Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENDERITA LEPRA DAN PERAN PERAWAT TERKAIT STIGMA PADA PENDERITA LEPRA: STUDI FENOMENOLOGI Dary Dary; Sakti O. Batubara
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 3: SEPTEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita lepra kerap mendapat stigma yang menyebabkan mereka ditolak di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguraikan stigma yang dialami oleh penderita lepra dan usaha perawat dalam memberikan edukasi dan advokasi bagi penderita lepra terkait stigma yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam terhadap tujuh perawat dan delapan pasien lepra di Rumah Sakit Donorojo, Jepara, Jawa Tengah. Empat tema yang diperoleh dari penderita lepra, yakni: 1) Respons pasien saat didiagnosis menderita lepra, 2) Sikap dan perlakuan yang dialami penderita lepra, 3) Respons terhadap stigma, dan 4) Pendapat pasien lepra terhadap pelayanan kesehatan. Empat tema yang diperoleh menurut pandangan perawat adalah: 1) Memberikan promosi kesehatan, 2) Mendukung pasien dengan lepra untuk kembali ke lingkungan masyarakat, 3) Meyakinkan masyarakat untuk menerima penderita lepra, dan 4) Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit lepra. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk stigma yang paling sering dialami oleh pasien adalah penolakan dan pengasingan. Kesimpulan, untuk mengurangi stigma pada pasien lepra, dibutuhkan kerja sama antara perawat, pasien penderita lepra, masyarakat, dan pemerintah (tokoh masyarakat).
RIWAYAT PIJAT BAYI, ASUPAN MAKANAN DAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 DI KOTA SALATIGA Dary, Dary
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.178 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.448

Abstract

Status gizi merupakan kondisi keseimbangan dari tubuh yang diperoleh dari kebutuhan zat gizi maupun asupan demi menunjang proses dari tumbuh kembang anak. Status dari gizi anak yang baik sangat penting karena akan berperan dalam proses perkembangan maupun pertumbuhan anak yang optimal serta mencegah terjadinya penyakit pada anak. Untuk meningkatkan status gizi anak dibutuhkan asupan makanan yang seimbang. Karena dengan asupan makanan yang baik dan seimbang maka akan berkontribusi terhadap kesehatan anak. Selain pemberian asupan makanan, diperlukan juga stimulasi salah satunya yaitu pijat bayi untuk peningkatan status pada gizi anak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan antara riwayat pijat bayi, asupan makanan dan status gizi anak usia 6-12 bulan di Kota Salatiga. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kuantitatif korelasi dengan teknik pengumpulan data wawancara, kuisoner Food Recall 24 jam, dan menghitung Indeks Masa Tubuh anak. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian adalah analisis koefisien korelasi rank spearman. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu dan anaknya yang berusia 6-12 bulan di Kota Salatiga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pijat bayi terhadap status gizi anak sedangkan pada riwayat pijat bayi maupun asupan makanan tidak berpengaruh terhadap status gizi anak. Hal ini dipengaruhi dari beberapa faktor yaitu, nafsu makan anak, pantangan makan, kesukaan, rasa lapar, rasa kenyang, emosi serta tipe kepribadian dari anak tersebut. Kemudian, faktor lain yang memengaruhi status gizi anak yaitu konsumsi makanan yang tidak mencukupi kebutuhan anak tersebut. Kata Kunci: Asupan makanan, Riwayat Pijat bayi, Status gizi.
PERAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANAK YANG MENDERITA PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GETASAN Dary Dary; Dhanang Puspita; Silvi Kurnia Candra Mela
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.709 KB) | DOI: 10.31983/link.v13i2.2840

