Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kualitas Air Sumur di Kawasan Pemukiman Mahasiswa Berdasarkan Uji Bakteriologis dengan Bioindikator Bakteri Escherichia coli Iswadi Iswadi; Hasanuddin Hasanuddin
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 2 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.847 KB)

Abstract

Kualitas air tidak hanya ditentukan dari sifat fisiknya saja, tetapi juga kandungan mikroorganisme penyebab penyakit (patogen) dan zat kimia yang merusak kesehatan. Mikroorganisme sebagai indikator kualitas air adalah coli fecal dan coli non-fecal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sumur berdasarkan uji ada tidaknya Escherichia coli. Sampel terdiri dari 10 sumur, dengan rincian 5 sampel sumur di Kopelma Darussalam (Lampoh U) dan 5 sampel sumur di Desa Rukoh. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan MPN seri lima tabung. Adapun tahapan pengujian yaitu presumptive test (uji dugaan), confirmed test (uji penguat), dan completed test (uji kesempurnaan). Hasil pengujian menunjukkan indeks MPN coliform yang diperoleh dari ke-sepuluh sampel air sumur tidak memenuhi standar mutu Kementerian Kesehatan yang tertuang dalam Permenkes No.907/Menkes/SK/VII/2002, yaitu 3 koloni per 100 mL. Bakteri coliform yang mengkontaminasi air sumur di lokasi penelitian adalah Escherichia coli dengan katagori  tercemar berat.
The Causal Factors and Problem Solving of Biology Lab Work Obstacles at Senior High Schools Nur Rahmah; Iswadi Iswadi; Asiah Asiah; Hasanuddin Hasanuddin; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT          This study aims to determine the causal factors of obstacles lab work, and to find alternative solutions. This research was done on march until july 2020. The method in this study was carried out by means of a questionaire and literature review. Sample in this study were 11 SMA in Banda Aceh, with respondents 11 biology teachers teaching class XI and 99 students of class XI IPA. The data was analyzed using a percentage formula. The results of this research showed that the constraints for practical implementation included inadequate supporting facilities, lack of completeness of practicum materials, insufficient time allocation for practicum, lack of readiness of laboratory assistants in prepared practicum tools and materials, absence of laboratory assistants in several sample schools, and some biology teachers or laboratory assistants in sample schools have never attended training on practicum or the use of laboratory equipment. Solutions that can be given in overcoming the constraints of practicum implementation are applying for laboratory development funding assistance to related parties, planning time allocation properly, finding laboratory assistants by the school and holding training for teachers and laboratory assistants regarding laboratory techniques and laboratory management.Keywords: obtacles, lab practice, biologyABSTRAK          Penelitian yang dilakukan di SMA Kota Banda Aceh bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kendala praktikum dan mencari solusi alternatif penyelesaiannya. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli tahun 2020. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara angket dan kajian literatur. Sampel dalam penelitian ini adalah 11 SMA di Kota Banda Aceh, dengan responden 11 guru biologi yang mengajar kelas XI dan 99 peserta didik kelas XI IPA. Analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil dari penelitian diketahui faktor kendala pelaksanaan praktikum diantaranya, fasilitas pendukung yang tidak memadai, minimnya kelengkapan bahan praktikum, alokasi waktu praktikum tidak mencukupi, kurangnya kesiapan laboran dalam mempersiapkan kebutuhan praktikum, tidak adanya laboran di beberapa sekolah sampel, dan sebagian guru biologi/laboran di sekolah sampel belum pernah mengikuti pelatihan mengenai praktikum atau penggunaan alat laboratorium. Solusi yang dapat diberikan dalam mengatasi kendala pelaksanaan praktikum adalah dengan merencanakan alokasi waktu dengan baik, mencari tenaga laboran oleh pihak sekolah serta mengadakan pelatihan kepada guru dan laboran mengenai teknik laboratorium dan pengelolaan laboratorium.Kata Kunci: kendala, praktikum, biologi
