Joni Haryanto
Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Optimalisasi Ceramah Spiritual (Islam) dalam Penurunan Tingkat Stres Penderita Kusta Reaktif Haryanto, Joni; Lukitaningsih,
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 04 No. 2 (2009)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2009.4.2.225

Abstract

Leprosy disease still represents the problem of the world of very complex. The problem does not only from facet of health physic- but also extending until social problem, economic, cultural, security and national resilience. The big of stressor for leprosy will generate the disease transportation; journey going worse and optimalization deliver a lecture the spiritual (Islam) in degrading storey; level stress to leprosy reaction still need clarification. Research method is Quasy Experiment Design, sample taken by using techniques of purposive sampling with a number of 10 people at Hospital of Leprosy Sumber Glagah Mojokerto. Analyze by Wilcox on signed rank test, with the meaning storey; level 95%. Result of research show the decrease level of stress after conducted by discourse spiritual (Islam) at leprosy of type of Reversal and ENL that is by = 0,05, got by p = 0,003, From this research result is researcher suggest, for it self leprosy to develop; build the adaptive coping which do not get out of the support of family of society fund, and also for health worker that is Nurse can identify and implementation with a way of develop; building adaptive coping and can decreasing the level of stress leprosy.
EFEKTIFITASSTRETCHING EXERCISE DAN PERNAFASAN YOGA TERHADAP REGULASI TEKANAN DARAH DAN KUALITAS HIDUP KLIEN ESRD YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMKITAL DR. RAMELAN SURABAYA Muji Astuti, Nur; Sudiana, I Ketut; Haryanto, Joni
Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Sciences) Vol 10 No 2 (2017): AUGUST
Publisher : Unusa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v10i2.134

Abstract

Hypertension intradialytic can affect the quality of life and quality of life can affect hypertension too. An area of concern to nurses is related to non-pharmacological treatment to prevent the occurrence of intradialitic hypertension and improved quality of life. One of them is with stretching exercise and yoga breathing. This research used quasi experimental pre post control group design design, sample size was 28 ESRD clients intradialysis in Dr. Rumkital. Ramelan Surabaya. Sampling technique used purposive sampling. Variables in this study were stretching exercise, yoga breathing, stretching exercise modification and yoga breathing, systolic blood pressure, diastolic blood pressure, and quality of life. Data collection using mercury sygmomanometer, and KDQOL SF 1.3 questionnaire. Data were analyzed using paired t test and multiple linear regression. The results of this study showed that the most effective intervention for lowering blood pressure 27,143 mmHg is a combination of stretching exercise and respiratory yoga, whereas the most effective yoga breathing improves the quality of life 5,143. ESRD clients intradialysis are expected to remain active in applying stretching exercises and breathing yoga during hemodialysis, and for nurses is expected to increase client motivation as well as arrange a daily program and actively involved in applying stretching exercise and yoga breathing. Key Word: Stretching Exercise, Yoga Breathing, Blood pressure, Quality Of Life
EMPOWERMENT EDUCATION, PEER SUPPORT TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN CACAT DI RS KUSTA SUMBERGLAGAH Arif, Taufan; Haryanto, Joni; Yunitasari, Esty
Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Sciences) Vol 10 No 2 (2017): AUGUST
Publisher : Unusa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v10i2.138

Abstract

Leprosy disease is caused by Mycobacterium leprae which attacks the skin and peripheral nerves. Currently leprosy still remains a world problem. Leprosy patients should not experience severe structural and functional damage. The combination of the empowerment education, peer support can improve symptoms and signs of impairment, behavioral prevention defects. The objective of this study was describes empowerment education, peer support to behavior prevention of dissability. This study used true experimental randomized pre-post test control group design. The sampel was recruited using simple random sampling consisting of 16 respondents. The independent variable are empowerment education, peer support. The dependent variable are knowledge of disability prevention, attitude of disaility prevention, action of medication compliance. The data were collected by distributing questionnaires and check card patient treatment. Data were analized by Mann-Whitney Test and Wilcoxon Signed ranked Test. The result showed that 1) There is influence on knowledge, 2) There is influence on attitude , 3) There is influence on medication adherence. Supportive interventions through empowerment education, peer support can help leprosy patients in the treatment process. Proven knowledge, attitude, adherence to medication, and self efficacy intervention group increased after given intervention. Suggestions for further research is to examine the development of leprosy impairment prevention models based on other nursing theories and with a longer duration of study. 
PENGARUH MASASE JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP NYERI PADA LANSIA DENGAN OSTEOARTHRITIS Aryanti, Putu Indraswari; Haryanto, Joni; Ulfiana, Elida
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): JANUARI
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.606 KB) | DOI: 10.22219/jk.v10i1.6332

