Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN GEOMETRI BANGUN DATAR BERBASIS TEORI VAN HIELE UNTUK SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR Erif Ahdhianto
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.33 KB)

Abstract

Abstrak: Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Khadijah Pandegiling Surabaya.Pengembangan modul pembelajaran menggunakan model pengembangan Plomp yaitu(1) Investigasi awal; (2) Desain; (3) Realisasi/konstruksi; (4) Tes, evaluasi, dan revisi;(5) Implementasi dan kualitas modul pembelajaran menggunakan kriteria Nieveen yaituvalid, praktis, dan efektif. Data tentang kevalidan modul pembelajaran diperoleh dari validasi. Hasil validasi yang diperoleh dari tiga validator adalah 3,2 termasuk dalamkategori baik, sehingga modul pembelajaran dikatakan valid dan dapat diujicobakan.Data tentang kepraktisan modul pembelajaran diperoleh dari lembar pengamatanpengelolaan pembelajaran dan aktivitas siswa. Hasil analisis pengelolaan pembelajaranrata-rata kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan modulpembelajaran di SD Khadijah Pandegiling Surabaya sebesar 3,6 termasuk dalamkategori baik sedangkan aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran menggunakanmodul pembelajaran baik. Data tentang keefektivan diperoleh dari analisis Tes HasilBelajar (THB) dan lembar respon siswa. Hasil analisis THB pada modul pembelajaranreliable, valid, dan sensitive dengan rata-rata nilai siswa 82,8 serta respon siswaterhadap pembelajaran rata-rata 3,13 dalam kategori positif
Deseminasi Mesin Pewarna Tekstil Untuk Meningkatkan Kuantitas Kain Tenun Ikat Bagi Home Industri di Kota Kediri Dani Irawan; Rizki Yulianingrum; Erwin Komara M; Erif Ahdhianto; Meida Krismon Windi Astuti; Emdi Ramadana Putra
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p201-206

Abstract

Eko (Kodok Ngorek Putra), diantara 20 home industri rumah tangga yang memproduksi kain Kain tenun ikat yang terletak di bandar kudul kota kediri yang mengalami kendala dalam proses produksi, yaitu belum efisiennya proses pewarnaannya. Proses pewarnaan tenun dan produksi memakai cara tradisional dengan bantuan manusia dan belum pernah melibatkan proses melalui mesin berbasis teknologi tepat guna, proses pewarnaan dengan teknik sederhana perhari hanya menghasilkan 5 kg benang dengan waktu kurang lebih 6 jam agar proses pewarnaan merata, selain itu proses pewarnaan ini tidak semua orang mempunyai keahlian, sebagai gambaran untuk melayani home industry sebanyak 120 hanya dikerjakan oleh 12 tenaga ahli, sehingga semua home industry belum terfasilitasi secara merata. Jadi semua proses pewarnaan dilaksanakan tanpa bantuan mesin. Tujuan dari kegiatan ini yaitu: (a) menghasilkan mesin pewarna tenun ikat; (b) melakukan pelatihan pengoperasian alatMetode pelaksanaan deseminasi ini dilaksanakan dengan cara desain melakukan tranfer ilmu pengetatuan berupa training singkat dengan demonstrasi dan diskusi terpimpin. Hasil dari pengabdian ini pertama telah menghasilkan mesin pewarna tekstil yang layak digunakan pada proses pewarnaan. Kedua hasil pelatihan yang dilakukan mendapat repon positif masyarakat yang ikut pelatihan dengan hasil tanggapan mitra terhadap kemudahan alat memperoleh presenetase 80%, tanggapan mitra terhadap bimbingan yang diberikan instruktur memperoleh presenetase 90%, tanggapan mitra terhadap isi dan metode bimbingan memperoleh presenetase 90%, tanggapan mitra terhadap pengetahuan/teknik yang telah dikuasai memperoleh presenetase 90%. Kata kunci— Tekstil, Kain Tenun ikat, Produktivitas  Abstract Eko (Kodok Ngorek Putra), among 20 home industries that produce ikat fabrics located in Bandar Kudul, Kediri, is experiencing problems in the production process, namely the inefficient coloring process. The dyeing process for weaving and production uses traditional methods with human assistance and has never involved a process through appropriate technology-based machines, the dyeing process with a simple technique per day only produces 5 kg of yarn in approximately 6 hours so that the dyeing process is evenly distributed. not everyone has the expertise, as an illustration to serve as many as 120 home industries is only done by 12 experts, so all home industries have not been facilitated evenly. Therefore, all the coloring process is carried out without the help of machines. The objectives of this activity are: (a) to produce a dyeing machine; (b) carry out training in the operation of the equipment. This dissemination method is carried out by designing and transferring knowledge in the form of short training with demonstrations and guided discussions. The result of this first service has produced a textile dyeing machine that is suitable for use in the dyeing process. The two results of the training carried out received a positive response from the community who took part in the training with the results of partners’ responses to the ease of the tools getting a percentage of 80%, partners' responses to the guidance provided by the instructors getting a percentage of 90%, partners' responses to the content and methods of guidance getting a percentage of 90%, partner responses of the knowledge/techniques that have been mastered obtain a percentage of 90%. Keywords— Textiles, Woven Fabrics, Productivity
MODEL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD Dhian Dwi Nur Wenda; Erif Ahdhianto; Kukuh Andri Aka
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.104 KB)

