Hendra Hendra
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

REVITALISASI GERABAH TRADISIONAL GALOGANDANG DENGAN TEKNIK BATIK MENJADI PRODUK ESTETIK Izan Qomarats; Hendra Hendra; Rahmad Washinton
Jurnal Abdimas Mandiri Vol 4, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v4i1.1044

Abstract

Pelatihan desain gerabah tradisional Galogandang dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap produk budaya lokal. Apalagi pembuatan gerabah di Galogandang sekarang ini hanya didominasi oleh ibu-ibu yang lanjut usia. Sedangkan belum tampak adanya generasi muda yang berminat melanjutkan dan mengembangkannya. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka lama kelamaan gerabah di Galogandang bisa tinggal sejarah. Salah satu upaya untuk itu adalah dengan pelatihan desain gerabah dengan motif batik khas Minangkabau. Kegiatan pelatihan yang tergolong baru untuk wilayah Sumatera Barat ini ditujukan untuk mempopulerkan gerabah tradisional yang dipadukan dengan motif kontemporer yaitu motif batik. Kegiatan ini dinilai efektif untuk mendongkrak popularitas gerabah tradisi dan mempromosikan motif batik khas Minangkabau yang belum banyak dikenal masyarakat. Pelatihan ini mengajarkan bagaimana membuat motif batik khas Minangkabau dengan menggunakan canting batik sehingga produk yang dihasilkan lebih menarik. Mendekorasi gerabah dengan teknik ini bisa menjadi solusi bagi pengrajin gerabah dalam memasarkan produk gerabahnya yang selama ini dibuat tanpa ada motif hias. Dengan kegiatan ini diharapkan akan bisa mempopulerkan kembali gerabah Galogandang dengan wajah baru yang lebih menarik. Kedepannya pengrajin juga bisa membuat beragam bentuk desain  baru dari gerabah untuk disesuaikan dengan konsep motif kreasi yang dibuat.Kata kunci : Gerabah, Desain, Motif Batik
PELATIHAN DESAIN GERABAH DENGAN TEKNIK BATIK BERSAMA GURU DAN MURID DALAM RANGKA REVITALISASI GERABAH TRADISIONAL GALOGANDANG SUMATERA BARAT Hendra Hendra; Desi Trisnawati; Armen Nazaruddin
Jurnal Abdimas Mandiri Vol 2, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.972 KB) | DOI: 10.36982/jam.v2i2.529

Abstract

Pelatihan di SD dan SMP sekitar Galogandang dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap produk budaya lokal. Apalagi pembuatan gerabah di Galogandang sekarang ini hanya didominasi oleh ibu-ibu yang lanjut usia. Sedangkan belum tampak adanya generasi muda yang berminat melanjutkan dan mengembangkannya. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka lama kelamaan gerabah di Galogandang bisa tinggal sejarah. Dibutuhkan suatu usaha untuk menggugah minat generasi muda terhadap gerabah di Galogandang. Salah satunya dengan pelatihan desain gerabah dengan motif batik khas Minangkabau. Kegiatan pelatihan yang tergolong baru untuk wilayah Sumatera Barat ini ditujukan untuk mempopulerkan gerabah tradisional yang dipadukan dengan motif kontemporer yaitu batik khas Minangkabau. Kegiatan ini dinilai efektif untuk mendongkrak popularitas gerabah tradisi dan mempromosikan motif batik khas Minangkabau yang belum banyak dikenal masyarakat. Pelatihan ini mengajarkan bagaimana membuat motif batik khas Minangkabau dengan menggunakan canting batik sehingga produk yang dihasilkan lebih menarik. Mendekorasi gerabah dengan teknik ini bisa menjadi solusi bagi pengrajin gerabah dalam memasarkan produk gerabahnya yang selama ini dibuat tanpa ada motif hias. Dengan kegiatan ini diharapkan akan bisa mempopulerkan kembali gerabah Galogandang dengan wajah baru yang lebih kreatif. Kedepannya pengrajin juga bisa membuat beragam bentuk desain  baru dari gerabah untuk disesuaikan dengan konsep motif kreasi yang dibuat.Kata kunci : Gerabah, Desain, Batik Khas Minangkabau
PENGEMBANGAN USAHA UKM BATIK NAGARI TUO PARIANGAN MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI Hamdan Akromullah; Hendra Hendra; Olvianda Ariesta
Jurnal Abdimas Mandiri Vol 3, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.427 KB) | DOI: 10.36982/jam.v3i1.774

