Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STUDI TENTANG PEWARNAAN ALAM BATIK STUDI KASUS DI RUMAH BATIK KRINOK KECAMATAN RANTAU PANDAN KABUPATEN MUARA BUNGO JAMBI Euis Yuliana; Adriani Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 1 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i1.32889

Abstract

This research is about natural coloring in batik at Krinok Batik House, Muara Bungo Regency. The advantages of natural dyes lie in the results of soft colors and are environmentally friendly. Each natural material produces a different color with the color direction determined by the mordant used. Krinok batik house uses natural materials in the form of leaves behind the wind, tingi bark, and tegeran wood. The purpose of the study was to describe natural color materials, techniques for making natural color extracts, batik coloring techniques with natural dyes, the results of natural batik colors at the Krinok batik house, Muara Bungo Regency. This research method is qualitative. The types of data are primary and secondary. The informant, the owner and craftsman of the Krinok Batik House, found 7 people. Data was collected by using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique was carried out with an interactive model related to the problems of data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results of the study are natural materials that the authors examine there are 3 types including tegeran wood, sebalik wind leaves, and tingi bark. Previously, no one had researched the leaves behind the wind as a natural dye for batik. The process of extracting color by preparing tools and materials, weighing natural ingredients, then adding soda ash which serves to sharpen the color during the manufacturing process. Then the filter material and the dyeing process of the cloth are soaked in TRO first, then with natural dyes, then fixed with whiting. The color results produced by the leaf extract of Sebalik Angin: Light Golden Yellow, Paris Daisy Yellow tegeran wood, Sandy Brown high bark.Keywords: natural coloring, batik, krinok batik. AbstrakPenelitian ini tentang pewarnaan alam pada batik, di Rumah Batik Krinok Kabupaten Muara Bungo. Kelebihan pewarna alam terletak pada hasil warna lembut serta ramah lingkungan. Setiap bahan alam menghasilkan warna yang berbeda dengan arah warna ditentukan oleh mordan yang digunakan. Rumah batik krinok menggunakan bahan alam berupa daun sebalik angin, kulit kayu tingi, dan kayu tegeran. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bahan warna alam, teknik pembuatan ekstrak warna alam, teknik pewarnaan batik dengan pewarna alam, hasil warna alam batik di rumah batik Krinok Kabupaten Muara Bungo. Metode penelitian ini kualitatif. Jenis datanya adalah primer dan sekunder. Informan ialah pemilik dan pengrajin Rumah Batik Krinok berjumlah 7 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif yang berkaitan dengan permasalahan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu bahan alam yang penulis teliti ada 3 jenis diantaranya kayu tegeran, daun sebalik angin, dan kulit kayu tingi. Sebelumnya belum ada yang meneliti daun sebalik angin sebagai pewarna alam batik. Proses ekstrak warna dengan cara menyiapkan alat dan bahan, menimbang bahan alam, kemudian ditambahkan soda abu yang berfungsi untuk mempertajam warna saat proses pembuatan. Lalu bahan direbus disaring dan didinginkan. Proses pencelupan kain direndam TRO lebih dahulu, kemudian dengan zat warna alam, selanjutnya difiksasi dengan kapur sirih. Hasil warna yang dihasilkan ekstrak daun sebalik angin : Light Golden Yellow, kayu tegeran Paris Daisy Yellow, kulit kayu tingi Sandy Brown.Kata Kunci: pewarnaan alam, batik, batik krinok. Authors:Euis Yuliana: Universitas Negeri PadangAdriani: Universitas Negeri Padang References:Andriani, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Perbedaan Mordan Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn) Dan Jeruk Purut (Citrus Histrix) Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma Candidium D. Don) Pada Bahan Sutra. Journal of Home Economics and Tourism, 12(2), 68-85. https://media.neliti.com/media/publications/71872-ID-none.pdfDewi S. I. M. Ardana, M & Rijai L. (2016). Kandungan Metabolite Sekunder dan Uji Aktivitas Daun Pila-Pila (Mallotus Paniculatus) In Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 20(4), 344-350. https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/203Fakhrikun. (2018).  Kearifan Lokal Motif Batik Semarang Sebagai Ide Dasar Model Kreatif Desain Kaus Digital Printing. Teknobuga: Jurnal Teknologi Busana dan Boga, 6(1). 16-34. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/teknobuga/article/view/16669Farida, R., & Nisa, F. C. (2014). Ekstraksi Antosianin Limbah Kulit Manggis Metode Microwave Assisted Extraction (Lama Ekstraksi Dan Rasio Bahan: Pelarut). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(2),362-373. https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/152/161Fitriana, L., & Adriani, A. (2019). Perbedaan Hasil Pencelupan Bahan Linen Dan Katun Pada Zat Warna Alam Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) Dengan Mordan Air Kelapa. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 155-159. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/12981Sugiono. (2020). Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif, Kuantitaif R&D dan penelitian pendidikan. Bandung: Alfabet.
KESESUAIAN POLA KEMEJA PRIA SISTEM ALDRICH TERHADAP PRIA BERTUBUH IDEAL INDONESIA Rosi Rizki Fadillah; Adriani Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2019): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v8i1.12753