Abstract

Abstract: Learning is implemented in class IV SDN Bendo 1 is focused on the low level of knowledge, students are often required to remember or memorize the material being taught teachers. From all learning activity that is done, almost 80% is dominated by teachers with activities to explain and give examples of questions to the students. The purpose of this study was to develop a model of learning in the form of syntax / measures of learning, application of learning (learning tools customized model), and an instruction manual learning model. Additionally, based on the results of research can know that, the application of science-based learning model Quantum Teaching can increase the activity and students' skills in critical thinking. This study uses a model of the development of a modified Borg & Gall. The steps of this research, namely (1) Preliminary Study, (2) Planning, (3) Design Products, (4) Product Validation, (5) Trial Product, and (6) End Product. The questionnaire results the validity of this model is valid criteria (80%), practicaly fairly good (78%). The effectiveness of aspects of student activity reached 85% and 84% cognitive aspects. The thing that is suggested is necessary to study experimentally by comparing the class that learned using this model with a conventional classroom. Keywords: science teaching models based Quantum Teaching, learning activities, critical thinking Abstrak: Pembelajaran yang dilaksanakan di  SDN Bendo 1 kelas IV masih menekankan pada pengetahuan tingkat rendah, siswa seringkali dituntut untuk mengingat atau menghafal materi yang diajarkan guru. Dari seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan, hampir 80% didominasi oleh guru dengan kegiatan memberikan penjelasan dan memberikan contoh soal pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran dalam bentuk sintaks/ langkah-langkah pembelajaran, aplikasinya dalam pembelajaran (perangkat pembelajaran yang disesuaikan model), dan buku petunjuk penggunaan model pembelajaran.  Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa, penerapan model pembelajaran IPA berbasis Quantum Teaching dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan modifikasi Borg & Gall. Langkah-langkah penelitian ini, yaitu (1) Studi Pendahuluan, (2) Perencanaan, (3) Desain Produk, (4) Validasi Produk, (5) Uji Coba Produk, dan (6) Produk Akhir. Hasil angket kevalidan model ini pada kriteria cukup valid (80%), keterterapan cukup baik (78%). Tingkat keefektifan aspek keaktifan siswa mencapai 85% dan aspek kognitif mencapai 84%. Adapun hal yang disarankan yaitu perlu dilakukan penelitian eksperimen dengan membandingkan antara kelas yang dibelajarkan menggunakan model ini dengan kelas konvensional. Kata kunci: model pembelajaran IPA berbasis Quantum Teaching, aktifitas belajar, berpikir kritis