Activity Combination of Lime Juice (Citrus aurantifolia Swingle), Pickle Tree (Averrhoa bilimbi L.) and Garlic (Allium sativum L.) Against Growth of Propionibacterium acnes In Vitro Novia Lestiandari; Samingan Samingan; Iswadi Iswadi; Wiwit Artika; Khairil Khairil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propionibacterium acnes. Plants that have the potential as a natural antibiotic can be found in various types of plants, including lime, pickle tree, and garlic. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the combined concentration of lime juice, pickle tree and garlic on the growth of Propionibacterium acnes, and see the most effective concentration of the combination of juice. The approach used in this study was quantitative, an experimental method using a non-factorial randomized design (RAL) pattern consisting of 11 treatment groups and 3 replications. Data were analyzed using Variant Analysis (ANOVA) and Duncan's Nearest Real Distance Test (JNTD) at a significant level of 0.05. The results showed that there were significant differences between variations in concentration and single variations. The most effective juice concentration combination is a combination of juice 100% with an average inhibition diameter of 12.68 mm. Keywords: Inhibitory zone, a combination of extracts, Propionibacterium acnesJerawat merupakan kondisi dermatologis umum yang disebabkan oleh Propionibacterium acnes. Tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antibiotik alami dapat ditemukan pada beragam jenis tumbuhan, diantaranya jeruk nipis, belimbing wuluh, dan bawang putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi konsentrasi perasan jeruk nipis, belimbing wuluh, dan bawang putih terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes, serta melihat konsentrasi paling efektif dari kombinasi perasan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, metode eksperimental menggunakan pola Rancangan Acak Lengakap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 11 kelompok perlakuan dan 3 kali ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dan uji lanjut Jarak Nyata Terdekat Duncan (JNTD) pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara aktivitas variasi kombinasi konsentrasi maupun variasi tunggal. Kombinasi konsentrasi perasan paling efektif ialah kombinasi perasan 100% dengan rata-rata diameter hambat 12,68 mm.. Kata Kunci: Zona hambat, kombinasi ekstrak, Propionibacterium acnes
Characteristics Analysis of Bokhasi Fertilizer Made from Spent Coffee Grounds (SCG) Nur Viya Lisma; Asiah MD; Iswadi Iswadi; Samingan Samingan; Wiwit Artika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spent Coffee Ground (SCG) is a biowaste generated through the process of serving coffee brewed either manually or using an instant coffee processing machine. According to previous researches, SCG has a lot of organic compounds so that it can be used as raw material for solid or liquid organic fertilizer. The purpose of this study was to determine the biological characteristics (types of fungi and bacteria) and the suitability of the chemical content (levels of C, N, P, K, C / N ratio), water content and pH of bokashi SCG fertilizer with SNI 7763:2018. This research is an descriptive research with quantitative and qualitative approaches. The analysis conducted on Bokashi fertilizer is microbial type analysis, water content analysis, pH test, FTIR test and UV-Vis. The parameters of this study are the types of microbes, levels of C, N, P, K, C / N ratio, moisture content and fertilizer pH. Based on the results of the study it can be concluded that SCG bokashi fertilizer is an organic fertilizer containing 4 types of mushrooms namely Aspergillus sp., Cladorrhinum sp., Penicillium sp., Rhizopus sp., And 4 isolate types of bacteriawith a C content of 29.71%; N level of 3.65%; P level 0.30%; K content of 0.38%; C / N ratio of 8.14; 10% moisture content; and pH 6.7 which is in accordance with SNI 7763: 2018. Keywords:SCG, bokashi, microbes, biofertilizerABSTRAKSpent Coffee Ground (SCG) merupakan limbah yang dihasilkan melalui proses penyajian kopi yang diseduh baik secara manual maupun menggunakan mesin pengolah biji kopi instan. Menurut penelitian terdahulu, SCG memiliki banyak kandungan senyawa organik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik padat maupun cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  karakteristik biologi (jenis jamur dan bakteri) dan kesesuaian kandungan kimia (kadar C, N, P, K, rasio C/N), kadar air dan pH pupuk bokashi SCG dengan SNI 7763:2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis  yang dilakukan pada pupuk bokashi yaitu analisis jenis mikroba, analisis kadar air, uji pH, uji FTIR dan UV-Vis. Parameter penelitian ini yaitu jenis mikroba, kadar C, N, P, K, rasio C/N, kadar air dan pH pupuk. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pupuk bokashi SCG merupakan pupuk organik yang mengandung 4 jenis jamur yaitu Aspergillus sp., Cladorrhinum sp., Penicillium sp., Rhizopus sp., dan 4 isolat, dengan kadar C 29,71%; kadar N 3,65%; kadar P 0,30%; kadar K 0,38%; rasio C/N 8,14; kadar air 10%; dan pH 6,7 sesuai dengan SNI 7763:2018. Kata kunci: SCG, bokashi, mikroba, pupuk organik