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk mendeskripsikan kelemahan, cara memperbaiki, serta kesesuaian pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia. Metode penelitian menggunakan penelitian terapan. Teknik analisa data menggunakan statistik deskriptif berupa perhitungan rumus persentase menggunakan microsoft excel.  Objek penelitian yaitu pola kemeja pria sistem Aldrich yang diuji cobakan pada pria bertubuh ideal Indonesia, dengan tinggi 170 cm, berat 63 kg. Dinilai oleh 5 orang panelis yang ahli dibidang pola busana pria. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner/angket memakai skala likerts. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia, mempunyai 5 kelemahan berdasarkan penilaian dari 5 orang panelis diantaranya yaitu: 1) lingkar dada berlebih 3 cm, 2) lebar punggung berlebih 2,5 cm, 3) panjang kemeja kurang 5 cm, 4) lingkar kerung lengan berlebih 2,5 cm, 5) lingkar ujung lengan berlebih 2,5 cm. Cara memperbaikinya yaitu: 1) lingkar dada dikurangi 3 cm pada sisi kiri dan kanan, 2) lebar punggung dikurangi 2,5 cm pada sisi kiri dan kanan, 3) panjang kemeja ditambah 5 cm, 4) lingkar kerung lengan dikurangi 2,5 cm, 5) lingkar ujung lengan dikurangi 2,5 cm. Kesesuaian didapat dengan mencocokkan hasil dari kelemahan dan cara perbaikan pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia.Kata Kunci: kesesuaian, kemeja, aldrich, pria ideal.AbstractThe purpose of this study is to describe the weaknesses, how to improve, and the suitability of Aldrich's men's shirt pattern towards ideal Indonesian male posture. The method uses applied study. The data analysis was performed using descriptive statistics in the form of calculating formula percentages using Microsoft Excel. The object of this study was the Aldrich’s men shirt pattern which were tested on an ideal Indonesian male posture, with a height of 170 cm, weight of 63 kg. Judged by 5 panelists who are experts in men's clothing. The study instrument was a questionnaire / questionnaire using the Likerts scale. The results showed that the Aldrich’s men shirt pattern towards an ideal Indonesian male posture had 5 weaknesses based on the assessment from 5 panelists which were : 1) chest circumference over 3 cm, 2) back width over 2.5 cm, 3) shirt length less 5 cm, 4) sleeve circumference over 2.5 cm, 5) arm tip circumference over 2.5 cm. How to improve it are: 1) chest circumference shortened by 3 cm on the left and right side, 2) Back width shortened by 2.5 cm on the left and right side, 3) Shirt length extended by 5 cm, 4) Sleeve circumference shortened by 2.5 cm , 5) arm tip circumference shortened by 2.5 cm. The suitability is obtained by matching the results of the weaknesses and how to improve Aldrich's men shirt pattern towards ideal Indonesian male posture..Keywords: suitability, shirt, aldrich, ideal man.
STUDI TENTANG MOTIF DAN PEWARNAAN BATIK CAP DENGAN ZAT PEWARNAAN ALAM DI RUMAH BATIK DEWI BUSANA KECAMATAN LUNANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Nia Kamala; Adriani Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 2 (2019): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v8i2.14703

