Muhammad Amin
Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA BENGKULU Yuni Kartika; Henni febriawati; Muhammad Amin; Riska Yanuarti; Wulan Angraini
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i1.2674

Abstract

Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum. Bersadarkan survei pendahuluan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu saat ini sebagaian besar menggunakan air produksi dari Depot Air Minum (DAM) untuk dikonsumsi karena tidak perlu dimasak, harganya murah dan terdapat layanan jemput antar sehingga tidak perlu membeli langsung ke depot. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya pelaksanaan higiene sanitasi DAM dan kandungan mikrobiologi pada air minum. Jenis penelitian ini adalah kualitatif berupa deskriptif, menggunakan lembar kuesioner dari Permenkes RI No. 43 Tahun 2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Jumlah sumber informan pada penelitian ini sebanyak 7 DAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua DAM tidak memenuhi syarat kelaikan fisik dan pemeriksaan secara laboratorium menunukkan 2 DAM tidak memenuhi syarat karena ditemukan bakteri e.coli dan colifrom. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa aspek higiene sanitasi yang masih perlu diperhatikan seperti penjamah, air baku, air minum, dan sanitasi dasar belum tersedianya tempat pembuangan sampah, pembuangan air limbah yang tertutup dan tempat cuci tangan. Disarankan kepada masyarakat untuk membeli air minum dari depot air minum yang memenuhi syarat kesehatan dengan cara memperhatikan hasil uji laboratorium.
PENGARUH MASASE EFFLEURAGE ABDOMEN TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMP MUHAMMADIYAH TERPADU KOTA BENGKULU Fatsiwi Nunik Andari; Muhammad Amin; Yesi Purnamasari
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Dismenore adalah nyeri pada saat menstruasi. Nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi kerusakan. Salah satu tindakan non-farmakologi dalam menangani nyeri yaitu masase dengan tehnik masase effleurage yang aman dan dapat mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi masase effleurage pada siswi yang mengalami nyeri dismenore primer. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan desain pra-eksperiment dengan rancangan pretest-postest. Instrumen yang digunakan Numeric Rating Scale (NRS). Sampel diberikan terapi masase effleurage 3-5 menit selama 3 hari berturut-turut. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi masase effleurage dengan P value = 0,000. Simpulan: Dapat disimpulkan ada pengaruh terapi masase effleurage terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMP Muhammadiyah Terpadu Kota Bengkulu. Kata Kunci: Masase effleurage, skala nyeri, dismenore primer
Perkembangan Motorik Prasekolah antara Intervensi Brain Gym dengan Puzzle Panzilion Panzilion; Padila Padila; Gita Tria; Muhammad Amin; Juli Andri
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.586 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i2.1120

Abstract

This study aims to determine the Comparison of the Effectiveness of Brain Gym and Puzzle Playing Against the Development of Fine Motorcycles in Preschoolers in the Work Area of ​​the Basuki Rahmad Community Health Center in Bengkulu City. Quantitative research design using the Quasy Experiment design, two groups of pre-post tests equivalent without control design. The results of univariate analysis with brain gym intervention, from 15 respondents before the brain gym there were 9 children (60%) experienced deviant fine motor skills and after given 11 children therapy (73.3%) experienced normal fine motor skills. Whereas from the 15 respondents before intervening tubuzzle, there were 8 children (53.3%) having deviated fine motor skills and after being given a puzzle 15 respondents (100%) experienced normal fine motor skills. The bivariate results of Wilcoxon test have the effect of brain gym with p-value = 0,000 and puzzle with p-value = 0.001 in the development of fine motor in preschool children. Mann Whitney test results obtained p-value = 0.005. Conclusion, playing puzzles was more effective in the development of fine motor skills of preschoolers in the Basuki Rahmad Community Health Center in the City of Bengkulu. Keywords: Brain gym, Motor, Preschool, Puzzle
Pengalaman Perawat yang Mengalami Tindak Kekerasan oleh Klien Skizofrenia Muhammad Amin; Susilawati Susilawati; Wulan Angraini
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.628 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2344

Abstract

This study aims to determine how the experience of nurses who experience acts of violence by schizophrenic clients. The type of research used in this research is qualitative, which intends to explain and provide understanding and interpretation of various behaviors and experiences of humans (individuals) in multiple forms. The study results produced several themes, namely the form of violence, the condition of the patient, preventive measures, the state of the nurse when receiving violence, the health condition of the nurse, and the time the patient was angry. In conclusion, the violence experienced by nurses was being hit, pulled, thrown using a food holder, and spat on. The patient's condition who commits acts of violence is that the patient's hallucinations are occurring, the patient is unstable, and the medicine is not taken. Keywords: Nurse Experience, Schizophrenia, Violence
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LOYALITAS PERAWAT RSUD HASANUSIN DAMRAH KABUPATEN BENGKULU SELATAN Muhammad Amin
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i01.231

