Claim Missing Document
Check
Articles

The Local Wisdom-Based STEM Worksheet to Enhance the Conceptual Understanding of Pre-service Physics Teacher Indri Sari Utami; Mudmainah Vitasari; Indah Langitasari; Iwan Sugihartono; Yuli Rahmawati
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 6 No 1 (2020): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 6 Issue 1, J
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.623 KB) | DOI: 10.21009/1.06111

Abstract

The STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) approach plays an important role in developing students’ abilities. The ability to combine science, technology, technical expertise, and mathematics is a tool that can help human life can be created. Of course, the application of STEM needs to be assisted by teaching materials in the form of Worksheets. With the STEM implementation worksheet, it can be more easily implemented without the lecturer having to explain each material fully. Because it must be students who develop their abilities. Following constructivist learning theory, by constructing one’s knowledge, the knowledge will be stored longer in memory. The ability in STEM is also very important in the current era of globalization. With the rapid advancement of technology, each individual is required to continue to innovate in developing a technology product. The basic ability that students need to have in learning basic physics is to understand a concept. A good understanding of the concept will be very supportive when prospective teachers later teach. It is expected that through the application of STEM, students are directly involved actively in designing and making products, and understanding concepts can be better. Products made by students must be really needed so that they can be used every day. It is better if the product utilizes local wisdom that is around the student environment. The product to be made is to convert the abundant solar thermal energy in Serang into a heater that can be used for cooking. It is a renewable energy because the heat in Serang is sweltering up to 32° C, so it can be used more than just drying. Based on these needs, mak a worksheet STEM based on local wisdom needs to be applied in learning. The results of this study stated that the local wisdom-based STEM worksheet on temperature and heat material for Physics teacher candidates was developed as a learning medium to increase students’ interest and understanding through independent learning.
Faktor–Faktor Yang Memengaruh Perilaku Buang Air Besar Sembarang (BABS) Pada Masyarakat Di Kampung Wainlabat Wilayah Kerja Puskesmas Segun Kabupaten Sorong Febry Talakua; Irawati Irawati; Yuli Rahmawati
Jurnal Inovasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2020): APRIL
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan yang dihadapi Indonesia terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang higiene dan sanitasi masih sangat besar, untuk itu perlu dilakukan intervensi terpadu melalui pendekatan sanitasi total. Presentase ketersediaan jamban di Kampung Wainlabat adalah jamban permanen 8 unit dan cemplung 33 dan tidak memiliki 1 unit dari 42 KK. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku BABS pada masyarakat di Kampung Wainlabat Wilayah Kerja Puskesmas Segun Kabupaten Sorong. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan deskriptif analitik, dan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh keluarga yang ada di Kampung Wainlabat sebanyak 42 KK. Jumlah sampel sebanyak 42 KK.Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Hasil analisa uji chi square, diketahui variabel pengetahuan p-value = 0,004 artrinya ada pengaruh pengetahuan dengan perilaku BABS, pengaruh keikutsertaan dalam penyuluhan  p-value = 0,007 artinya ada pengaruh keikutsetaan dalam penyuluhan dengan perilaku BABS ,kepemilikan jamban p-value = 0,000 artinya ada pengaruh kepemilikan jamban dengan perilaku BABS, ketersediaan air bersih p-value = 0,005artinya ada pengaruh ketersediaan air bersih dengan perilaku BABS. Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh pengetahuan, keikutsertaan penyuluhan,  kepemilikan jamban dan ketersediaan air bersih terhadap perilaku BABS di Kampung Wainlabat wilayah kerja Puskesmas Segun Kabupaten Sorong. Disarankan bagi masyarakat Kampung Wainlabat sebaiknya aparat kampung lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat mengingat masalah kesehatan lebih penting terutama masalah jamban, air bersih yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat Kampung Wainlabat. Bagi puskesmas, diharapkan meningkatkan peran penyuluhan kesehatan menginggat risiko masalah kesehatan yang timbul akibat BABS. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dan disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah variabel pekerjaan dan pendapatan serta dampak langsung yang terjadi bagi masyarakat.
Pengembangan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Berbasis Budaya: Culturally Responsive Transformative Teaching (CRTT) Yuli Rahmawati; Achmad Ridwan; Mega Ayu Agustin
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v2i1.33