Abstract

Pendahuluan : Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit kronik progresif yang sering dialami oleh lansia. Kerusakan jaringan tulang rawan pada daerah sendi mengakibatkan rasa nyeri kronis yang kemudian menyebabkan gangguan pergerakan. Hambatan ini menyebabkan lansia membatasi aktivitas yang dikemudian hari akan mengarah pada penurunan mobilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pemberian masase jahe merah terhadap nyeri pada lansia dengan osteoarthritis. Metode : Jenis penelitian ini adalah true eksperimental dengan rancangan randomized control group pre-test post-test design. Responden akan terbagi dalam dua kelompok yakni kelompok dengan masase jahe merah dan kontrol. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Sampel penelitian berjumlah 62 responden. Instrumen yang digunakan adalah WOMAC. Uji statistik menggunakan paired t test, dan MANCOVA. Hasil : Dari 62 responden yang terdaftar, hanya 60 responden yang menyelesaikan penelitian. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa masase jahe merah berpengaruh terhadap penurunan respon nyeri (p = 0,001). Diskusi : Kombinasi intervensi masase dengan penggunaan minyak atsiri jahe merah secara simultan memberikan pengaruh yang baik terhadap penurunan nyeri pada lansia dengan osteoarthritis. Saran : Masase jahe merah dapat diterapkan sebagai perawatan komplementer untuk membantu menurunkan tingkat nyeri selain penggunaan obat-obatan standar pelayanan pada penyakit osteoarthritis.
Pengaruh JASE-PIRELAK (Jalan Sehat Dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam) terhadap Tekanan Darah dan Ankle Brachial Index pada Lansia dengan Hipertensi Betsytifani, Pahlevi; Haryanto, Joni; Pratiwi, Ika Nur
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i1.13704

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif yang umumnya terjadi pada lansia. Hipertensi dapat menyebabkan masalah pada lansia karena bisa menjadi faktor risiko stroke, gagal jantung, dan penyakit jantung. Kombinasi antara jalan sehat dan teknik relaksasi nafas dalam efektif untuk menurunkan kadar tekanan darah dan meningkatkan ankle brachial index.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen. Responden penelitian 62 orang (31 orang kelompok intervensi dan 31 kelompok kontrol). Responden dipilih secara purposive sampling. Variabel independen adalah JASE-PIRELAK dan variabel dependen adalah tekanan darah dan ankle brachial index. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis data menggunakan Independent T-test dan Mann-Whitney Test.Hasil: Hasil penelitian pada kelompok intervensi (p = 0,000) yang artinya ada pengaruh JASE-PIRELAK terhadap penurunan tekanan darah sistolik sedangkan pada kelompok kontrol (p=0,850) yang bermakna bahwa tidak terdapat perubahan signifikan pada tekanan darah sistolik. Ada pengaruh pemberian intervensi JASE-PIRELAK dan intervensi dari program Posyandu terhadap perubahan ankle brachial index pada kelompok perlakuan (p=0,000 ) dan kelompok kontrol (p=0,014)Kesimpulan: JASE-PIRELAK memiliki pengaruh untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan ankle brachial index pada lansia dengan hipertensi. Penelitian selanjutnya diharapkan dilakukan dengan lebih banyak sampel dan meningkatkan waktu penelitian, dan mampu mengendalikan konsumsi natrium untuk hasil yang optimal.
Analisis Faktor Successful Aging pada Lansia yang Bekerja Sebagai Petani Medawati, Riris; Haryanto, Joni; Ulfiana, Elida
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i1.18704

Abstract

Pendahuluan: Successful aging merupakan suatu pencapaian yang penting bagi lansia. Sebagian lansia yang bekerja sebagai petani berada dalam kondisi Successful aging. Namun, belum banyak kajian yang menjelaskan tentang faktor Successful aging pada lansia yang bekerja sebagai petani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor successful aging pada lansia yang bekerja sebagai petani.Metode: Desain penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang bekerja sebagai petani di 11 kecamatan di wilayah Lamongan bagian tengah selatan. Jumlah sampel 110 sampel yang didapatkan dengan cara probability sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah faktor gaya hidup, faktor aktivitas fisik, faktor psikologis, faktor sosial, dan faktor spiritual, sedangkan variabel dependennya yaitu successful aging. Data didapatkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan mengguanakan spearman’s rho.Hasil: Terdapat hubungan antara faktor gaya hidup (p=0,002), faktor aktivitas fisik (p=0,026), faktor psikologis (p=0,020), faktor sosial (p=0,003), dan faktor spiritual (p=0,001) dengan successful aging.Kesimpulan: Faktor gaya hidup, faktor aktivitas fisik, faktor psikologis, fakor sosial, dan faktor spiritual berhubungan dengan successful aging lansia yang bekerja sebagai petani di wilayah Lamongan bagian tengah selatan.  Diharapkan lansia mengetahui dan melakukan upaya dalam mencapai successful aging melalui gaya hidup sehat, melakukan aktivitas fisik, memiliki sikap positif dalam memaknai hidup, aktif dalam kehidupan sosial, dan meyakini campur tangan tuhan dalam kehidupan