TRI HARTITI
Unknown Affiliation

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

TERAPI RELAKSASI TERHADAP NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG ERNAWATI -; TRI HARTITI; IDRIS HADI
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.318 KB)

Abstract

Nyeri pada saat menstruasi atau  haid sering dikeluhkan  seorang wanita sebagai sensasi tidak nyaman, bahkan karena timbulnya nyeri tersebut dapat mengganggu aktivitas dan memaksa penderita untuk istrahat dan meninggalkan pekerjaan atau aktivitas rutinnya selama beberapa jam atau beberapa hari. Puncak insiden dismenore primer terjadi pada akhir masa remaja (adolescence) dan di awal usia 20, insiden dismenore pada remaja (adolescence) dilaporkan sekitar 92%. Rasa ketidaknyamanan jika tidak diatasi akan mempengaruhi fungsi mental dan fisik individu sehingga mendesak untuk segera mengambil tindakan/terapi secara farmakologis atau non farmakologis. Dalam lingkup keperawatan dikembangkan terapi non farmakologis sebagai tindakan mandiri perawat. Penelitian ini untuk menjelaskan   perbedaan derajat nyeri dismenore sebelum dengan sesudah dilakukan terapi relaksasi pada mahasiswi keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang. Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design. Pengambilan subyek dilakukan berdasarkan Proporsional Random Sampling dan  yang memenuhi syarat inklusi yaitu sebanyak  50 orang . Usia responden berkisar antara 17 – 28 tahun, sebelum dilakukan terapi relaksasi nafas dalam mengalami  nyeri sedang sebanyak 31 orang (62,0%) dan sesudah dilakukan teknik relaksasi sebagian besar kategori nyeri ringan sebanyak 35 orang (70,0%). dengan uji Wilcoxon diketahui nilai significant difference p = 0,000, <  (0,05). Sehingga ada perbedaan yang bermakna antara nyeri dismenore sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam  pada mahasiswi  S-1 Keperawatan UNIMUS dan ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam relaksasi dengan nyeri dismenore.Kata Kunci : Tehnik relaksasi nafas dalam, dismenore
PENINGKATAN SOFTSKILL PERAWAT MELALUI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA RUANG PADA RS SWASTA DI SEMARANG Hartiti, Tri
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang dapat diterapkan dengan karakteristik kharismatik, pengaruh idealis, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, serta konsiderasi individu. Softskill adalah keterampilan kecakapan hidup baik untuk diri sendiri, berkelompok atau bermasyarakat yaitu berupa keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) maupun keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intra personal skill) agar mampu mengembangkan produktifitas kerja secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepemimpinan transformasional kepala ruang dan kemampuan softskill dari perawat pelaksana serta hubungan keduanya.Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Swasta di Semarang, terhadap 18orang perawat sebagai kepala ruang, dan 80 orang perawat pelaksana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional. Hasil dari penelitian ini didapatkan 4 orang (22%) kepala ruang yang telah memiliki kemampuan kepemimpinan transformasional baik , sedangkan 14 orang (78%) belum baik,  didapatkan 20 orang (25%) perawat pelaksana yang telah memiliki softskill yang baik, sedangkan 60 orang (75%) memiliki softskill yang kurang baik. Terdapat hubungan antara kepemimpinan transformasional kepala ruang dengan softskill perawat pelaksana dengan p=0,018
BEKAM BASAH MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP SOSIAL HUMANIORA PASIEN MIGREN Samiasih, Amin; Hartiti, Tri
Jurnal Keperawatan Medikal Bedah Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Medikal Bedah
Publisher : Jurnal Keperawatan Medikal Bedah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migren kejadiannya mulai meningkat. Kejadian terbanyak pada perempuan usia 35-45 tahun. Keadaan migren sangat mengganggu belajar, bekerja dan aktifitas sehari-hari, sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Bekam basah adalah teknik pengobatan komplementer, telah menurunkan nyeri pada 66% pasien nyeri kepala. Tujuan penelitian  untuk mengetahui pengaruh bekam basah terhadap kualitas hidup pasien migren. Metode penelitian adalah   quasi eksperimen, disain   one group pre test and post test design. Tempat penelitian adalah klinik bekam sinergi di wilayah Semarang teknik pengambilan sampel consecutive sampling, Hasil: Rata-rata gangguan ADL pasien Migren sebelum dilakukan bekam 73.40, termasuk Migren berdampak parah pada ADL. Hal ini menunjukkan kualitas hidup sosial humaniora buruk. Rata-rata gangguan  ADL pasien  Migren  1 minggu setelah  dilakukan bekam 52.67, termasuk Migren berdampak ringan pada ADL. Hal ini menunjukkan kualitas hidup sosial humaniora sedang. Simpulan penelitian ini ada pengaruh bekam basah terhadap kualitas hidup sosial humaniora pasien migren nilai p 0.000.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN LOW BACK PAIN PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANGSERANG KABUPATEN PEKALONGAN Amien Dyah Nawang Wulan; Tri Hartiti; Machmudah -
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.203 KB)

