Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PERENCANAAN HARIAN TERHADAP KINERJA HARIAN KEPALA RUANG DI RUANG RAWAT INAP RS TUGU IBU DEPOK Achmad Syaifudin; Rr. Tutik Sri Hariyati; Hanny Handiyani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.301 KB)

Abstract

Perencanaan merupakan bagian dari fungsi manajemen mendasar dan paling awal yang akan menyeleksi prioritas, hasil, dan metode untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Efektifitas perencanaan harian kepala ruang mempengaruhi kinerja dan mutu pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas perencanaan harian terhadap kinerja harian kepala ruang di ruang rawat inap RS Tugu Ibu Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan control group pre-test post-test. Uji validitas instrumen menggunakan content validity expert, dengan ujireabilitas interater reability. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 sampel, masing-masing 33 sampel kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian terdapat pengaruh yang sempurna perencanaan harian terhadap kinerja harian (r=1.00, α=0.05), terdapat perbedaan yang bermakna perencanaan harian dan kinerja harian antara sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan pada kelompok intervensi (p=0.001, α=0.05), terdapat perbedaan yang bermakna perencanaan harian dan kinerja harian antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudahpelatihan perencanaan harian (p=0.001, α=0.05). RS Tugu Ibu perlu meningkatkan pendidikan kepala ruang untuk dapat berperan sebagai manager lini keperawatan, mengembangkan model perencanaan harian yang lebih lengkap dan sesuai dengan visi/misi ruangan dan rumah sakit Tugu Ibu Depok.Kata kunci: kepala ruang, kinerja harian, manager lini, perencanaan harian
APLIKASI MHEALTH DALAM DETEKSI, MONITORING DAN PERUBAHAN GAYA HIDUP PASIEN PENYAKIT JANTUNG puspita, vema tiyas; Hariyati, RR. Tutik Sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.258 KB) | DOI: 10.26753/jikk.v15i2.333

Abstract

Pendahuluan : Penyakit jantung memiliki prevalensi kematian dan morbiditas yang tinggi. Penyebab dari penyakit kardiovaskular ini karena merokok, meningkatnya tekanan darah, penyakit diabetes mellitus, kolesterol, obesitas, diet yang tidak sehat dan aktifitas fisik yang kurang. Ketidakpatuhan minum obat juga merupakan faktor pencetus kekambuhan. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mencegah dan monitoring pasien penyakit jantung dengan menggunakan  aplikasi mhealth. Tujuan dari studi literature ini adalah untuk mengetahui aplikasi mhealth yang dapat digunakan untuk pasien jantungMetode :Tinjaun pustaka telah dilakukan untuk mencari jurnal terkait yang dipublikasikan pada tahun 2013 sampai dengan 2018 dengan melalui pencarian database di EBSCO, CINAHL, Wiley, Scopus, Proquest, Sage Publications, Science Direct dengan kata kunci “mhealth cardiac”, “mhealth cardiac nursing”, mhealth nursing”, “mhealth smartphone application”.Hasil : berdasarkan penelusuran jurnal didapatkan lima jenis aplikasi mhealth baik yang berbasis android maupun iOS,  yaitu: AliveCor™ECG,  Wellframe Application,  Care4Heart,  HeartKeeper app, dan  HeartMapp app.Kesimpulan : Berbagai aplikasi mhealth telah dikembangkan, tetapi hanya beberapa yang sudah dilakukan uji fisibilitas dan akseptabilitas. Peran perawat sangat penting dalam memilih aplikasi yang tepat dan sesuai digunakan untuk pasien dengan gangguan jantung.Kata kunci: aplikasi kesehatan, aplikasi mhealth, penyakit jantung
FAKTOR PERSONIL DALAM PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA PERAWAT RUMAH SAKIT DI SEMARANG Rofi’i, Muhamad; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Pujasari, Hening
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pulang merupakan salah satu kegiatan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien di rumah sakit, yang akan memberikan dampak terhadap pemendekan lama perawatan pasien di rumah sakitdan akan dapat menurunkan angka kekambuhan pasien. Pelaksanaan perencanaan pulang telah menjadi salah satu program kegiatan dalam sistem pemberian asuhan keperawatan pada klien. Namun dalam pelaksanaannya, perencanaan pulang belum sesuai dan belum optimal. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan perencanaan pulang di rumah sakit. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang secara langsung terlibat dengan perencanaan pulang ini juga sangat menentukan proses pelaksanaan perencanaan pulang. Komitmen rumah sakit juga sangat berpengaruh besar terhadap pelaksanaan perencanaan pulang bagi pasien.Faktor personil perencanaan pulang adalah orang-orang yang berkontribusi dalam perencanaan pulang yaitu perawat, dokter, petugas kesehatan di masyarakat, pasien dan anggota keluarga. Discharge planning pada perawat rumah sakit sangat penting untuk dilaksanakan di rumah sakit, karena dapat memberikan motivasi untuk mencapai kesembuhan pasien.  Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor personil yang mempengaruhi pelaksanaan discharge planning.Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel riset adalah perawat dan dokumentasi asuhan keperawatan dengan jumlah masing-masing 147dengan purposive sampling dan proporsionate sampling. Analisis riset menggunakan uji Chi Square (signifikansi 5%).Hasil penelitian adalah ada hubungan antara faktor personil discharge planning (p=0,01, α= 0,05) dengan pelaksanaan discharge planning. Perawat harus mampu untuk menjalin hubungan, komunikasi,  membuatkesepakatan dengan pasien, keluarga, dan tim kesehatan lain.
Penerapan Metode Pelibatan Pasien melalui Feedback Pasien Dan Edukasi Speak-Up Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Jakarta: Pilot Study Nuridha Fauziyah; RR Tutik Sri Hariyati; Umi Fatmawati
Dunia Keperawatan Vol 8, No 3 (2020): November 2020
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dk.v8i3.8859