Abstract

Batik Nagari Tuo Pariangan merupakan program revitalisasi kekayaan budaya daerah yang dikembangkan Pemerintah Daerah. Pengembangan batik Pariangan dimulai semenjak ditemukannya naskah kuno pada tahun 2017 di Pariangan yang berisikan motif tradisi dan kandungan sejarah  yang sarat dengan pesan dan makna untuk kehidupan masyarakat. Semenjak itu dibentuklah beberapa kelompok pengrajin batik yang salah satunya adalah UKM batik Nagari Tuo Pariangan yang menghasilkan produk batik dengan motif khas Pariangan.  UKM batik ini menghasilkan produk batik seperti kain panjang, baju kurung dan selendang yang dijual di rumah salah seorang warga dan menjadi sekretariat UKM batik ini. Melihat permasalahan diatas, perlu diadakan suatu kegiatan pelatihan kepada pengrajin tentang desain dan pemasaran produk batik. Produk yang dihasilkan kalau dilihat secara desain masih terbatas pada motif tradisi yang ditemukan. Selain itu secara fungsi produk yang dihasilkan masih berupa produk kain panjang, baju kurung dan selendang yang penggunaannya masih terbatas. Oleh karena itu perlu dirancang suatu kegiatan pelatihan dan pembinaan mengenai desain produk dan pemasaran yang nantinya akan mendongkrak popularitas dari batik Nagari Tuo Pariangan. Untuk pemasaran perlu dirancang sistem pemasaran modern dengan membuat galeri khusus untuk mendisplay beragam produk yang dihasilkan. Pemasaran juga perlu didukung dengan sistem pemasaran Online. Hal ini bertujuan untuk memudahkan promosi.Kata kunci:  Batik, Desain Produk Dan Pemasaran
KERAJINAN RAJUT SEBAGAI PRODUK CENDRAMATA DI NAGARI TUO PARIANGAN Hanafi Hanafi; Suryanti Suryanti; Hendra Hendra
Jurnal Abdimas Mandiri Vol 4, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v4i1.1043

Abstract

Tujuan jangka panjang dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan potensi dari desa wisata Nagari Pariangan. Dengan banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung tentunya perlu didukung dengan kesiapan masyarakat untuk memaksimalkan potensi wisatawan yang ada. Tujuan khusus kegiatan adalah pembuatan souvenir khas Pariangan merupakan salah satu target yang harus dimaksimalkan sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat . Pelaksanaan kegiatan yang berkesinambungan  akan mengembangkan dan mempopulerkan kerajinan rajut handmade ke masyarakat di Sumatera Barat. Hal ini dikarenakan kerajinan rajut merupakan salah satu penggerak ekonomi kreatif yang tentunya bisa meningkatkan pendapatan dari masyarakat. Karena dengan memiliki kemampuan merajut, maka seorang pengrajin akan mampu menghasilkan uang sendiri tanpa harus bergantung ke orang lain. Target khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mempersiapkan kerajinan rumah rajut syafir menjadi salah satu usaha kriya yang bisa bersaing di Sumatera Barat. Apalagi kerajinan rajut masih belum populer di Sumatera Barat dibandingkan kriya tekstil lainnya seperti tenunan dan bordir.  Dengan meningkatnya popularitas kerajinan rajut Syafir tentunya juga akan meningkatkan taraf hidup pengrajin dan masyarakat sekitar. Dari pengumpulan data yang ada di lapangan nantinya diharapkan terpetakan masalah bentuk dan karakteristik kerajinan rajut syafir dan siap dikembangkan untuk mengantisipasi kebutuhan pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi dan pengamatan serta terjun langsung untuk mengumpulkan data di lapangan. Data ini nantinya akan diolah dan bedah dengan teori yang ada sehingga diperoleh gambaran untuk pengembangan kerajinan rajut itu sendiri. Akhirnya penelitian ini akan mendapatkan gambaran model dan kreasi yang nantinya bisa diterapkan oleh pengrajin untuk pengembangan produk kedepannya.Kata kunci : Kerajinan Rajut, Produk, Cendramata
KARAKTERISTIK MOTIF SULAMAN SELENDANG KOTO GADANG SUMATERA BARAT Hendra Hendra; Yuni Kartika Sari
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 10, No 2 (2021): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v10i2.27776

