Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALGORITMA VIGENERE CIPHER Risnaty Utami Marsal; Fitri Arnia; Ramzi Adriman
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pengacakan nilai pixel citra merupakan suatu hal yang penting untuk mengamankan informasi yang terkandung dalam citra. Penelitian ini membahas proses enkripsi dan dekripsi pada citra dengan cara mengacak nilai pixel citra menggunakan Algoritma Vigenere Cipher yang kuncinya telah dimodifikasi menggunakan pembangkit bilangan acak Linear Congruent Generator. Dengan menggunakan modifikasi Algoritma Vigenere Cipher citra yang dienkripsi menjadi sangat acak dan mampu menghilangkan informasi visual dari citra asli. Citra yang sudah dienkripsi juga bisa dikembalikan kebentuk semula dengan proses dekripsi. Metode Kasiski yang efektif untuk menentukan panjang kunci pada enkripsi pesan teks ternyata tidak bisa digunakan untuk menentukan panjang kunci yang dihasilkan dengan pembangkit bilangan acak Linier congruent Generator karena kunci yang dibangkitkan berupa angka sehingga tidak ada kriptogram yang berulang.
Peningkatan Kualitas Citra Digital Menggunakan Metode Super Resolusi Pada Domain Spasial Nailul Mustaqim Abdi; Siti Aisyah; Fitri Arnia
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.299 KB) | DOI: 10.17529/jre.v9i3.163

Abstract

Citra merupakan salah satu komponen dari multimedia yang memegang peranan penting karena mengandung informasi dalam bentuk visual. Tetapi tidak semua citra dapat menampilkan informasi secara jelas dan detail seperti halnya citra resolusi rendah. Citra resolusi rendah memiliki kepadatan piksel yang rendah. Untuk itudiperlukan peningkatan kualitas citra menggunakan metode super resolusi agar dihasilkan citra resolusi tinggi dari citra resolusi rendah. Penelitian ini menggunakan teknik super resolusi yang melalui tiga tahapan umum yaitu registrasi, interpolasi (bilinear dan bikubik), dan rekonstruksi (smoothing dan denoising). Teknik ini diterapkan pada domain spasial menggunakan citra grayscale resolusi rendah. Teknik super resolusi ini diaplikasikan pada citra satu framedan citra multiframe. Hasil Mean Opinion Score (MOS)menunjukkan bahwa citra multiframe yang melalui prosesregistrasi menghasilkan citra resolusi tinggi yang lebih baikdibandingkan dengan citra satu frame tanpa proses registrasi.
Ordinal Measure of Discrete Cosine Transform Blocks for Iris Identification Fitri Arnia; Fery Irianda; Siti Aisyah; Khairul Munadi
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 2, No 2 (2012): Engineering
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.779 KB)