Abstract

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, menginfeksi beberapaorgan dalam tubuh terutama di paru-paru. Pada tahun 2014 di Indonesia sebesar 7,51% pendudukmenderita penyakit TB paru, bahkan 1,5 juta anak meninggal akibat penyakit TB paru. Pengobatan TBparu membutuhkan waktu yang panjang, selama 6 bulan harus mengkonsumsi obat. Masalahpengobatan pada penderita TB paru anak lebih tinggi dibandingkan dengan penderita TB parudewasa. Anak cenderung akan sulit untuk minum obat bahkan bosan, untuk itu peneliti mengambilfokus penelitian peran keluarga dalam merawat anak yang menderita penyakit TB paru di wilayahkerja Puskesmas Getasan. Metode penelitian yang digunaka yaitu metode kualitatif. Riset partisipanditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan denganmelakukan wawancara kepada setiap keluarga yang memiliki anak usia 0-14 tahun yang menderita TBparu. Penelitian dilakukan di Puskesmas Getasan pada bulan Mei-Juni 2017. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peran keluarga sangatlah penting bagi anak yang menderita TB paru dalamproses pengobatan, pengawasan minum obat (PMO) dan juga pendampingan anak setiap hari.
IDENTIFIKASI KEPUASAN KERJA PERAWAT YANG BEKERJA DI BANGSAL MEDIKAL BEDAH Desi, Desi; Dary, Dary; Pasole, Fetty Yublika
Jurnal Keperawatan Vol 11 No 1 (2019): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.362 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v11i1.393

Abstract

Kepuasan kerja menjadi masalah yang cukup menarik dan penting, karena terbukti memiliki pengaruh yang besar bagi individu maupun perusahan. Kepuasan kerja merupakan suatu sikap seseorang terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antara karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut fisik dan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kepuasan kerja perawat di bangsal medikal bedah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun teknik analisa data dalam penelitian ini dengan analisa univariat untuk mendeskripsikan karekteristik dari variabel yang ada. Teknik pengambilan sampel menggunakan penyebaran kuesioner kepada perawat yang bekerja di rumah sakit tertentu di Kabupaten Timur Tengah Selatan dan Kota Kupang, sampel yang di ambil berjumlah 89 sampel. Hasil yang didapat dari penelitian ini rata-rata kepuasan kerja perawat berada pada kategori netral yang artinya perawat merasa apa yang sudah diterima sesuai dengan pekerjaan yang sudah mereka lakukan hal ini dilihat dari Sembilan kategori yang di telliti yaitu gaji, supervisi, tunjangan tambahan, penghargaan, kondisi kerja, promosi, sifat kerja dan komunikasi kecuali rekan kerja. Saran untuk peneiliti kedepannya agar dapat menggunakan variabel yang lain seperti well-being terhadap kepuasan kerja perawat yang bekerja di rumah sakit.   Kata kunci : kepuasan kerja, perawat   IDENTIFICATION OF NURSE WORK SATISFACTION THAT WORKED IN THE MEDICAL SURGERY OF SURGERY   ABSTRACT Job satisfaction is a problem that is quite interesting and important, because it has proven to have a great influence for individuals and for companies. Job satisfaction is a person's attitude towards work related to work situations, cooperation between employees, rewards received in work, and matters relating to physical and psychological. The purpose of this study was to identify job satisfaction of nurses in the surgical medical ward. This study uses a quantitative approach with a type of descriptive research. The data analysis techniques in this study were carried out by univariate analysis to describe the characteristics of the variables. The sampling technique used questionnaires to nurses who worked in certain hospitals in South Middle East District and Kupang City, the samples taken were 89 samples. . The results obtained from this study mean that the average job satisfaction of certain hospital nurses in East Tengah Selatan District and Kupang City is in the neutral category, which means nurses feel that what they have received is in accordance with the work they have done. telliti namely salary, supervision, additional benefits, rewards, working conditions, promotions, nature of work and communication except coworkers. Suggestions for future researchers to be able to use other variables such as well-being towards job satisfaction for nurses working in hospitals.   Keywords:  job satisfaction, nurse  
KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI DESA SIDOREJO, KECAMATAN PULOKULON, KABUPATEN GROBOGAN Dary; Nusawakan, Arwyn W.; Setyaningrum, Fitria
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 6 No 2 (2017): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.757 KB) | DOI: 10.30989/mik.v6i2.194

