Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI DESKRIPTIF MEMBACA PERMULAAN DI KELAS I-B SDN PANCORAN 07 PAGI TAHUN AJARAN 2019/2020 Lola Sarah Aulia; Robiatul Munajah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jipgsd.v5i1.857

Abstract

This study aims to describe the inhibiting and supporting factors of prefix reading, as well as to describe the teacher's efforts in overcoming pre-reading problems in class I-B SDN Pancoran 07 Pagi. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques in this study were interviews and observation. The results of this study indicate that there are several inhibiting factors such as: (1) lack of self-confidence, (2) low learning concentration, (3) lack of teacher assertiveness, (4) lack of parental attention. The supporting factors for reading the beginning are: (1) supporting facilities and infrastructure, (2) the existence of a reading corner, (3) peers. While the teacher's efforts that have been made are: (1) The teacher provides additional hours, (2) The learning process is fun.
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN BERPIKIR KRITIS DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN (Penelitian kuantitatif asosiatif di kelas IV SD Negeri Banjarsari 5 Serang Kecamatan Cipocok kota Serang) Robiatul Munajah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jipgsd.v1i1.282

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penguasaan kosakata dan berpikir kritis dengan kemampuan membaca pemahaman Siswa Kelas IV SD Negeri Banjarsari 5 Serang Kecamatan Cipocok kota Serang, dengan jumlah siswa sebanyak 46 orang siswa. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik statistik regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada korelasi positif antara (1) penguasaan kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman (2) berpikir kritis dengan kemampuan membaca pemahaman (3) penguasaan kosakata dan berpikir kritis dengan kemampuan membaca pemahaman. Berarti hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penguasaan kosakata dan berpikir kritis dengan kemampuan membaca pemahaman. Kata Kunci: Penguasaan Kosakata, Berpikir Kritis, Kemampuan Membaca Pemahaman.
PENERAPAN MEDIA BELAJAR PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PENGGOLONGAN MAKHLUK HIDUP SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI MANDALASARI 2 PANDEGLANG Robiatul Munajah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jipgsd.v4i1.615

Abstract

Learning games are used to create an exciting atmosphere and this will encourage the acceleration of learning. Specifically in science learning by using a constructivist approach encourages students to increase their courage and foster collaboration in trying to find solutions to their own ways and find complex information so that students automatically re-establish new understanding to overcome problems. Based on the results of research students' learning activities progressed in several activities namely asking in the first cycle 59% rose to 63.63%, answered from 68% to 72.72%, but in refuting activities 9% did not increase and the activity of expressing opinions increased from 13.63% to 18% however, still in the lack category. From the test results during the research it can be concluded that the application of puzzles with constructivist approaches in science learning can improve students' ability to understand the concept of classifying living things. This is evidenced by the two times the implementation or cycle obtained the average value of the test results of each cycle that always increases. The value obtained in the first cycle of pretest meetings reached an average of 48.4 then in the post-test it rose to 60.64, this indicates an increase of 12 points. Then the second meeting reached 63 pretest and posttest reached 70.20. This shows that all students who follow the second cycle have succeeded in exceeding the limits of mastery learning.
NILAI MORAL DALAM FOLKLOR LEGENDA BATU QUR’AN (Studi Deskriptif Unsur Sastra Lisan dan Penyusunan Bahan Ajar Apresiasi Sastra di SD) Robiatul Munajah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 01 (2018): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jipgsd.v2i01.117

