Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

LATAR BELAKANG DAN KARAKTERISTIK PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI KABUPATEN BATANG Sigit Prasetyo; Renita Heni Supyana; Sumarni
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 1 No 1 (2016): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v1i1.8

Abstract

Pekerjaan adalah pintu gerbang untuk mendapatkan uang. Pekerjaan yang layak akanmemberikan kesejahteraan bagi manusia. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat dansempitnya lapangan pekerjaan kini menjadi masalah, sehingga timbul beberapa pilihan yangtidak layak seperti menjadi PSK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dankarakteristik PSK di Kabupaten Batang serta tanggapan masyarakat terhadap keberadaanPSK.Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan diLokalisasi Petamanan dan Penundan. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara,dan dokumentasi.Hasil penelitian diperoleh bahwa alasan atau faktor penyebab wanita menjadi PSK diKabupaten Batang mayoritas adalah faktor ekonomi, walaupun ada faktor lain seperti frustrasiditinggal suami, masalah keluarga, ditipu oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab, danhura-hura. Rata-rata usia PSK berkisar 27-36 tahun atau sebanyak 56,98%. Pendidikannyasebagian besar tamatan SD/sederajat dan SMP/sederajat. Warga asli Kabupaten Batang yangmenjadi PSK sebanyak 31 orang dari jumlah keseluruhan yaitu 87 orang, sedangkan 56 orangberasal dari luar Kabupaten Batang, atau 64,37% adalah pendatang, sedangkan 35,63% adalahwarga Kabupaten Batang. Tanggapan masyarakat Desa Banyuputih dan Desa Penundan lebihbersikap netral, acuh tak acuh, dan cenderung membiarkan (permisif), yang terpenting adalahmengikuti aturan yang diberikan oleh desa.Saran, penggalakan pendidikan, menciptakan bermacam kesibukan, perluasan lapangankerja, dan pendidikan seks. Selain itu juga dengan sosialisasi HIV/AIDS,penyempitan/penyatuan lokalisasi di Kabupaten Batang, pengadaan panti rehabilitasi diKabupaten Batang, penerimaan eks-PSK, dan pembersihan warung remang-remang.
Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Efektif Menurunkan Kadar Gula Darah Siti Fadlilah; Adi Sucipto; Nazwar Hamdani Rahil; Sumarni Sumarni
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 16 No. 1: MARET 2020
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.57 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v16i1.8864

Abstract

Hyperglycemia can be managed by non-pharmacotherapy by consuming herbal plants. Examples of plants that can be used are soursop leaves. The study aims to determine the effect of soursop leaves on blood sugar levels in the people of Kuwaru Village, Poncosari, Sandakan, Bantul, Yogyakarta. This type of research is a quasi-experiment with pre and post-test control group. The sampling technique used consecutive sampling with a large sample of 86 respondents consisting of a control group of 43 respondents and an intervention group of 43 respondents. Research instruments are Glucometer and observation sheets. Data analyzed using the Mann-Whitney test. Median random blood sugar in the pretest and posttest control group was 94.00 mg/dL and 98.00 mg/dL. Median random blood sugar in the pretest and posttest intervention group 129.00 mg/dL and 105.00 mg/dL. The results of the bivariate control group (p = 0.202). The results of the bivariate intervention group (p = 0.005). The results of the bivariate control group and the intervention group (p = 0.019). There were differences in pretest and posttest blood sugar in the intervention group, it can be concluded that Soursop leaves effectively reduce the random blood sugar of Residents in Kuwaru Village, Poncosari, Srandakan, Bantul, Yogyakarta.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pasien Tentang Penatalaksanaan Non Farmakologi Konjungtivitis Hartati Hartati; Sumarni Sumarni; Supriyo Supriyo
JURNAL KEPERAWATAN MERSI Vol 10, No 1: April 2021
Publisher : Prodi Keperawatan Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Conjunctivitis is a common disease that can be experienced by everyone regardless of their race, gender, and social strata. Conjunctivitis can be contagious easily, so that in addition to pharmacological treatment non pharmacological treatment is also required. Every year, in Indonesia, conjunctivitis increases significantly, where in 2015 there were 1,528 cases, in 2016 1,769 cases. In order to prevent increase the self. Prevention management, people with conjunctivitis need have significant knowledge and skill. The purpose of this research is to know the description of the level of knowledge and attitude of patients about treatment of non pharmacological conjunctivitis.Methods :  This research is quantitative with a descriptive method. Data from april 2016 until January 2017 using the questionnaire. population of 128 people with samples of the 97 people who are taken as a proportionate random sampling.The Results : Showed the average age of respondents has aged 26-35 (49,2%), has a junior high school education 48 respondens (49.5%), and 37 respondents (38,1%) worked as a laborer. More than half (51.5%) of the respondents have a low level of knowledge about the management of non pharmacological conjunctivitis and most of the 75 respondens (77.3%) have a negative attitude about therapy for non pharmacological conjunctivitis.Conclusion : It is expected that the hospital can provide health education to patients about non pharmacological conjunctivitis and leaflets related conjunctivitis treatment.
LATAR BELAKANG DAN KARAKTERISTIK PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI KABUPATEN BATANG Sigit Prasetyo; Renita Heni Supyana; Sumarni
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 1 No 1 (2016): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.013 KB) | DOI: 10.55686/ristek.v1i1.8