Abstract

ABSTRAKSPeran tenaga perawat dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan sangatlah penting.  Tenaga perawat relatif lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya, maka wajarlah jika loyalitas kerja perawat sangat berperan untuk menjadi penentu bagi citra rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor pemberian kesejahteraan, faktor fasilitas kerja dan suasana kerja mempengaruhi loyalitas perawat RSUD Hasanudin Damrah Kabupaten Bengkulu Selatan.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei, penelitian ini dilaksanakan pada 12 Agustus – 12 September 2016 RSUD Hasanudin Damrah Kabupaten Bengkulu Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 105 orang, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 51 orang perawat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tunjangan kesejahteraan  berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas kerja perawat dengan nilai koefisien sebesar 6.332 (0,012 < 0,05). Penyedian fasilitas kerja tidak berpengaruh terhadap loyalitas kerja perawat. Suasana kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas kerja perawat dengan nilai koefisien sebesar 8.430 (0,004 < 0.05) dan merupakan faktor yang paling besar berpengaruh terhadap loyalitas kerja perawat. Saran, diperlukan evaluasi terhadap fasilitas perawat saat ini, jika perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Kata Kunci : Loyalitas Perawat, Tunjangan Kesejahteraan, Fasilitas Kerja, Suasana Kerja
ANALISIS PELAYANAN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Muhammad Amin; Oktarianita Oktarianita; Wiwin Elamnisa
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.636

Abstract

ABSTRAK Pelayanan hemodialisa merupakan pengalihan darah pasien dari tubuh melalui dialiser secara difusi dan ultrafiltrasi.Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah pasien yang berobat di ruangan hemodialisa dari bulan Mei – Desember 2018 sebanyak 39 pasien. Tujuan penelitian menganalisis pelayanan hemodialisa di rumah sakit umum daerah harapan dan doa kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dilakukan di RSUD HD Kota Bengkulu pada bulan juni 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap kepala unit hemodialisa, penanggung jawab promosi pelayanan hemodialisa, 2 perawatan hemodialisa, dan 3 orang keluarga pasien serta  menggunakan  observasi  dan  dokumentasi.  Analisis  data  dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pelayanan hemodialisa terdiri dari  ruangan  yang nyaman, memiliki  ruang sterilisasi,  ruangan  dengan kapasitas 10 mesin dialisis.Persyaratan peralatan terdiri dari 10 mesin dialisis, kurangnya alat-alat yang digunakan dalam promosi, fasilitas AC, TV, dan Wifi, pemberian erythropoietin.Persyaratan ketenagaan terdiri dari kurangnya tenaga medis yang bersertifikat hemodialisa.  Disimpulkan  bahwa  pelayanan hemodialisa di RSUD HD Kota Bengkulu berjalan sesuai dengan kebijakan yang ada, hanya saja kurangnya tenaga medis yang bersertifikat pelatihan hemodialisa.Perlunya keikutsertaan tenaga medis dalam pelatihan hemodialisa, sarana dan prasaran pelayanan hemodialisa dan peralatan hemodialisa.
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK PRASEKOLAH DENGAN BERMAIN PLASTISIN Muhammad Amin; Susilawati .; Candra Hatta
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i1.757

Abstract

Bermain plastisin bagi anak usia dini mempunyai banyak manfaat, salah satunya yaitu meningkatkan kreativitas anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain plastisin terhadap tingkat kreativitas anak prasekolah di PAUD Anak Cemerlang Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian “one group pre test and post test design”, sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 anak, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling.Hasil penelitian Analisis univariat menunjukkan tingkat kreativitas anak prasekolah sebelum diberikan terapi bermain plastisin 9 orang anak mulai berkembang dan 6 orang anak berkembang sesuai harapan. Tingkat kreativitas anak setelah diberikan terapi bermain plastisin menjadi 14 orang anak berkembang sesuai harapan dan 1 orang anak berkembang sangat baik. Rata-rata tingkat kreativitas sebelum diberikan terapi bermain plastisin adalah 47,83 dengan standar deviasi 4,21. Rata-rata tingkat kreativitas setelah diberikan terapi bermain plastisin terjadi peningkatan kreativitas sebesar 57,97 dengan standar deviasi 7,12. Analisis bivariat dengan uji t-dependent didapatkan p-value = 0,000.Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh bermain plastisin terhadap tingkat kreativitas anak prasekolah di PAUD Anak Cemerlang Kota Bengkulu. Diharapkan pihak sekolah dapat melanjutkan bermain plastisin dengan berbagai variasi di PAUD Anak Cemerlang untuk meningkatkan kreativitas anak prasekolah
EVALUASI FASILITAS SANITASI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR (SD) DI KECAMATAN RATU AGUNG KOTA BENGKULU Muhammad Amin; Nopia Wati; Sari Putri
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 16 No. 2 (2021): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v16i2.1855