Abstract

Block printi This study aims to determine the characteristics of the motifs applied to the Koto Gadang shawl. Motive of “suji caia” that applied to Koto Gadang embrodery has specified characteristic that make it different from another palce shawl. This study uses a qualitative method with a form and structure theory approach to art. Data collection was carried out through literature study, observation, interview, anh documentation.The motifs applied to the shawl are flora and fauna motifs. Using the theory of arranging elements of fine art, so that the characteristic of the motif can be seen from the shape of the motif and the structure of the motif that is balanced. The distinctive motif of the Koto Gadang shawl is a floral motif called Botan and Chrysanthemum. The placement of flowers on the shawl is different from other areas which usually use a formal balance mirror or like glass, as well as well as the arrangement of flowers from small to large flowers.Keywords: shawl embroidered, motif, characteristics.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bentuk dan struktur motif yang diterapkan pada sulaman selendang Koto Gadang. Motif suji caia yang diterapkan pada Sulaman Koto Gadang memiliki karakteristik yang membedakannya dengan sulaman dari daerah lain.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori bentuk dan struktur seni rupa. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi.Motif yang diterapkan pada selendang berupa motif flora dan fauna. Menggunakan teori penyusunan unsur seni rupa, sehingga  ciri khas motif terlihat dari bentuk motif dan struktuf motif yang seimbang. Motif khas dari selendang Koto Gadang berupa motif flora yang bernama bunga Botan dan Krisan. Peletakkan bunga pada selendang berbeda dengan daerah lain yang biasanya menggunakan formal balance mirror atau seperti kaca, serta penyusunan bunga dari kecil ke bunga besar.Kata Kunci: sulaman selendang, motif, karakteristik. Authors: Hendra : Institut Seni Indonesia PadangpanjangYuni Kartika Sari : Institut Seni Indonesia Padangpanjang References:Canang. (1994). Tabloid Koto Gadang. Koto Gadang: _______.Garang, DT. (2019). Ragam hias Minangkabau. Padang: Pemprov Sumbar.Garang, DT. (2019). Sulam Bordir Sumatera Barat. Padang: Pemprov Sumbar.Ida, Y. (2009). No Titlepaduan Lengkap Sulam (Cetakan 1). Surabaya: Tiara Aksa.Juwita, N. (2019). Karakteristik Dan Makna Simbolik Masjid Muhammad Cheng Hoo. Makassar: Doctoral dissertation, Universitas Negeri Makassar.Kartika, D. S. (2004). Seni Rupa Modern (Cetakan 1). Bandung:  Rekayasa Sains.Miles, Mattew B. dan A. Michael Huberman. (1992). Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Method. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-metode Baru. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-PRESS).Moleong, Lexy J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosda Karya.Rahman, D., Efi, A., & Novrita, S. Z. (2015). Ragam Hias Suji Cair pada Sulaman Selendang Kotogadang Kabupaten Agam Sumatera Barat (Studi Kasus di Yayasan Amai Setia). E-Journal Home Economic and Tourism, 9(2), ____ .Sari, Yuni Kartika. (2020). " Motif Sulaman Selendang". Hasil Dokumentasi Pribadi: 10 Januari 2020, Koto Gadang.Sita, R. D., & Mity J. Juni. (2011). Sulam, Tenun, dan Renda Khas Koto Gadang. Jakarta: Dian Rakyat.Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suhersono, H. (2004). Desain Bordir Inspirasi Motif Bordir Cina. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.Sundari, Sri. (2000). Seni Ukir Pandai Sikek Dalam Masyarakat Minangkabau Yang Berubah. Yogyakarta: Tesis UGM.Suryabrata, S. (1983). Metodologi Penelitian. Jakarta: Grafindo Persada.Swastantika, Dyah. (2018). Bunga Krisan:Manfaat, Cara, Menanam, dan Perawatannya. https://www.homify.co.id/ideabooks. (diakses 01 Agustus 2020).Zulkarnaen, Y. (2006). Sulam Benang Motif Bunga (Pertama). Jakarta: Puspa Swara.
PELATIHAN RAJUT UNTUK SOUVENIR DI DESA WISATA KUBU GADANG Ferawati Ferawati; Hendra Hendra; Ahmad Akmal
Batoboh: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6, No 2 (2021): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v6i2.2061