Abstract

Penduduk lansia merupakan salah satu kelompok penduduk yang potensial menjadi masyarakat rentan, sehingga perlu diciptakan suatu kondisi fisik maupun nonfisik yang kondusif untuk pembinaan kesejahteraannya. Salah satu masalah fisik sehari-hari yang sering ditemukan pada lansia adalah nyeri punggung bawah atau LBP. Senam lansia diharapkan dapat menurunkan LBP pada lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan LBP pada lansia, jenis penelitian quasi experiment dengan menggunakan rancangan one grouppretest-posttest design. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2011 di Puskesmas Kandangserang dengan metode accidental sampling, jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan sebelum senam lansia 30% responden mengalami nyeri ringan dan 70% sisanya mengalami nyeri sedang. LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang kabupaten Pekalongan sesudah senam lansia, responden mengatakan nyeri ringan 73,3%, sedangkan sisanya nyeri sedang yaitu sebanyak 26,7%. Ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan (p<0.05)Kata kunci : lansia, LBP, senam lansia.
PENINGKATAN SOFTSKILL MAHASISWA PERAWAT MELALUI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DOSEN DALAM MENGELOLA KELAS DI FIKKES UNIMUS Tri Hartiti; Ernawati Ernawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: A nursing lecturer is an individual responsible for learning process management of nursing students who are expected to professionally provide health services (care provider) in the forms of biological, psychological, social, and spiritual services to individuals, families, and communities in the future. A nursing lecturer is expected to have competences as a classroom management leader who gives opportunities for students to properly actualize their emotions, the one who effectively utilizes resources, andwho does not only focus on the working results known as transformational leadership. Transformational leadership is widely acknowledged as one leadership model which improves human resources. Objectives: this research aims to figure out the lecturers’ transformational leadership in classroom management at Nursing and Health Faculty of Muhammadiyah University of Semarang.Methods: This non experimental (descriptive) research is conducted with a survey approach on a population of 24 nursing lecturers fulfilling inclusion criteria.
NILAI PROFESIONAL KEPERAWATAN PADA MAHASISWA NERS Shaumayantika, Nila; Hartiti, Tri
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2018): September
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.362 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.10.2.2018.94-101

