Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui Pendampingan Keluarga dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Berkebutuhan Khusus di Wilayah Kelurahan Talagasari Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Lia Herliana; Betty Suprapti; Dewi Aryanti
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera Volume 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v1i1.187

Abstract

Anak disabilitas atau anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mempunyai keterbatasan baik secara fisik maupun mental intelektual. Dalam pandangan masyarakat, anak berkebutuhan khusus dikenal dengan istilah penyandang cacat (UU No 4 Tahun 1977) tetapi istilah itu mengandung konotasi yang negative. Komitmen internasional untuk membangun masyarakat yang lebih inklusi telah menghasilkan situasi anak penyandang disabilitas dan keluarga mereka yang masih terus menghadapi rintangan untuk berpartisipasi dalam masalah-masalah sipil, social dan budaya di masyarakat mereka. Upaya-upaya tersebut dilakukan salah satunya dengan implementasi memerangi diskriminasi dan meningkatkan kesadaran akan disabilitas di kalangan masyarakat umum, menghilangkan rintangan-rintangan terhadap inklusi sehingga seluruh lingkungan anak – sekolah, fasilitas kesehatan, transfortasi public bisa memfasilitasi akses dan mendorong partisipasi anak penyandang disabilitas bersama dengan rekan-rekan mereka. Kegiatan yang akan dilakukan dalam melakukan program kemitraan dengan masyarakat ini adalah dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memiliki anak disabilitas dengan memberikan pendidikan kesehatan agar anak senantiasa merasa berharga dan memiliki arti yang positif, serta melakukan deteksi tumbuh kembang dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak penyandang disabilitas tersebut.
Tantangan Dan Potensi Pendidikan Islam Di Era Milenial Dewi Aryanti
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i2.13162

Abstract

Pendidikan Islam di Era Milenial, bahwasanya era milenial itu banyak pekerjaan yang telah diselamatkan, dengan peluang dan tantangan yang harus diselesaikan dan dijawab. Salah satunya adalah generasi muda Islam yang telah mencapai milenial, sehingga berdampak pada sikap dan perilaku yang dihasilkan. Tren dan ketergantungan pada teknologi dan komunikasi adalah fenomena yang paling umum. Siswa mulai menghabiskan banyak waktu di depan ponsel mereka. Silaturahmi, tatap muka dan diskusi jarang terjadi. Munculnya zaman milenial, dan idealnya dunia pendidikan Islam harus merespon dengan cepat. Sifat dan tujuan dari sudut pandang pendidikan Islam, sangat jelas bahwa manusia diciptakan. Butuh strategi untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dalam perjuangan zaman Islam milenial. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus berani merekonstruksi atau merumuskan kembali paradigma pendidikan yang memungkinkan mereka muncul dan bersaing di tengah gelombang milenial.Keywords:Tantangan;Potensi;Pendidikan Islam;Era Milenial; 
Tantangan Dan Potensi Pendidikan Islam Di Era Milenial Dewi Aryanti
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i2.13162

Abstract

Pendidikan Islam di Era Milenial, bahwasanya era milenial itu banyak pekerjaan yang telah diselamatkan, dengan peluang dan tantangan yang harus diselesaikan dan dijawab. Salah satunya adalah generasi muda Islam yang telah mencapai milenial, sehingga berdampak pada sikap dan perilaku yang dihasilkan. Tren dan ketergantungan pada teknologi dan komunikasi adalah fenomena yang paling umum. Siswa mulai menghabiskan banyak waktu di depan ponsel mereka. Silaturahmi, tatap muka dan diskusi jarang terjadi. Munculnya zaman milenial, dan idealnya dunia pendidikan Islam harus merespon dengan cepat. Sifat dan tujuan dari sudut pandang pendidikan Islam, sangat jelas bahwa manusia diciptakan. Butuh strategi untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dalam perjuangan zaman Islam milenial. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus berani merekonstruksi atau merumuskan kembali paradigma pendidikan yang memungkinkan mereka muncul dan bersaing di tengah gelombang milenial.Keywords:Tantangan;Potensi;Pendidikan Islam;Era Milenial;