Abstract

Pelatihan pembuatan masker dan aksesoris lain dengan teknik rajut di Desa Wisata Kubu Gadang adalah untuk memaksimalkan potensi desa wisata Kubu Gadang. Sebagai desa wisata, Kubu Gadang belum memiliki produk souvenir yang unik dank has. Padahal semenjak menjadi desa wisata, Kubu Gadang selalu ramai dikunjungi wisatawan baik dalam negeri ataupun manca negara. Ketika pandemi Covid-19 melanda, jumlah wisatawan yang datang mengalami kemerosotan. Namun setelah masa adaptasi kebiasaan baru yang dicanangkan oleh pemerintah dengan program 3M nya, maka secara berangsur-angsur Kubu Gadang mulai kembali ramai dikunjungi. Untuk itu perlu diadakan kegiatan pelatihan membuat masker dan beragam aksesoris dengan teknik rajut guna  meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Teknik rajut dipilih karena memiliki kelebihan antara lain bisa dikerjakan dimana saja dan kapan saja, serta tidak memerlukan peralatan yang mahal. Produk yang dihasilkan nantinya akan ditawarkan ke wisatawan yang datang guna mendukung program pemerintah memakai masker. Kegiatan pelatihan ini sangat menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Pelatihan yang ditujukan ke Pokdarwis Kubu Gadang, diharapkan memotivasi anggotanya untuk berkreasi menghasilkan souvenir khas Kubu Gadang. Teknik rajut juga bisa dikembangkan untuk menghasilkan beragam produk lainnya sesuai dengan kreativitas dari pembuatnya.
Pelatihan Desain Gerabah Dengan Teknik Batik DI SMKN 1 Kecamatan Luak Kabupaten 50 Kota Hendra hendra; Izan Qomarats; Sonia Rahayu
Batoboh: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5, No 2 (2020): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v5i2.1296