Abstract

Background: Maternal health has become one barometer of achievement of a country, especially developing countries like Indonesia. AKI Indonesia is 359 per 100,000 live births, not in accordance with MDGs target in 2015 that is 102 deaths per 100,000 live births. One of the causes of high AKI is because mothers do not utilize Antenatal Care (ANC) visit. Antenatal Care (ANC) is a professional health service (doctors specialist, general practitioner, midwife, and nurse) for the mother during her pregnancy in accordance with antenatal care standards. Objective: The purpose of this research is to know factors related to maternity compliance in performing pregnancy examination and to correlate each factor with the compliance. Methods: Sample of this quantitative study was mother who experienced pregnancy and has child younger than 3 year old living in Sidorejo village. 30 samples were recruited and then asked to fill in questionnaire. The data were analysed by using Correlation Spearman. Results: Very weak relationship between 7 maternal attributes with their obedience regarding examination of pregnancy found in this study namely age 0.030, employment 0.067, health insurance ownership 0.089, parity 0.017, history of pregnancy examination 0.019, Family support 0.083, and culture -0.098, while incomes 0.247 and knowledge 0.222 attributes indicate weak relationship level. Conclusion:There are relationships weak and very weak between the ages of , work , income , ownership health insurance , of parity , the acts of examination pregnancy , knowledge , family encouragement , culture and compliance mother in melakkan anc Keywords: Antenatal care, adherence
ANXIETY OF CHILDREN WHO HAVE MENTAL RETARDATION AT BINA PUTRA SPECIAL SCHOOL Desi, Desi; Dary, Dary; Virgia, Ollyvia Vena
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v7i1.373

Abstract

Anxiety is a psychological problem that has many types and can affect everyone from children to teenagers and parents. Prolonged anxiety will cause interference that will affect growth and development, both in normal children and children with special needs such as mental retardation. Mental retardation is someone who has limited intellectual functioning, intelligence functions, limitations in socializing and limited adaptive abilities that cause disrupting effects of the process of cognitive, psychomotor development and experience immature emotions which results in children being irritable, depressed, unable to hold back and experiencing anxiety excessive. The aim of this study was to obtain data related to the percentage of anxiety symptoms in girls and boys with mental retardation. This study uses a quantitative method with a descriptive approach and respondents in this study are students who experience mental retardation at the Bina Putra Special School. Data collection techniques used a measuring device based on the Glasgow Anxiety Scale by Midham J. and Espie, C. which has been adapted into Indonesian. The results of this study showed that 19 male students with mental retardation were identified 14 students had anxiety disorders and 18 female students with mental retardation were identified 16 students had anxiety disorders. This can be caused by several factors, including: problems in the family, the school environment, both stressors from school activities, teachers and schoolmates.
RIWAYAT PEMBERIAN ASI DAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP STATUS GIZI ANAK USIA 6 - 12 BULAN Taberima, Fyka; Dary, Dary; Triandhini, R.L.N.K Retno
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i3.379

Abstract

Status gizi merupakan keseimbangan antara kebutuhan dan asupan dari zat gizi. Upaya orang tua dalam meningkatkan status gizi anak yaitu dengan memberikan ASI dan MP ASI yang sesuai agar status gizi anak menjadi baik. Masalah gizi kurang sering terjadi pada bayi setelah berusia diatas 6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan riwayat pemberian ASI dan MP ASI terhadap status gizi anak usia 6 ? 12 bulan. Penelitian dilakukan di Desa Tolokan, Dusun Bagongan, Kecamatan Getasan pada bulan April 2018. Metode penelitian menggunakan deskriptif-kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam. Analisa data dilakukan secara deskriptif menggunakan model teori Miles dan Huberman. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang ditentukan dengan purposive sampling, dengan kriteria ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (80%) ibu memberikan ASI Eksklusif dan MP ASI sesuai usia kepada anaknya. Riwayat pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI memberikan pengaruh pada status gizi anak. Anak yang memiliki riwayat pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI sesuai usia, menunjukkan status gizi yang lebih baik, dibandingkan status gizi anak yang tidak mendapat ASI Eksklusif dan MP ASI sesuai usia
FUNGSI KELUARGA PADA KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK DENGAN INTELLECTUAL DISABILITY DI SALATIGA Wulandari, Siska; Ranimpi, Yulius Yusak; Dary
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v10i23.37