Abstract

Pekerjaan adalah pintu gerbang untuk mendapatkan uang. Pekerjaan yang layak akanmemberikan kesejahteraan bagi manusia. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat dansempitnya lapangan pekerjaan kini menjadi masalah, sehingga timbul beberapa pilihan yangtidak layak seperti menjadi PSK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dankarakteristik PSK di Kabupaten Batang serta tanggapan masyarakat terhadap keberadaanPSK.Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan diLokalisasi Petamanan dan Penundan. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara,dan dokumentasi.Hasil penelitian diperoleh bahwa alasan atau faktor penyebab wanita menjadi PSK diKabupaten Batang mayoritas adalah faktor ekonomi, walaupun ada faktor lain seperti frustrasiditinggal suami, masalah keluarga, ditipu oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab, danhura-hura. Rata-rata usia PSK berkisar 27-36 tahun atau sebanyak 56,98%. Pendidikannyasebagian besar tamatan SD/sederajat dan SMP/sederajat. Warga asli Kabupaten Batang yangmenjadi PSK sebanyak 31 orang dari jumlah keseluruhan yaitu 87 orang, sedangkan 56 orangberasal dari luar Kabupaten Batang, atau 64,37% adalah pendatang, sedangkan 35,63% adalahwarga Kabupaten Batang. Tanggapan masyarakat Desa Banyuputih dan Desa Penundan lebihbersikap netral, acuh tak acuh, dan cenderung membiarkan (permisif), yang terpenting adalahmengikuti aturan yang diberikan oleh desa.Saran, penggalakan pendidikan, menciptakan bermacam kesibukan, perluasan lapangankerja, dan pendidikan seks. Selain itu juga dengan sosialisasi HIV/AIDS,penyempitan/penyatuan lokalisasi di Kabupaten Batang, pengadaan panti rehabilitasi diKabupaten Batang, penerimaan eks-PSK, dan pembersihan warung remang-remang.
Dukungan Sosial Keluarga Meningkatkan Mobilisasi Pada Pasien Paska Laparatomi Di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Siti Fadlilah; Adi Sucipto; Sumarni Sumarni; Yusup Dwiyanto
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i3.8978

