Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH BERKUMUR SEDUHAN TEH HIJAU DALAM MENURUNKAN INDEKS PLAK GIGI ANAK SISWA SD INPRES ANTANG II MAKASSAR Hans Lesmana; Rini Irmayanti Sitanaya; Surya Irayani
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i2.1580

Abstract

Plak gigi adalah salah satu penyebab masalah pada jaringan pendukung dan kesehatan gigi. Masalah plak berimplikasi pada berbagai macam hal seperti gusi berdarah, bau mulut dan membuat resesi gingiva. Hal ini tentu perlu medapat perhatian serius dalam penanganan dan pencegahannya. Salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi plak pada gigi melalui menyikat gigi yang baik dan benar, mengatur pola makan, dan tindakan secara kimiawi yaitu dengan menggunakan obat kumur dapat menjadi salah satu alternatif solusi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut . Sampel yang digunakan sebanyak 30 orang usia 9-11tahun di SD Inpres Antang II Makassar yang berdasarkan Purposive random sampling yaitu secara acak berdasarkan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil terlihat bahwa terdapat penurunan rata-rata perubahan indeks plak yang jumlah rata-rata sebelum berkumur seduhan teh hijau ialah 3.19, dan jumlah rata-rata sesudah berkumur seduhan air teh hijau ialah 1.74. Simpulan: Dengan demikian dapat diketahui bahwa ada pengaruh air seduhan air teh hijau dalam menurunkan indeks plak pada sampel yang diberikan perlakuan. Kata Kunci: Seduhan Teh Hijau, Indeks plak 
PERBANDINGAN KELARUTAN KALSIUM DAN MAGNESIUM EMAIL GIGI TERHADAP MINUMAN BERKARBONASI DAN ISOTONIK Rini Irmayanti Sitanaya; Hans Lesmana; Surya Irayani
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i2.1579

Abstract

Email gigi terdiri dari 92-93% zat anorganik, 1-2% zat organik dan 3-4% air. Zat anorganik yang utama berupa hidroksiapatit [Ca10(PO4)6(OH)2] sekitar 90-92% dari volumenya yang tersusun atas komponen-komponen kalsium dan magnesium. Kehilangan ion kalsium dan magnesium karena demineralisasi sangat mempengaruhi kerusakan email. Demineralisasi terjadi karena adanya paparan asam dari makanan atau minuman yang dalam waktu  lama di dalam mulut menyebabkan pH rongga mulut menjadi asam. Konsumsi minuman karbonasi dan minuman isotonik (sports drink) meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan konsumsi minuman karbonasi dan minuman isotonik yang bersifat asam akan diikuti kejadian erosi gigi.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan minuman berkarbonasi dan minuman isotonik terhadap kelarutan kalsium dan magnesium setelah perendaman gigi secara AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium (spectrophotometer) dengan desain penelitian time series yang menggunakan 4 gigi permanen manusia post ekstraksi sebagai subyek penelitian. Keempat gigi tersebut dimasukkan ke dalam minuman karbonasi dan minuman isotonik lalu diukur kelarutan kalsium dan magnesium email gigi tersebut selama 30 menit sampai pada hari keenam dangan menggunakan spektrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion kalsium lebih banyak mengalami kelarutan daripada magnesium dari kedua minuman tersebut.Kata kunci : Minuman karbonasi, Minuman isotonik, Kelarutan Kalsium dan Magnesium 
PENGARUH TEKNIK MENYIKAT GIGI TERHADAP TERJADINYA ABRASI PADA SERVIKAL GIGI Rini Irmayanti Sitanaya
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.737 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i1.744

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan untuk mencegah karies adalah dengan memperhatikan kebersihan area rongga mulut terutama gigi, pembersihan plak setiap hari adalah dengan cara menyikat gigi. Menyikat gigi adalah kegiatan pembersihan plak secara mekanis yang dilakukan setiap hari untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Terjadinya abrasi pada gigi, dapat disebabkan oleh perilaku menyikat gigi, baik itu frekuensi menyikat gigi, jenis sikat gigi yang digunakan, hingga metode atau teknik yang digunakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik menyikat gigi terhadap terjadinya abrasi pada servikal gigi. Jenis penelitian ini adalah jenis observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi diambil dari seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Galesong Selatan Kabupaten Takalar, sementara sampel yang diambil berjumlah 40 responden dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis statistik dengan uji korelasi antar variabel dengan nilai probabilitas (sig.) <0,05 dan hasilnya memperlihatkan bahwa ada pengaruh teknik menyikat gigi dengan kejadian abrasi pada servikal gigi. Dengan demikian untuk mencegah terjadinya abrasi pada servikal gigi perlu memperhatikan teknik menyikat gigi yang tepat dan menghindari tekanan yang berlebihan pada saat menyikat gigi. Kata Kunci: abrasi gigi, servikal gigi, teknik menyikat gigi
PERBEDAAN EFEKTIVITAS OBAT KUMUR BERALKOHOL DAN NON ALKOHOL DALAM PENURUNAN AKUMULASI PLAK SISWA MTS BUSTANUL ULUM, MAROS Hans Lesmana; Ernie Thioritz; Rini Sitanaya
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.267 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v17i2.661