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan di Rumah Batik Dewi Busana yang berlokasi di Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan memiliki ciri khas bentuk motif yang mengangkat kenanekaragaman alam dan budaya daerah pesisir selatan, serta menggunakan zat pewarna alam sebagai bahan baku dalam proses pewarnaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk motif dan proses pewarnaan batik cap dengan zat warna alam. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan  teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan meliputi: pimpinan dan beberapa orang pengrajin yang mengetahui tentang motif batik dan pewarnaan batik cap di Rumah Batik Dewi Busana. Selanjutnya data dikaji dan dianalisa dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi terhadap pimpinan. Hasil penelitian diketahui bahwa: Nama motif yang di produksi di Rumah Batik Dewi Busana  adalah motif tanah liek pasisia dan motif mande rubiah. Pada motif ini terinspirasi dari keanekaragaman alam dan kebudayaan daerah pesisir selatan. Rumah Batik Dewi Busana dalam pewarnaan menggunakan zat warna alam dari ekstrak tanaman gambir yang berasal dari daun dan ranting dengan memakai fiksasi tawas, kapur, dan tunjung.Kata Kunci: motif batik cap, proses pewarnaan.AbstractThis research was conducted at the batik house Dewi Busana located in the district Lunang districts Pesisir Selatan has a characteristic from of motif that elevates the diversity of natural and regional cultures pesisir selatan, and uses natural dyes as raw materials in the coloring process. This study aims to describe the shape of the motif and the coloring process of printed batik with natural dyes. This research method uses a type of qualitative descriptive research. Data collection is done by using observation, interview, anda documentation techniques. In this study the informants included:leaders and some craftsmen who knew about batik motifs and coloring of batik in house batik Dewi Busana. Then the data were reviewed and analyzed by steps of data reduction, data presentation, conclusion drawing, data validity carried out by triangulation of the leadership. The results of the study revealed that: the name of th motif produced at the house batik Dewi Busana is the land motif tanah liek pasisia and the motif of the mande rubiah. On this motif inspired by the diversity of nature and regional culture pesisir selatan. The house batik Dewi Busana in coloring uses natural dyes from gambir plant extracts derived from leaves and twigs using alum, lime, and tunjung fixation.  Keywords: stamped batik motif, coloring process.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBUATAN KANTONG PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI BUSANA JURUSAN IKK FPP UNP Fadilla Fitri; Adriani Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2019): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v8i1.12799

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menghasilkan media berbentuk modul pembelajaran yang valid dan praktis yang dapat membantu mahasiswa dalam pembelajaran Teknologi Busana khususnya Teknik Pembuatan Kantong. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau research and development yaitu motode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kelayakan produk terserbut. Prosedur pengembangan menggunakan model 4D. Karena keterbatasan peneliti maka penelitian ini hanya sampai tahap develop saja. Modul ini diuji validitas nya oleh 2 orang ahli media dan 2 orang ahli materi. Uji praktikalitas dilakukan pada mahasiswa S1 Tata Busana angkatan 2018 dengan jumlah 30 orang. Teknik analisis data menggunakan presentase. Berdasarkan hasil penelitian, uji validitas dilakukan kepada validator memperoleh skor 81,14% dengan kategori sangat valid. Sedangkan hasil uji praktikalitas yang dilakukan kepada dosen dan mahasiswa diperoleh 88,07% dengan kategori sangat praktis. Modul ini berada dalam kriteria layak digunakan sebagai media pembelajaran mata kuliah Teknologi Busana.Kata Kunci: modul, media pembelajaran, teknologi, busana.AbstractThis research aims to produce valid and practical learning media in the form of learning modules that can help students in learning Fashion Technology, especially in Sewing Pocket Techniques. This research is research and development, the research method used to produce certain products and test the expedience of these products. The development procedure uses a 4D model. Because of the limitations of the researchers, this study only reached the develop stage. This module is tested for its validity by 2 media’s experts and the subject’s experts. Practical tests are carried out on 2018 Bachelor of Fashion students with 30 people. Data analysis techniques use percentages. Based on the results of the study, the validity test performed on the validator scored 81.14% with a very valid category. While the results of practical tests conducted to lecturers and students obtained 88.07% with very practical categories. This module is in the proper criteria to be used as a learning media for Fashion Technology courses. Keywords: module, learning media, technology, clothing.
PEWARNAAN BATIK ZAT SINTETIS DI RUMAH BATIK PANDAN MANGURAI KOTA SUNGAI PENUH Trisna Aprilia; Adriani Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 1 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i1.29839