Abstract

ABSTRAK Nilai profesional merupakan identitas diri dan sebagai landasan melaksanakan praktek keperawatan yang digambarkan dalam tiga kategori yaitu, caring, activsm dan professionalsm. Penerapan nilai profesional dimulai saat perawat menjadi mahasiswa, sehingga pendidikan keperawatan memiliki peran penting dalam pembentukan nilai profesional. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran nilai profesional keperawatan pada mahasiswa program studi profesi ners Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, pengambilan sampel secada total sampling sebanyak 62 orang. Pengambilan data kuesioner dengam menggunakan NPVS-3. Analisis statistik menggunakan analisa univariat. Karakteristik mahasiswa mayoritas perempuan, berusia usia 23 tahun, nilai profesional keperawatan kategori baik, nilai kepedulian (caring) kategori baik nilai aktivitas (activsm) kategori baik, nilai professionalsm kategori baik, nilai caring baik, nilai activsm penerapannya baik, nilai professionalsm penerapannya baik, dan keseluruhan penerapan nilai profesional keperawatan adalah baik. Penelitian ini dapat menjadi evaluasi penerapan nilai profesional keperawatan oleh mahasiswa dan dapat menjadi bahan evaluasi oleh institusi pendidikan sehingga dapat lebih mengembangkan kurikulum yang menunjang peningkatan nilai profesional pada mahasiswa. &nbsp; Kata kunci : Nilai profesional, Mahasiswa, Program profesi ners &nbsp; THE DESCRIPTION OF THE PROFESSIONAL VALUE OF NURSING STUDENTS ON PROFESSION COURSES NERS &nbsp; ABSTRACT The value of professional identity is as a foundation and implement the nursing practice&nbsp; is described in three categories namely, caring, and activsm professionalsm. The application starts when the professional nurses into nursing education, so that students have an important role in the formation of professional values. Research purposes to know the description of the professional value of nursing students on profession courses ners at the Faculty of Nursing and Health, Muhammadiyah Semarang of University. A descriptive Study using the method of quantitative survey approach, sampling as much as a total sampling of 62 people. Kuesoner development in data retrieval using NPVS-3. Statistical analysis using univariate analysis. The majority Characteristics of women, age 23 years, the professional value of nursing category either, the value of caring (caring) categories both the value of the activity (activsm) category good, the value of good category professionalsm. the value of caring majority both, the value of a good application of majority activsm, the value of a good application of majority professionalsm, and the overall application of professional nursing is both. This research can be the evaluation of the application values of nursing by students and professionals can be a material evaluation by educational institutions so that they can better develop curricula that support the improvement of professional value in student. &nbsp; Keywords: Professional Values, students, Program profession ners.
LAMA WAKTU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI USIA DINI DENGAN STATUS GIZI BAYI (6-12 BULAN) DI KELURAHAN TLOGOURANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOJA Eko Widya Retno Wahyu Indriani; Tri Hartiti; Amin Samiasih
FIKkeS Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.742 KB)

Abstract

Usia awal bayi yaitu 0-6 bulan sering timbul masalah gizi, baik gizi kurang ataupun gizi lebih. Salah satu faktor penyebab timbulnya masalah gizi pada bayi adalah perilaku pemberian makanan, dalam hal ini pemberian makanan pendamping ASI secara dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama waktu pemberian makanan pendamping ASI di usia dini (0-6) dengan status gizi di Desa Tlogourang Wilayah Kerja Puskesmas Boja. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan yang tinggal di Desa Tlogourang sebanyak 35 orang Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memberikan MP ASI pada usia 5 bulan yaitu 25,7%. Sebagian besar bayi dalam status gizi baik yaitu 71,4%. Berdasarkan uji Chi Square didapatkan nilai p sebesar 0,036 (<0,05), maka dapat dinyatakan ada hubungan yang bermakna antara usia pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi anak di Desa Tlogourang Wilayah kerja Puskesmas Boja. Diharapkan kepada institusi kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan penyuluhan kepada ibu bayi agar memberikan asupan gizi yang baik terutama ASI eksklusif selama 6 bulan agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berlangsung normal.Kata Kunci : Usia MP ASI, Status gizi
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMED CONSENT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Anna Rohmawati; Tri Hartiti; Machmudah -
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.428 KB)

