Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH INHIBITOR EKSTRAK DAUN PEPAYA TERHADAP KOROSI BAJA KARBON SCHEDULE 40 GRADE B ERW DALAM MEDIUM AIR LAUT DAN AIR TAWAR Handani, Sri; Elta, Megi Septia
Jurnal Riset Kimia Vol 5, No 2 (2012): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v5i2.219

Abstract

The inhibition effect of Carica papaya leaves exctract on the corrosion of carbon steel schedule 40 grade B ERW in fresh and sea water medium was investigated using weight loss method of monitoring a corrosion rate. The leaves were dried and ground to powder. The extract concentration used was 15%. The inhibition efficiency of 78,49% and 78,63% was obtained in fresh and sea water, respectively. The obtained results indicated that Carica papaya leaves exctract could be used as inhibitor against the corrosion of medium carbon steel in both fresh and sea water.
PENGARUH INHIBITOR EKSTRAK DAUN INAI (lawsonia inermis) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST. 37 DIUKUR DENGAN METODE PENGURANGAN MASSA Handani, Sri; Wildani, Sri; -, Emriadi
Jurnal Riset Kimia Vol 4, No 1 (2010): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v4i1.148

Abstract

 Vol. 4, No. 1ABSTRACT The corrosion tests and micro structure analysis of St. 37 steel had been investigated. These investigation were conducted in nitric acid (HNO3). The range of concentration added was from 0-0.5 N with extract of henna leaves as inhibitors. The method used was losing mass by measuring loss mass of steel before and after corrosion. The boiling method was used to get the extract of henna leaves. Optical photo Carton Stereo Trinokuler were used for micro structure. Corrosion rate can be reduced by adding inhibitor and inhibition efficiency is measured if its ability to suppress corrosion. The result of the immersion tests show that the inhibition efficiencies are different on 0-0.5 N concentration are 81.96 %, 78.92 %, 53.74 %, 44.85 %, 44.45 % and 39.65 %. Addition of 50 g/1000 mL extrac of henna leaves results in the highest efficiency for HNO3 environment. The photo showed the surface structure of steel before corrosion, in layer with extract of henna leaves and after corrosion in medium nitric acid. Keywords: Corrosion rate, Inhibition efficiency, Extract of henna leaves, Nitric acid.   
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MAGNET PERMANEN BAO.(6-X)FE2O3 DARI BAHAN BAKU LIMBAH FE2O3 Handani, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.095 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.1-9.2011

Abstract

Telah dilakukan pembuatan keramik magnet Barium-Ferite (BaO.(6-x)Fe2O3) dari bahan baku BaCO3 dan Fe2O3 dengan metode metalurgi serbuk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel komposisi (BaO.6,5Fe2O3, BaO.6Fe2O3, dan BaO.5,5Fe2O3) dan suhu sinter (1000 °C, 1050 °C, 1100 °C, 1150 °C, 1200 °C) terhadap densitas, porositas, kuat medan magnet dan titik kritis bahan magnet yang diperoleh. Nilai densitas tertinggi yang diperoleh adalah pada sampel BaO.6,5Fe2O3 yaitu 4,383 g/cm3 pada suhu sinter 1200 °C, dan densitas terendah pada sampel BaO.6,5Fe2O3 yaitu 3,444 g/cm3 pada suhu sinter 1000°C. Nilai porositas tertinggi diperoleh pada sampel BaO.6,5Fe2O3 yaitu 35,490% pada suhu sinter 1000°C dan porositas terendah pada sampel BaO.6Fe2O3 yaitu 12,720% pada suhu sinter 1200°C. Dari hasil pengukuran kekuatan magnet menunjukkan bahwa kuat medan magnet tertinggi pada sampel BaO.5,5Fe2O3 yaitu 420 Gauss pada suhu sinter 1100°C, sedangkan kuat medan magnet terendah diperoleh 120 Gauss pada bahan BaO.6,5Fe2O3 untuk suhu sinter 1200 °C. Kuat magnet untuk sampel BaO.6Fe2O3 hilang pada suhu 500 °C, sedangkan untuk bahan BaO.6,5Fe2O3 dan BaO.5,5Fe2O3 titik kritis terjadi pada suhu 550 °C.
PENENTUAN SIFAT-SIFAT FISIS PARTIKEL DARI BEBERAPA JENIS BEDAK BAYI DAN HUBUNGANNYA DENGAN PROSES INHALASI Handani, Sri; Mulyadi, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.32 KB) | DOI: 10.25077/jif.4.2.46-52.2012