Abstract

Faktor umum yang menyebabkan terjadinya penyakit gigi dan mulut adalah lapisan tipis yang dinamakan plak gigi. Cara terbaik untuk mencegah akumulasi plak, yaitu dengan melakukan plak control. Control plak secara kimiawi dengan penggunaan obat kumur sangat diperlukan untuk membantu kerja pembersihan rongga mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas obat kumur antiseptic beralkohol dan non alcohol dalam menurunkan akumulasi plak. Penelitian ini eksprimental dengan rancangan pretest dan posttest grup design. Populasi penelitian yaitu siswa MTs Bustanul Ulum, Maros, dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan efektivitas obat kumur antiseptic beralkohol dan non alcohol dalam menurunkan akumulasi plak, dimana uji statistic dengan T-test berpasangan diperoleh nilai p≤0,05
PENGARUH KONSUMSI MINUMAN MADU HUTAN (Apis dorsata) TERHADAP TINGKAT KEASAMAN pH SALIVA PADA PERAWAT INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR Badai Septa W; Surya Irayani; Rini Irmayanti Sitanaya
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1581

Abstract

Sebelum ditemukannya gula, madu telah digunakan sebagai minuman manis dan sebagai bahan pemberi rasa manis. Madu mengandung glukosa, fruktosa, serta sukrosa. Walaupun madu mengandung sukrosa rendah, madu tetap saja merupakan larutan karbohidrat yang mengandung gula dan dapat menyebabkan pH saliva menurun. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah madu hutan. Penelitian dilaksanakan di RSUD Labuang Baji Makassar. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 – Januari 2020. Pengambilan data menggunakan lembar observasi, pH meter dan pembagian Informed Consent. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen. Penelitian menggunakan rancangan Pretest Posttest Control Group dengan menggunakan teknik Total Sampling. Data diolah dengan menggunakan SPSS dengan analisis Uji T-Test. Rata-rata tingkat keasaman pH saliva sebelum mengkonsumsi minuman madu hutan adalah 6.99 dan setelah mengkonsumsi minuman madu hutan adalah 6.67 atau mengalami penurunan sebesar 0.32 menjadi lebih asam. Pada uji T dihasilkan nilai 2.063. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pH saliva sebelum dan setelah pemberian minuman madu hutan.Kata Kunci: Madu Hutan, pH Saliva 
GAMBARAN ORAL HYGIENE WANITA PASCA MENOPAUSE DI DESA JONJO KECAMATAN PARIGI KABUPATEN GOWA Rini Irmayanti Sitanaya; Surya Irayani Yunus
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.769 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v17i1.168

Abstract

Menopause adalah suatu keadaan seorang wanita yang tidak mengalami menstruasi secara permanen atau berhentinya menstruasi selama 12 bulan atau satu tahun lamanya. Saat menopause terjadi penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron. Penurunan level estrogen dan progesteron tersebut juga diiringi dengan perubahan klinis di rongga mulut yaitu beresiko mengalami gingivitis dan juga mempengaruhi oral hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran oral hygiene wanita menopause di Desa Jonjo Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan  merupakan penelitian dekriptif.Penelitian ini dilakukan pada 30 orang perempuan menopause di Desa Jonjo Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Desember 2017. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan OHI-S.              Dari hasil penelitian yang dilakukan pada wanita menopause gambaran Oral Hygiene Index  Simplified (OHI-S) perempuan menopause di Desa Jonjo Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa sebagian besar termasuk dalam kategori buruk.              Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan pada wanita menopause dapat disimpulkan sebagai berikut gambaran Oral Hygiene Index  Simplified (OHI-S) perempuan menopause di Desa Jonjo Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa sebagian besar termasuk dalam kategori buruk. Diharapkan kepada wanita menopause agar setidaknya menjaga kebersihan gigi dan mulutnya baik itu kontrol enam bulan sekali kedokter gigi terdekat baik puskesmas maupun klinik.
SIMULASI PERMAINAN ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK USIA SEKOLAH DASAR Rini Irmayanti Sitanaya; Hans Lesmana; Surya Irayani; Badai Septa
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v20i2.2563

Abstract

Pendidikan kesehatan gigi dan mulut adalah upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Pendidikan kesehatan gigi harus menarik, penjelasan yang menarik tanpa mengurangi konten pendidikan. Pemberian pengetahuan dapat dilakukan dengan permainan simulasi ular tangga yang telah dimodifikasi sehingga mengandung konten kesehatan gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan simulasi ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulu anak usia sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan rancangan pre test dan post test. Sampel diambil dengan menggunakan metode quota sampling yang terdiri dari 20 responden di SD Negeri Gunung Sari I Kota Makassar. Variabel independen adalah permainan simulasi ular tangga. Variabel dependen adalah pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Data dikumpul dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji paired samples t-test dengan p < 0,05. Berdasarkan analisis menggunakan uji paired samples t-test menunjukkan dari nilai signifikansi 0,00 (p < 0,05). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan simulasi ular tangga mempengaruhi pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar. Kata kunci: pendidikan kesehatan gigi dan mulut, permainan ular tangga
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DAN TERAPI MUROTAL AL’QURAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PERAWATAN GIGI Surya Irayani Yunus; Rini Sitanaya; Badai Septa
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : poltekkes kemenkes makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.137 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v18i1.969