Abstract

This study uses synthetic dyes in the dyeing process of synthetic dye batik in Sungai Penuh City (Case Study at Rumah Batik Pandan Mangurai). The purpose of this study is to describe the recipe and process of batik coloring at Rumah Batik Pandan Mangurai. This research method is descriptive qualitative method, primary data with secondary data, research informants batik business owners and workers at Rumah Batik Pandan Mangurai. The instrument in the researcher's own research, which uses an observation guide, an interview guide, a documentation guide then the equipment used is a recording (camera). The validity of the data was obtained through careful observation, and trigulation. The data were analyzed using data reduction, data presentation and gathering conclusions. The conclusion is the research on recipes and dyeing techniques used at Rumah Batik Pandan Mangutai with a vlot of 1:20 and the dye used is 5gr per 200 gr of fabric. Using 5000 ml of water for the dye used in this batik coloring technique using naptho, indigosol and remasol dyes. And using TRO to remove the starch on the cloth so that the color results are perfect. The coloring technique used is the dyeing technique, which is repeated as desired. Keywords: recipes, techniques, batik synthetic substances. AbstrakPenelitian ini pewarnaan Batik Zat Sintetis di Kota Sungai Penuh (Studi Kasus di Rumah Batik Pandan Mangurai)  menggunakan pewarna sintetis pada proses mewarnai kain batik  pewarna sintetisnya terdiri dari zat pewarna napthol, zat pewarna indigosol, dan zat pewarna remasol. Tujuan dari penelitian ini guna mendiskripsikan resep dan proses pewarnaan batik di Rumah Batik Pandan Mangurai. Metode penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif, data primer dengan data sekunder, informan penelitian pemilik usaha batik dan pekerja di Rumah Batik Pandan Mangurai. Instrumen pada penelitian peneliti sendiri, yang menggunakan panduan obesrvasi, panduan wawancara, panduan dokumentasi kemudian peralatan yang digunakan ialah perekaman (kamera). Keabsahan data didapatkan melalui telitian pengamatan, dan trigulasi. Data dianalisis memakai reduksi data, penyajian data serta pengumpulan kesimpulan. Kesimpulan yang penelitian  resep dan teknik pewarnaan yang digunakan di Rumah Batik Pandan Mangutai dengan vlot 1:20 dan zat pewarna yang digunakan yaitu 5gr per 200 gr kain. Menggunakan 5000ml air untuk zat pewarna yang pakai pada teknik pewarnaan batik ini dengan menggunakan zat warna naptho, indigosol dan remasol. Dan menggunakan TRO untuk menghilangkan kanji yang ada dikain agar hasil warnanya sempurna.Teknik pewarnaan yang digunakan menggunakan teknik celup, yang dilakukan berulang-ulang sesuai dengan keinginan.Kata Kunci: resep, teknik, batik zat sintetis. Authors:Trisna Aprilia: Universitas Negeri PadangAdriani: Universitas Negeri Padang References:Barcode, T. S. (2010). Batik. Jakarta: PT. Niaga Swadaya.Chatib, Winarni. (1980). Pengetahuan Bahan Tekstil 1. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidkan Menengah Kejuruan.Herina, Sri  and Yuniasari, Dwi. (2013). Pewarnaan. Jakarta: PT. Niaga Swadaya.Noor, F. (2007). Teknologi Tekstil dan Fashion. Yogyakarta: UNY Press.Ramanto, Muzni. (2007). Pengetahuan Bahan Seni Rupa  Dan Karya. Padang: UNP Press.Setiawati, P. (2004). Kumpas Tuntas Teknik Proses Membatik . Yogyakarta: Absolut.Soermarjadi, dkk. (1992). Pendidikan Keterampilan. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.Sunarto. (2008). Teknologi Pencelupan Dan Pengecapan Jilid III. Jakarta: Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.Tejahjani, I. (2013). YUk, Membatik!. Jakarta: Esensi. 
PENGEMBANGAN MODUL PENYELESAIAN GARIS LEHER PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI BUSANA JURUSAN IKK FPP UNP Vina Mayangsari; Adriani Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2019): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v8i1.12779