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk beroleh gambaran nilai-nilai Moral yang terkandung dalam folklor Legenda Batu Qur’an dan kesesuaianya dengan kriteria pemilihan bahan apresiasi sastra di SD. Dengan menggunakan pendekatan penelitian etnografi dengan langkah kerja model Sparadley yang terdiri atas  pengamatan deskriptif, analisis domain, pengamatan terfokus, analisis taksonomi, pengamatan terpilih, analisis komponensial dan diakhiri dengan analisis tema yang terdapat dalam folklor Legenda Batu Qur’an diperoleh data nilai  Moral yang terdapat meliputi Moral keagamaan, Moral kegotong-royongan, Moral kemanusiaan, dan  Moral sosial. Unsur Moral keagamaan merupakan unsur yang sangat dominan, Hal ini perlu diteladani oleh siswa. Folklor Legenda Batu Qur’an banyak memiliki unsur Moral yang berguna untuk perkembangan dan kematangan kepribadian Siswa. Folklor Legenda Batu Qur’an  dapat dipilih menjadi salah satu bahan pembelajaran apresiasi sastra di SD karena memiliki kesesuaian dengan kriteria pemilihan bahan pembelajaran apresiasi sastra di SD. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian aspek kebahasaan siswa, aspek perkembangan psikologis dan kandungan moral. Dalam tingkat keterbacaan atau kebahasaan, Folklor Legenda Batu Qur’an sangat sesuai, karena dilihat dari diksi cukup sederhana, bahasanya komunikatif dan memiliki kejelasan tema, kesederhanaan plot, kejelasan perwatakan, kesederhanaan latar, juga memiliki kejelasan pusat pengisahannya, sehingga  ide atau gagasan yang hendak disampaikan dapat mudah dipahami oleh siswa. Dengan demikian Folklor Legenda Batu Qur’an memenuhi kriteria pemilihan bahan pembelajaran apresiasi sastra di SD khususnya di SD Kabupaten  Pandeglang.Kata Kunci : Nilai Moral, Folklor
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA MELALUI MEDIA BIG BOOK TEMA BERMAIN DI LINGKUNGANKU KELAS II SEKOLAH DASAR Winda Amelia; Robiatul Munajah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jipgsd.v3i1.294

Abstract

Abstrak : Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca melalui media big book tema bermain di lingkunganku untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dan apakah menggunakan media big book tema bermain di lingkunganku dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas II SDN Parumasan Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (Action Research). Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Taggart yang dilakukan selama 12 kali pertemuan. Adapun langkah-langkah metode penelitian tindakan dengan model Kemmis & Taggart yaitu meliputi (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (action), (3) pengamatan (observation), dan (4) refleksi (reflection). Sebelum melakukan penelitian, diadakan penelitian pra tindakan untuk mengetahui hasil prosentase awal keterampilan membaca siswa kelas II SDN Parumasan Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten. Sehingga dapat diketahui seberapa peningkatan yang terjadi antara sebelum dilakukan tindakan dengan setelah dilakukan tindakan baik dalam siklus I maupun siklus II. Keterampilan membaca siswa dapat meningkat setelah dilakukan tindakan melalui media big book. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menyebutkan bahwa rerata kelas pada pra tindakan sebesar 34,89%. Setelah dilakukan tindakan dalam siklus I meningkat rerata kelas menjadi sebesar 54,89% dan pada siklus II meningkat menjadi 71,03%. Kata Kunci : Keterampilan Membaca, Media Big Book, Siswa Kelas II Sekolah Dasar
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS TENTANG GEJALA ALAM DI INDONESIA DAN NEGERA TETANGGA DI KELAS VI SD NEGERI SUKASARI 2 Robiatul Munajah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jipgsd.v3i1.291

Abstract

Abstrak: Guru merupakan ujung tombak untuk mengatasi rendahnya hasil belajar siswa. Guru sebagai disainer di kelas harus mampu mengadakan perubahan atas kebiasaan siswanya belajar. Penulis mencoba menggunakan salah satu model belajar untuk mengatasi permasalah di kelas. Di kelas VI SD Negeri Sukasari 2 dalam Pelajaran IPS siswa mengalami kesulitan memahami beberapa konsep tentang Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga. Hal ini tergambar dari rendahnya hasil ulangan umum yang rata-rata hanya mencapai 4,8, sedangkan Kriteria Ketuntasan  Minimal (KKM) yang telah di targetkan  adalah 6,5. Untuk  mengembangkan  pemahaman, minat dan  meningkatkan  aktivitas  belajar  siswa,  peneliti   akan  mencoba  dengan model pembelajaran   pertandingan  permainan team  atau  Teams Games Tournaments (TGT). Model TGT merupakan salah satu model Cooperative Learning, menurut Michaels dalam Entin (2010:5) mengemukakan tipe TGT adalah model pembelajaran yang membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan sikapnya sesuai dengan kehidupannya di masyarakat sehingga dengan bekerja dan berkompetisi dapat meningkatkan motivasi ,pruduktivitas dan perolehan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SD Negeri Sukasari 2 Kecamatan Kaduhejo, pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Peningkatan rata-rata aktivitas siswa dalam berkelompok pada siklus 1 sebesar 50.00 % dan pada siklus ke 2 sebesar 57.56 % hal ini menunjukan bahwa aktivitas siswa dari siklus kesatu ke siklus kedua ada peningkatan sebesar 7.56 %. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, dapat merubah aktivitas siswa menjadi lebih baik, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar yang baik pula.Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model Teams Games Tournaments, Aktivitas dan Hasil Belajar IPS
PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR NEGERI LEBAK BULUS 06 PAGI DKI JAKARTA Rossi Iskandar; Febrianti Yuli Satriyani; Robiatul Munajah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 1, No 01 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v1i01.74