Abstract

Background: Intellectual disability is a below average intellectual condition, marked by a limited of the ability in language, self-reliance self-care, socialization with the environment, and ability to follow school lessons. Having the children with intellectual disability givesan impact on the function of family. The purpose of this study is to determine the family function in families who have children with intellectual disability in Salatiga City. Methods: The method used inthe research is qualitative with phenomenological approach. There were five familyinvolved. In-dept interview was done to get the data. The research took place in SLB Salatiga, Central Java. Results: The result of this research shows that families ofthe children with intellectual disability are able to perform the function of family in their daily lives. Conclusion: Parents accept the presence of children bycontinuegiving attention, buildingrelationshipsand abilities of socio-emotional children, teaching children socializing, fulfilling the family economy effectively, fulfillingspecial needs for children with intellectual disability, and caring forfamily health Abstrak : Latar belakang: Intellectual disability merupakan suatu keadaan kecerdasan yang kurang dari rata-rata dan ditandai dengan kemampuan yang terbatas dalam berbahasa, kemandirian merawat diri, bersosialisasi dengan lingkungan, dan kemampuan dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Memiliki anak dengan intellectual disability dapat memengaruhi atau berdampak pada fungsi keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi keluarga pada keluarga yang memiliki anak dengan intellectual disability di Kota Salatiga. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah riset partisipan 5 orang/keluarga. Data diperoleh melalui teknik wawancara mendalam. Lokasi penelitian yaitu di SLB Negeri Salatiga, Jawa Tengah. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun keluarga memiliki anak dengan intellectual disability mereka tetap menjalankan fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari dengan baik. Simpulan: Orang tua menerima keberadaan anak dengan tetap memberikan perhatian, membangun hubungan dan kemampuan sosioemosional anak, mengajarkan anak bersosialisasi, memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga secara efektif, memenuhi kebutuhan khusus anak intelectual disablity, serta perawatan kesehatan keluarga.
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGOBATAN TB PARU PADA ANAK DI BALAI KESEHATAN MASYARAKAT AMBARAWA Fernadiyanti; Puspita, Dhanang; Dary
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v10i23.43

Abstract

Background: Tuberculosis is a contagious disease caused by Mycobacterium tuberculosis which can attack all people from all ages. The highest infection occurred to 0-14 year-old children since their immune system is still weak. The success of the medical treatment toward children needs support from family such as monitoring the treatment process, fulfilling good nutrition, fulfilling enough rest and activity, etc. Objectives: The purpose of this study was to describe the family support during the medical treatment process of pulmonary TB to children. Methods:The method used in this research was qualitative by using purposive sampling to select the informants.The number of the research participants were 11.The informants’criteria were parents/family members who live in thesamehouse with the 0-14 year-old children who were diagnosedwith pulmonary TBwho were undergoing treatment or having accomplished the treatment. The research was done on May until June 2017. The data collection techniquein this researchwas through deep interview. Results: The result of this study obtained 4 themes, which were the definition of pulmonary TB on children, Pulmonary TB medical treatment to children, obstacles in children’s PulmonaryTBtreatment, and family support toward their children as Pulmonary TB patients. Conclusion :The Pulmonary TB children were getting some supports fromtheir familysuch as ensuring the routine of the treatment, meeting the cost, social and good nutrition to the children Abstrak : Latar Belakang: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang semua kalangan usia. Penularan tertinggi pada rentang usia 0-14 tahun karena daya tahan tubuh yang masih lemah. Keberhasilan dalam pengobatan TB anak membutuhkan dukungan keluarga seperti pengawasan dalam pengobatan anak, pemenuhan nutrisi yang baik, pemenuhan kebutuhan aktivitas dan istirahat yang cukup dan yang lainnya. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan keluarga yang diberikan dalam pengobatan TB paru pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemilihan riset partisipan menggunakan purposive sampling. Jumlah riset partisipan 11 orang. Kriteria pemilihan informan adalah orang tua/anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan anak berusia 0-14 tahun yang didiagnosa menderita TB paru dan sedang menjalani pengobatan/sudah selesai pengobatan TB paru. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Juni 2017. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Hasil: Dalam penelitian ini ada 4 tema yaitu pengertian tentang TB paru pada anak, pengobatan TB paru pada anak, hambatan dalam pengobatan TB paru pada anak, dan dukungan keluarga yang diberikan terhadap penderita TB paru pada anak. Simpulan: Anak yang menderita TB paru mendapatkan dukungan dari keluarganya seperti memastikan pengobatan yang dilakukan anak tidak pernah terlewatkan serta didukung dengan pemenuhan biaya, sosial, serta nutrisi yang baik untuk anak
FAMILY CENTERED CARE PADA BAYI BARU LAHIR YANG DIRAWAT DI RUANG NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT RSUD Dr.M.HAULUSSY AMBON Dary, Dary; Tampubolon, Rifatolistia; Porsisa, Putry Grace
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.613