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru dalam pembelajaran berbasis budaya yaitu Culturally Responsive Transformative Teaching (CRTT). Workshop ini dapat menjadi salah satu solusi yang dapat membantu guru dalam menjawab tantangan yang diberikan oleh kurikulum 2013, terkait pengembangan nilai-nilai karakter dan budaya. Pelaksanan pengabdian masyarakat dilakukan di dua sekolah islam terpadu di Banten yaitu di Sekolah Islam Terpadu Bina Insani dan SDIT Ibadurrahman. Jumlah guru yang terlibat sebanyak 58 guru, Sekolah Islam Terpadu Bina Insani (37 orang) dan SDIT Ibadurrahman sebanyak (21 orang). Kegiatan workshop dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu pemberian framework, integrasi budaya dalam mata pelajaran yang diampu, perancangan pembelajaran, dan presentasi hasil. Model pembelajaran dengan pendekatan CRTT diterapkan dengan lima tahapan yaitu self identification, cultural understanding, collaboration, critical reflections, transformative construction. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara informal dan reflektif jurnal. Analisis data dilakukan dengan analisis tema dan dipresentasikan sesuai pendapat guru secara deskripsi dan naratif. Hasil kegiatan menunjukkan guru dapat melakukan integrasi budaya Banten dalam berbagai mata pelajaran serta merencanakan pembelajaran. Di samping itu, kegiatan workhop telah mengembangkan keterampilan berpikir kritis, bekerja sama, dan rasa ingin tahu. Model pembelajaran dapat membantu guru dalam pengembangan identitas budaya dan karakter yang sejalan dengan kurikulum.
Indonesia National Curriculum Reform in the Context of Standard-Based Education: Policy and Implementation Bambang Suryadi; Yuli Rahmawati; Bahrul Hayat; Suprananto Suprananto
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.12883

Abstract

AbstractCurriculum reform plays an essential role in assuring the success of systematic educational change. The purpose of this study is to portray the government policy and the issues of the Curriculum 2013 implementation. This study employed qualitative methodology using document analysis, observation and Focused Group Discussion (FGD)   as data collection techniques. The results of this study show that the curricula philosophy of curriculum reform was well-articulated and relevant to meet the requirements of twenty-first century learning competencies. However, the curricula implementation process faced substantial challenges with technical problems regarding the national standards of education document, teacher training and competences, the availability of school textbooks, and classroom assessment implementation. The findings of this study have several implications for implementing the national curriculum in Indonesia. Therefore, alignment between the national standards of education document, the curriculum structure, and the assessment system is required in order to ensure the successful implementation of Curriculum 2013 throughout the nation.AbstrakReformasi kurikulum memainkan peran penting dalam memastikan keberhasilan perubahan pendidikan yang sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kebijakan pemerintah dan isu-isu implementasi Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif menggunakan analisis dokumen, observasi dan diskusi kelompok terpumpun sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi reformasi kurikulum diartikulasikan dengan baik dan relevan untuk memenuhi persyaratan kompetensi pembelajaran abad kedua puluh satu. Namun, proses implementasi kurikulum menghadapi tantangan besar dengan masalah teknis mengenai dokumen yang terkait dengan standar nasional pendidikan, pelatihan dan kompetensi guru, ketersediaan buku pelajaran di sekolah, dan implementasi penilaian di dalam kelas. Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi untuk menerapkan kurikulum nasional di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan keselarasan antara dokumen standar nasional pendidikan, struktur kurikulum, dan sistem penilaian untuk memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 di seluruh negara. 
Integration of Palembang Cultural Products in the Learning of Electrolyte and Nonelectrolyte Solutions: An Ethnopedagogical Approach Mario Aditya Prasetyo; Yuli Rahmawati; Yussi Pratiwi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meaningful chemistry learning can occur if students can connect new knowledge with previously owned knowledge. It is challenging for teachers to carry out a meaningful learning process by linking different students' cultural backgrounds and characters. This study used an ethnopedagogical approach in studying electrolyte and nonelectrolyte solution materials using Palembang cultural products that contain chemical aspects, namely (1) cuko (gravy) pempek contains vinegar which is a weak electrolyte solution, (2) kuah (sauce) pindang contains citric and tartaric acids, which are weak electrolytes, and (3) in the process of making Batik Palembang using caustic soda for coloring which is an example of a strong electrolyte. This research aimed to develop creative and meaningful learning methods to improve the quality of learning. This research was conducted in class X IPA 1 SMA Negeri 5 Palembang in January-March 2021. Qualitative descriptive methods and ethnopedagogical approaches were used in this research. It was carried out through five stages, namely Self Identification by conducting interviews to determine cultural background, Content Integration by providing ethnochemical articles, Collaboration by doing practicum, Dialogue by conducting discussions, and Reflection by filling in reflective journals. Based on this research, it can be seen that students can connect chemical concepts with local wisdom through cultural products. Students do not find it challenging to understand electrolyte and nonelectrolyte solution material because they use cultural products closely related to everyday life.
Analisis Struktur Kognitif Siswa Dengan Metode Flowmap Dalam Materi Asam Basa Menggunakan Model Learning Cycle 8E Elsa Mahardika; Nurbaity Nurbaity; Achmad Ridwan; Yuli Rahmawati
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.914 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v3i1.1849