Abstract

Currently, a common method for identifying a person is by means of an identitycard (ID) or combination of an ID and password. The approaches are not very reliable, since the ID can be stolen and password can be forgotten. A more reliable identification system is required. In the last decades, identification systems based on biometrics have been gaining attention, since they are more reliable. Biometrics-based devices identify people based on their physical or psychological characteristics, such as palmprints, fingerprints, gait and iris. Unlike fingerprints or palmprints, irides features distribute randomly, and the features were unique; the features between right and left eyes aredifferent, as well as between twins. Therefore, in addition to reliability, the use of irides can enhance identification accuracy. Purpose of the paper was to improve identification rate of an iris identification method, using ordinal measure of Discrete Cosine Transform (DCT) coefficient. The input iris image was tiled into blocks of 8x8 pixels, then the DCT was applied to each blocks. The AC coefficients of each block were sorted from the smallest to the largest values, in which the sorted values were referred to as ordinal measures.Identification was accomplished by measuring a distance between the ordinal measure of the input images with the ones of the existing images in the database using Minkwoski distance metric. Proposed method increased the averaged identification rate as compared to the previous method by nearly twice from 33% to 61.4%.
Metode Recovery Data Berbasis Informasi Mutual antar Frame untuk Video Motion JPEG2000 Zul Syukri; Khairul Munadi; Fitri Arnia
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Real Time Transport Protocol (RTP) yang berdasarkan pada User Datagram Protocol (UDP), bukanlah protokol yang handal sehingga beresiko hilangnya data dari sebuah paket data disaat transmisi. Pengiriman data multimedia Video Motion JPEG 2000 (MJP2) dalam bentuk paket data per paket data. Diperlukan suatu sistem yang dapat  mengatasi hilangnya paket, terhadap kualitas dari video yang diterima tanpa proses retransmit dan Forward Error Correction (FEC). Video MJP2 tersusun dari serangkaian citra JPEG2000 (JP2) yang dikode dan  dapat ditransformasikan ke domain wavelet diskrit untuk menampilkan dekomposisi subband, dimana subband tersebut dapat dihitung nilai entropy dan mutual informasinya (MI). Berdasarkan analisa nilai entropy dan MI masing-masing frame, maka dapat ditentukan frameframe terdekat yang memiliki MI yang tinggi, yang bertujuan merecover hilangnya data (data lost) dari Video MJP2 yang diakibatkan oleh packet lost, kesalahan transmisi, dan lain-lain. Dengan menerapkan metode Discrete Wavelet Transform (DWT), nilai entropy dan nilai MI yang tinggi dari frame terdekat (frame donor) yang terlebih dahulu diterima, maka data dari frame donor dapat dipakai untuk merecover frame yang mengalami data lost. Semakin dekat nilai entropy dan tinggi nilai MI antara frame donor dengan frame yang mengalami packet lost,  maka sangat menentukan tingkat keberhasilan dari hasil rekonstruksi. Hal ini bisa dibuktikan dengan mengamati nilai Peak Signal to Noise Ratio (PSNR), semakin tinggi nilai PSNR maka tingkat keberhasilan data  recovery makin tinggi/bagus.Kata Kunci— Descrete Wavelet Transformation, Entropy, Mutual Informasi, PSNR.
Studi Pencocokan Plat Kendaraan Dengan Metode Phase Only Correlation Listia Sukma Putri; Roslidar Roslidar; Fitri Arnia
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 9, No 4 (2011)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.171 KB)

Abstract

Salah satu cara pengenalan kendaraan adalah dengan identifikasi plat. Umumnya identifikasi yang dilakukan mengacu pada proses segmentasi tiap karakter dari citra plat. Makalah ini mengajukan suatu metode identifikasi plat yang sederhana tanpa melakukan pengenalan melainkan langsung pada proses pencocokan yang berbasis Phase Only Correlation (POC). POC mencocokkan plat dengan mengorelasikan fasa dari dua  citra plat. Fasa diperoleh dengan mengubah citra dari domain spasial menjadi domain frekuensi menggunakan Transformasi Fourier Waktu Diskrit (TFWD). Nilai puncak POC akan tinggi jika citra plat yang dicocokkan adalah citra yang berasal dari plat yang sama. Sebaliknya akan rendah jika yang dicocokkan berasal dari plat yang berbeda. Hasil simulasi menggunakan 20 citra plat menunjukkan bahwa metode POC dapat digunakan dalam pencocokan citra plat.
Aplikasi Histogram Discrete Cosine Transform (DCT) Untuk Sistem Temu Kembali Citra Termal Berbasis Konten Faridah Faridah; Khairul Munadi; Fitri Arnia
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 2, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.158 KB) | DOI: 10.32672/jnkti.v2i1.1055