Abstract

ABSTRAK Sanitasi lingkungan sekolah merupakan upaya pengendalian dan pengawasan terhadap faktor lingkungan fisik sekolah. Indikator sanitasi lingkungan sekolah terdiri dari : fasilitas air bersih, fasilitas jamban, fasilitas saluran pembuangan air limbah, fasilitas tempat pembuangan sampah, dan fasilitas cuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi fasilitas sanitasi lingkungan yang dimiliki Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019. Penelitian dilakukan di semua Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Populasi penelitian terdiri dari 16 Sekolah Dasar. Jumlah sampel penelitian sebanyak 16 Sekolah Dasar yang diambil dengan teknik total sampling.  Hasil penelitian menunjukan bahwa 15 (93,8%) Sekolah Dasar memiliki fasilitas air bersih memenuhi syarat kesehatan, 15 (93,8%) Sekolah Dasar dengan fasilitas jamban tidak memenuhi syarat kesehatan, 16 (100%) Sekolah Dasar dengan fasilitas saluran pembuangan air limbah memenuhi syarat kesehatan, 7 (43,8%) Sekolah Dasar dengan fasilitas tempat pembuangan sampah tidak memenuhi syarat kesehatan, 14 (87,5%) Sekolah Dasar memiliki fasilitas cuci tangan yang tidak memenuhi syarat kesehatan, dan 8 (50%) Sekolah Dasar dengan sanitasi lingkungan tidak memenuhi syarat kesehatan. Disarankan kepada pihak sekolah untuk dapat bekerjasama dengan sektor terkait dalam usaha melengkapi dan memperbaiki indikator sanitasi lingkungan yang belum memenuhi syarat kesehatan, hal tersebut sangat dibutuhkan karena menyangkut kesehatan siswa. Kata Kunci      :           Fasilitas, Sanitasi Lingkungan, Sekolah Dasar
PENGARUH EDUKASI PENGETAHUAN TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENTRUASI PADA REMAJA PUTRI DENGAN METODE CERAMAH DI RT 11 KELURAHAN CEMPAKA PERMAI KOTA BENGKULU Suci Pitria Sari; Muhammad Amin; Bintang Agustina Pratiwi
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 16 No. 2 (2021): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v16i2.1984

Abstract

Kebersihan diri saat menstruasi merupakan area yang sangat sensitif dan mudah terinfeksi saat menstruasi karena kuman mudah masuk dan menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain pre test post test. Populasi 25 anak perempuan yang sudah menstruasi di RT 11 Kelurahan Cempaka rawa Kota Bengkulu dengan teknik uji t uji t berpasangan (paired t test). Variabel bebas pendidikan kesehatan dan variabel terikat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket, pengolahan data, editing, coding, scoring dan tabulating, serta dianalisis uji statistik dengan hasil < α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan personal hygiene saat menstruasi sebelum pendidikan memiliki pengetahuan kurang dengan nilai rata-rata 10,88 (57%) setelah diberikan pendidikan, pengetahuan responden meningkat menjadi cukup tahu dengan nilai rata-rata 13,28 atau 70% yang berarti pengetahuan responden meningkat menjadi Cukup Tahu. Berdasarkan hasil uji statistik Shapiro Wilk diperoleh nilai p = 0,000 < α 0,05 yang berarti H1 diterima.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Karyawan Penunjang Medis dan Non Medis Muhammad Amin; Septi Puspita Sari; Abdul Rachman
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v1i1.519

Abstract

This study aims to determine the factors related to the work discipline of medical and non-medical support employees of the Soeprapto Mental Hospital, Bengkulu Province in 2017. This type of research is a quantitative study with a cross sectional research design. The results of statistical tests show that the relationship between exemplary leadership and work discipline p-value 0.016, the relationship between remuneration for work discipline p-value 0,000, the relationship between penalties for work discipline with a p-value of 0.009 while job objectives p-value of 0.390 and ability employees with a p-value of 0.375. In conclusion, there is a significant relationship between exemplary leaders, remuneration and penalties for work discipline. There is no significant relationship between job goals and employee abilities with the work discipline of medical and non-medical support employees at Soeprapto Mental Hospital, Bengkulu Province. Keywords: Remuneration, Work Discipline, Exemplary Leaders, Punishment Sanctions