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membuat media pembelajaran berupa Modul Penyelesaian Garis Leher pada jurusan IKK FPP UNP. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat kelayakan dari validitas dan praktikalitas modul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Proses dalam penelitian ini meliputi define, design dan develop. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah observasi dan angket, yang dimana data didapatkan dari uji validitas, dan uji praktikalitas dari dosen Pembina mata kuliah dan mahasiswa. Hasil dari penelitian ini yaitu hasil uji validitas didapatkan skor 87.1% dengan kategori sangat valid. Uji praktikalitas didapatkan skor 85.6% dengan kategori sangat praktis. Dapat disimpulkan bahwa Modul Penyelesaian Garis Leher ini dapat dikategorikan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada Mata Kuliah Teknologi Busana.Kata Kunci: media pembelajaran, busana, garis leher.AbstractThis research aims to produce an instructional media Neckline Finishing Module at IKK FPP UNP. This research also aims to know about advisability of validity and practicality of the module. This research was conducted using Research and Development (R&D). The method of this research include define, design and develop. The technique of accumulation data were observation and questionnaire, which the data was from validity test, practicality test of both small and large group of college student and also practicality test of advisor of Fashion Technology course subject. The result of this research show that from the validity of module score 87.1%  which categorized as very advisability. Practicality test of module score 85.6% which categorized as very practical. So we can conclude that Neckline Finishing Module can be categorized as very advisable to use as instructional media at Fashion Technology subject. Keywords: instructional media, fashion, neckline.
STUDI BATIK TANAH LIEK KOTA PADANG (Studi Kasus di Usaha Citra Monalisa) Nana Oktora; Adriani Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2019): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v8i1.12879

Abstract

AbstrakMasalah dalam penelitian ini yaitu Batik Tanah Liek Citra Monalisa mengangkat dan mengembangkan kembali Batik Tanah Liek yang dulu sempat punah dengan cara membuat kembali motif-motif yang memang sudah menjadi ciri khas dari  Minangkabau. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan tentang bentuk motif Batik Liek Citra Monalisa. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data berupa data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknikanalisa data dilakukan model interaktif yang berkaitan dengan pokok permasalahan yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Motif  Tanah Liek  Citra Monalisa dianataranya motif alam benda meliputi motif Rumah Gadang, Jam Gadang, Tabuik, Kapal Malin Kundang dan Rangkiang.  Motif flora meliputi motif Sirih Gadang, Bungo Melati dan Bungo Rayo. Motif fauna meliputi motif Kabau Padati dan Burung Hong.Kata Kunci: motif batik, tanah like.AbstractThe problem in this study is the Citra Liek Batik Monalisa raised and redeveloped the Tanah Liek Batik which used to be extinct by making motifs that had become the hallmark of Minangkabau. The aim of the study was to describe the shape of the Batik Liek Citra Monalisa motif. The method of research uses a qualitative descriptive method. Types of data in the form of primary and secondary data. The technique of collecting data through observation, interviews and documentation. Techniques of data analysis carried out interactive models related to the subject matter, namely by data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study were the Monalisa Image Liek Motif, which included natural motifs of objects including the motifs of the Gadang House, Gadang Clock, Tabuik, Malin Kundang Ship and Rangkiang. Flora motifs include Sirih Gadang motifs, Bungo Melati and Bungo Rayo. The fauna motif includes the Kabau Padati and Hong Bird motifs.  Keywords: batik motif, liek soil.  
Development of 3D Design Tutorial Video for Clothing Shape Visualization Puji Hujria Suci; Reni Fitria; Adriani Adriani; Sri Zulfia Novrita
JURNAL PENDIDIKAN DAN KELUARGA Vol 13 No 02 (2021): Jurnal Pendidikan dan Keluarga
Publisher : Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpk/vol13-iss02/985

Abstract

This research was the development of a video tutorial for making 3D fashion designs using Marvelous Designer Software which aims to visualize the shape of clothing in real terms. Based on observations, during the fashion practice lectures, students have difficulty understanding the shape of clothing and the fall of fabric in a 2D design, students have not been equipped with knowledge of 3D design making in practical fashion courses. Based on the problems found in the field, research was carried out on the development of learning media in the form of video tutorials for making 3D fashion designs using Marvelous Designer software to visualize the shape of clothing in children's fashion production courses so that students have the ability to make designs and are able to present the shape of clothing and the fall of the fabric used. will be made in 3D. This study uses the 4D Research And Development Model (Define, Design, Develop, Disseminate). The validation of this tutorial video media product was carried out by involving 2 Media Expert validators and 2 Material content validators. This study involved 30 IKK FPP UNP students who took the Children's Clothing Production course.
PERBEDAAN TEKNIK MORDANTING TERHADAP HASIL PENCELUPAN BAHAN KATUN PRIMISIMA MENGGUNAKAN WARNA ALAM EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DENGAN MORDAN KAPUR SIRIH Khusnia Zulikah; Adriani Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2019): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v8i1.13179