Abstract

Content Based Image Retrieval (CBIR) merupakan sistem yang digunakan untuk menemukan kembali gambar dari sebuah arsip gambar yang besar (database) berdasarkan isi (content) query gambar. Salah satu bidang yang telah menerapkan teknologi pencarian citra adalah bidang medis. Pada penelitian ini, CBIR diterapkan untuk menemukan kembali citra termal tangan dan kaki, tangan dan kaki dipilih karena banyaknya pasien yang memiliki masalah kesehatan pada bagian anggota tubuh tersebut, seperti patah tulang dan penyakit kulit. Kinerja CBIR dievaluasi dengan mengukur nilai recall, precision, dan f-measure dari hasil temu kembali citra query tangan dan query kaki. Hasil temu kembali terbaik diperoleh pada citra termal kaki dengan nilai recall mencapai 100% sedangkan citra termal tangan hanya 90%.
Studi Kuantisasi Bin Terhadap Metode Local Binary Pattern dan Local Binary Pattern Variance pada Deteksi Citra Asap Maya Muthia; Khairul Munadi; Fitri Arnia
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGGUNAAN MOMENT AFFINE UNTUK KARAKTERISASI HURUF JAWI CETAK Laila Nujmi Burhan; Fitri Arnia; Fardian Fardian
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan-tulisan kuno dalam bahasa Jawi merupakan peninggalan manuskrip kuno yang terdapat di Asia tenggara khususnya Indonesia. Peninggalan tersebut hanya sedikit yang tersimpan dalam bentuk teks digital. Untuk mengubah citra digital ke dalam bentuk teks digital diperlukan beberapa tahapan, salah satunya adalah metode ekstraksi fitur menggunakan moment affine. Penelitian ini membahas dan mengevaluasi penggunaan  moment affine sebagai fitur pada pengenalan karakter. Adapun metode yang digunakan untuk mengenali karakter Jawi tersebut adalah dengan menghitung setiap nilai moment dari setiap karakter dengan menggunakan enam persamaan moment affine. Nilai yang didapat dari perhitungan tersebut akan dikombinasikan untuk mendapatkan sebuah fitur menggunakan skema akar pohon. Dengan mengkombinasikan keenam nilai yang didapat dari setiap karakter akan menghasilkan kombinasi untuk pengenalan karakter Jawi dengan tingkat pengenalan karakter mencapai 100 % untuk 127 karakter Jawi.Kata Kunci :  OCR, moment affine, karakter Jawi cetak
HISTOGRAM E QUALIZATION SMOOTHING FOR DETERMINING THRESHOLD ACCURACY ON ANCIENT DOCUMENT IMAGE BINARIZATION Mahendar Dwipayana; Fitri Arnia; Zuhar Musliyana
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.Vol2.Iss2.733

Abstract

Ancient documents are inheritance that must be preserved. Thedocuments contain historical, scientific, social, religious information, etc.Converting ancient documents into digital image formats is one of ways topreserve the inheritance and can be stored into a computer. However,images of ancientdocuments have many blemishes caused by age,moisture, flood, etc. Therefore, special techniques are needed for thoseimages to be restored and can improve the legibility of the ancientdocuments’ images. In this study, the image restoration process usesseparation of background and foreground/text on histogram equalizationsuch as research conducted by Fitri Arnia in 2008. Through histogramequalizationimages can be seen the distribution of pixels from the intensityof black color "0" to white "1". The distribution of pixels on histogramequalization describes the curves of foreground/text and curves ofbackground. Among the histogram curves, the determination ofthresholdvalues can be done so as to clarify the foreground/text andbackground areas on images of ancient documents. The lowest pointbetween the two curves is the lowest pixel (local minima) which is used asthe threshold value. However, the selection of such threshold values insome cases is very difficult to determine because there are still manyfluctuations in the curve at the lowest curve. Therefore, this studyproposesa histogram smoothing method in the ancient documents’ imagesto minimize curvature fluctuations and to determine more accuratethreshold values. In this research, average filtering method is used forsmoothing the histogram image. This filter successfully refines thehistogram and makes the image of the restoration or binary image displaythe value of the ancient document image readability increases.Keywords: HistogramEqualization, Smoothing Histogram, AverageFiltering, Thresholding
KLASIFIKASI KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN TEKNIK SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PADA CITRA TERMOGRAFI Lina Marlina; Khairul Munadi; Fitri Arnia
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kitektro.v5i2.15571

Abstract

Kanker payudara termasuk kedalam jenis kanker yang sangat mematikan. untuk meminimalkan angka kematian, diperlukan sebuah metode deteksi dini. SVM merupakan suatu metode deteksi kanker yang tidak memiliki efek samping.