Abstract

Salah satu domain penerapan patient-centered-cared yang dapat dilakukan adalah dengan mendengarkan pendapat pasien tentang asuhan keperawatan yang diharapkan serta memotivasi pasien untuk selalu terlibat aktif dalam proses perawatan. Metode pelibatan pasien: feedback pasien dan edukasi Speak-up merupakan cara yang dapat diterapkan di rumah sakit. Studi ini bertujuan menerapkan pengembangan metode pelibatan pasien: feedback pasien dan edukasi speak-up. Metode yang digunakan adalah pilot-study terhadap 57 perawat dengan menggunakan lembar observasi proses feedback pasien dan edukasi Speak-up yang terdiri dari 17 item. Tahapan dimulai dengan identifikasi masalah, analisis fishbone, implementasi dan evaluasi. Implementasi berupa pembuatan panduan, standar prosedur operasional, formulir, dan video role-play. Hasil studi menunjukan bahwa metode pelibatan pasien: feedback pasien dan edukasi speak-up dilakukan dengan capaian 69,42%. Keberhasilan proses pelibatan pasien dipengaruhi adanya keinginan organisasi dan staf untuk mendengarkan pasien, kesiapan untuk berubah, sumber daya yang mendukung, serta dukungan perawat, perawat manajer dan manajemen. Studi ini dapat menjadi dasar penerapan metode baru mengenai proses pelibatan  pasien di rumah sakit.
The Evaluation of Prototype Discharge Planning Model Based on Information Technology Rr. Tutik Sri Hariyati; Efi Afifah; Hanny Handiyani
Makara Journal of Health Research Vol 12, No 2 (2008): December
Publisher : Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discharge Planning (DP) is very important to be conducted as is provides patient and his/her family with homecare preparation. This study aimed at identifying the implementation of DP model and evaluated the DP model. Sampel of the research was 51 nurses at Fatmawati Hospital. The Result showed that nurse’s knowledge of DP was significantly improved after the DP model was introduced (mean before = 11.6, mean after = 16.81, p.value = 0.000). CD-based DP learning was also found significantly increase the number of DP given by nurse (mean befor = 50.3, mean after = 59.33, p value = 0.000). In addition, study to nursing documentation indicated that the DP CD’s have been used by 62 patients. From the interview with nurses leaders and nurse staff it was identified that the DP CD’s were perceived as useful tool to assist DP. Accordingly, patients and their family asseserted the DP CD’s were very helpful.
Hubungan Antara Perilaku Merawati Tim Pelayanan dengan Capaian Indikator Program Gizi Dwiantoro, Luky; Keliat, Budi Anna; Bachtiar, Adang; Hariyati, Rr Tutik Sri
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi buruk masih menjadi masalah di Indonesia. Hasil Riskesdes 2013 menunjukan angka gizi buruk sebesar 5,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merawati tim pelayanan kesehatan primer dengan capaian program gizi di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama studi kualitatif untuk membangun konstruk instrumen perilaku merawati tim pelayanan kesehatan primer program gizi; tahap kedua studi kuantitatif untuk melihat hubungan antara perilaku merawati tim pelayanan kesehatan primer dengan capaian program gizi. Wawancara dilakukan terhadap 64 pelaksana gizi, untuk mengukur perilaku merawati tim pelayanan kesehatan primer program gizi, serta 3.200 ibu bayi/balita untuk mengukur capaian program gizi. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara perilaku merawati pimpinan kepada pelaksana, antar pelaksana, pelaksana kepada kader dan pelaksana kepada ibu bayi/balita dengan capaian program gizi; Kesimpulan menunjukan bahwa terdapat hubungan antara perilaku merawati tim pelayanan kesehatan primer dengan capaian indikator program gizi. Saran agar dibuat kebijakan untuk menerapkan perilaku merawati pada tim pelayanan kesehatan primer program gizi di Indonesia
Spiritual Emotional Freedom Technique Intervention to Reduce Pain in Cancer Patients Mulia Hakam; Krisna Yetti; Rr. Tutik Sri Hariyati
Makara Journal of Health Research Vol 13, No 2 (2009): December
Publisher : Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spiritual emotional freedom technique (SEFT) represents an combination technique from body’s energy system and spiritual therapy by tapping at certain points of the body. SEFT focuses on certain words or sentences pronounced several times in a rhythm, follows by resignation to God as in patients’ belief. This research was aimed to explore the effect of SEFT intervention to reduce of cancer pain patients at the Dr Soetomo General Hospital in Surabaya. Quasi experimental were used in this study using pre test and post test design with control group. Samples, 20 respondents (in 2 groups) were recruited using consecutive sampling. The intervention group received SEFT intervention combined with analgesic therapy and the control group given only analgesic therapy. SEFT intervention implemented after administrating analgesic, for 5-10 minutes every day during five days. Pain was measured using numeric rating scale (NRS). The combination SEFT intervention and analgesic therapy was more effective than only analgesic therapy. SEFT can be employed for cancer patients to relieve their pain. Nursing intervention with SEFT encourages nurse’s role autonomy and steps to reduce patient’s dependency on analgesic therapy.
Why We Have to Develop Instruments of Our Caring Measurement Based on an Indonesian Perspective Candra Panji Asmoro; Rr Tutik Sri Hariyati; Andri Setiya Wahyudi
Jurnal Ners Vol. 14 No. 3 (2019): Special Issue
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v14i3.17216