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui sifat-sifat fisis partikel dari beberapa jenis bedak bayi dan hubungannya dengan proses inhalasi. Parameter yang ditentukan antara lain kandungan unsur dalam bedak bayi yang dibandingkan dengan standar kualitas udara sekitar yang ditetapkan EPA, konsentrasi partikel bedak bayi dan proses inhalasi bedak bayi. Penelitian ini menggunakan cascade impactor, XRF portable XMET-5100 dan software biokmod. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan unsur yang terdapat pada 7 sampel jenis bedak bayi ini Fe, Sn, Zn, Ca, W, Zr, Sb, Ti, Mn, Ni, Sr, Cr dan Cu dan beberapa bedak bayi mengandung unsur Pb, Co, Cd, dan Ta yang memiliki resiko terhadap kesehatan. Semua jenis sampel bedak bayi melebihi standar yang telah ditetapkan EPA yaitu sebesar 150 µg/m3 untuk PM10 dan 35 µg/m3 untuk PM2,5. Dengan menggunakan program biokmod proses inhalasi bedak bayi diperoleh pengendapannya lebih banyak pada ET2 yaitu bagian pharynx dan larynx, dan akan lebih banyak mengendap pada bayi yang berumur 3 bulan.
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR ATAP SERAT BULU AYAM Handani, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.563 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.2.75-79.2011

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan serat terhadap kuat tekan dan kuat lentur atap serat bulu ayam dengan variasi serat 30%, 40%, 50%, dan 60%. Untuk pengujian kuat tekan, atap dibuat dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 6 cm, dan ukuran 10 cm x 5 cm x 3 cm untuk pengujian kuat lentur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimum serat bulu ayam adalah 30% yang memberikan nilai kuat tekan atap sebesar 38 Mpa, dan kuat lentur sebesar 27.8 MPa. Pada komposisi yang sama, nilai kuat tekan atap serat kaca lebih lebih kecil daripada atap serat bulu ayam, sedangkan nilai kuat lenturnya lebih besar dibandingkan atap serat bulu ayam.
Pengaruh Panjang Serat Sabut Kelapa terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Handani, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4325.115 KB) | DOI: 10.25077/jif.1.1.26-30.2009

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh panjang serat sabut kelapa dan proporsi penambahan dan pengurangan pasir terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton melalui proses pembuatan beton secara manual. Panjang serat yang digunakan adalah 1 cm, 3 cm dan 5 cm. Variasi pasir dibuat dengan penambahan dan pengurangan pasir sebanyak 5% dan 10% dari massa awal pasir. Ukuran balok yang digunakan adalah 22 cm x 11 cm x 6 cm. Kuat tekan dan kuat lentur maksimum rata-rata yang diuji dengan Unit Testing Machine didapat pada panjang serat 3 cm sebesar 73,40 kg/cm2 dan 29,95 kg/cm2. Untuk penambahan dan pengurangan pasir sebanyak 5% dan 10% tidak menghasilkan perubahan yang berarti. Dari penelitian ini didapatkan bahwa panjang serat yang baik untuk pembuatan beton diperkuat serat adalah 3 cm.
SIFAT MEKANIK PAPAN PARTIKEL SEKAM PADI DENGAN RESIN POLYESTER TAK JENUH (YUKALLAC 157) Handani, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.672 KB) | DOI: 10.25077/jif.4.1.26-30.2012

Abstract

Telah dilakukan pengujian sifat mekanik untuk mengetahui kuat tekan dan kuat lentur papan partikel sekam padi dengan variasi resin 30%, 40%, 50%, 60%, 70% dan 80%. Papan dibuat dengan cetakan berukuran 5cm x 5cm x 6cm untuk pengujian kuat tekan dan cetakan berukuran 10cm x 5cm x 3cm untuk pengujian kuat lentur. Nilai kuat tekan maksimum diperoleh pada variasi resin 80% yaitu sebesar 9,2x107 N/m2 dan nilai minimum pada variasi resin 30% yaitu sebesar 7,3x106 N/m2 . Papan partikel sekam padi yang memiliki nilai kuat lentur maksimum yaitu pada variasi resin 50% sebesar 4x107 N/m2 dan nilai minimum pada variasi resin 30% sebesar 1,3x107 N/m2.
Pengaruh Variasi Ukuran Agregat Terhadap Karakteristik Beton dengan Campuran Abu Sekam Padi Zulhijah, Dilla; Handani, Sri; Mulyadi, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.697 KB) | DOI: 10.25077/jif.7.2.50-55.2015

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi ukuran agregat kasar 9,6-12,5 mm, 12,5-19 mm dan 19- 25,4 mm  terhadap karakteristik beton dengan campuran abu sekam padi 10 %. Semen yang digunakan yaitu Ordinary Portland Cement (OPC). Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik, porositas dan daya serap air dengan mutu beton K350. Hasil optimal untuk kuat tekan diperoleh pada ukuran agregat 9,6 – 12,5 mm sebesar 487 kg/cm2, sedangkan untuk  kuat tarik diperoleh pada  ukuran agregat 12,5 – 19 mm sebesar 35 kg/cm2. Porositas dan daya serap air optimal diperoleh pada ukuran agregat 9,6 -12,5 mm masing - masing sebesar 1,9 %.
SIFAT ISOLATOR PANAS PAPAN SEKAM PADI DENGAN VARIASI RESIN DAN UKURAN PARTIKEL Handani, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.76 KB) | DOI: 10.25077/jif.2.2.68-73.2010