Abstract

Abstrak: Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pendidikan inklusi di SDN Lebak Bulus 06 Pagi, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam mengkaji fenomena dan aktivitas yang terjadi dalam latar alamiah. Metode utama yang digunakan adalah pengamatan dan wawancara. Hasil analisis dan pembahasan dari penelitian di SDN Lebak Bulus 06 Pagi mengenai kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua, ditemukan data bahwa kerjasama sudah terjalin dengan baik antara orang tua/wali siswa dan pemerintah karena disitu sudah ada partisipasi kepada pihak sekolah, seperti penyumbangan sarana dan prasarana. Salah satu kekurangan yang menjadi temuan yaitu kurangnya jumlah toilet jika dibandingkan dengan jumlah siswa, dan masih belum ada toilet untuk anak berkebutuhan khusus. Kekurangan lain yang ditemukan yaitu, dijadikannya satu ruangan guru dengan ruang kepala sekolah yang menimbulkan kurang efektifnya proses kegiatan kependidikan. Sarana prasarana lain yang tersedia yaitu Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sekolah ramah anak juga berjalan cukup kondusif sehingga sekolah tersebut dinamakan sebagai sekolah sample project. SDN Lebak Bulus 06 Pagi adalah sekolah inti, dan sekolah imbasnya adalah SDN Lebak Bulus 02,03 & 04 Pagi. Sekolah ramah anak atau yang biasa disebut sebagai sekolah sample project belum ditanamkan sebagai sekolah ramah anak. Seharusnya sekolah tersebut harus mejalankan sekolah ramah anak agar siswa-siswinya bisa meniru hal-hal baik untuk diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari.Kata Kunci: pendidikan, inklusiAbstract: The purpose of this research is to know and study inclusion education at SDN Lebak Bulus 06 Pagi. This research uses a qualitative approach in studying phenomenon and activities that occur in a natural setting. The main methods used are observations and interviews. The Result of analysis and discussion from research at SDN Lebak Bulus 06 Pagi regarding cooperation between school and parents, found data that cooperation has been well established between parent/guardian of student and government because there is already participating to school party, like the contribution of means and infrastructure. One of the drawbacks of the findings is the lack of toilet numbers compared to the number of students, and there is still no toilet for children with special needs. Another deficiency that is found is, made one room teacher with the headroom of the school causes less effective process of education activities. Another available infrastructure is the School Health Unit (UKS). Child-friendly schools are also running quite conducive so that the school is named as a sample project school. SDN Lebak Bulus 06 Pagi is the core school, and the impact school is SDN Lebak Bulus 02,03 & 04 Pagi. Child-friendly schools or commonly referred to as sample project schools have not been instilled as child-friendly schools. The school should run a child-friendly school so that students can imitate the good things to be applied in daily activities.Keywords: education, inclusion
SOSIALISASI PENILAIAN KINERJA GURU DI SD/TK MUTIARA HATI KOTA TANGGERANG Robiatul Munajah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v3i1.609