Abstract

Objective: The aim of the study was to determine the relationship between family social support and mobilization in post-laparotomy patients at Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Methods: This study used an analytical survey method with a cross sectional approach. A sample of 30 respondents was taken by accidental sampling. The instrument used is a questionnaire. Bivariate analysis using Spearman Rank. Results: Most of the family social support is in good category, namely 19 respondents (63.3%). The majority of post-laparotomy mobilization was sufficient, as many as 25 respondents (83.3%). The results of the bivariate analysis between family social support and postoperative patient mobilization obtained a p-value of 0.002 with a correlation coefficient of 0.544. Conclusion: There is a significant relationship with a fairly strong level of closeness between family social support and mobilization in post-laparotomy patients.
Pengaruh Jus Pepaya terhadap Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik Mahasiswa Sumarni Sumarni; Adi Sucipto; Siti Fadlilah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.553 KB)

Abstract

Tekanan darah dipengaruhi oleh, psikososial (stres), genetik, usia, jenis kelamin, status gizi, dan gaya hidup. Pepaya memiliki kandungan diuretik dan kalium. Diuretik menyebabkan pelepasan air dan natrium sehingga memiliki efek antihipertensi. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus pepaya terhadap tekanan darah pada mahasiswa di salah satu universitas di Yogyakarta. Jenis penelitian adalah quasi experimen dengan desain pre and post test non equivalent control group. Sampel diambil dengan simple random sampling yaitu kelompok kontrol 30 responden dan jus pepaya 30 responden. Uji pre-posttest tiap kelompok menggunakan T-test Paired. Perbandingan efek kelompok kontrol dan perlakuan menggunakan independent T-test. Selisih mean tekanan darah sistolik dan disatolik pre-posttest pada kelompok kontrol yaitu -0,4 mmHg dan -0,9 mmHg. Selisih mean tekanan darah sistolik dan diastolik pre-posttest kelompok jus pepaya yaitu -4,0 mmHg dan -2,1 mmHg.Hasil analisis tekanan darah sistolik dan diastolik pre-posttest pada kelompok kontrol p-value 0,136 dan 0,560. Hasil analisis tekanan darah sistolik dan diastolik pre-posttest kelompok jus pepaya p-value 0,023 dab 0,173. Hasil analisis tekanan darah sistolik dan diastolik posttest kelompok kontrol dan jus pepaya p-value 0,032 dan 0,759. Konsumsi jus pepaya berpengaruh terhadap tekanan darah sistolik, tetapi tidak berpengaruh terhadap tekanan darah diastolik. Kata kunci : jus pepaya, herbal terapi, tekanan darah THE EFFECT OF PAPAYA JUICE TO SYSTOLIC AND DIASTOLIC BLOOD PRESSURE AMONG STUDENTS ABSTRACT Blood pressure is influenced by psychosocial, genetic, age, gender, nutritional status, and lifestyle. Papaya contains diuretic and kalium. Diuretic have antihypertensive effects and increase the release of water and sodium. This study aims to determine the effect of consumption of papaya juice on blood pressure. This type of research is a quasy experiment design of nonequivalent control group pre and posttest. The sample was taken by simple random sampling, the control group 30 respondents and papaya juice 30 respondents. Data pre-posttest was tested using Paired T-test. Comparison control-treatment group was tested using Independent T-test. The mean difference of systolic and diastolic pre-posttest in the control group was –0.4 mmHg and -0.9 mmHg. The mean difference systolic and diastolic pre-posttest papaya juice group was -4.0 mmHg and -2.1 mmHg. The p-value of pre-posttest systole and diastolic in control group were 0.136 and 0.560. The p-value of systolic and diastolic pre-posttest papaya juice group were 0.023 and 0.173. The p-value of the systolic and diastolic posttest between control group and papaya juice were 0.032 and 0.759. Consumption of papaya juice affects systolic blood pressure, but does not affect diastolic blood pressure. Keywords: blood pressure, coconut water, herbal therapy, papaya juice
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI, EMOTIONAL QUOTIENT (EQ), DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Siti Fadlilah; Cristin Wiyani; Sumarni Sumarni; Elizabeth Deta Lustiyati
Journal of Nutrition College Vol 11, No 3 (2022): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i3.31688