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis struktur kognitif siswa kelas XI dengan metode flow map dalam materi asam basa menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 8E.  Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas XI MIA 4 SMA N 54 Jakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes pemahaman, wawancara, flow map, observasi, reflektif jurnal dan lembar kerja siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa membangun struktur kognitif berdasarkan pemahaman dan pengalaman siswa. Model pembelajaran Learning Cycle 8E memiliki dampak terhadap perkembangan struktur kognitif dan softskill siswa. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa selama mengikuti model pembelajaran Learning Cycle 8E persentase siswa yang mengalami miskonsepsi menurun dan pesentase siswa yang paham meningkat Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran Learning Cycle 8E dapat mengatasi miskonsepsi siswa. Model pembelajaran model pembelajaran Learning Cycle 8E juga berdampak terhadap perkembangan softskill siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa siswa sudah menerapkan sikap menghormati dan menghargai temanya dalam menghadapi perbedaan pendapat.
PENGARUH KONDISI EKONOMI ORANG TUA, LINGKUNGAN SEKOLAH, DAN PRESTASI BELAJAR TERHADAP MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN TINGGI YULI RAHMAWATI
Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK) Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor yang dapat mempengaruhi minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi diantaranya adalah kondisi ekonomi orang tua, lingkungan sekolah dan prestasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kondisi ekonomi orang tua, lingkungan sekolah, dan prestasi belajar terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa kelas XII Jurusan Akuntansi SMKN 10 Surabaya baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 113 siswa kelas XII Akuntansi. Sampel penelitian berjumlah 88 reponden dengan tingkat kesalahan 5%) yang dipilih dengan teknik random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan sebelumnya telah diuji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari kondisi ekonomi orang tua, lingkungan sekolah dan prestasi belajar baik secara parsial maupun simultan terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa kelas XII Akuntansi SMKN 10 Surabaya. Secara simultan, sebesar 80,4% minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi siswa dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, lingkungan sekolah, dan prestasi belajar, sedangkan 19,6% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi ekonomi orang tua, lingkungan sekolah, dan prestasi belajar berpengaruh secara simultan maupun parsial terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kata Kunci: ekonomi orang tua, lingkungan sekolah, prestasi belajar, minat, pendidikan, perguruan tinggi
PENGEMBANGAN LITERASI SAINS DAN IDENTITAS BUDAYA SISWA MELALUI PENDEKATAN ETNO-PEDAGOGI DALAM PEMBELAJARAN SAINS Yuli Rahmawati; Achmad Ridwan; Sylvia Faustine; Sitti Syarah; Ibrahim Ibrahim; Pramita Cucu Mawarni
EDUSAINS Vol 12, No 1 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i1.12428