Abstract

 Pelatihan gerabah tradisional di Nagari Andaleh dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap produk budaya lokal. Selama ini belum tampak adanya generasi muda yang berminat untuk mengembangkan kerjinan gerabah tersebut. Jika hal seperti ini dibiarkan berlanjut, maka lama kelamaan gerabah di Andaleh bisa tinggal sejarah dan menghilang dipasaran. Untuk itu diperlukan suatu usaha untuk menggugah minat generasi muda terhadap gerabah di sekitar Andaleh. Salah satunya dengan pelatihan desain gerabah dengan motif batik di SMKN 1 Luak. Kegiatan pelatihan ini ditujukan untuk mempopulerkan gerabah tradisional yang dipadukan dengan motif batik kontemporer khas Minangkabau. Apalagi siswa dan siswinya merupakan calon praktisi seni dan teknologi yang disiapkan menjadi tenaga kerja. Mereka diharapkan  bisa ikut berpartisipasi mengembangakan gerabah tradisional Andaleh yang lokasinya tidak jauh dari sekolah tersebut dengan kreativitas yang dimiliki.. Motif tersebut selanjutnya dikreasikan dan dikembangkan untuk kemudian diaplikasikan pada produk gerabah yang dihasilkan masyarakat Andaleh. Dengan mengadakan pelatihan ini diharapkan dapat mengembangkan kerajinan gerabah tradisional dan motif batik khas Minangkabau kepada generasi muda. Selanjutnya kegiatan desain gerabah dengan motif batik ini juga bisa menjadi solusi bagi pengrajin gerabah dalam memasarkan produk gerabahnya yang selama ini dibuat tanpa hiasan.
EKSISTENSI TENUN SONGKET HALABAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Hendra Hendra; Dika Agustin
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 1 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i1.28908

Abstract

This study aims to determine the products produced by Halaban Puti Sariau songket weaving, the structure of the motifs, and the development of the placement of songket weaving motifs found in Halaban Puti Sariau songket weaving. This study uses a qualitative research method with a theoretical approach to form, structure, and development. Data was collected through literature study, observation, interviews, and documentation.The products that have been produced by Halaban Puti Sariau songket weaving are songket, scarves, songket bags, songket clothes, women's songket woven clothes, and woven scarves with a combination of embroidery and embroidery. The structure of the applied motifs is arranged vertically and horizontally, the typical songket woven from Halaban is metallic songket weaving. So that is what makes the difference between Halaban songket weaving and songket weaving from other regions. The development of the placement of motifs lies in the use of old motifs that apply several motifs in one songket woven cloth, then develop using only one kind of motif in the middle of the cloth.Keywords: songket weaving, structure, development.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui produk yang dihasilkan tenun songket Halaban Puti Sariau, struktur motif, serta perkembangan penempatan motif tenun songket yang terdapat di tenun songket Halaban Puti Sariau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori bentuk, struktur, dan perkembangan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Produk yang telah diproduksi tenun songket Halaban Puti Sariau berupa songket, selendang, tas songket, bahan baju songket, baju tenun songket wanita, dan selendang tenun dengan kombinasi sulam dan bordir. Struktur motif yang diterapkan tersusun secara vertikal dan horizontal, tenunan songket khas dari Halaban yaitu tenun songket metalik. Maka itulah yang menjadi pembeda antara tenun songket Halaban dengan tenun songket dari daerah lainnya, Perkembangan dari penempatan motif terletak pada penggunaan motif lama yang menerapkan beberapa motif dalam satu buah kain tenun songket, lalu berkembang dengan menggunakan satu macam motif saja pada bagian tengah kain.  Kata Kunci: tenun songket, struktur, perkembangan.  Authors:Hendra : Institut Seni Indonesia PadangpanjangDika Agustin : Institut Seni Indonesia Padangpanjang References:Garang, Dt., Dkk. (2019). Tenun Songket Sumatra Barat. Bekasi: CV. Sarana cipta Kreasi.Halimah, Siti. (2003). Tenun Siak Rahma di Kampung Rempak Kecamatan Siak Indrapura Kabupaten Siak Propinsi Riau (Skripsi).  Padangpanjang: Jurusan Kriya STSI Padangpanjang.Hospers, Jhon. (2018). Fisafat Seni The Philosophy of Art (Sebuah Pengantar Metodologi). Yogyakarta: Thafa Media.Kaelan. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta: Paradigma. Kartika, Dharsono Sony. (2004). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains._______.(2017). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains.Kartiwa, Suwati. (1989). Kain Songket Indonesia. Jakarta: Djambatan.Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT. Remaja Rosdakary.Malik, Abdul., dkk. (2004). Corak dan Ragi Tenun Melayu Riau. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.Rahmanita, Nofi. (2010). Tenun Songket.  Padangpanjang: Institut Seni Indonesia Padangpanjang.Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
MOTIF AKA CINO SAGAGANG PADA INTERIOR KELUARGA Doli Indra Hanafi; Rahmad Washinton; Hendra Hendra
Relief : Journal of Craft Vol 1, No 2 (2022): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.894 KB) | DOI: 10.26887/relief.v2i1.2589

