Junaidi Junaidi
UNP

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan

Adaptasi Sosial Mantan Narapidana dalam Perspektif Teori Aksi (Studi Kasus Mantan Narapidanana di Tengah Masyarakat Kecamatan Koto Baru Sungai Penuh Jambi) Trizki Amelia; Junaidi Junaidi
Jurnal Perspektif Vol 2 No 3 (2019): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v2i3.127

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya mantan narapidana yang hidup berdampingan dengan masyarakat di Wilayah Kecamatan Koto Baru, Sungai Penuh, Jambi. Dalam kasus adaptasi sosial mantan narapina dalam masyarakat khiusnya di Wilayah Kecamatan Koto Baru, Sungai Penuh, Jambi. Terungkap dalam beradaptasi dengan masyarakat setempat mantan narapina memilih tindakan yang dapat diterima oleh lingkungan mayasrakat untuk mencapai tujuannya yaitu kembali di tengah masyarakat. Penelitian ini dianalisis dengan tindakan sosial yang dikemukakan oleh Max Weber dan Tallcot Parsons. Teknik pemilihan informan dengan mengunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian di lapangan peneliti menemukan banyaknya mantan narapina di tengah masyarakat dalam beradaptasi melakukan tindakan sosial yang lebih aktif pada kegiatan masyarakat yaitu: (a) Gotong royong (b) menghadiri kenduri (c) mengikuti organisasi (d) pemenuhan kebutuhan hidup (5) mengikuti pengajian yang di adakan dalam masyarakat. Disamping itu masyarakat Wilayah Kecamatan Koto Baru menyoroti dari sudut pandang yang positif dari tingkah laku dan aktifitas sehari-hari dari mantan narapidana, masyarakat merangkul mantan narapina dalam berbagai kegiatan masyarakat yang ada untuk mengurangi rasa minder yang di alami oleh mantan narapidana.
Penerapan Model Talking Stick Untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sosiologi Kelas X IPS 1 SMA Negeri 3 Bukittinggi 2019 Jefri Jefri; Junaidi Junaidi
Jurnal Perspektif Vol 2 No 3 (2019): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v2i3.74

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang tepatnya pemilihan srategi pembelajaran oleh guru sehingga mengakibatkan rendahmya partisipasi belajar siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 3 Bukittinggi khususnya pada mata pelajaran Sosiologi. Untuk mengatasi permasalahan diatas peneliti memberi solusi dengan penerapan model Talking Stick untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa pada pembelajaran sosiologi kelas X IPS 1 SMA Negeri 3 Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan partisipasi belajar siswa dengan menerapkan model Tailking Stick pada pembelajaran Sosiologi di kelas X IPS 1 SMA Negeri 3 Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 3 Bukittinggi yang berjumlah 35 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi yang berbentuk daftar ceklis yang memuat indikator partisipasi. Target tingkat kriteria capaian dalam penelitian ini adalah kategori baik pada interval 61% keatas. Hasil penelitian terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran sosiologi diolah dengan rumus persentase P=(F/N)X100%. Kolaborator dalam penelitian ini adalah Rahmatul Atika Deswara seorang mahasiswa PPL pada periode Januari-Juni 2019 SMA Negeri 3 Bukittinggi. Hasil penelitian menujukan terdapatnya peningkatan dan penurunan partisipasi belajar siswa dengan penerapan model Talking stick. Secara keseluruhan partisipasi belajar siswa dari tahap pra tindakan sebesar 44% kesiklus I meningkat menjadi 73%. Kemudian dari siklus I kesiklus II juga mengalami peningkatan sehingga menjadi 81%.
Human Capital Mahasiswa Universitas Terbuka Sebagai Guru Honorer (Studi Kasus: Guru Honorer di SD Negeri 01 Pangkalan, SD Negeri 10 Pangkalan dan MIS Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota) Fadilatur Rahmi; Junaidi Junaidi; Reno Fernandes
Jurnal Perspektif Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v2i2.68

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti dalam melihat mahasiswa Universitas Terbuka yang menjadi guru honorer di SD Negeri 01 Pangkalan, SD Negeri 10 Pangkalan dan MIS Pangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui human capital mahasiswa Universitas Terbuka sebagai guru honorer di SD Negeri 01 Pangkalan, SD Negeri 10 Pangkalan dan MIS Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dianalisis dengan teori yang dikamukakan oleh Theodore W.Schultz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatis tipe studi kasus, teknik pemilihan informan purpose sampling dengan jumlah informan 18 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa human capital mahasiswa Universitas Terbuka sebagai guru honorer terlihat dari enam perilaku yaitu rajin bertanya dengan guru tetap termasuk aspek pengetahuan, memiliki sifat pantang menyerah termasuk aspek produktifitas kerja, memiliki ide dalam mengelola kelas termasuk aspek kreativitas, memiliki pengalaman dalam kegiatan ekstrakurikuler sehingga dekat dengan peserta didik termasuk aspek keterampilan dan memiliki ide dalam kegiatan sekolah termasuk aspek ide /gagasan.
Faktor Pendorong Anak Nelayan di Desa Naras I Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang SLTA Reski Yuliani; Junaidi Junaidi; Reno Fernandes
Jurnal Perspektif Vol 1 No 4 (2018): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v1i4.50

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya jumlah anak nelayan melanjutkan pendidikan pada jenjang SLTA di Desa Naras I. Hasil temuan dianalisis dengan Teori Fenomenologi dari Alfred Schuzt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini mengungkapkan yang menjadi faktor pendorong anak nelayan melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTA dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari (a) ingin lanjut kuliah (b) Ingin menggapai cita-cita (c) ingin merubah nasib keluarga. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari (a) disuruh orangtua (b) lokasi sekolah dekat dengan rumah (c) menghindari aktivitas melaut (d) bantuan dari kantor desa, dan (e) pengaruh teman sebaya.