Abstract

SCIENCE LITERACY AND STUDENT CULTURAL IDENTITY DEVELOPMENT THROUGH ETHNO-PEDAGOGY APPROACH IN SCIENCE LEARNING AbstractThis study aims to develop and apply ethno-pedagogy learning models in science learning to develop scientific literacy and students' cultural identity in the solar system topic. The study was conducted at SMPN 4 Bolo in the even semester of the 2018/2019 school year with 26 research subjects consisting of grade seven students. The study was conducted using qualitative analysis methods by collecting data through observation, reflective journals, student interviews, and scientific literacy tests. The ethno-pedagogy model is carried out through five stages of learning: self-identification, Content Integration, Collaboration, Dialogue, and Reflection. The results showed that the Etnopedagogy learning model impacted the development of students' scientific literacy and student's cultural identity. Based on the students' scientific literacy test as a whole showed that as many as 6.25% of students reached excellent levels and 31.25% of students reached good levels, 50% of students reached sufficient levels, 12.50% of students reached unfavorable levels, and there were none of the students who are at a not very good level. Science learning with the Ethno Pedagogy model provides opportunities for students to develop scientific literacy and learn to understand their cultural identity, foster a sense of love and pride for Indonesia, and responsibility to preserve its culture. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran etnopedagogi dalam pembelajaran IPA untuk mengembangkan literasi sains dan identitas budaya siswa pada materi sistem tata surya. Penelitian dilaksanakan di SMPN 4 Bolo pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 dengan subyek penelitian terdiri dari 26 orang siswa kelas VII. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, reflektif jurnal, wawancara siswa, dan tes literasi sains. Model etnopedagogi dilakukan melalui lima tahapan pembelajaran, yaitu self-identification, Content Integration, Collaboration, Dialogue, dan Reflection.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Etnopedagogi memiliki dampak dalam pengembangan literasi sains siswa dan identitas budaya siswa. Berdasarkan tes literasi sains siswa secara keseluruhan menunjukkan sebanyak dapat diketahui bahwa sebanyak 6,25% siswa mencapai level baik sekali dan 31,25% siswa mencapai level baik, 50% siswa mencapai level cukup, 12,50% siswa mencapai level kurang baik, dan tidak ada lagi siswa yang berada pada level kurang baik sekali. Pembelajaran sains dengan model Etnopdagogi memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan literasi sains dan belajar untuk memahami identitas budayanya, menumbuhkan rasa cinta tanah air, bangga dan tanggung jawab untuk melestarikan budayanya. 
Development of Students’ Conceptual Understanding through STEAM Project Integration in Thermochemistry Yuli Rahmawati; Syauqi Faizka Ramadhani; Afrizal Afrizal; Mela Puspitasari; Alin Mardiah
Jurnal Tadris Kimiya Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Chemistry Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jtk.v6i1.5498