Abstract

Tindakan pembedahan merupakan salah satu bentuk terapi dan merupakan upaya yang dapat mendatangkan ancaman terhadap tubuh, integritas dan jiwa seseorang. Pembedahan merupakan stressor yang dapat menimbulkan cemas psikologik dan fisik. Pada pasien pre operasi yang terjadi karena pasien tidak dapat mengekspresikan sesuatu yang tidak diketahui dan antisipasi pada sesuatu yang tidak dikenal dan prosedur-prosedur yang mungkin menyakitkan akan menjadi penyebab utama yang paling umum salah satunya pemberian informed consent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian informed consent dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di Instalasi Rawat Inap RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 32 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji korelasi sperman rank.Hasil uji korelasi sperman rank diperoleh ? value sebesar 0,026 < 0,05 berarti Ada hubungan pemberian informed consent dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di ruang rawat inap RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.Petugas kesehatan sebaiknya lebih menekankan pada komunikasi timbal balik dalam pemberian informed consent pada pasien sehingga dapat mengetahui kebutuhan informasi pasien sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien.Kata kunci : Informed Consent, Tingkat Kecemasan
PEMBERDAYAAN KADER POSBINDU LANSIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA KANGKUNG DEMAK Yunie Armiyati; Edy Soesanto; Tri Hartiti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.344 KB)

Abstract

An increasing number of elderly people will have an impact on the socioeconomic well in the family, society and the government. The aging process resulted in a decrease in the physical, psychological, decreased independence, inability to work and the impact on the non-fulfillmentof their daily needs and social needs of the community. Posbindu as an effort to empower elderly people to optimize promotive, preventive, curative and rehabilitative for the problems of the elderly need to engage in activities that can support these efforts through posyandu elderly,providing support to the elderly and to optimize the utilization of plant family medicine for curative measures for the health problems of the elderly. Support for improving community participation in pokjakes and optimizing health worker roles and community service activities conducted through science and technology-based community empowerment elderly health cadres. The purpose of this community service activities was to apply science and technology to the community-based elderly health cadres. Activities undertaken include the making of a media health promotion leaflets and flipcharts, conducting a training cadre posyandu elderly health prevention and treatment of diseases of the elderly, physical examination and simple laboratory tests in the elderly, as well as the management of complementary therapies in elderly empower the community in producing extracts family of traditional medicine in the packaging. Other activities carried out by holding the equipment to cultivate medicinal plants, medicinal plants cultivation training and training of traditional medicine-making family. Having done community service activities, increased numbers of cadres and cadres liveliness, increasedtraffic posbindu elderly and increased knowledge and skills in the management of elderly health problems as well as increase the ability of cadres in the processing of herbal ingredients.
Hubungan Antara Self Efficacy Dan Stres Kerja Dengan Burnout Pada Perawat Dalam Melakukan Asuhan Hubungan Antara Self Efficacy Dan Stres Kerja Dengan Burnout Pada Perawat Dalam Melakukan Asuhan Sulisno, Madya; Hartiti, Tri; Natsir, Muhammad
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi kesehatan pemberi pelayanan kesehatan di rumah sakit yang paling rentan mengalami burnout adalah perawat. Faktor individu dan faktor lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya Burnout. Faktor individu salah satunya adalah self efficacy sedang faktor lingkungan disebabkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self efficacy dan stres kerja dengan burnout pada perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di RS Pemerintah di Kabupaten Semarang. Jenis penelitian observasional pendekatan cross sectional. Populasi perawat di RS Pemerintah di Kabupaten Semarang dengan sampel sebanyak 111 responden. Teknik sampling dengan stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis bivariat yang digunakan chi square. Hasil penelitianmenunjukkan55% responden memiliki self efficacy tinggi, 64,9% responden mengalami stres kerja sedang, 89,2% responden mengalami burnout rendah. Tidak ada hubungan antara self efficacy dengan burnout, ada hubungan antara stres kerja dengan burnout. Implikasi utuk peneliti selanjutnya dapatmengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan faktor individu, faktor lingkungan, faktor organisasi yang dapatmempengaruhi burnout. Rumah sakit dapatmelakukan kegiatan untuk meningkatkan self efficacy perawat melalui pelatihan kompetensi, menurunkan stres kerja dan burnoutmelaluikegiatan refresing, rotasi kerja. Perawat dapat meningkatkan self efficacy melalui peningkatan kompetensi, melakukan koping yang konstruktif untuk mencegah stres kerja dan burnout.