Abstract

Salah satu terapi nonfarmakologi yang sedang dikembangkan saat ini adalah terapi musik instrumental dan terapi murotal al’quran. Tujuan penelitian ini adalah melihat efektivitas musik instrumental dan murotal Al‟quran terhadap tingkat kecemasan pasien dalam perawatan gigi. Penelitian ini dilakukan pada anak diambil secara simple random sampling sebanyak  90 orang dari hasil perhitungan slovin. Data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh musik instrumental dan murotal alquran dan uji mann whitney test untuk melihat perbedaannya. Hasil dari penelitian ini didapatkan perbedaan yang signifikan kecemasan anak sebelum dan sesudah diberikan terapi music instrumental (p<0,05), terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan pasien sebelum dan sesudah diberikan terapi Murrotal Al Quran (p<0.05). Hasil Uji statistik Mann whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecemasan pada pasien yang diberikan terapi musik dibandingkan dengan terapi murrotal al Quran (p>0.05).
Berkumur Rebusan Bunga Rosella Terhadap Perubahan pH Saliva Hans Lesmana; Rini Irmayanti Sitanaya; Surya Irayani Yunus; Badai Septa; Roosi Purwaningsih
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v21i1.2833

Abstract

Rosella (Hibiscus Sabdariffa L) adalah tanaman hias dari keluarga kembang sepatu, tanaman ini dapat hidup di daerah tropis maupun subtropis dan dikenal sebagai teh herbal. Di Indonesia penggunaan rosella dibidang kesehatan belum terlalu populer serta pembudidayaan tanaman ini masih terbatas dan hanya terpusat di daerah-daerah tertentu namun di negara-negara lain rosella bukan tanaman yang asing. Polifenol dan flavonoid yang terdapat pada bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L) berperan sebagai antivirus, antioksidan dan antibakteri yang dapat mempengaruhi akumulasi bakteri dan dapat meningkatkan pH saliva di rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pH saliva setelah berkumur dengan air rebusan bunga rosella. Jenis penelitian ini dilakukan dengan disain squasi eksperimental study dengan rancangan pre-test dan post test. Penelitian ini melibatkan 20 orang sampel yang diperoleh dengan teknik random sampling yang dibagi dalam 2 kelompok. pH saliva diukur dengan menggunakan pH meter,  sebelum dan sesudah berkumur dengan rebusan bunga rosella. Efektivitas pemberian perlakuan diselidiki dengan menggunakan uji Wilcoxon, sementara data yang diperoleh kemudian di analisis dengan menggunakan uji Mann-Withney (a<0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pH saliva sebelum dan setelah berkumur air rebusan bunga rosella. Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan antara pH saliva sebelum dan sesudah berkumur dengan air rebusan bunga rosella dibandingkan dengan kelompok kontrol. Disarankan kepada subjek penelitian untuk menggunakan obat kumur dari bahan alami seperti rebusan rosella untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kata kunci : Berkumur; bunga rosella; pH saliva
Penggunaan Casein Phospopeptide Amorphous Calsium Phosphate (CPP-ACP) Terhadap Perubahan pH Saliva Pada Warga Binaan Rutan Kelas IIB Kolaka Sulawesi Tenggara Hans Lesmana; Rini Irmayanti Sitanaya; Surya Irayani Yunus; Badai Septa; Novia Hadrin
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v21i2.3141

Abstract

          Proses demineralisasi permukaan gigi yang mengakibatkan karies dapat disebabkan oleh penurunan derajat keasaman (pH) secara berulang-ulang dalam waktu tertentu. Casein phosphopeptide amorphous calcium phosphate (CPP- ACP) pasta dapat digunakan sebagai bahan untuk proses remineralisasi dan berpengaruh dalam peningkatan pH saliva, sehingga pH saliva dapat menjadi netral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan casein phospopeptide amorphous calsium phosphate (CPP-ACP) pasta terhadap pH saliva pada warga binaan rutan kelas IIB Kolaka. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain pretest-posttest one group. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling yaitu warga binaan Rutan Kelas IIB Kolaka pada blok 2 kamar 10 dengan 10 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan pH saliva responden sebelum dan sesudah penggunaan casein phospopeptide amorphous calsium phosphate (CPP-ACP) pasta dengan p value 0,004 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa casein phosphopeptide amorphous calcium phosphate (CPP-ACP) pasta efektif terhadap perubahan pH saliva menjadi netral.Kata Kunci : Casein Phosphopeptide Amorphous Calcium Phosphate (CPP- ACP), Saliva, pH Saliva