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: 1) nama warna (hue) 2) gelap terang warna (value) 3) kerataan warna dan 4) perbedaan yang dihasilkan pada pencelupan bahan mori primisima menggunakan warna alam ekstrak daun lamtoro (leucaena leucocephala) dengan mordan kapur sirih sirih. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperiment. Data yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 15 orang panelis, kemudian data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan bantuan SPSS (Statistikal Product and Service Solution) versi 16.0 dengan memakai rumus uji friedman K-related sample. Warna yang dihasilkan dengan teknik Pra-mordanting adalah Golden Sundance dengan volume terang dan kerataan warna sangat rata, Mordanting simultan (meta) adalah Golden Sundance dengan volume cukup terang dan kerataan warna cukup rata dan dengan teknik post-Mordanting adalah Golden rod dengan volume kurang terang dan kerataan warna sangat rata. Hasil analisis data yang diperoleh dari uji Friedman K-relatif sample untuk gelap terang warna (value) data yang diperoleh signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 = Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap gelap terang warna (value) akibat perbedaan teknik mordanting. Pada kerataan warna data yang diperoleh adalah 0,001 < 0,05 =Ho ditolak. Artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan akibat penggunaan teknik mordanting.Kata Kunci: mordanting, lamtoro, kapur sirih.AbstractThis study aims to describe: 1) the name of color (hue) 2) the darkness of color (value) 3) the uniformity of color and 4) the differences produced in dyeing the material of primisima using natural color leaves extract of lamtoro (leucaena leucocephala) with mordan lime betel betel This research is a Experiment. The data used are primary data sourced from 15 panelists, then the collected data is processed and analyzed with the help of SPSS (Statistikal Product and Service Solution) version 16.0 using the K-related sample friedman test formula. The color produced by the Pre-mordanting technique is the Golden Sundance with bright volume and very flat evenness, Mordanting simultan (meta) is a Golden Sundance with a fairly bright volume and fairly flat evenness and with post-Mordanting technique is a Golden rod with less bright volume and the color evenness is very flat. The results of data analysis obtained from the Friedman K-relative sample for dark colors (value) data obtained significance 0,000 <0.05 = Ho rejected, meaning that there is a significant effect on dark bright color (value) due to differences in mordanting techniques. On the color flatness of the data obtained 0.001 <0.05 = Ho is rejected. This means that there is a significant effect due to the use of mordanting techniques.Keywords: mordanting, lamtoro, betel lim.
PERBEDAAN HASIL PENCELUPAN BAHAN LINEN DAN KATUN PADA ZAT WARNA ALAM EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (Theobroma Cacao L.) DENGAN MORDAN AIR KELAPA Lusi Fitriana; Adriani Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2019): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v8i1.12981

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nama warna, gelap terang warna dan kerataan warna pada bahan linen dan katun menggunakan ekstrak kulit buah kakao dengan mordan air kelapa. Penelitian ini penelitian eksperimen. Hasil nama warna pada pencelupan bahan linen tanpa mordan menghasilkan nama warna Amaranth Pink , warna sangat terang dan kerataaan kategori rata, nama warna pada pencelupan bahan katun tanpa mordan menghasilkan nama warna  Salmon Pink Darke, warna cukup terang dan kerataaan kategori cukup rata, nama warna pada pencelupan bahan linen menggunakan mordan air kelapa menghasilkan nama Clam Shell Pink, warna kategori terang dan kerataaan kategori rata, nama warna pada pencelupan bahan katun menggunakan mordan air kelapa menghasilkan nama Warm Brown warna kategori cukup terang dan kerataaan warna kategori cukup rata. Kata Kunci: kulit buah kakao, air kelapa.AbstractThis study aim of this research is to reveal the color, dark color of the color and color of the linen and cotton materials using cocoa fruit extract with coconut water mordan. This research is experimental research. The name of the color name on dyeing of mordant linen makes the color name of Amaranth Pink , a very bright color and a flat category, the color name of dyeing cotton without mordant yields the color name of  Salmon Pink Darke, fairly bright colors and fairly flat category, the color name of the dyeing of linen material using mordan coconut water produces the name Clam Shell Pink, the category of bright category and flat category, the name of the color on the dyeing of cotton using mordan coconut water categories are quite bright and the color category is fairly flat.   Keywords: cocoa fruit skin, coconut water.