Abstract

Introduction: Caring is the core or focus in nursing as a form of professional nursing practice. The current caring instrument is an original instrument that measures the attitudes or behavior of nurses, has not paid attention to the administrative and environmental aspects of the hospital. The use of an instrument that does not yet contain certain characteristics gives rise to improper measurement results. The purpose of this study was to explain the importance of developing caring measurement instruments with an Indonesian perspective.Methods: Systematic reviews were carried out from database articles on ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, SpringerLink, Wiley online, Proquest, and EBSCOhost. Criteria for articles were articles published in the last 10 years, national and international research locations, and in Indonesian and English. 15 references were obtained from 2100 references that met the predetermined criteria. The development of a caring behavior instrument based on an Indonesian perspective does not yet exist.Results: The results found that development on the basis of linguistics, cultural adjustment, and according to the prevalence of disease in a country because the epidemiology of the disease differs on the climate region.Conclusion: Specific caring instruments in an Indonesian perspective is expected that the research results will be more accurate. 
Pemanfaatan Teknologi Informatika dalam Dunia Pendidikan Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 9, No 1 (2005): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v9i1.156

Abstract

AbstrakPada era perkembangan teknologi terjadi beberapa pergeseran bentuk metode pemberian pendidikan, kalau dahulu kita kenal bahwa pembelajaran terjadi di kelas dan jika ada interaksi antara pengajar dan peserta didik pada waktu dan tempat yang sama maka saat ini hal tersebut sudah berubah. Banyaknya metode pembelajaran jarak jauh yang berbasis web, maka proses pembelajaran dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja. Peserta didik dapat belajar di rumah, di tempat kerja atau di perpustakaan. Ini sangat memudahkan peserta didik. Tulisan ini memaparkan tentang penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan khususnya pendidikan keperawatan di Indonesia serta kendala yang dihadapinya. AbstractIn the era of high technology a revolution in learning has occurred and has moved from classroom and synchronous to a more independent and asynchronous method. Distance learning based on web makes many students have access to learn any time and anywhere whether they want it-at home, at work, or in the local library. It is very flexible for students. The article discusses about information technology in nursing education and also the problems that are usually encountered in Indonesia.
Penerapan SPO Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Ruang Sub Instalasi Rawat Inap X Rumah Sakit Militer Jakarta: Pilot Study Putri Nilasari; Rr Tutik Sri Hariyati; Siti Anisah
Dunia Keperawatan Vol 8, No 2 (2020): July 2020
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dk.v8i2.8026

Abstract

Asuhan keperawatan yang holistik merupakan asuhan yang seharusnya diberikan oleh perawat. Namun diketahui perawat pernah melewatkan satu dari beberapa kegiatan dalam asuhan keperawatan. Studi ini bertujuan mendeksripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan di ruang sub instalasi rawat inap X RS Militer Jakarta. Metode yang digunakan yaitu pilot study melalui 23 dokumen rekam medis, observasi dan wawancara dengan pasien dan keluarga. Tahap dimulai dengan pengkajian awal, analisis fishbone, PDSA (Plan-Do-StudyAction), implementasi dan evaluasi. Implementasi berupa pembuatan draft SPO dan pengoptimalan formulir, sosialisasi, pendampingan, dan video roleplay. Hasil studi menunjukkan terdapat peningkatan pada proses evaluasi jalannya asuhan keperawatan mencapai 78,26%. Sementara pada tindakan keperawatan yang menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemenuhan kebutuhan mandi mencapai 75%, ROM mencapai 70%, duduk di kursi roda dan berjuntai mencapai 100%. Keberhasilan dipengaruhi oleh sumber daya material berupa SPO serta dukungan dan peran dari manajer perawat. Rekomendasi studi ini dapat menjadi dasar dalam pengoptimalan pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit.