Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN PERTUMBUHAN MISELIUM JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) YANG DIPENGARUHI OLEH PROMOL 12 Saat Egra; Muhammad Soesilo Dermawan; Etty Wahyuni; Eko Hary Pudjiwati; Amarullah Amarullah; Dwi Santoso; Deny Murdianto; Sudirman Sirait; Hendris Hendris
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.486 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v3i2.2889

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a mushroom that has a variety of basidiomycetes that grow in tropical forests with high humidity. This mushroom is classified as edible, has even been cultivated for a long time by the community. Therefore, nowadays oyster mushrooms have a high value, it caused many people have cultivated these mushrooms. In this study we want to show a difference in the growth of the white oyster mushroom mycelium before given promol 12 (as control) and after being given 12 types of local microbial probiotics (PROMOL12). The method used is RAK (Design random groups). In this study, it was shown that the influence of the growth of white oyster mushroom mycelium was given PROMOL12. The growth of oyster mushrooms showed a difference for baglog 12 promol medium having an average growth of 0.6 cm and a growth period of 14 days, on the other hand baglog media control had an average growth of 0.7 cm with a growth period of 17 days. With the same environmental conditions, the average temperature is 27-29.5OC and the humidity is also not less than 60%, which has an average of 70% -81% which is in accordance with the growth of oyster mushroom mycelium.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN DI DESA LAPRI KABUPATEN NUNUKAN Nia Kurniasih Suryana; Hendris Hendris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v3i1.797

Abstract

Tingkat kemandirian pangan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia cukup rendah, hal ini terlihat dari ketersediaan bahan pangan lebih banyak dipasok dari Malaysia. Potensi alam yang dimiliki masyarakat Sebatik cukup berlimpah termasuk lahan pekarangan yang bisa dimanfaatkan untuk dapat menyediakan pangan secara mandiri.  Tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di kelompok wanita tani “ Bunga Harapan” dan “ Semangat Baru” selama 3 bulan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita tani dalam memanfaatkan pekarangan dengan budidaya system vertikultur. Target dan luaran yang diharapkan dari Kelompok kelompok wanita tani “ Bunga Harapan” dan “ Semangat Baru” ini adalah merubah perilaku yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan budidaya tanaman hortikultur dengan system vertikultur.
AN ANALYSIS ON FINANCIAL FARMING EFFORT WORTHINESS OF KEPOK BANANA (Musa paradisiaca L. cv. Kepok) IN MALINAU SEBERANG VILLAGE, SUB – DISTRICT NORTH MALINAU, MALINAU DISTRICT. Hendris Hendris
UNEJ e-Proceeding International Conference on Agribusiness Marketing (ICAM) 2012, Faculty of Agriculture, University o
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banana is a famous horticulture plant among the Indonesian. Kepok Banana is one of tropical fruits that have a high potential for intensively managed agri - oriented. In Malinau Seberang village, farming kepok banana has been done since a long time ago, but the farmers is not able to count the costs and benefits obtained from the activity, and it is interesting to be researched, does kepok banana financially worthy to cultivate. Methods of the research is financial analysis to know the Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio) and Internal Rate of Return (IRR). The data uses primary data and secondary data. The research shows a development of kepok banana farming in Malinau Seberang Village, North Malinau sub – district, Malinau District, East Kalimantan that can be categorized as a viable farms to be developed. This is indicated by Net Present Value (NPV) at 12% - 20%. It shows a positive value at Rp.12.370.733,96 - Rp. 2.196.519,05 where NPV>1, Net B/C ratio at 12% is 1,32 so Net B/C ratio>1, and IRR at 12% is 22,48% so IRR>12%. Each of these indicates a fulfillment of a developing farming financial of banana, especially kepok banana.
ANALISIS NERACA AIR DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Sudirman Sirait; Hendris Hendris
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1531

Abstract

Abstract Water needs for agricultural activities in Tarakan City which are located at the geographical coordinates of 117°34¢-117°38¢ East Longitude and 3°19¢-3°20¢ Nort Latitude are still dependent on rainfall, so that there is potential for uncertainty in water availability for plant. Water is one of the absolute factors needed by the agricultural sector for growth and development of plant that affects crop production. Production of agricultural products will decrease if the plants be through water stress. The water balance analysis method is a method that can know the level of carrying capacity of water resources, especially in water storage capacity for groundwater recharge. This study aims to analyze the water balance in Tarakan City to occupy plant water needs. This research was divided into several stages, which are the literature study, the data collection, and the data analysis. The results showed that during the period of 2008-2017 the Tarakan City area had a reliable rainfall value of 3497.68 mm/year, an average ETp value of 41.65 mm/month, a total CH value of more than 2997.88 mm, runoff value of 1630.34 mm, and groundwater recharge value of 1367.54 mm. Based on the results of the water balance analysis, that the Tarakan City area does not encounter a water deficit so that it can support crop cultivation activities and fulfill crop water needs to increase productivity. Key words: Groundwater Recharge, Rainfall, Run-Off, Water Balance, Water Resources AbstrakKebutuhan air untuk kegiatan pertanian di Kota Tarakan yang terletak pada koordinat geografis 117°34¢-117°38¢ Bujur Timur dan 3°19¢-3°20¢ Lintang Utara masih tergantung pada air hujan, sehingga berpotensi terjadinya ketidakpastian ketersediaan air untuk tanaman. Air merupakan salah satu faktor mutlak yang diperlukan sektor pertanian untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang mempengaruhi produksi tanaman. Produksi hasil pertanian akan menurun jika tanaman mengalami cekaman air. Metode analisis neraca air merupakan suatu metode yang dapat mengetahui tingkat daya dukung suatu wilayah terutama daya dukung sumberdaya air untuk kegiatan pertanian sehingga dapat memberikan rekomendasi upaya pengelolaan limpasan dan pengisian air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis neraca air di Kota Tarakan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Penelitian ini dibagi dalam beberapa tahapan yaitu studi pustaka, pengumpulan data, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2008-2017 wilayah Kota Tarakan memiliki nilai curah hujan andalan 3497,68 mm/tahun, nilai ETp rata-rata 41,65 mm/bulan, total nilai CHlebih 2997,88 mm, nilai limpasan 1630,34 mm, dan nilai pengisian air tanah 1367,54 mm. Berdasarkan hasil analisis neraca air, bahwa wilayah Kota Tarakan tidak mengalami defisit air sehingga dapat mendukung kegiatan budidaya tanaman dan memenuhi kebutuhan air tanaman untuk meningkatkan produktivitas. Kata kunci: Curah Hujan, Limpasan, Neraca Air, Pengisian Air Tanah, Sumberdaya Air
IDENTIFIKASI DAN STRATEGI PENGUATAN KEARIFAN LOKAL USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA LONG MIDANG Hendris Hendris; Sudirman Sirait
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v4i1.1921

Abstract

AbstractFor their food needs, the people in Long Midang Village still apply traditional values or local wisdom in the utilization and processing of rice cultivation, especially rainfed lowland rice. This research aims to identify local wisdom that has existed and still being maintained, knowing the factors that cause local wisdom to be maintained or abandoned, and formulating strategies to maintain local wisdom. This study uses a qualitative descriptive analysis method and SWOT analysis tool, data obtained through in-depth interviews. The results showed there are 38 local wisdoms in Long Midang Village, 22 local wisdoms are retained while 16 local wisdoms are removed, the factors that cause local wisdom have been maintained are the availability of organic fertilizers, the use of cheaper traditional tools, land preservation and respect for ancestral heritage. The factors that cause local wisdom have been abandoned are changes in insight/knowledge and more efficient modern technology. Strategies to strengthen local wisdom using aggressive strategies (S-O) namely increasing the use of buffalo in cultivating land as a cost-effective and environmentally friendly local wisdom as well as maintaining mutual cooperation wisdom. Key words: Local Wisdom, Rainfed Rice, SWOTAbstrakDalam memenuhi kebutuhan pangannya, masyarakat di Desa Long Midang masih memegang kuat nilai-nilai tradisi adat atau kearifan lokal yaitu dalam pemanfaatan dan pengolahan budidaya padi khususnya padi sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal yang pernah ada dan yang masih dipertahankan, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kearifan lokal terus dipertahankan atau ditinggalkan, dan merumuskan strategi dalam mempertahankan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan alat analisis SWOT, data diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal di Desa Long Midang berjumlah 38, kearifan lokal yang dipertahankan sebanyak 22 sedangkan kearifan lokal yang ditinggalkan sebanyak 16, faktor-faktor penyebab kearifan lokal di pertahankan adalah tersedianya pupuk organik, penggunaan alat-alat tradisional yang lebih murah, kelestarian lahan dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Faktor-faktor penyebab kearifan lokal ditinggalkan adalah perubahan wawasan/pengetahuan dan perkembangan teknologi modern yang lebih efisien. Strategi penguatan kearifan lokal menggunakan strategi agresif (S-O) yaitu meningkatkan penggunaan kerbau dalam pengolahan lahan sebagai salah satu kearifan lokal yang hemat biaya dan ramah lingkungan serta mempertahankan kearifan gotong royong.Kata kunci: Kearifan Lokal, Sawah Tadah Hujan, SWOT
PERANAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERKEBUNAN TERHADAP PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN MALINAU Hendris Hendris; Jani Januar
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.438