Abstract

ABSTRACT Aka cino sagagang motive is one. On the motives applied to Rumah Gadang the motive of aka cino sagagang symbolize a determinate determination to achieves life,s goals this is line with the work to be made, namely the family is a place of basic education to foster personalities. The concept of creating this work departs from the farm of a motif that is stalized to adjust the field applied to the family interior. The theoretical basis used in the realization of this workis the theory used in the realization of this namely the theory of form, function, and aesthetics. The methods in the process of creating this work used the exsploration, design, and realization stages. The material us in the process of making this work is surian wood. The techniques used in making this work is the technique of carving and construction.The work created in three dimentions. This work has a practical and aesthetic function which is used as a disposable object in a family room which consists of a tv cabinet, bookcase, desk chair, display cabinet, and wall lamp.  ABSTRAK Motif aka cino sagagang merupakan salah satu motif yang diterapkan pada rumah Gadang. Motif aka cino sagagang melambangkan suatu tekad yang gigih dalam mencapai tujuan hidup, hal ini sejalan dengan karya yang akan dibuat yaitu interior keluarga, di mana keluarga menjadi tempat pendidikan dasar untuk membina kepribadian.Konsep penciptaan karya ini berangkat dari bentuk motif yang distilisasikan menyesuaikan bidang yang diterapkan pada interior keluarga. Landasan teori yang digunakan dalam perwujudan karya ini yakni teori  bentuk, fungsi, dan estetis. Metode dalam proses penciptaan karya ini menggunakan tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah kayu surian. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah teknik ukir dan kontruksi.Karya yang diciptakan berbentuk tiga dimensi.  Karya ini memiliki fungsi praktis dan estetis yang digunakan sebagai benda pakai dalam ruang keluarga yang terdiri dari kursi three seat, meja, rak buku, kabinet TV, lemari pajang, dan lampu dinding. 
EKSPRESI JAM GADANG GAYA ILUSI OPTIK PADA KRIYA LOGAM Alfian Nur; Sumadi Sumadi; Hendra Hendra
Relief : Journal of Craft Vol 1, No 1 (2021): Relief : Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.76 KB) | DOI: 10.26887/relief.v1i1.2172

Abstract

Jam Gadang is a historic clock tower building located in the city of Bukittinggi. Jam Gadang has several unique and historical journey that is characteristic. This paper contains the concept of metal craft creation with optical illusion art. The method of creating works of art exploration, design, and creation of artwork. Artworks were created as interior decoration. The result of the concept contains three artworks; "Tiga Zaman", "Ampek" and "Brillian". The all of artwork visualizes the uniqueness and historical values of Jam Gadang. ABSTRAKJam Gadang adalah sebuah bangunan menara jam bersejarah yang terletak di kota Bukittinggi. Jam Gadang memiliki beberapa keunikan dan perjalanan sejarah yang menjadi ciri khasnya. Makalah ini berisi tentang konsep kreasi kerajinan logam dengan seni ilusi optik. Metode penciptaan karya seni eksplorasi, desain, dan penciptaan karya seni. Karya seni diciptakan sebagai dekorasi interior. Hasil dari konsep tersebut memuat tiga karya seni; "Tiga Zaman", "Ampek" dan "Brilian". Semua karya seni memvisualisasikan keunikan dan nilai sejarah Jam Gadang.