Abstract

Telah dilakukan penghitungan konduktivitas panas (k) untuk mengetahui sifat isolator panas dari papan sekam padi dengan metode plat rangkap. Papan sekam padi dibuat dengan variasi diameter sekam dan kadar resin. Sekam padi setelah digiling divariasikan menjadi tiga kelompok ukuran, yaitu sekam berdiameter kecil dari 1 mm, di antara 1 mm hingga 2 mm dan lebih besar dari 2 mm. Kadar resin divariasikan menjadi tiga kelompok, yaitu + 20 %, + 45 % dan + 75 % . Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga konduktivitas panas masing-masing sampel papan sekam sangat kecil dan bervariasi. Papan sekam padi yang mempunyai harga konduktivitas panas yang paling rendah atau memiliki sifat isolator panas paling tinggi adalah papan sekam padi dengan diameter sekam kecil dari 1 mm dan kadar resin + 20 % dengan k = 0,187 (J s-1 m-1 K-1 ), sedangkan papan sekam padi yang mempunyai harga konduktivitas panas yang paling tinggi atau sifat isolator paling rendah adalah papan sekam padi yang diameter sekamnya lebih besar dari 2 mm dan kadar resin + 75 % dengan konduktivitas panas k = 0,329 (J s-1 m-1 K-1 ).
PENGARUH KONSENTRASI INHIBITOR EKSTRAK DAUN KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA HARDOX 450 Anike Malfinora; Sri Handani; Yuli Yetri
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 4: Oktober 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.3.4.222-228.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan serangkaian uji korosi dan analisis struktur mikro terhadap baja Hardox 450.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan medium korosif H2SO4 3% dan Na2SO4 3%.  Metode yang digunakan adalah metode weight loss untuk pengukuran laju korosi dan metode potensiodinamik untuk melihat nilai arus korosi beserta potensial korosi.  Baja direndam di dalam medium korosif dengan penambahan dan tanpa penambahan inhibitor.  Variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan adalah dari 1% hingga 10% dengan lama perendaman lima hari.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari variasi konsentrasi yang diberikan laju korosi terbesar terjadi pada baja tanpa penambahan inhibitor, sedangkan laju korosi berkurang dengan penambahan inhibitor, terlihat dari kurva Tafel yang menunjukkan penurunan Ikorosi.  Semakin besar konsentrasi inhibitor yang ditambahkan maka nilai laju korosi akan semakin menurun dan nilai efisiensi inhibisi korosi semakin tinggi.  Nilai efisiensi terbesar didapatkan pada penambahan konsentrasi inhibitor 10%, untuk medium korosif H2SO4 mencapai 63,89% dan untuk medium Na2SO4 mencapai 56,61%.  Hal ini menunjukkan bahwa inhibitor ekstrak daun kakao efisien dalam mengendalikan laju korosi dalam medium H2SO4 dan Na2SO4.  Dari analisis foto optik morfologi permukaan baja Hardox 450 memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun kakao mengalami korosi lebih sedikit.Kata kunci : laju korosi, inhibitor, efisiensi, weight loss, potensiodinamikAbstractThe corrosion test and microstructure analysis of Hardox 450 steel have been done.  This research was performed using H2SO4 3% and Na2SO4 3% corrosive mediums.  The method used were weight loss for measuring the corrosion rate and potentiodynamic method to see the value of corrosion current and corrosion potential.  Steel immersed in the corrosive medium with the addition and without addition of inhibitors.  Concentration variation of inhibitor used was from 1% to 10% with five days immersion time.  The result based from concentration variation was used showed that the corrosion rate occured in the steel without the addition of inhibitors, whereas the corrosion rate decreases with the addition of inhibitors, by the Tafel curves showed a decreases Icor.  The greater concentration of the inhibitor is added then the value of corrosion rate will lower and corrosion inhibition efficiency will increase.  Greatest efficiency values both for medium corrosive obtained at inhibitor concentration 10%, 63,89% in H2SO4 and 56,61% in Na2SO4.  It shows that the cocoa leaf extract inhibitor is efficient in controlling corrotion rate in H2SO4 and Na2SO4 medium corrosive.  From the optical photograph analysed on the surface morphology of Hardox 450 steel showed that the addition of cocoa leaves extract suffered less corrosion.Keywords: corrosion rate, inhibitor, efficiency, weight loss, potentiodynamic