Hermawati Sholeh
Sriwijaya University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Purwarupa Pembersih Pipa Otomatis (Automatic Tube Remover) pada Heat Exchanger Menggunakan Teknik Pengolahan Citra Hermawati Sholeh; Bhakti Yudho Suprapto; Andi Pranata; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 11, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.794 KB) | DOI: 10.17529/jre.v11i4.2406

Abstract

In the industry era, especially the oil processing industry, the heat exchanger is needed to regulate temperature and produce oil products such as petroleum, kerosene and diesel fuel. In the operation, the heat exchanger requires maintenance, especially when the minor unit is shut down or stop and routine reparation. Maintenance is done by replacing the tubesheet that commonly referred to as bundle retube where there are pipe fritter to be cleaned, which are cutted at the time of maintenance. This maintenance is typically done in manual approach, which is not efficient in terms of time. For a more efficient maintanence, this paper proposes a prototype design to discard these pipes fritter by utilizing image processing method for detecting the edge of the circle and the position of the pipe fritter. Based on the experiments, it has been obtained that the test circle radius that can be captured is at 4 to 10 pixels. The longest time for positioning was 2.41 minutes and the whole process of disposal of this pipeline reaches 47.92 %.
MEDIA PEMANTAU TINGKAT KEPADATAN LALU LINTAS BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN WEBCAM Hermawati Soleh; Dimas P; Caroline Caroline; Ike Bayusari
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.268 KB)

Abstract

Abstrak—Pada perkembangan teknologi yang pesat di zaman ini, penyampaian informasi dapat dilakukan dengan banyak cara. Internet merupakan media penyampaian informasi yang paling diminati karena manusia dapat mengetahui hal-hal diberbagai penjuru dunia yang sebelumnya belum mereka ketahui. Website yang diakses melalui internet dibuat dengan menggunakan bermacam-macam bahasa pemrograman, salah satunya adalah PHP : Hypertext Preprocessor. Pada makalah ini akan dirancang suatu media yang dapat memberitahu tingkat kepadatan di persimpangan lampu lalu lintas. Tujuan makalah ini adalah mengolah gambar yang telah di ambil sehingga didapatkan nilai RGB yang nantinya dapat menjadi set-point untuk menentukan tingkat kepadatan.Kata kunci: Image Processing, PHP, website.Abstract— In the rapid technological developments in today, information delivery can be done in many ways. The Internet is a path to deliver information that is most desirable because humans can know things in different parts of the world that they did not previously know. Website accessed via the Internet made using a variety of programming languages, one of which is PHP: Hypertext Preprocessor. In this paper, it will be designed a medium that can tell the level of congestion at the traffic light junction. The purpose of this paper is to process images that have been taken to obtain the RGB value that can later be set-points to determine the level of density.Keywords. Image Processing, PHP, website
PROTOTIPE PENYORTIR BARANG BERDASARKAN WARNA, BENTUK DAN TINGGI BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) DENGAN PENGGERAK SISTEM PNEUMATIC Hermawati Soleh; Euis W; H. Witarsa; M. Ferdian; D. Yuniarti; Caroline Caroline
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.534 KB)

Abstract

Abstrak—Makalah ini membahas tentang pemanfaatan PLC untuk mengendalikan peralatan penyortir barang berdasarkan warna, bentuk dan tinggi benda dengan penggerak sistem pneumatic. Penggunaan penyortir barang ini banyak dipergunakan pada industri tetapi biasanya hanya salah satu saja yang dipergunakan sehingga untuk merancang sistem penyortir barang yang melakukan penyortiran berdasarkan warna, bentuk dan tinggi memiliki permasalahan tersendiri. Sensor warna yang dipergunakan untuk membaca RGB adalah sensor TCS 230. Sensor ini memiliki jarak dan nilai cahaya optimal untuk memaksimalkan pembacaan nilai RGB, yaitu jarak 2 cm dari sensor warna ke benda objek dan nilai lux sekitar 250 untuk mendapatkan hasil optimal. Sedangkan untuk mengukur bentuk serta tinggi menggunakan sensor photoelectric. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa pemantulan sinar pada sensor photoelectric tidak terpengaruh pada bentuk media pemantulan. Pada pengujian sistem pneumatic didapatkan hasil rata-rata waktu tempuh vacum pneumatic selama beroperasi, antara lain ; 10,53 detik untuk barang berwarna biru, 14,28 detik untuk barang berwarna hijau, dan 17,04 detik untuk barang berwarna merah. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa vacum pneumatic baik digunakan untuk membantu para pekerja agar pekerjaan lebih praktis sehingga tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama dalam memisahkan dan memindahkan barang.Kata kunci: PLC Vacum Pneumatic, Sensor TCS 230, Photoelectric, Penyortir barangAbstract— This paper discusses the use of the PLC to control the sorting machine based on color, shape and height of objects by using pneumatic system. Sorting machine has been used widely but typically it only sorts based on one category. Hence, to design a system which is able to sort the item based on color, shape and height is not an easy task. Color sensor TCS 230 is used to read the RGB. It has a distance and the optimal lighting which can maximize RGB values i.e. 2cm distance from the color sensor to the object and 250 lux to obtain optimal results. Then, photoelectric sensor is to measure the shape and height. The result shows that the reflection of light in photoelectric sensor is not affected by its media. In pneumatic systems, the testing result shows that the average time of pneumatic vacuum during operation is 10.53 sec for blue, 14.28 sec for green, and 17.04 sec for red object. Based on the obtained data, it can be concluded that pneumatic vacuum can assist workers and more practical so it does not take too long in separating and moving the objects.Keywords. PLC, Pneumatic Vacuum, TCS 230 Sensor, Photoelectric, Sorting Object
Pengaruh Cahaya Yang Diterima Sensor LDR (Light Dependant Resistor) Pada Robot Pengikut Cahaya Caroline Caroline; Ike Bayusari; Hermawati Hermawati
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.739 KB)