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Prestasi belajar sebagai alat ukur perilaku, keterampilan, dan pengetahuan siswa. Kekurangan zat gizi akan menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar. Selain itu, seseorang yang tidak memiliki satu atau lebih unsur kecerdasan emosional akan menghasilkan kinerja yang buruk.Tujuan: Mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan status gizi, kecerdasan emosional, dan prestasi belajar. Tujuan selanjutnya adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan kecerdasan emosional dengan prestasi belajarMetode: Jenis penelitian Ini adalah desain kuantitatif korelasional dengan cross sectional. Penelitian dilakukan di Yogyakarta, Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability proportional to size dengan simple random sampling sebanyak 117 orang. Instrumen penelitian berupa angket, timbangan digital, dan microtoise. Analisis bivariat menggunakan Kendal Tau.Hasil: Sebagian besar responden adalah laki-laki (52,1%) dan 20 tahun (55,4%). Sebagian besar berstatus gizi normal (71,8%), kecerdasan emosional baik (82,1%), dan prestasi belajar baik (47,9%). Uji bivariat umur dan jenis kelamin dengan status gizi diperoleh p=0,336 dan p=0,008. Analisis bivariat umur dan jenis kelamin dengan kecerdasan emosional diperoleh p=0,742 dan p=0,021. Analisis bivariat umur, jenis kelamin, status gizi, dan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar diperoleh p=0,215, p=0,031, p= 0,012, dan p<0,001.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan status gizi, kecerdasan emosional, dan prestasi belajar. Status gizi dan kecerdasan emosional memiliki hubungan dengan prestasi belajar. Usia tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi, kecerdasan emosional, dan prestasi belajar siswa. 
PERBEDAAN KAPASITAS VITAL PARU ANTARA PEROKOK DENGAN BUKAN PEROKOK Siti Fadlilah; Adi Sucipto; Eddy Aryanto; Sumarni Sumarni
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15, No 1 (2020): March
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.78 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v15i1.72

Abstract

Cigarette smoke can interfere with the diffusion process so that O2 supply decreases into the tissues causing hypoxia and disturbed cell metabolism and CO2 increases in the blood and decreased vital lung capacity. The aim of this study is to determine the difference in lung vital capacity between smokers and nonsmokers. This type of research is a comparative quantitative study with cross sectional design. The population in this study were all male students of Nursing Study Program at one campus in Yogyakarta as many as 98 people. The sampling technique used was accidental sampling with a sample of 30 smokers and 30 non-smokers. Data collection tools using a questionnaire and measurement of lung vital capacity using a Spirometer. Bivariate analysis using Chi Square test. The vital lung capacity in the majority of smokers experiences mild restriction, as many as 17 people (56.6%). While the lung's vital capacity in the majority of Non-Smokers groups experienced mild restriction as many as 27 people (90%). The bivariate analysis results of the p-value of 0,000 (p <0.05). There is a difference in the vital lung capacity between smokers and nonsmokers in the Nursing Force Study Program Student at a University in Yogyakarta.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA TERHADAP KEMOTERAPI Sumarni .; Hartati .; Supriyo .; Afiyah Sri Harnany
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 3, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.083 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v3i2.9267