Abstract

Kabupaten Malinau memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan komoditas sektor perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan wilayah basis komoditas perkebunan, mengetahui kontribusi perkebunan terhadap PDRB Kabupaten Malinau, mengetahui trend perkembangan komoditas perkebunan, serta menyusun alternatif strategi pengembangan sektor perkebunan. Alat analisis data meliputi analisis Location Quotient, analisis kontribusi, analisis Trend, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah basis luas lahan kakao terdapat di empat kecamatan, karet basis di empat kecamatan, kelapa basis di enam kecamatan, kopi basis di tujuh kecamatan, lada basis di tiga kecamatan, sawit basis di tiga kecamatan, dan teh basis di tiga kecamatan. Wilayah basis produksi kakao terdapat di empat kecamatan, kelapa basis di enam kecamatan, kopi basis di lima kecamatan, lada basis di tiga kecamatan. Sektor perkebunan memiliki kontribusi yang rendah terhadap PDRB Kabupaten Malinau. Trend luas lahan komoditas kopi, kakao, karet, sawit, dan teh meningkat, komoditas kelapa dan lada menurun. Trend produksi komoditas kopi dan kakao meningkat, komoditas kelapa dan lada menurun. Strategi yang direkomendasikan adalah memanfaatkan kekuatan yang ada untuk meraih peluang yang ada.
TINGKAT ADOPSI PETANI PADI METODE SRI (System Of Rice Intensification) DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Sekar Inten Mulyani; Hendris Hendris
Jurnal Borneo Humaniora Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_humaniora.v1i2.871

Abstract

Beras merupakan bahan pangan utama sebagian besar masyarakat di Indonesia. Begitu juga di Kota Tarakan, dengan jumlah penduduk sebesar 235.565 jiwa  pada tahun 2015 (BPS, 2016) maka dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk diikuti dengan bertambahnya konsumsi beras dan kebutuhan akan stok bahan pangan khususnya beras. Daerah sentra penghasil beras di Kota Tarakan adalah di Kecamatan Tarakan Timur. Para petani melalui pendampingan PPL (Petugas Penyuluh Lapang) Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan Kota Tarakan, berusaha untuk melakukan peningkatan produktitivitas tanaman padi melalui metode SRI ( System Of Rice Intensification). Metode sistem pertanian SRI telah  dikenalkan pada petani padi di Kota Tarakan yaitu  di Kelurahan Mamburungan sejak tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  tingkat adopsi petani dalam usaha tani padi metode SRI (System Of Rice Intensification) di Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Mapan Sejahtera Kelurahan Mamburungan dan kelompok tani Serumpun di Kelurahan Mamburungan Timur. Responden yang diambil sebanyak  40 petani dengan  teknik quota sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, dengan memberikan skor pada jawaban responden yang ada pada kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat adopsi petani termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 35 petani (87,5%). Tingkat adopsi dilihat dari pengetahuan 25 petani (62,50%) termasuk kategori sangat baik, sikap 21 petani (52,5%) sangat baik dan keterampilan sebanyak 24 petani (60%) termasuk dalam kategori sangat baik.
Efisiensi Teknologi Irigasi Sprinkler Di Lahan Kelompok Tani Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan Sudirman Sirait; Dwi Santoso; Nurnita Sari; Sendi Hatta; Hendris Hendris
Rona Teknik Pertanian Vol 15, No 1 (2022): Volume No. 15, No. 1, April 2022
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v15i1.23360

Abstract

Abstrak. Pemberian air irigasi secara konvensional di lahan usaha tani menyebabkan penurunan nilai efisiensi air irigasi. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan air irigasi dan pemberian air irigasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penerapan teknologi irigasi sprinkler mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas air irigasi untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penerapan teknologi irigasi sprinkler pada lahan pertanian di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu analisa tanah lahan percobaan, koefisiensi keseragaman (CU) irigasi sprinkler, distribusi keseragaman (DU) irigasi sprinkler, efisiensi penyimpanan (Es) dan efisiensi penggunaan (Eap) irigasi sprinkler. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah lahan percobaan memiliki tekstur lempung berpasir. Efisiensi penerapan irigasi sprinkler tergolong dalam kondisi baik dengan nilai CU 89,18%, DU 82,79%, Es 75%, Eap 68%. The Efficiency Sprinkler Irrigation Technology On Agricultural Land In North Tarakan District, Tarakan CityAbstract. Provision of irrigation water conventionally on farmland. causes a decrease in the efficiency of irrigation water. This can result in loss of irrigation water and this is not suitable for crop needs. The application of sprinkler irrigation technology can increase irrigation efficiency and water productivity to meet plant needs. This study aimed to determine the efficiency of the application of sprinkler irrigation technology on agricultural land in North Tarakan District, Tarakan City. This research consisted of several stages, namely the soil analysis of experimental land, analysis of uniform coefficient (CU), analysis of the uniform distribution (DU), analysis of storage efficiency (Es), and efficiency of use (Eap). The results showed that the experimental land had a sandy loam texture. The efficiency of the application of sprinkler irrigation was in good condition with the value of CU 89.18%, DU 82.79%, Es 75%, and Eap 68%.