Muhsinin Muhsinin
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Menggambar Bertahap terhadap Pengembangan Kreativitas pada Anak Kelompok B di RA Sunan Ampel Muhsinin Muhsinin
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 5 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.587 KB) | DOI: 10.29062/seling.v5i1.415

Abstract

In this study, the main problem is the creativity of children in drawing has not developed as expected. Efforts to overcome this, research has been carried out which aims to determine how much influence the gradual drawing of the creativity of children in group B RA SunanAmpelTongasProbolinggo. The method of this research is qualitative descriptive type. The subjects were children in group B which numbered 15 children enrolled in the 2018-2019 school year. Data collection techniques through observation, interviews and documentation, then the data is analyzed qualitatively. The results of the research on Day 1 observations draw Triangle, Square, and Circle Patterns of 1 child (5%) BSB, there are 2 children (10%) BSH, there are 3 children (15%) MB, and 14 children (70%) BB. Observation on the second day Free drawing from the basic form Triangle, square, circle there is 1 child (5%) BSB, there are 2 children (10%) BSH, there is 1 child (5%) MB, and there are 16 children (80%) BB . Observation Day III Draw cats from the basic triangle pattern, square and circle 5 children (25%) BSB, there are 9 children (45%) BSH, there are 3 children (15%) MB, and there are 3 children (15%) BB. From the above research, it can be concluded that there is the effect of gradual drawing on the creativity of children in group B at RA SunanAmpel until the third meeting.
Penggunaan Media Montase dalam Meningkatkan Kreativitas Anak di Kelompok B RA Miftahul Ulum II Jatigunting Wonorejo Pasuruan Muhsinin Muhsinin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas anak dan mengetahui penggunaan media montase di RA MIFTAHUL ULUM II Jati gunting kecamatan Wonorejo Kabupaten pasuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menggambarkan fakta lokasi secara objektif. Untuk memperoleh informasi yang aktual maka dilakukan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak meningkat setelah dilakukan kegiatan media montase yaitu berada pada kriteria berkembang sangat baik, karena anak mengalami peningkatan setelah diberikan kegiatan montase menggunakan bahan bekas dari buku, majalah, koran bekas dan memilih gambar yang sesuai tema alam semesta mengenai perubahan alam yang sesuai serta lancar dalam menggunting dan menempel. Penggunaan bahan bekas buku, majalah, koran dan kertas pada media Montase juga mampu menstimulasi berbagai aspek kreativitas meliputi: kelancaran, kelenturan, keaslian pada anak. Penelitian ini dilakukan pada kelompok B yang terdiri dari 10 siswa, 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan di RA Miftahul Ulum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar bukan angka-angka. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan media montase terbukti dapat mengembangkan kreativitas anak dini pada siswa B di RA Miftahul Ulum II Wonorejo Tahun Ajaran 2019-2020.
Efektifitas Pembelajaran Sentra di Kecamatan Trowulan Mojokerto Muhsinin Muhsinin; Ilmin Navi
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.451 KB) | DOI: 10.29062/seling.v3i2.123

Abstract

PAUD sebagai jenjang pendidikan yang paling dasar, diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membentuk sikap dan karakter peserta didik. Implementasinya dalam kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini pengembangan sikap bukan hanya sebagai dampak ikatan (nurturan) dari pengembangan pengetahuan dan ketrampilan, melainkan komponen yang harus direncanakan secara terus menerus sehingga memebentuk kebiasaan lebih lanjut menjadi prilaku yang akhirnya menjadi sikap dan karakter yang baik dan merupakan masa emas(Golden Age) yang merupakan peletak dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Pengembangan sikap memerlukan proses yang konsisten dalam jangka waktu lama, Namun demikian pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan cara belajar anak usia dini yang dilaksanakan dengan melalui kegiatan menyenangkan dan bermakna. Hal terpenting dalam pengembangan sikap adalah keteladanan dari tim guru yang menjadi model bagi anak didik. Tampa hal terpenting ini pengembangan sikap baik akan menjadi sia-sia. Menurut peneliti untuk mengaplikasikan Kurikulum 13 PAUD model pembelajaran yang paling ideal adalah model pembelajaran sentra. Karena merupakan pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar Integrasi Pendidikan. Nilai – nilai kehidupan beragama yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak sebagai karunia dari Allah. Juga memberi kesempatan belajar pada anak yang maksimal juga dalam rangka mengembangkan Multiple Intelegensi Anak.
Teori Hipotesa dan Proposisi Penelitian Muhsinin Muhsinin; Titin Rahmawati
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2 No 2 (2020): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya penelitian ini untuk mengetahui dan mengerti apa itu teori-teori hipotesis dan proposisi penelitian ,karena banyak mahasiswa atau penelitian yang tidak tahu dalam arti, kegunaan dan pemakaian hipotesis dan proposisi dalam penelitian tersebut. Agar dapat melakukan proses-proses tersebut, penting bagi peneliti untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang unsur-unsur penelitian. Pada proses teoretisasi dikenal unsur-unsur seperti konsep, proposisi dan teori. Sedangkan pada proses empirisasi dikenal unsur-unsur seperti hipotesis dan variabel .
Pengaruh Pendidikan Keagamaan Orangtua terhadap Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak Muhsinin Muhsinin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.437 KB)

Abstract

Abstrak Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah selama ini telah berusaha mengembangkan banyak program pendidikan yang melibatkan berbagai lembaga yang ada di dalam masyarakat, program pendidikan tersebut guna menjangkau seluruh warga masyarakat dari yang atas sampai lapisan paling bawah. Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang amat mendasar, karena pada masa usia dini merupakan masa emas (golden age) dan peletak dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Pengertian Anak usia dini secara umum adalah anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun. Anak pada usia 4 – 6 tahun atau usia Taman Kanak-kanak (pada jalur pendidikan formal sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini), merupakan masa peka bagi anak, karena masa ini merupakan masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi lingkungan dan menginternalisasikan ke dalam pribadinya. Masa ini merupakan masa awal perkembangan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan tercapai secara optimal (Kemendiknas, 2010). Salah satu sikap dasar yang harus dimiliki anak untuk menjadi manusia yang baik dan benar adalah memiliki sikap dan nilai moral yang baik dalam berprilaku sebagai umat Tuhan, anak, anggota keluarga dan anggota masyarakat. Usia di masa Pendidikan Anak Usia Dini adalah saat yang paling baik dan tepat untuk meletakkan dasar-dasar pendidikan nilai, moral, dan agama kepada anak. Walaupun peran orang tua sangatlah besar dalam membangun dasar moral dan agama bagi anak-anaknya, peran pendidik Pendidikan Anak Usia Dini juga tidaklah kecil dalam meletakkan dasar moral dan agama bagi seorang anak (Hidayat, 2007:38).