Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISIS DNA MITOKONDRIA BADAK SUMATERA DALAM KONSERVASI GENETIK Handayani, Handayani; Solihin, Dedy Duryadi; S Alikodra, Hadi
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.595 KB)

Abstract

ABSTRAK   Populasi badak Sumatera dewasa ini semakin terancam keberadaannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah semakin maraknya perburuan liar, rusaknya habitat alamnya yang disebabkan oleh konversi hutan yang cenderung tidak terkendali. Populasi kecil lebih rentan pada penurunan keragaman genetik karena efek inbreeding serta terfiksasinya beberapa alela tertentu dalam populasi sehingga hewan tersebut menjadi monomorf dan mengalami penurunan kemampuan berevolusi atau adaptasinya pada lingkungan yang berubah. Selain itu berkurangnya populasi, faktor lain adalah terjadinya fragmentasi suatu habitat yang akan mendorong putusnya aliran gen (gen flow) dan meningkatnya genetic drift. Keragaman genetik turut menentukan keberhasilan konservasi populasi. Oleh karena itu penelitian keragaman genetik dari populasi Badak Sumatera merupakan langkah penting yang harus dilakukan, dan keberhasilan penelitian ini merupakan langkah  dalam konservasi badak Sumatera. Pengumpulan sampel darah berasal dari SRS (Suaka Rhino Sumatera) TN Way Kambas Lampung. Sample berupa darah dari 2 ekor badak sumatera berjenis kelamin betina (Rosa & Bina) dan 2 ekor badak jantan (Torgamba & Andalas). Isolasi dan purifikasi DNA Total dilakukan menggunakan metode Duryadi. Amplifikasi daerah CO I pada badak Sumatera dilakukan dengan PCR menggunakan pasangan primer RHCOIF dan RHCOIR. Amplifikasi daerah CO I pada badak Sumatera dilakukan dengan menggunakan pasangan primer RHCOIF dan RHCOIR menghasilkan fragmen DNA berukuran 711 bp. Jarak genetik digunakan untuk melihat kedekatan hubungan genetik antar individu badak Sumatera dan spesies badak lain melalui penggunaan analisis perhitungan Pairwie Distance dengan p-distance dapat ditunjukkan matriks perbedaan genetik antara badak Sumatera dan badak outgroup (badak India dan badak Afrika), hasil perhitungan berdasarkan daerah CO I parsial menunjukkan nilai jarak genetik berkisar antara 0.016 sampai 0.147. Jarak genetik pada Bina (?) terlihat dekat dengan Torgamba (?) sebesar 0.007. Hubungan kekerabatan CO I menggunakan Neighbor-Joining dengan pengolahan bootstrap 1000 terlihat bahwa badak putih Afrika berbeda kelompok dengan badak Asia. Di dalam kelompok badak Asia terlihat bahwa badak India sama dengan kelompok dengan badak Sumatera (Indonesia). Di dalam badak Sumatera (Indonesia) sendiri terjadi keragaman. Berdasarkan hasil sekuen gen CO I terdapat situs-situs spesifik pada badak Sumatera sebesar adalah 67% hasil tersebut dapat digunakan sebagai data base dalam penelitian-penelitian selanjutnya.   Kata kunci: badak Sumatera, DNA, mitokondria, konservasi
Aplikasi Konsep Akad Murâbahah pada BPRS Metro Madani Cabang Kalirejo Lampung Tengah Siti Zulaikha; Handayani Handayani
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 2 No 1 (2014): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1552.175 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai aplikasi konsep akad murâbahah pada BPRS Metro Madani Cabang Kalirejo Lampung Tengah. Tulisan ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, observasi dan dokumentasi. Penentuan responden sebagi informan dipilih melalui penelusuran orang-orang yang berkompeten dan dapat mewakili serta representatif dalam penggalian informasi yang dibutuhkan. Dalam hal ini, kegiatan interview dilakukan dengan pimpinan BPRS Metro Madani cabang Kalirejo Lampung Tengah, Admind Pembiayaan (bagian legal dan perikatan) pada pembiayaanmurâbahah, AO (Account Officer). Semua data-data tersebut dianalisis secara induktif. Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi konsep akad murâbahah pada BPRS Metro Madani Cabang Kalirejo Lampung Tengah yaitu: Nasabah mengajukan permohonan pembiayaan, AO (Account Officer) melakukan analisis pembiayaan, setelah pembiayaan disetujui maka pihak bank segera menginformasikan kepada nasabah untuk melakukan akad, apabila bank memiliki barang murâbahah maka langsung dilakukan akad murâbahah. Namun, jika BPRS Metro Madani belum memiliki barang murâbahah, maka digunakan akad wakâlah (walaupun pada dasarnya akad murâbahah juga dilaksanakan pada saat itu juga namun dengan format tanggal yang berbeda), Setelah penandatanganan akad selesai, selanjutnya dilakukan pencairan dana ke rekening nasabah, kemudian nasabah mendebit uang tersebut untuk membeli barang murabahah untuk dan atas nama bank. Tahap selanjutnya, yaitu penyerahan barang, yaitu apabila menggunakan akad wakâlah barang berpindah dari developer langsung ke nasabah. Namun, jika langsung menggunakan akad murâbahah barang berpindah dari developer ke bank, dan dari bank ke nasabah. Dan tahap terakhir yaitu, nasabah mulai melakukan pembayaran atau pengembalian dana berupa harga pokok ditambah dengan keuntungan bank yang sudah disepakati pada saat awal akad.
KESANTUNAN BAHASA LISAN GURU SMK NEGERI 4 BANDAR LAMPUNG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Handayani Handayani; Siti Samhati; Muhammad Fuad
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 2 (2015): J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was the politeness of spoken language teachers of SMK Negeri 4 Bandar Lampung in learning Indonesian and its implications in the development of character education of vocational students in the academic year 2015/2016. This study aimed to describe the principle of manners speaking, the kinds of speech acts, values of character education, language spoken politeness implications in the development of character education students, and students' perception of politeness spoken language Indonesian teacher. This study used descriptive qualitative method. The results showed the principles of courtesy are found in the spoken language teacher was a maxim of wisdom as much as 42 languages spoken, the implications politeness oral language teachers in character education was reflected in the maxims of politeness and of speech acts used by teachers Indonesian, results of students' perception of politeness Indonesian spoken language teacher obtained 69.45% with a very polite response.Masalah dalam penelitian adalah kesantunan bahasa lisan guru SMK Negeri 4 Bandar Lampung dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan implikasinya dalam pengembangan pendidikan karakter siswa SMK tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip sopan santun berbahasa, jenis-jenis tindak tutur, nila-nilai pendidikan karakter, implikasi kesantunan bahasa lisan dalam pengembangan pendidikan karakter siswa, dan persepsi siswa terhadap kesantunan bahasa lisan guru Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan prinsip sopan santun yang ditemukan dalam bahasa lisan guru adalah maksim kebijaksanaan sebanyak 42 bahasa lisan, implikasi kesantunan bahasa lisan guru dalam pendidikan karakter tercermin dari maksim-maksim kesantunan dan jenis tindak tutur yang digunakan oleh guru Bahasa Indonesia, hasil persepsi siswa terhadap kesantunan bahasa lisan guru Bahasa Indonesia diperoleh 69,45% dengan tanggapan sangat santun.Kata kunci: kesantunan berbahasa, bahasa lisan (tuturan), pendidikan karakter
Analisis Sekuen DNA Mitokondria Cytochrome Oxidase I (COI) mtDNA Pada Kukang Indonesia (Nycticebus spp) sebagai Penanda Guna Pengembangan Identifikasi Spesies Wirdateti, Wirdateti; Indriana, Eka; Handayani, Handayani
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.665 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v12i1.2322

Abstract

Slow lories is small size primates of the genus Nycticebus that are in endangered status. Habitat pressure andhigh trade as pet animals has made the population decline both quantitatively and qualitatively, therefore it isnecessary to save the slow lories through conservation action. Morphologically, the individuals are difficult tobe distinguished among the species, therefore making much harder in identification for conservation purposessuch as from confiscated individuals. Therefore molecular marker is needed through mitochondrial DNA usingCOI gene sequences analysis is needed for identification. This study used 24 samples of slow lories consistedof 2 from Kalimantan, 9 from Java and 13 from Sumatra. The result indicated that in the 660 bp there were 62variable sites with 15 haplotypes: 4 haplotypes of N. javanicus, 9 haplotypes N. coucang, and 2 haplotypes N.menagensis. Base on nucleotide variations at specific sites, it was formed haplotype differences among species.The average genetic distance between species showed that Kalimanatan population were closer to thepopulation of Sumatra (d= 0.042 ± 0.006) compared with Java population (d= 0.059 ± 0.009), whereas thegenetic distance within population showed the population of Java had low diversity (d= 0.002) with a meannucleotide differences 2.6. Thus Jawan slow loris (N. javanicus) should be conserved.Keywords: Nycticebus spp., molecular, COI, conservation, marker
ANALISIS DNA MITOKONDRIA BADAK SUMATERA DALAM KONSERVASI GENETIK Handayani Handayani; Dedy Duryadi Solihin; Hadi S Alikodra
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Populasi badak Sumatera dewasa ini semakin terancam keberadaannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah semakin maraknya perburuan liar, rusaknya habitat alamnya yang disebabkan oleh konversi hutan yang cenderung tidak terkendali. Populasi kecil lebih rentan pada penurunan keragaman genetik karena efek inbreeding serta terfiksasinya beberapa alela tertentu dalam populasi sehingga hewan tersebut menjadi monomorf dan mengalami penurunan kemampuan berevolusi atau adaptasinya pada lingkungan yang berubah. Selain itu berkurangnya populasi, faktor lain adalah terjadinya fragmentasi suatu habitat yang akan mendorong putusnya aliran gen (gen flow) dan meningkatnya genetic drift. Keragaman genetik turut menentukan keberhasilan konservasi populasi. Oleh karena itu penelitian keragaman genetik dari populasi Badak Sumatera merupakan langkah penting yang harus dilakukan, dan keberhasilan penelitian ini merupakan langkah  dalam konservasi badak Sumatera. Pengumpulan sampel darah berasal dari SRS (Suaka Rhino Sumatera) TN Way Kambas Lampung. Sample berupa darah dari 2 ekor badak sumatera berjenis kelamin betina (Rosa & Bina) dan 2 ekor badak jantan (Torgamba & Andalas). Isolasi dan purifikasi DNA Total dilakukan menggunakan metode Duryadi. Amplifikasi daerah CO I pada badak Sumatera dilakukan dengan PCR menggunakan pasangan primer RHCOIF dan RHCOIR. Amplifikasi daerah CO I pada badak Sumatera dilakukan dengan menggunakan pasangan primer RHCOIF dan RHCOIR menghasilkan fragmen DNA berukuran 711 bp. Jarak genetik digunakan untuk melihat kedekatan hubungan genetik antar individu badak Sumatera dan spesies badak lain melalui penggunaan analisis perhitungan Pairwie Distance dengan p-distance dapat ditunjukkan matriks perbedaan genetik antara badak Sumatera dan badak outgroup (badak India dan badak Afrika), hasil perhitungan berdasarkan daerah CO I parsial menunjukkan nilai jarak genetik berkisar antara 0.016 sampai 0.147. Jarak genetik pada Bina (♀) terlihat dekat dengan Torgamba (♂) sebesar 0.007. Hubungan kekerabatan CO I menggunakan Neighbor-Joining dengan pengolahan bootstrap 1000 terlihat bahwa badak putih Afrika berbeda kelompok dengan badak Asia. Di dalam kelompok badak Asia terlihat bahwa badak India sama dengan kelompok dengan badak Sumatera (Indonesia). Di dalam badak Sumatera (Indonesia) sendiri terjadi keragaman. Berdasarkan hasil sekuen gen CO I terdapat situs-situs spesifik pada badak Sumatera sebesar adalah 67% hasil tersebut dapat digunakan sebagai data base dalam penelitian-penelitian selanjutnya.   Kata kunci: badak Sumatera, DNA, mitokondria, konservasi
STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI DI ARBORETUM SUNGAI GERONG PT. PERTA SAMTAN GAS, KABUPATEN BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN: Structure and Vegetation Composition in Arboretum River Forest in PT. Perta Samtan Gas, Banyuasin District, South Sumatera Province Syamsul Bachry; Rismayanti Rismayanti; Alam Putra Persada; Handayani Handayani; Febri Ayu; Dudi Lesmana; Almujizat Almujizat; Andika Andika
Media Konservasi Vol 25 No 2 (2020): Media Konservasi Vol. 25 No. 2 Agustus 2020
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.25.2.149-155

Abstract

Karakteristik hutan sangat kompleks dengan berbagai tipe penyusunnya, salah satunya adalah tipe arboretum. Arboretum PT. Perta Samtan Gas Pertamina merupakan salah satu zona penyangga (buffer zone) yang berfungsi sebagai kawasan konservasi untuk flora dan fauna yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis dan komposisi vegetasi di Arboretum Sungai Gerong PT. Perta Samtan Gas, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Pengambilan data dilaksanakan dengan mengumpulkan data keanekaragaman jenis vegetasi. Setiap jalur pada tipe ekosistem memiliki ukuran 20 m x 60 m. Jalur tersebut kemudian dibagi menjadi subpetak menggunakan metode nested sampling. Terdapat 23 jenis vegetasi pada wilayah Arboretum Sungai Gerong. Sebaran dan kerapatan vegetasi yang banyak ditemukan adalah Spathodea campanulate dengan indeks nilai penting sebesar 185,87% pada tingkat pohon, sedangkan pada tingkat tiang dan pancang yang banyak ditemukan adalah Calophyllum tetrapterum dengan INP sebesar 118,29% dan 77,859%. Tingkat semai yang banyak ditemukan adalah Nephrolepis falciformis dengan INP sebesar 26,45%. Keanekaragaman jenis vegetasi di wilayah Arboretum Sungai Gerong tergolong sedang dan kemerataan tergolong baik, hanya sedikit jenis vegetasi yang mendominasi pada pengamatan ini. Kata kunci: Arboretum Sungai Gerong, Banyuasin, indeks nilai penting, keragaman jenis, struktur vegetasi
ANALISIS SEKUEN DNA MITOKONDRIA CYTOCHROME OXIDASE I (COI) MTDNA PADA KUKANG INDONESIA (NYCTICEBUS SPP) SEBAGAI PENANDA GUNA PENGEMBANGAN IDENTIFIKASI SPESIES Wirdateti, Wirdateti; Indriana, Eka; Handayani, Handayani
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v12i1.2322

Abstract

Slow lories is small size primates of the genus Nycticebus that are in endangered status. Habitat pressure andhigh trade as pet animals has made the population decline both quantitatively and qualitatively, therefore it isnecessary to save the slow lories through conservation action. Morphologically, the individuals are difficult tobe distinguished among the species, therefore making much harder in identification for conservation purposessuch as from confiscated individuals. Therefore molecular marker is needed through mitochondrial DNA usingCOI gene sequences analysis is needed for identification. This study used 24 samples of slow lories consistedof 2 from Kalimantan, 9 from Java and 13 from Sumatra. The result indicated that in the 660 bp there were 62variable sites with 15 haplotypes: 4 haplotypes of N. javanicus, 9 haplotypes N. coucang, and 2 haplotypes N.menagensis. Base on nucleotide variations at specific sites, it was formed haplotype differences among species.The average genetic distance between species showed that Kalimanatan population were closer to thepopulation of Sumatra (d= 0.042 ± 0.006) compared with Java population (d= 0.059 ± 0.009), whereas thegenetic distance within population showed the population of Java had low diversity (d= 0.002) with a meannucleotide differences 2.6. Thus Jawan slow loris (N. javanicus) should be conserved.Keywords: Nycticebus spp., molecular, COI, conservation, marker
CORRELATION OF FINANCIAL STATEMENT COMPONENTS IN DETECTING FINANCIAL FRAUD Handayani Handayani; Tarjo Tarjo; Yuni Rimawati
Asia Pacific Fraud Journal Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, No.2nd Edition (July-December 2016)
Publisher : Association of Certified Fraud Examiners Indonesia Chapter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2085.322 KB) | DOI: 10.21532/apfj.001.16.01.02.22

Abstract

The purpose of this study is to determine the absence of correlation offinancial statement components as red flags in detecting financial statement fraud. The sampling in this study is done using purposive sampling technique. There are two categories of companies used as the study sample:fraud companies and non-fraud companies. Fraud companies are the companies that get sanction from Capital Market Supervisory Agency (Bapepam) andFinancial Services Authority (OJK) period 2000-2014, while non-fraud companies are selected with the criteria: having equivalent assets, engaging in the same industry, and using the same financial statements as the financial statements used by the fraud companies. The total samples of this study are 122 companies consisting of 61 fraud companies and 61 non-fraud companies. Spearman correlation test is used to answer the research hypothesis.The conclusions of this study are (1) the absence of correlation between cash flows andearnings can be usedas red flags to detect fraud, (2) the existence of correlation between receivables and revenues cannot be used as red flags to detect fraud, (3) the existence of correlation between allowances for uncollectible accounts and receivable cannot be used as red flags to detect fraud.
ANALISIS STATUS GIZI TERHADAP TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DIVISI KAPAL PERANG PT.PAL INDONESIA (PERSERO) Agus Aan Adriansyah; Tri Asih Imanniyah; Handayani Handayani
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 2 No 2 (2018): Medical Technology and Public Health Journal September 2018
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v2i2.559

Abstract

Tenaga kerja yang bekerja di area lingkungan kerja yang panas dengan jangka waktu lama dapatmempengaruhi kesehatan dan kelelahan kerja serta penurunan daya otot. Kelelahan kerja dapatdisebabkan salah satunya adalah status gizi pekerja. Jika tenaga memiliki status gizi kurus danmendapatkan beban kerja berat serta melakukan banyak aktivitas fisik yang menimbulkan keringat,maka seseorang tersebut mudah mengalami kelelahan kerja. Meningkatnya kelelahan kerjamemberikan peluang terjadinya kecelakaan kerja dalam industri. Penelitian ini bertujuanmenganalisis status gizi terhadap tingkat kelelahan kerja. Penelitian ini menggunakan desainobservasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi pada penelitian inimerupakan pekerja Divisi kapal perang PT. PAL Indonesia (Persero) sebanyak 80 pekerja. Sampelyang digunakan sebesar 67 pekerja dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple randomsampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran IndeksMasa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji regresi logistik binery. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki status gizi kurus (53,7%) dan mengalami tingkatkelelahan kerja kategori sedang (52,2%). Nilai signifikansi dari status gizi terhadap tingkat kelelahankerja sebesar 0,011 (p.value <0,05). Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antarastatus gizi terhadap tingkat kelelahan kerja pada pekerja Divisi Kapal Perang PT.PAL Indonesia(Persro). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pekerja yang memiliki status gizi kurus cenderungmengalami tingkat kelelahan kerja tinggi. Perusahaan maupun pekerja diharapkan dapatmemperhatikan makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh, agar selamabekerja tidak mengalami kelelahan kerja.
PENGARUH AGRESIVITAS PAJAK TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DENGAN VARIABEL KONTROL RETURN ON ASSET DAN LEVERAGE Handayani Handayani; Ayu Noorida Soerono; Dadan Ramdhani
Tirtayasa Ekonomika Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : FEB Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.412 KB) | DOI: 10.35448/jte.v13i1.4236

Abstract

Penelitian inibertujuanuntukmengujipengaruhagreresivitaspajakterhadap CorporateSocialResponsibility(CSR).Variabelindependenyangdigunakandalampenelitian iniadalahagresivitaspajak yangdiukurmenggunakanproksieffective tax rates.Variabel dependendalampenelitianiniadalahCSR.MenggunakanvariabelkontrolROAdanleverage. Sampelterpilih menggunakanpurpose samplingdiperoleh 20 perusahaanmanufaktursektor industridasardankimiaperiode2013-2015.Metodepengumpulandatamenggunakankonten analisispengungkapansosialdalamlaporantahunanperusahaan.Teknik analisis menggunakanregresiberganda.Hasilpenelitianmenunjukan agresivitaspajak berpengaruh signifikanpositifterhadapCSR.Perusahaanyangmemilikitingkatagrsivitaspajakyangtinggi makacenderung akanmelakukan pengungkapanCSR lebih besar. KataKunci: TanggungJawab Sosial, Agresivitas Pajak,Return on asset, Leverage