Abstract

Latar Belakang: Ca mamae atau Kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang paling banyak menyerang wanita. Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian Rekam Medik RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan pada tahun 2016 terdapat 1,37 % pasien dari keseluruhan jumlah pasien penyakit dalam mengalami kanker payudara. Data jumlah pasien kanker payudara pada bulan Januari 2018 sebanyak 96 pasien , jumlah ini meningkat jika dibandingkan bulan Desember 2017 sebanyak 62 pasien. Salah satu penatalaksanaan kanker payudara yang dapat dilakukan adalah dengan kemoterapi. Kanker payudara dan penanganannya selain memberikan dampak fisik tetapi juga dampak psikis terhadap penderitanya. Dampak psikis tersebut antara lain perasaan kecemasan. Keadaan cemas yang terlalu sering dialami berakibat tidak baik, karena akan mempengaruhi system kekebalan tubuh pasien tersebut.Tujuan penelitian: untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien kakner payudara yang akan menjalani kemoterapi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif.Metode: Populasi penelitian adalah penderita kanker payudara yang akan menjalani kemoterapi di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Sampel penelitian penderita kanker payudara yang akan menjalani kemoterapi. Teknik sampling dengan Consecutive sampling dengan jumlah sampel 20 responden. Instrumen yang digunakan lembar pengukuran tingkat kecemasan.Hasil: didapatkan data 55 % responden berumur 50 tahun, 35 % responden mempunyai riwayat keluarga menderita kanker payudara, responden yang akan menjalani kemoterapi rata – rata mengalami kecemasan dengan skor 43 (ansietas ringan dengan skor maksimal).Saran: perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji tindakan yang dapat mengurangi kecemasan pada pasien Ca mamae yang akan menjalani kemoterapi.Kata kunci : tingkat kecemasan, kemoterapi, kanker payudara
EFEKTIFITAS METODE TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI PADA REMAJA DYSMENORRHEA Rosmiati Saleh, SKM, M.Kes; Zaenal Amirudin, S.Kep, Ns, M.Kes; Afiyah Sri Harnany, S.ST, M.Kes; Sumarni S.ST, M.Kes; Supriyo S.ST, M.Kes
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 2, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.64 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v2i2.7870

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian Dysmenorrhea dari setiap Negara, rata-rata lebih dari 50%. Di Indonesia angkanya diperkirakan 55% perempuan usia reproduksi tersiksa oleh dysmenorrhea. Sekitar 10% dilaporkan absen kerja atau sekolah karena Dysmenorrhea. Gejala penyerta yang dialami wanita dengan dysmenorrhea, 90% melaporkan mual dan muntah, 85% melaporkan kelelahan, 60% menderita diare, 60% menyatakan nyeri punggung bawah. Penelitian ini dilakukan di asrama putri Prodi Keperawatan Pekalongan, dalam kurun waktu 3 bulan yaitu pada bulan September-November 2019 dengan menggunakan data primer. Gejala dirasakan yang dirasakan responden beragam, dari satu hari menjelang menstruasi 4 responden (15.38%), hari pertama 14 responden (53.85%), hari pertama sampai pada hari ke 2 menstruasi 8 responden (34.62%). Gejala yang menyertai yaitu nyeri perut seperti dipers 10 responden (38.46), nyeri desertai pusing 8 responden (30.77%) dan nyeri disertai mual, muntah, diare 8 responden (30. 77%).Tujuan: Penelitian ini adalah melihat apakah terapi metode TENS berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah dan denyut nadi pada remaja dysmenorrhea.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian Comparative dengan jumlah sampel 26 responden. Analisis statistic menggunakan uji t.test.Hasil: Analisis bivariat  menunjukkan bahwa  terapi metode TENS dan Akupresur terbukti ada hubungan signifikan dengan Perubahan Tekanan Darah sistolik, diastolic, denyut nadi dan penurunan rasa nyeri  yaitu diperoleh nilai masing-masing P.value = 0.00 (p 0.05) Hanya satu variabel menunjukkan bahwa terapi metode TENS tidak ada hubungan dengan Perubahan Tekanan Darah sistolik dengan nilai  P.value = 0.33 (p 0.05).Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan  deagan hasil uji statistik dapat  dsimpulkan bahwa metode TENS maupun Akupresur efektif dalam menurunkan nyeri haid (dysmenorrhea). Kata kunci: Akupresur; Denyut nadi; Dysmenorrhea; Metode TENS; Tekanan Darah