Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS ENERGI LISTRIK DARI PANAS KONDENSOR AIR CONDITIONER DENGAN INSULASI DAN GENERATOR TERMOELEKTRIK Sri Poernomo Sari; Depi Kurniawan Saputra; Donawan
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.025 KB) | DOI: 10.35814/asiimetrik.v1i2.822

Abstract

Konsumsi sumber energi fosil meningkat sehingga cadangan minyak bumi semakin berkurang.Peningkatan penggunaan peralatan air conditioner telah menyebabkan pemanasan global.Kondensor adalah salah satu komponen air conditioner split yang mengubah uap menjadi cair dan menurunkan temperaturnya. Proses pada kondensor melepaskan panas. Panas kondensor akan dibuang keudara dan belum dimanfaatkan.Tujuan penelitian adalah menganalisisenergi termalyang dihasilkan dari kondensor air conditioner menjadi energi listrik dengan insulasi dangeneratortermoelektrik. Ducting bahan plataluminium dengan ketebalan 1.2 mm berbentuk silinder,diameter 355 mm, panjang 100 mm dan 200 mm digunakan untuk menampung udara panas dari kondensor. Ductingdihubungkan dengan sisi panas generator termoelektrik, heatsink dan fan dipasang dibagian sisi dingin termoelektrik untuk menjaga kestabilan temperatur. Pengujian dilakukan untukductingmenggunakaninsulasi glasswooldan rockwooldengan ketebalan 4mm. Pengujian untuk ducting 100 mm menggunakan insulasirockwool dan glasswool dengan ketebalan 4 mm menghasilkan dayalistrik rata-rata 0.018 dan 0.015 Watt, ducting 200 mm menghasilkan 0.015 dan 0.012 Watt. Daya listrik rata-rata yang dihasilkan dari panas kondensor untuk ducting 100 mm dan 200 mm dengan insulasirockwool26.76% dan 25.25% lebih besar daripada glasswool.
Analisis Performa Turbin Angin Savonius Tipe U dengan Memvariasikan Jumlah Sudu Turbin Iwan Setyawan; Lutfi Laili Salim; Sri Poernomo Sari; Ridwan Ridwan
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112020.07

Abstract

Abstract Wind turbines are the main media that can be used to convert wind energy into electrical energy. The design of a good wind turbine determines the performance of a Wind Power Plant. The Savonius turbine on the vertical axis is an alternative for generating electrical energy because the development of the Savonius Turbine is directed at making economical ones, such as being able to operate at low wind speeds. This study aims to determine the performance of the Savonius turbine that has been made, the resulting generator power, and the efficiency of the generator used. The research was carried out using experimental methods by varying the number of blades 2,3 and 4. Testing was carried out directly in the coastal areas. The results were obtained from data processing are the largest turbine output power on the 2 blade turbine = 38.88 watts. The largest coefficient of power, the 2 blade turbine = 0.235. While the largest output power generated by the generator = 34.3 watts at the 4-blade turbine. The biggest generator efficiency is 12.02% on the 4 blade turbine.
ANALISIS KINERJA PIPA KALOR LURUS MENGGUNAKAN SUMBU KAPILER SCREEN MESH 300 DENGAN MEMVARIASIKAN FILLING RASIO Iwan Setyawan; Sandy Reynaldy Riawan; Sri Poernomo Sari; Ridwan
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v2i2.1470

Abstract

Pipa kalor merupakan salah satu jenis pendingin yang memanfaatkan sistem dua fase yang memiliki kemampuan memindahkan kalor yang cukup tinggi. Perangkat ini tidak mengkonsumsi energi mekanik dan kinerja termal tergantung pada struktur sumbu. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pipa kalor lurus tembaga dengan sumbu kapiler Screen Mesh 300 sebanyak 6 layer. Pada penelitian ini dilakukan pengujian dengan memvariasikan filling rasio, FR40%,60% dan 80%. Pengambilan data diambil menggunakan data aquisition Labjack U6 Pro. Termokopel ditempatkan di beberapa titik kemudian diolah dengan sistem labview. Dari hasil penelitian, didapatkan temperatur steady evaporator tertinggi dengan Filling Rasio 40% pada beban kalor 10W sampai 175W. Untuk FR 80% menghasilkan temperatur evaporator yang paling rendah pada beban kalor 10W hingga 100W. Untuk beban kalor yang lebih tinggi 175W hingga 275W, FR 60% menghasikan temperature evaporator terendah diantara FR 40% dan FR 80%. Selanjutnya, tahanan termal pada FR 80% menghasilkan nilai terbesar untuk semua beban kalor. Sedangkan FR 60% menghasilkan tahanan termal yang hampir sama dengan dengan FR 80% untuk beban kalor 25W hingga 275W. Namun demikian pada beban kalor 10W, FR 60% menghasilkan tahanan termal yang lebih rendah diantara FR40% dan FR 80%. Dengan demikian, dari hasil temperatur dan tahanan termal untuk pipa kalor dengan range beban kalor yang yang lebih luas, FR 60% menghasilkan kinerja terbaik dibandingkan FR 80% dan FR 40%.