Abstract

This study aims to develop students' conceptual understanding by integrating the Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) project in thermochemistry. The qualitative research was employed with interviews, reflective journals, observations, students’ worksheets, and conceptual understanding tests on 40 students in senior high school. The STEAM project was implemented through a project-based learning model to develop students' understanding of exothermic and endothermic, combustion reactions, and enthalpy concepts. The STEAM project being developed is a steamship using three fuels: methanol, ethanol, and palm oil. The results showed that the student's understanding of enthalpy calculation had developed. Otherwise, the concept of exothermic, endothermic, and combustion reaction, especially related to applying the concept in daily life, is still undeveloped. Thus, some of the students experienced misconceptions. Therefore, the integration of contextual learning such as STEAM needs to be continuously applied to provide students with opportunities to develop their conceptual understanding and application in daily life.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI CALON GURU KIMIA MELALUI PENDEKATAN SOCIO CRITICAL AND PROBLEM ORIENTED Risky Amalia; Yuli Rahmawati; Setia Budi
Jurnal Tadris Kimiya Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Chemistry Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jtk.v4i1.4816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan argumentasi calon guru kimia melalui pembelajaran nanosains dan nanoteknologi dengan pendekatan socio critical and problem oriented. Penulis menemukan masalah utama adalah mahasiswa calon guru cenderung pasif dan proses pembelajaran tidak melibatkan siswa dalam berargumentasi. Penelitian kualitatif ini dilakukan pada 32 mahasiswa calon guru. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, lembar kerja mahasiswa, jurnal reflektif, dan soal tes keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru terlibat dan termotivasi dalam pengalaman pembelajaran nanosains dan nanoteknologi yang bermakna dan keterampilan argumentasi mahasiswa calon guru sudah muncul dan berkembang dengan baik selama proses pembelajaran yaitu mampu memberikan claim dan data, dan beberapa warrants, qualifier dan rebuttal pada argumen yang diberikannya. Pemahaman konsep nanosains seperti karakteristik unik, sifat fisik, sifat kimia nanomaterial dan aplikasi nanosains dan nanoteknologi sudah baik. Pada akhirnya, implikasi pembelajaran tersebut telah memberikan peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan argumentasi mereka dan memberikan pengalaman pembelajaran yang dapat diimplementasikan pada kelas sains selanjutnya.
Co-Authors Abdullatif Setiabudi Achmad Ridwan Achmad Ridwan Achmad Ridwan Ade Dwi Utami Afrizal Afrizal Ainulluluah Ainulluluah Alin Mardiah Alin Mardiah Alin Mardiah Alin Mardiah Andi Wiranata Anna Rahmadianty Anna Rahmadianty Aodah Diamah Arifin Maksum Bahrul Hayat Bambang Suryadi Belgys Zahia Boeriswati, Endry Bramianto Setiawan Chaeruman, Uwes Anis Chintia Fatimah Daeng Ayub Dewi Fitriyani Dewi Fitriyani Dinda Novia Wilandari Dini Delfiana Dyah Budi Utami Dzuhrotul Ulumiyah Ella Fitriani Elsa Mahardika Evi Elfrida Farah Fadhilah Fera Kurniadewi Fitriyani Fitriyani Hasna Rashifah Hayyun Lisdiana Ibrahim Ibrahim Iif Ahmad Rifai Ilmi Zakiah Amalia Indah Langitasari Indri Murnilasari Indri Sari Utami Irawati Irawati Irma Ratna Kartika Iwan Sugihartono Jaspar Jas Maemonah, Maemonah Mario Aditya Prasetyo Maulidya Virginanti Mega Ayu Agustin Mela Puspitasari Mentari Reza Apriliana Mian Gultom Miftahul Hamim Moersilah Mohammad Syarif Sumantri Muchlis R. Luddin Mudmainah Vitasari Muhammad Syahril Sabda Mukminah Muktiningsih Nurjayadi Nabillatul Ismi Abrar Nina Nurhasanah Nisrina Tsabitah Nur Asri Shakila Nur Shapna Dwiyanti Nurbaity Nurbaity Nurbaity Nurbaity Paristiowati, Maria Peter C Taylor Pramita Cucu Mawarni Pramita Cucu Mawarni Pramita Cucu Mawarni Pramita Cucu Mawarni Rahadian Sujud Rahma Esi Andina Rekha K Koul Rekha Koul Rifqi Ghufrooni Riskiono Slamet Risky Amalia RIYADI Setia Budi Siska Ita Selvia Sitti Syarah Sukro Muhab Suprananto Suprananto Susi Fitri Syauqi Faizka Ramadhani Sylvia Faustine Sylvia Faustine Talakua, Febry Talitha Erinna Tika Dwi Pamungkas Tri Hastuti Budi Utami Tritiyatma Hadinugrahaningsih Tritiyatma Hadinugrahaningsih Tuszie Widhiyanti Vina Iasha Waskitarini Darmiyanti Yolanda Devi Yusmaniar Yussi Pratiwi