Abstract

Abstrak Bayi dengan kondisi fisiologis yang tidak stabil adalah bayi dengan risiko tinggi yang harus dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Hal ini menyebabkan orang tua tidak dapat merawat bayi mereka secara langsung. Peran perawat sebagai pemberi layanan kesehatan dapat melibatkan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit dengan cara mengaplikasikan Family Centered Care (FCC). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan FCC pada bayi baru lahir yang dirawat di ruang Neonatal Intensife Care Unit RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah delapan orang perawat dan bidan, yang ditentukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun di ruang NICU. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dari orang tua bayi. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, kemudian data diolah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mendapatkan empat tema yaitu: Pengetahuan tentang FCC, Penerapan FCC, Manfaat penerapan FCC dan Kendala dalam penerapan FCC. Kesimpulan: FCC sudah diterapkan pada perawatan bayi baru lahir di ruang NICU RSUD Dr M Haulussy Ambon. Penerapan FCC yang dilakukan adalah memandang keluarga sebagai mitra dan kehormatan, berbagi informasi, partisipasi, dan kolaborasi. Penerapan FCC memiliki manfaat yaitu meningkatkan kontak batin antara ibu dan bayi, keluarga dapat merawat bayi dan mempercepat proses penyembuhan pada bayi. Adapun kendala dalam penerapan FCC yaitu kurangnya tenaga kesehatan, peraturan ruangan bahwa keluarga hanya masuk pada jam kunjungan dan kesibukan dalam pemberian perawatan.Kata kunci : Bayi Baru Lahir, Family centered care. Abstract A Baby with an unstable physiological condition is a baby with high risk that must be treated in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). This cause parents are not able to take care of their baby directly. The role of nurse as health care provider in taking care of a sick family member can apply Family Centered Care (FCC) to get an easier help. This study aim to describe the application of FCC on neonatal who are treated in Neonatal Intensive Care Unit Dr. M. Haulussy Hospital, Ambon. The method used is a qualitative method. The participants in this study were eight nurses and midwives, who were determined by purposive sampling method and having a minimum of 2 years work experience in the NICU room. The validation of the data in this study used triangulation of sources from the parents of a baby. The data was obtained through an interview, and got processed using data reduction, data presentation and conclusions. The results of the study obtained four themes, which: knowledge of FCC, application of FCC, benefits for FCC and constraints in the implementation of FCC. Conclusion: FCC  has been applied to the newborns treated in the NICU room of Dr M Haulussy Hospital in Moluccas. The application of the FCC is to look at families as partners and honors, sharing information, participation and collaboration. The application of FCC has benefits of increasing inner contact between mother and baby, families can care for babies and accelerate the healing process in infants, besides that there are obstacles in the implementation of FCC namely the lack of health workers, space regulations that only enter the family during visiting hours and busyness in providing care.Keywords: Newborn Baby, Family centered care.