Abstract

Abstrak—Robot pengikut cahaya ini diprogram untuk dapat berjalan maju, mundur, belok kanan, belok kiri. Sensor pada bagian depan terdiri atas 3 buah sensor yang memiliki jarak satu sama lain sebesar 45 derajat sedangkan pada bagian belakang robot terdapat satu sensor cahaya. Robot tersebut bergerak secara otomatis yakni bila sensor tersebut terkena cahaya, maka sinyal tersebut dikirimkan ke mikrokontroller. Kemudian Robot bergerak ke arah cahaya tersebut. Robot dapat mendeteksi adanya cahaya dengan menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistor). Cahaya dapat dideteksi dengan syarat Lux cahaya tidak lebih kecil dari 46 Lux atau intensitas cahayanya tidak lebih kurang dari 163 candela. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh jarak paling jauh robot dapat mengangkap cahaya adalah 5,5 meter dengan Lux 62 dan intensitas 181 candela. Pada pengujian ini diketahui bahwa sensor LDR ketika menangkap cahaya sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya lingkungan, jika semakin terang intensitas cahaya lingkungannya maka sensor tersebut tidak terlalu baik untuk menangkap cahaya senter, tetapi sebaliknya sensor tersebut akan bekerja baik dalam keadaan lingkungan gelap. Dan pada percobaan ini juga dapatdiketahui bahwa nilai resistansi LDR akan mempunyai nilai besar bila sensor tersebut jauh dari cahaya senter dan intensitas cahayanya rendah. Kata kunci: LDR, Robot, Cahaya.
APLIKASI SMART CARD BERBASIS RFID UNTUK SISTEM KEAMANAN PARKIR Caroline Caroline; Ellyas Muda C.S; Loga Gilang A; Ardian S; Hermawati Hermawati; Ike Bayusari
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.127 KB)

Abstract

Abstrak—Permasalahan parkir merupakan persoalan yang dewasa ini melanda terutama di kota-kota besar. Bukan hanya lahan parkir tetapi faktor keamanan menjadi masalah pokok yang harus dihadapi gedung-gedung pekantoran, mal dan sekolah ataupun tempat umum lainnya. Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan Radio Frequency Identification (RFID) untuk mengatasi masalah keamanan pada tempat parkir dengan menerapkan RFID ini pada smartcard. Smartcard terhubung dengan webcam dan database yang telah berisikan data-data pemilik kendaraan yang terdaftar sehingga bila tidak sesuai dengan data yang ada maka palang parkir tersebut tidak akan dapat membuka secara otomatis. Hasil pembacaan webcam tersebut merupakan salah satu alat bukti bila terjadi kehilangan karena arah webcam tersebut akan merekam wajah pengendara motor. Dari pengujian yang telah dilakukan didapatkan bahwa RFID yang dipergunakan pada smartcard ini dapat bekerja dengan baik dan terhubung dengan database yang telah dibuat menggunakan visual basic 6.0, sedangkan untuk jarak yang paling jauh dalam melakukan proses scan RFID yaitu 4,9 cm serta 1 cm untuk jarak terdekat dari proses scan RFID. Untuk posisi yang paling baik dalam menjalankan proses scan RFID adalah tepat di atas RFID reader.Kata kunci: RFID, smartcard, webcam, keamanan, parkirAbstract— Parking has become problem in some cities especially in urban area. Parking problem is not only the spaces but also its security especially for the public facilities such as offices, mall and school. This paper describes the use of RFID to overcome security problem in parking lots. This RFID is implemented in smartcard. Smartcard is connected to webam and database which consists of the information about the registered owner of vehicle. If the owner is not match then the parking bar will not open automatically. The information from webcam can be used as the proof in case of theft because webcam will record the face of rider or driver. The result shows that the implementation of RFID in smartcard works well and can be connected to the database. The furthest distance to scan RFID is 4.9 cm and the shortest is 1 cm. The best position to scan it is exactly on RFID reader.Keywords. RFID, smartcard, webcam, security, parking