Abstract

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan dalam memberikan penjelasan tentang sosialisai penilaian kinerja guru di SD/TK mutiara hati kota tanggerang. Penilaian Kinerja Guru atau biasa disingkat PKG atau PK Guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Pelaksanaan tugas utama guru tidak dapat dipisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan dan penerapan kompetensinya. Kegiatan Pengabdian masyarakat yang berbentuk pelatihan sosialisasi tentang penilaian kinerja guru di SD/TK mutiara hati kota tanggerang bertujuan: Menentukan tingkat kompetensi seorang guru; Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja guru dan sekolah; Menyajikan suatu landasan untuk pengambilan keputusan dalam mekanisme penetapan efektif atau kurang efektifnya kinerja guru; Menyediakan landasan untuk program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru; Menjamin bahwa guru melaksanakan tugas dan tanggung-jawabnya serta mempertahankan sikap-sikap yang positif dalam mendukung pembelajaran peserta didik untuk mencapai prestasinya; Menyediakan dasar dalam sistem peningkatan promosi dan karir guru serta bentuk penghargaan lainnya.
Pembelajaran Via Google Classroom sebagai Alternatif Solusi Efektif Pembelajaran di Era Pandemi Robiatul Munajah; Rizqon Halal Syah Aji
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i2.25469

Abstract

This study tries to illustrate how students can access alternative learning techniques via online ways during a pandemic. In the Covid-19 emergency, educators and students will have a unique experience. The government implemented a policy on online education to enable pupils to learn even when they are socially isolated. The impact of the learning process throughout the epidemic since the start of 2020 is the result of digital transformation efforts as a means of instruction for teachers and pupils. This research employs a descriptive qualitative approach. The primary sources of data are teachers and students in elementary schools. Data collecting strategies included observation, interviewing, and documenting learning activities using Google Classroom during the COVID-19 epidemic. The results indicated that around 80% of the time spent using google classroom in the student learning process during the online learning period was due to the fact that it was more effective and efficient than using zoom or google meet. This demonstrates that teachers may give online learning solutions by leveraging a variety of online platforms, one of which is a Google product called Google Classroom.Keywords: Google Classroom; Online Learning; Pandemic; Social Distancing; Digital Transformation AbstrakPenelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan langkah alternatif pembelajaran terhadap peserta didik melalui metode online di masa pandemi. Pengalaman berbeda bagi pendidik maupun siswa pada keadaan darurat Covid-19. Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pembelajaran via online difungsikan agar siswa dapat belajar meski dalam keadaan social distancing. Upaya transformasi digital sebagai metode pembelajaran bagi guru dan siswa merupakan dampak dari proses pembelajaran selama pandemi sejak awal tahun 2020. Metode penelitian pada riset ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data berasal dari para guru dan para siswa di sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan instrumen lembar wawancara serta catatan lapangan mengenai kegiatan pembelajaran selama pandemi covid-19 dengan menggunakan google classroom. Hasil penelitian menunjukkan 80% penggunaan google classroom dalam proses belajar siswa pada masa pembelajaran online lebih banyak digunakan dengan alasan penggunaan kuota internet dan waktu yang lebih efektif dan efisien, dibandingkan dengan menggunakan zoom atau google meet. Hal tersebut secara signifikan menunjukkan bahwa guru dapat memberikan solusi untuk pembelajaran online dengan memanfaatkan berbagai platform online salahsatunya produk google yaitu google classroom.Kata kunci: google classroom; pembelajaran online; pandemi; social distancing; transformasi digital
PERSEPSI GURU TENTANG PELAKSANAAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI 13 PANDEGLANG robiatul munajah; Arita Marini; Arifin Arifin Maksum
Jurnal Elementaria Edukasia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v3i2.2496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Guru tentang pelaksanaan pendidikan multikultural di Sekolah Dasar Negeri 13 Pandeglang. Penelitian ini berfokus pada persepsi Guru di Sekolah Dasar Negeri 13 Pandeglang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan Guru di Sekolah Dasar Negeri 13 Pandeglang. Diketahui bahwa guru cenderung memiliki pengetahuan yang kurang dalam hal konseptualisasi pendidikan multikultural. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pendidikan multikultural dilaksanakan terintegrasi pada beberapa mata pelajaran sekolah serta bahasa dalam kebijakan pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan bahwa pendidikan multikultural harus menjadi bagian dari kurikulum dalam pendidikan. Guru juga perlu diberikan pelatihan tentang pelaksanaan pendidikan multikultural untuk memberikan pemahaman kepada para guru tentang praktik pendidikan multikultural.