak nagari yang sudah lama menikah, 4) pakaian anak nagari usia lanjut.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN EKOWISATA SUNGAI PINANG Erda Fitriani; Selinaswati Selinaswati; Desy Mardhiah
SOCIUS Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v4i2.17

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan partisipasi masyarakat Nagari Sungai Pinang dalam pembangunan ekowisata. Pembangunan pariwisata dapat berjalan dengan baik jika adanya partisipasi masyarakat. Masyarakat Nagari Sungai Pinang telah mengembangkan pariwisata di daerahnya sejak tahun 2004 sebelum dikembangkannya kawasan wisata maritim Mandeh pada tahun 2014 oleh pemerintah. Destinasi wisata Nagari Sungai Pinang dikenal oleh wisatawan dengan istilah The Hidden Spot of Paradise. Untuk menggali partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekowisata dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi partisipasi, wawancara mendalam (Indept interview) dan studi dokumen. hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata di Sungai Pinang merupakan hasil pemikiran, perencanaan yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri dipelopori oleh kaum muda. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan wisata meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi pembangunan.
Pacu Jawi Dalam Tahun Politik Di Kabupaten Tanah Datar Arief Irvan; Erda Fitriani
Jurnal Perspektif Vol 2 No 3 (2019): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v2i3.76

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas makna dibalik simbol seluruh kegiatan pacu jawi dalam tahun politik di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Interpretivisme simbolik yang dikemukakan oleh Clifford Geertz. Penelitian ini dilakukan dengann pendekatan kualitatif dengann tipe penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengann jumlah informan 19 orang. Pengumpulan data dilakukan dengann cara observasi partisipasi aktif, wawancara mendalam, dokumentasi. Hasil penelitian dari makna dibalik simbol pacu jawi dalam tahun politik ditemukan beberapa hal terkait dengann pacu jawi dalam tahun politik.(1) pacu jawi sebagai penguatan elit adat dalam Nagari, (2) pacu jawi sebagai identitas pemilik jawi, orang yang mengurus jawi, joki, dan Porwi, (3) pacu jawi sebagai ruang publik, (4) pacu jawi sebagai sumber ekonomi, (5) pacu jawi sebagai peranan pemuda, (6) pacu jawi sebagai identitas Nagari, (7) pacu jawi sebagai objek wisata.
Manjapuik Limau Sebelum Upacara Perkawinan (Studi Etnosain Pada Masyarakat Jorong Rumah Panjang Nagari Selayo Tanang Bukit Sileh Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok) Lola Resita; Erda Fitriani; Desy Mardhiah
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 2 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i2.17

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai pengetahuan masyarakat Jorong Rumah Panjang dalam manjapuik limau sebelum upacara perkawinan dan mendeskripsikan keyakinan masyarakat Jorong Rumah Panjang penganut Islam terhadap kesaktian roh nenek moyang. Penelitian ini dianalisis dengan teori Ethnoscience yang dikembangkan oleh James P Spradley. Ethnoscience menekankan bahwa data yang disodorkan adalah data kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan pola pikir masyarakat Jorong Rumah Panjang penganut ajaran islam yang melaksanakan manjapuik limau tidak begitu saja muncul, pemahaman itu muncul berdasarkan pengalaman atau bukti yang telah terjadi. Masyarakat Jorong Rumah Panjang yang melaksanakan manjapuik limau disebabkan berberapa alasan yaitu pengetahuan masyarakat tentang manjapuik limau dan keyakinan terhadap kesaktian roh nenek moyang.